FAZER LOGIN"Seseneng senegnya menikmati libur, kalo kelamaan bosen juga."
- Adeeva Abriana Utama -
🦋🦋🦋
Deva POV![]()
"Aamiin kan semua do'a baik orang lain untuk kita, siapa tau di ijabah oleh Tuhan."- Fabian Alaric Kawindra -🦋🦋🦋Fabian POVSabtu ini aku memenuhi tantangan Lionel untuk menemani Deva ke acara empat bulanan Sekar yang diadakan di Semarang. Kalo Lionel pikir aku tidak akan memenuhi tantangannya, maka dia salah besar, karena aku akan dengan senang hati melakukannya, bahkan andai bisa meminta, aku akan meminta setiap hari saja. Kapan lagi Deva akan bermanis manis, lemah lembut padaku jika bukan saat seperti ini.
"Ada yang mencoba memanggil kenangan? Reject saja."- Adeeva Abriana Utama -🦋🦋🦋Deva POVSiang ini ketika aku sedang Sertijab* dengan Mbak Dewi ketika tiba-tiba handphoneku berdering dengan nyaringnya. (*Sertijab : serah terima jabatan)"Siapa sih ini?" desisku ketika aku mengecek hal-hal yang harus aku kerjakan ketika Mbak Dewi cuti."Angkat, Dev, siap
"Selama ijab qobul belum terucap, maka kesempatan masih terbuka lebar."-Fabian Alaric Kawindra -🦋🦋🦋Fabian POVSetelah mendengar dari Deva bahwa nenek alias eyang putrinya berniat menjodohkannya dengan laki-laki lain, maka aku tidak bisa hanya diam saja. Enak saja, aku sudah berjuang mendekati Deva sejak hampir 3 bulan yang lalu, aku susah payah kesana kemari hingga akhirnya aku mendapatkan bonus dari Tuhan bila ternyata Deva bekerja di perusahaan keluargaku, masa aku harus rela menyerahkan Deva begitu saja kepada Robert? Itu t
"Bahagia itu sesederhana membuat orang ke GR an."- Adeeva Abriana Utama -🦋🦋🦋Deva POVSetelah Fabian pulang dari rumah Eyang Putri, mbok Yah meneleponku dan menceritakan kejadian yang terjadi di rumah tadi. Entah bagaimana aku bisa tertawa terbahak bahak dengan laknatnya. Hingga Robert, Salma dan Nada memandangku dengan pandangan nyurengnya. Setelah mbok Yah menutup teleponnya, aku harus menerima pertanyaan-pertanyaan dari para sahabatku.
"Ajakan nikah di tolak, jurus menantu idaman di keluarkan."- Fabian Alaric Kawindra -🦋🦋🦋Fabian POVMalam ini aku ke rumah Deva setelah mendapatkan scan kartu keluarganya dari bagian HRD. Aku bersyukur HRD memiliki data lengkap seluruh karyawan bahkan sampai ke kartu keluarga. Sehingga aku bisa mempersiapkan diriku untuk menemui siapa saja yang menjadi anggota keluarga Deva. Tapi ternyata hanya Neneknya saja yang menjadi keluarganya. Lalu dimana orang tua Deva yang bernama Galih Sujatmiko Utama dan Nawang Tungga Dewi itu. Kenap
"Lo itu kaya batu kerikil di telapak kaki, kecil tapi bikin nggak nyaman buat jalan."- Adeeva Abriana Utama -🦋🦋🦋Deva POVGrup WA DeSaNaDeva : ada yang bisa nampung gue sementara waktu enggak? gue lagi butuh tempat pengungsian.Nada : lo kenapa?







