LOGINSetelah 15 tahun bersamanya, dan tiba tiba aku harus kehilangan dia, aku seperti kapal yang sedang oleng. Mencoba bertahan dan mewarnai hidupku kembali tanpanya sungguh perjuangan yang tidak mudah. Ketika aku sudah menemukan ketenangan hidup, kenapa justru ada pengganggu yang tidak lain adalah boss-ku sendiri. Seorang berondong yang usianya hampir 4 tahun di bawahku, dengan segala keanehan perilakunya. -Adeeva Abriana Utama.- *** Muda, tampan, pintar, berbonus kaya, itulah aku. Dengan kesempurnaan hidup itu aku tidak pernah menemukan penolakan, apalagi kegagalan. Tapi ketika hatiku tertambat padanya, aku sadar, dialah orangnya. Semua yang aku miliki tidak ada artinya. Luka yang ada di hati juga matanya sangat jelas terlihat. Deva, ijinkan aku menjadi pelangimu, ijinkan aku mewarnai hari harimu. - Fabian Alaric Kawindra -
View More"Sekuat apapun engkau berjuang, jika dia bukan untukmu, maka dia tidak akan pernah menjadi milikmu."
- Adeeva Abriana Utama -
***
Deva POV
Pagi ini aku melangkahkan kakiku memasuki sebuah ballroom hotel berbintang 5 di pulau Bali. Ketika aku masuk semua pandangan orang orang mengarah padaku. Ya, aku seharusnya menjadi ratu dua hari satu malam untuk pernikahanku dengan Lionel Ananta, pacar yang telah kupacari 15 tahun lamanya. Bahkan unpaid leave selama 2 bulan telah di setujui oleh Manager HRD pusat Kawindra Group di Jakarta.
"Kasian ya si Deva, sudah nemenin dari 0 malah di tinggal selingkuh sama sodara sendiri pula."
"Kalo gue jadi Deva sudah gue santet ini pasangan laknat."
"Bisa-bisanya Lionel tega ke Deva, padahal Deva sempurna banget BBB* nya." (*bibit bebet bobot)
"Mas Galih beneran bagus didik anak, bisa berlapang dada kaya Deva gini, semoga saja Deva dapat pengganti yang lebih."
Berbagai suara di sebalah kanan dan kiriku sudah masuk ke telingaku dan di teruskan ke dalam hatiku lalu dialirkan melalui saluran air mataku. Ingin aku bertahan tanpa menangis sedikitpun tapi susah, aku tak sanggup. Cobaan ini terlalu berat untukku.
Demi pernikahan impianku dengan Lionel aku telah menabung bersamanya sejak kami berusia 20 tahun hingga kami
hampir mampu mewujudkan impian kami bersama, tapi ternyata jodoh itu rahasia Ilahi. Manusia boleh berencana, namun tetap Tuhan menjadi penentu utamanya.Dua minggu lalu saudara sepupu mamaku. Tante Esti datang ke rumahku sambil menangis memohon mohon agar aku memutuskan Lionel karena Lionel menghamili anaknya yang bernama Sekar. Aku tidak langsung percaya. Aku tanyakan pada Lionel waktu itu.
"Babe, apa benar kalo kamu menghamili Sekar?" tanyaku waktu itu ketika aku bertemu dengannya di salah satu cafe.
Lionel tidak menjawab, hanya tertunduk lesu di hadapanku, bahkan kopinya pun tidak ia sentuh dari tadi.
"Sayang, apapun yang aku jelaskan nanti, aku harap kamu tidak akan meninggalkan aku, karena aku enggak bisa hidup tanpa kamu."
Aku memandangnya dalam tanpa mengatakan apapun. Aku berusaha mencari menyelami setiap perkataannya namun sayangnya aku tidak bisa tenggelam begitu saja hanya dengan buaian kata-kata manisnya.
