Share

Bab 13

Author: Felix Harrington
Ryan merasa sangat puas melihat Haikal berusaha menjilatnya. Namun, dia juga sangat muak dengan sikap Haikal yang begitu tidak tahu malu.

"Kita bukan saudara. Nggak perlu makan bersama lagi. Ke depannya, kita masih akan sering berhubungan dalam pekerjaan. Kamu juga nggak perlu merasa berat melepasku. Lebih baik kita segera lakukan serah terima pekerjaan saja," tegas Ryan.

Ryan paling membenci orang yang bermuka dua seperti Haikal. Dia tentu saja tidak mau bersikap ramah padanya.

Haikal mendengar ancaman yang tersirat dari kata-kata Ryan. Wajahnya seketika menjadi sangat muram. Dia mengerlingkan matanya, lalu tiba-tiba mengambil ponsel dan pura-pura menjawab panggilan. Katanya, "Halo? Iya, baik ...."

Haikal menutup mikrofon ponselnya dan pura-pura berbicara dengan Ryan, "Tunggu sebentar ya. Ada telepon penting."

Setelah itu, Haikal bangkit dan keluar dari kantornya. Ketika berjalan melewati karyawan wanita itu, dia diam-diam memberi isyarat dengan mata.

Bam! Haikal keluar dari kantor dan menutup pintunya rapat-rapat. Karyawan wanita itu paham dengan maksud Haikal. Dia menarik napas dalam-dalam, merapikan rambutnya, lalu berjalan menghampiri Ryan.

Karyawan wanita itu tingginya sekitar 165 cm. Bentuk badannya memiliki lekukan indah. Namun, wanita itu memiliki paras imut dan kulit yang putih mulus. Kesannya seperti wajah polos dengan tubuh menggoda.

Wanita itu berjalan ke arah Ryan dengan berlenggak-lenggok. Roknya berayun-ayun ke kiri dan ke kanan, seolah-olah menyimpan daya tarik yang tak terbatas. Dia benar-benar menampilkan pesona wanita secara maksimal.

"Ryan, tadi aku bicara tanpa berpikir panjang. Aku mau minta maaf padamu," ucap wanita itu. Dia menuangkan segelas air untuk Ryan, lalu menyodorkannya dengan kedua tangan sambil berkata, "Maafkan aku ya?"

Suara wanita itu sangat menggoda, membuat siapa pun yang mendengarnya menjadi lemas.

"Aduh!" Sebelum tiba di depan Ryan, sepatu hak tinggi wanita itu seperti tersandung sesuatu. Tubuhnya terhuyung. Air di gelas tumpah sedikit dan membasahi tepat di bagian selangkangan Ryan.

"Maaf ya, aku minta maaf," tutur karyawan wanita itu. Wajahnya seketika tampak panik. Lantaran gugup, dia langsung berlutut di depan Ryan untuk bantu mengelapnya.

Ryan seketika merasa sekujur tubuhnya seperti tersengat listrik, tetapi hatinya sangat marah. Dia menyergah, "Kamu sengaja, 'kan?"

Melihat Ryan marah, karyawan wanita itu tiba-tiba menengadah. Dia menatap Ryan dengan wajah memelas dan berkata, "Maaf, aku benar-benar nggak sengaja."

Ryan melebarkan kedua kakinya sembari memandang karyawan wanita yang sedang menengadah menatap dirinya. Matanya yang besar itu dipenuhi rasa pilu. Beberapa helai rambut berantakan di depan wajah membuatnya tampak menggoda.

Ryan menggertakkan gigi dengan kesal, lalu membentak, "Minggir!"

Karyawan wanita itu malah tiba-tiba berdiri dan menerjang ke dalam pelukan Ryan. Dia berbisik manja, "Ryan, jangan marah. Aku salah. Aku minta maaf. Asalkan kamu mau memaafkanku, kamu boleh melakukan apa pun."

Ketika berbicara, kancing baju karyawan wanita itu sudah terbuka. Kulit yang putih mulus terpampang jelas di depan mata Ryan.

