Share

Bab 18

Author: Felix Harrington
Ryan menemui Poppy. Poppy mengatur meja kerja untuknya, menjelaskan aturan divisi secara singkat, lalu bertanya, "Kamu belum ambil perlengkapan kantor, 'kan?"

"Perlengkapan kantor itu apa?" tanya Ryan.

Poppy menatap Ryan dengan jengkel sembari menjelaskan, "Perlengkapan kantor itu peralatan yang dipakai untuk kerja, contohnya laptop, map dokumen, dan alat-alat kerja lain, termasuk kartu pegawaimu. Kamu harus ambil semua itu di divisi administrasi."

"Divisi administrasi?" gumam Ryan dengan terkejut. Bukankah itu divisi tempat Alisha bekerja?

"Apa ada masalah?" tanya Poppy.

"Nggak. Nggak ada." sahut Ryan.

"Aku akan mengabari divisi administrasi lewat AloTalk. Kamu bisa langsung ke sana untuk ambil perlengkapanmu," tutur Poppy.

AloTalk adalah aplikasi komunikasi internal yang dikembangkan oleh EPS Group. Fungsinya seperti aplikasi komunikasi pada umumnya. Bisa digunakan untuk komunikasi internal karyawan, mengadakan rapat video jarak jauh, dan sebagainya.

Ryan berlari pelan ke depan pintu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 398

    "Buat apa bantu mereka? Mereka juga bukan orang baik!" Cathy menggeleng. Kenangan lama terasa pahit untuk diingat. "Kalau dipikir-pikir sekarang, dulu aku benar-benar nggak pernah bahagia. Sampai ketemu orang seperti Zio yang cuma tahan satu atau dua menit saja, aku merasa itu sudah lumayan."Saat membicarakan hal-hal itu, hati Cathy terasa getir. Dengan setengah bercanda, dia berkata, "Soalnya aku memang belum pernah merasakan yang benar-benar enak!""Sudahlah, nggak usah bahas itu. Cheers!" Dia menarik napas dalam-dalam, lalu kembali mengangkat gelas dan bersulang dengan Ryan.Ryan menyentuhkan gelasnya dan berkata, "Semoga ke depannya kamu bisa bertemu yang cocok.""Hahaha! Terima kasih!" Cathy tertawa lebar. Melihat botol kosong di samping, dia berkata, "Minumannya habis, aku ambil lagi.""Cathy, jangan minum lagi. Begini sudah pas, kalau lanjut jadi kebanyakan!" Ryan tahu batas minumnya dan segera mencegah."Nggak bisa, hari ini harus mabuk!" Cathy jelas sudah mulai mabuk.Dia per

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 397

    "Hachiii!" Ryan bersin, lalu mengusap hidungnya."Pak Ryan, akhir-akhir ini sedang pergantian musim. Jangan sampai masuk angin lho." Cathy berjalan mendekat sambil tersenyum."Sepertinya ini rinitis alergi musiman," kata Ryan. "Kok kamu santai sekali? Pagi ini nggak sibuk?""Nggak." Cathy tersenyum lembut. "Karena aku baru saja mengajukan surat pengunduran diri ke Bu Lucya.""Hah?" Ryan agak terkejut. Dia meletakkan pekerjaannya dan menatap Cathy. "Kenapa tiba-tiba mau resign?"Cathy menarik napas dalam-dalam, lalu tersenyum. "Pak Ryan, terima kasih atas perhatianmu selama ini. Malam ini boleh aku ajak kamu makan? Nanti aku jelaskan alasan pengunduran diriku secara detail."Mendengar itu, hati Ryan terasa berat. "Memangnya harus resign?""Nggak juga sih, tapi menurutku resign adalah pilihan terbaik," sahut Cathy dengan mata berbinar."Kalau kamu sudah memutuskan, aku hanya bisa mendoakan yang terbaik," ujar Ryan. "Malam ini nggak perlu kamu yang traktir, biar aku saja. Aku tahu tempat