"Pernikahan kita kurang dari dua minggu lagi. Undangan sudah di sebar dan aku tetap mau menikahi kamu. Kamu pacar aku selama 15 tahun, sejak kita kelas 1 SMP dan aku cuma mau nikah sama kamu. Apapun akan aku lakukan supaya kita tetep bisa nikah."
"Kamu belum jawab pertanyaan aku. Apa kamu menghamili Sekar?"
Lionel menarik nafas dalam dalam seolah seluruh oksigen di cafe ini masih kurang baginya.
"Itu semua kesalahanku Dev, karena aku tidak bisa mengontrol konsumsi alkohol ketika aku meeting di Singapore."
1 pisau tertancap di hatiku kali ini atas kalimat yang Lionel kemukakan.
"Aku bertemu Sekar di loby hotel, entah bagaimana caranya aku bisa bersama dia malam itu. Kami tidur bersama secara tidak sengaja."
Pisau ke 2 menancap dengan amat sangat tepat di pusat jantungku atas pengakuannya.
"Lionel, kamu tau kan, kalo hanya tidur itu tidak akan membuat Sekar hamil? kamu pasti silaturahmi kelamin dengan dia hingga dia bisa hamil."
"Dev, apapun itu, semuanya kesalahan, kalo itu anakku, aku akan bertanggung jawab, tapi aku tetep akan nikahi kamu bukan Sekar."
"Tapi aku enggak bisa nikah sama kamu."
"Dev, demi keluarga kita semua yang sudah mengharapkan kita menikah sejak kita kuliah di Jerman bersama. Aku enggak mau mengecewakan mereka."
"Kamu sudah mengecewakan mereka, terlebih aku Lionel, bahkan kamu tidak bisa menahannya padahal kamu sudah bisa menahan 15 tahun dengan kita berpacaran secara sehat."
"Dev, kamu enggak ingat perjuangan kita selama ini?"
"Sekuat apapun aku berjuang, kalo kamu bukan untukku, kamu tetap tidak akan pernah menjadi milikku, Lionel. Dan sekarang sudah terbukti."
Tiba tiba suara Nada dari arah samping ballroom memanggilku dari mengingat kejadian itu.
"Dev, sini buruan!"
Aku berjalan menghampirinya, "ada apaan?"
"Gawat, si Lionel nggak mau nikahin Sekar kalo lo juga enggak punya pendamping. Dia tetep maunya nikahin lo bukan Sekar."
Rasanya mataku ingin copot dari tempatnya.
"Serius lo?"
"Serius gue, lo tau kan mantan pacar lo itu gimana?"
Aku tau maksud Nada, mantan pacarku itu terkenal nekad dan keras kepala, hanya padaku saja dia 'jinak' dan mau menuruti apapun kemauanku, dia akan ikuti dan turuti. Lionel adalah Bucin sejatiku selama 15 tahun ini.
"Terus sekarang gimana?" Tanyaku panik sambil memegangi lengan Nada.
"Kasian si Sekar kalo enggak jadi nikah Nad."
"Bentar gue telepon Salma, dia masih di hotelnya, siapa tau dia punya solusi."