"Kamu mau ngapain?" tanya Ryan dengan panik. Dia tidak menyangka, ternyata wanita di hadapannya berani melepaskan pakaian di kantor.

Karyawan wanita itu menggenggam tangan Ryan, lalu menariknya mendekat sambil berbisik, "Kalau kamu merasa di sini nggak nyaman, malam ini ke rumahku saja. Cuma ada kita berdua. Ryan, kasur di rumahku sangat empuk dan sangat nyaman ...."
Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 593

    "Bos, aku nggak bisa minum alkohol," kata Vania dengan suara pelan dan gugup."Datang ke tempat begini tapi bilang nggak bisa minum? Siapa yang percaya?""Sial, mau jual diri tapi masih pura-pura suci. Mau cari uang tapi nggak mau nurut!""Lepas dulu bajunya. Pakai setebal itu mau ditunjukkan ke siapa?"....Di bawah pengaruh alkohol, sekelompok pria itu meluapkan hasrat primitif mereka. Satu orang berteriak, yang lain ikut menyahut. Seolah memaksa orang yang tidak mau menjadi seperti mereka adalah sesuatu yang memberi kepuasan.Sisi gelap manusia yang larut dalam hawa nafsu.Kotor dan menjijikkan."Aku nggak mau tipnya. Aku akan memainkan satu lagu lagi untuk semua orang. Semoga kalian menyukainya."Vania tidak berani menatap para pria yang brutal itu. Dia menggerakkan akordeonnya dan mulai menyanyikan lagu rakyat yang paling dia kuasai."Lalala ...."Suara nyanyian kembali terdengar. Vania mengangkat kepalanya dengan tinggi, menggunakan sikap anggun untuk menutupi kegelisahan di dala

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 592

    "Bu Vania?"Ryan tiba-tiba teringat. Saat di kampung halamannya di Provinsi Jeria, Quinn pernah mengatakan kepadanya bahwa Vania sudah berhenti mengajar dan sekarang bekerja di dunia hiburan malam di Kota Shein.Ternyata memang benar.Ryan kembali teringat masa SMA, sosok yang dulu selalu terbayang di pikirannya.Saat itu, Vania memang pandai bernyanyi dan menari. Dia sering memeriahkan suasana saat pertemuan kelas dengan bernyanyi untuk semua orang.Sejak dulu Ryan sudah tahu, Vania sebenarnya tidak suka menjadi guru. Dia mencintai musik. Namun sebagai ibu tunggal, dia terpaksa menyingkirkan bakat dan kecintaannya demi kehidupan. Sekarang, akhirnya dia bisa menjalani apa yang diinginkannya.Memikirkan hal itu, Ryan malah merasa ikut senang untuknya.Saat ini di atas panggung, Vania mengenakan gaun putih panjang. Cahaya lampu kristal berwarna keemasan menyinari tubuhnya yang anggun. Lekuk tubuhnya yang indah tampak jelas di balik gaun yang pas di badan.Para penonton yang berada dekat

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 591

    Ryan tersenyum. "Acara seperti itu aku nggak ikutan. Kamu bawa saja aku ke tempat yang bisa duduk minum dan ngobrol."Kenny mengernyit. "Kak, aku malam-malam bawa kamu ke tempat seperti ini, masa cuma minum dan ngobrol? Nggak seru banget."Ryan hanya tersenyum tipis tanpa menjawab.Kenny tahu sifat Ryan. Dalam hati dia berpikir, 'Minum dulu saja. Nanti kalau suasananya sudah naik, baru aku beri kejutan besar.'Saat itu, Ryan tiba-tiba melihat sosok yang terasa tidak asing melintas di samping. Seorang gadis yang sangat cantik, dengan seorang pria muda berjalan di sampingnya. Ryan memutar ingatan di kepalanya, lalu akhirnya teringat siapa gadis itu.Merly, putri Salwa.Sebulan lalu, Salwa pernah membawa Merly ke rumah sakit untuk bertemu dengannya.Wajahnya yang halus, tubuhnya yang proporsional, serta aura bangsawan yang alami membuat Ryan memiliki kesan mendalam terhadapnya.'Dia juga datang ke tempat seperti ini?' pikir Ryan dalam hati.Tak lama kemudian, setelah membeli tiket masuk,