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 396

    Sampai di sini, Jocelyn berhenti sejenak."Lanjutkan!" Emosi Ray hampir tak terkendali. Dia sudah menebak apa yang akan dikatakan Jocelyn, tetapi tetap tidak mau percaya itu kenyataan.Jocelyn berkata, "Dompet itu ... milik Pak Marvin. Di dalamnya ada KTP Pak Marvin, kartu ATM, dan dokumen lainnya!"Brak! Kepala Ray terasa berputar, pandangannya menggelap. Hampir saja dia ambruk ke lantai."Pak Ray, jangan panik dulu," kata Jocelyn. "Laporan DNA belum keluar, jadi belum tentu bisa memastikan jenazah itu adalah Pak Marvin ....""Jenazahnya sekarang ada di mana?" tanya Ray."Saat ini ada di kantor polisi Gunung Umara, forensik sedang melakukan pemeriksaan," jawab Jocelyn.Ray menutup telepon, menarik napas dalam-dalam, lalu berkata, "Aku keluar sebentar!""Kamu jangan pergi dulu!" teriak Lenny. "Yang kamu bicarakan di telepon tadi, apa ada hubungannya dengan anakku?""Nggak, jangan berpikir macam-macam!" Ray buru-buru membantah."Kamu bohong! Aku dengar semuanya, kamu bilang soal jenazah

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 395

    Dalam tiga hari berikutnya, benar seperti yang dikatakan Ryan, Lucya hanya bisa bekerja sambil duduk di sofa.Meskipun Lucya mengambil cuti tiga hari, pekerjaannya sama sekali tidak terbengkalai. Rapat-rapat yang seharusnya dihadiri tetap dia ikuti secara daring.Selama tiga hari ini, Ryan juga menyusun rencana masa depan divisi litbang dan divisi teknologi. Sejak lulus kuliah, dia sudah menyimpan mimpi untuk menghidupkan kembali pengobatan tradisional dan obat-obatan herbal, membuatnya terkenal di seluruh dunia.Kini, dia menjabat sebagai direktur divisi litbang dan divisi teknologi di EPS Group, sekaligus merangkap sebagai wakil direktur divisi penjualan.Karena memegang banyak jabatan, Ryan pun menjadi salah satu tulang punggung EPS Group, figur inti yang sangat penting.Dia memiliki kewenangan yang cukup besar untuk memanfaatkan platform EPS Group demi mewujudkan idealismenya yang besar.Namun, makan harus satu suap demi satu suap, jalan harus ditempuh setahap demi setahap. Langkah

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 394

    Begitu Lucya berbaring di sofa, salah satu sisi handuk mandinya langsung melorot dan terbentang di atas sofa, membuat sisi tubuhnya terpampang jelas di hadapan Ryan.Di balik handuk mandi itu, lekuk tubuh yang ramping terlihat begitu sempurna.Lucya buru-buru menarik kembali handuk mandi itu dan mengikatnya dengan rapi."Ehem!" Ryan terbatuk canggung dua kali, lalu berkata, "Bu Lucya, sekarang aku bantu periksa pergelangan kakimu ya!"Dia berjalan ke sisi sofa dan perlahan mengangkat kaki Lucya.Begitu kaki itu terangkat, masalah pun muncul. Saat ini Lucya hanya dibalut sehelai handuk mandi. Ketika kakinya diangkat oleh Ryan, handuk itu sedikit tersingkap. Dari sudut pandang Ryan, mengikuti pangkal paha Lucya, dia bisa melihat ke dalam tanpa terhalang.Lucya pun menyadari hal itu dan segera menekan handuknya dengan tangan.Ryan hanya sempat melihat sekilas. Tidak jelas, hanya kilatan warna hitam yang melintas sesaat.Pergelangan kaki Lucya tampak merah dan bengkak, tetapi wajahnya saat

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 393

    Sementara itu, di tempat tinggal Ryan.Dari kamar mandi terdengar suara air mengalir deras. Di balik kaca buram, terlihat bayangan samar tubuh berlekuk yang bergerak perlahan.Malam ini Lucya memasak sepuluh hidangan untuk berterima kasih kepada Ryan. Setelah selesai memasak, seluruh tubuhnya bau minyak, jadi dia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.Saat ini, Ryan menyajikan hidangan ke atas meja, menuangkan anggur merah ke gelas besar, lalu duduk di depan meja menunggu Lucya. Pada saat yang sama, sudut matanya sesekali melirik ke arah kamar mandi.Detik berikutnya, suara air berhenti. Sepertinya Lucya sudah selesai mandi."Ryan, kamu bisa kembali dulu ke kamarmu nggak?" tanya Lucya. "Pakaianku basah. Sekarang aku cuma pakai handuk mandi!"Dia takut tanpa sengaja memperlihatkan sesuatu di depan Ryan."Oh, oke!" Ryan berdiri dan kembali ke kamarnya.Namun, tepat ketika dia baru sampai di depan pintu, tiba-tiba terdengar suara dentuman."Aduh!" Terdengar teriakan Lucya dari kama

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status