***
"Aku tidak memilih milih apapun, kecuali apa yang akan masuk kedalam perutku."- Fabian Alaric Kawindra -***Fabian POVMalam ini aku puas mengerjai Deva habis habisan. Apalagi ketika Deva selesai membayar tagihan makanan kami. Sebenarnya aku sudah melakukan reservasi sejak aku balik ke hotel setelah menemaninya untuk menjadi pasangan jadi jadian. Aku ingin menghiburnya dengan melihat pemandangan yang indah berbonus makanan enak dan asli, aku sama sekali tidak berniat untuk makan gratisan ketika bersama dengan Deva. Aku yang berniat mentraktir Deva makan, bukan sebaliknya, tapi entah kenapa pada akhirnya semua rencana berubah.Tadi ketika makan aku menatap Deva dalam diam hingga Deva yang aku tatap pun tidak sadar karena fokus pada makanannya. Aku baru sadar, dengan Deva, aku tidak memberi tahukan jati diriku yang sebenarnya kepadanya. Deva hanya mengetahui nama depanku saja. Bahkan Deva tidak tahu kalo keluargaku salah satu konglomerat, bahkan masuk jajaran salah satu orang berpunya
"Kalo traktir orang, sebaiknya lo yang pilih tempat dan menunya."- Adeeva Abriana Utama-***Deva POVAku di seret lagi oleh Fabian keluar dari restoran ini ketika aku sedang asyik asyiknya menikmati sunset. Fabian mengajakku ke parkiran dan tancap gas dari tempat ini, aku menyadari jika kini perjalananku dan Fabian menuju daerah Nusa Dua."Kita kok ke arah Nusa dua ya?" Tanyaku padanya ketika Fabian fokus menyetir mobil sport hijaunya."Iya, restorannya ada di daerah sana."Setelah itu aku diam. Tidak berminat basa basi padanya. Tapi Fabian sepertinya memang tipikal orang yang suka berbasa basi bila itu denganku, entah dengan orang lain bagaimana, karena aku tidak mengenalnya."Dev, lo kok diem aja sih, sakit gigi?""Nggak, cuma lagi mikir doang.""Mikir apa?" Tanyanya padaku.Asli si Fabian ini kepo pakai banget sih jadi cowok. Enggak ada keren-kerennya menurutku."Bukan urusan lo," Pungkasku karena aku malas berbasa basi dengannya."Lo kok kalo sama gue jutek banget sih, Dev, gue
"Yang terlihat oleh mata, terkadang tidak sesuai dengan kenyataan yang ada."- Fabian Alaric Kawindra -***Fabian POVMimpi apa aku semalam hingga bertemu dan berkenalan dengan perempuan yang otaknya mikir negatif melulu seprti Deva. Yang saat ini sedang duduk dimobilku dengan bibir yang dimonyongkan, aku yakin aku bisa mengucir bibir Deva itu dengan karet gelang. Tapi sayangnya aku tidak akan tega menyakiti perempuan seimut Deva, aku tidak mungkin juga menambah rasa sakit hatinya akibat kejadian gagal nikahnya.Saat ini Deva menggunakan hotpants jeans, dengan atasan yang memperlihatkan lengannya, sungguh penampilan Deva laksana anak SMA yang mau kencan bareng gebetan. Padahal Deva sudah berumur 28 tahun lebih."Dev, Lo nanti mau nggak gue kenalin sama sugar mommy gue?" Tanyaku di tengah perjalanan kami menuju Pantai Seminyak."Nggak mau, nanti lo jadi gembel kalo gue kenalan sama sugar mommy lo."Aku tertawa mendengarnya. Entah kenapa sejak awal bertemu denganku Deva sama sekali jau
"Banyak hal yang kadang diluar dugaan apalagi perkiraan. Anggap saja itu sebagai Kejutan."- Adeeva Abriana Utama -***Deva POV"Dev, buruan turun, yuk? udah di tunggu Salma di bawah.""Males jalan gue, Nad. Mau di sini aja," kataku masih sambil tiduran di kasur memeluk bantal."Jauh-jauh ke Bali, masa cuma mau bikin peta dibantal. Buruan, yuk, ah.""Males gue, capek.""Ini kita pergi ngilangin capek, Dev. Lagian kalo lo disini sendirian, gue takut Lionel datengin lo.""Tapi gue beneran males.""Lo tau sendiri Salma gimana orangnya, daripada lo di seret sama dia, lebih baik lo ikut gue sekarang."Aku bangkit dari ranjang, berjalan ke kamar mandi, mematut penampilanku yang tidak terlalu tercela untuk seorang wanita yang barusan patah hati dan berniat bunuh diri.Mau aku sedandan apapun dibanding ke dua Sahabatku, wajahku adalah yang paling tidak pantas di make up dengan model dewasa. Alhasil dari dulu hanya cream pagi dan cream malam yang menjadi skincare rutinku."Gue mau gini aja,"






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.