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 590

    Dalam sekejap, lebih dari satu bulan berlalu dengan cepat. Ryan sudah pulih dan keluar dari rumah sakit. Seharusnya dengan luka tembak separah itu, butuh waktu beberapa bulan untuk benar-benar pulih.Namun, Ryan mendapat bantuan dari ramuan Kitab Arghana. Setiap hari ayahnya merebuskan obat untuknya dan hasilnya sangat signifikan.Setelah lebih dari satu bulan, kondisinya sudah pulih sekitar 80%.Namun karena luka yang dideritanya cukup parah, pihak EPS Group untuk sementara memintanya beristirahat di rumah selama satu minggu dengan tetap menerima gaji. Selama masa itu, dia juga boleh sesekali bekerja dari rumah untuk menyesuaikan ritme dan setelah satu minggu baru kembali bekerja secara resmi.Ryan merasa hal itu sebenarnya tidak terlalu perlu, tetapi karena perusahaan memberikan fasilitas tersebut, dia pun menerimanya dengan senang hati.Hanya saja, terlalu lama di rumah terasa agak membosankan.Malam itu, Ryan sedang duduk di sofa menonton televisi ketika Kenny tiba-tiba datang berk

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 589

    Salwa mengerutkan kening. "Jangan sebut Darshen lagi. Aku nggak pernah menyetujui dia menjadi direktur utama."Merly menggigit bibirnya dengan erat. "Kak Darshen jelas-jelas sangat hebat. Ibu saja yang nggak suka dia. Ibu malah memaksaku belajar dari Ryan itu. Memangnya dia siapa?""Diam!" Salwa menatap Merly dengan dingin. "Selama bertahun-tahun di dunia bisnis, hal yang paling kubanggakan adalah kemampuanku menilai orang. Darshen itu bukan orang baik. Sebaiknya kamu putuskan hubungan dengannya. Aku ingin kamu lebih banyak belajar dari Ryan. Kalau bisa, sekalian bangun perasaan. Dia adalah aset potensial yang sangat besar.""Ibu!" Merly panik. "Apa salah Kak Darshen? Dia lulusan doktor luar negeri, punya kemampuan, punya rasa tanggung jawab, dan juga baik hati ....""Cukup! Kamu sudah dicuci otak sama dia!" teriak Salwa, dadanya naik turun karena marah. Akan tetapi, putrinya baru kembali ke tanah air. Jadi, dia juga tidak ingin bersikap terlalu keras terhadap Merly. "Merly, dengarkan

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 588

    Untuk sesaat, Ryan merasa otaknya tidak bisa memproses. 'Perusahaan bernilai ratusan miliar diberikan kepadaku?'Namun setelah tenang, semakin dipikirkan semakin terasa ada yang tidak beres.'Oriental Farma adalah anak perusahaan Waterfall Group. Dia bilang mau memberikannya kepadaku, tapi bagaimana caranya? Apa maksudnya aku disuruh menjadi direktur di sana? Bukankah itu berarti aku tetap bekerja untuk Salwa?'Salwa menangkap keraguan Ryan dan berkata, "Oriental Farma akan aku pisahkan secara mandiri, lalu dialihkan sepenuhnya atas namamu. Perusahaan itu akan benar-benar menjadi milikmu dan nggak ada lagi hubungan apa pun dengan Waterfall Group. Bagaimana?"Ryan benar-benar tertegun.Perusahaan bernilai ratusan miliar diberikan begitu saja? Kenapa rasanya sulit dipercaya?"Kak Salwa, kamu terlalu murah hati. Perusahaan sebesar itu, rasanya aku nggak sanggup menerimanya," kata Ryan dengan halus.Bagaimanapun juga, pengusaha papan atas seperti Salwa tidak mungkin memberikan sesuatu tanp

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status