Share

Ada Kamu

Penulis: Sity Mariah
last update Tanggal publikasi: 2026-06-18 19:01:03

Pukul tujuh pagi lewat sepuluh menit, mobilku akhirnya terparkir di halaman kantor. Rasanya seperti bekerja di ujung dunia dengan jarak tempuh seperti sekarang. Tapi untuk resign, itu bukanlah jalan alternatif yang bagus.

Pukul delapan, aku baru saja memasuki ruang kerja ketika suara riuh langsung menyambut dari berbagai arah.

"Bu Lyra!"

"Masya Allah, akhirnya muncul juga!"

"Selamat pagi, Bu!"

Aku bahkan belum sempat meletakkan tas ketika beberapa
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Mimin Rosmini
bandel amat sih kamu lyra...kerja ya kerja tapi ga ngabisin seluruh waktumu
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor   Selalu Ingin Pulang

    -Hening.Aku langsung menyambung sebelum Ravyan salah paham. "Aku gak bisa nahan diri lagi, tanganku langsung menampar dia."Terdengar helaan napas dari seberang. "Sayang ....""Maaf.""Saya bukan mau memarahimu.""Lalu?""Saya sedang berusaha membayangkan wajahmu saat menamparnya."Aku terdiam beberapa saat. Kemudian tanpa sadar tertawa kecil. "Pak Mayor!""Saya serius.""Jangan malah bercanda.""Saya tidak bercanda."Aku bisa membayangkan ekspresi Ravyan yang sedang menahan senyum."Tamparannya keras?""Banget.""Bagus."Aku tertawa lagi. "Kenapa bagus?""Supaya dia tahu batas."Aku menyandarkan tubuh ke kursi dan akhirnya napasku terasa lebih ringan. Namun, masih ada satu hal yang mengganjal."Pak Mayor?""Hm?""Dia bilang ini bukan pertemuan terakhir.""Dia mengatakan itu?" Nada suar

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor   Keputusan yang Tepat

    -Aku menatap layar laptop yang masih menyala.Desain rumah itu masih terpampang di sana.Ruang keluarga yang sengaja kubuat luas. Jendela-jendela besar agar cahaya matahari bisa masuk dengan leluasa. Dapur semi-terbuka yang kupikirkan berdasarkan kebiasaan pasangan yang akan tinggal di dalamnya. Bahkan taman kecil di belakang rumah pun sudah kubuat sedemikian rupa.Semuanya terlihat begitu nyata.Padahal tanahnya saja tidak ada.Aku memejamkan mata.Entah kenapa, fakta itu kembali membuat dadaku terasa sesak.Bukan karena aku kehilangan proyek.Bukan pula karena Mas Arland tidak jadi membayar seluruh pekerjaanku.Aku marah karena merasa dibodohi.Selama berhari-hari aku duduk di ruangan ini, memikirkan proyek tersebut dengan serius. Aku bahkan sempat membayangkan seperti apa rumah itu setelah selesai dibangun.Dan ternyata, sejak awal, fondasinya hanyalah sebuah kebohongan.

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor   Bualan

    "Jadi benar kalau tanahnya memang sudah dijual."Mas Arland menunduk. "Aku sebenarnya mau menjelaskan.""Sejak kapan?"Ia tidak menjawab."Sejak kapan tanah itu dijual?""Gak lama setelah aku dan Alana menikah."Aku menghela napas, mengurai kesal dalam dada. Dia tahu tanah itu sudah bukan miliknya, tetapi masih datang kepadaku membawa cerita tentang rumah yang akan dibangun di atas tanah tersebut."Dan kamu masih meminta aku membuat desain rumah untuk tanah yang sudah bukan milikmu?""Aku punya rencana lain."Aku langsung mengangkat tangan."Jangan."Ia terdiam."Jangan mulai membuat alasan baru."Aku menatapnya lurus. "Kalau memang sejak awal kamu sudah menjual tanah itu, kenapa kamu bilang tanah itu masih ada?""Aku ....""Kenapa?!"Mas Arland mengusap wajahnya. "Aku takut kamu menolak menjadi konsultan."Aku mengernyit. "Kenapa a

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor   Menarik Sekali

    -Mas Arland menatapku dengan kening mengernyit. "Informasi yang kamu dapat? Informasi apa? Kamu ... Sewa mata-mata?"Aku mendecih pelan. Pertanyaannya terlalu konyol. "Sekarang cukup kamu jawab apa proyek ini masih akan dilanjutkan atau ... batal?"Terdengar ia mendecak. "Batal apa sih, maksudnya? Desainnya bahkan sudah selesai kamu buat. Dan kalau aku deal, artinya rancangan itu akan segera berubah wujud menjadi bangunan. Kenapa kamu malah berpikir proyek kerjasama kita ini akan batal?"Dia bertanya dengan enteng. Seolah-olah apa yang dia katakan adalah memang kenyataan. Padahal jelas-jelas dia hanya sedang bersandiwara.Aku menatapnya beberapa detik. "Karena aku mendapat informasi kalau tanah yang kamu maksud sudah dijual."Senyum di wajah Mas Arland langsung menghilang.Aku tidak mengalihkan pandangan sedikit pun. "Dan informasi itu bukan dari orang yang aku bayar untuk menguntitmu."Ia tampak menelan ludah

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor   Kembali Menyeret pada Masa Lalu

    -Aku langsung tertawa sampai hampir tersedak."Pak Mayor, serius sedikit!""Saya serius.""Mana ada orang menyelesaikan masalah dengan melempar kursi?""Kalau kursinya kuat, mungkin masalahnya selesai."Aku menggeleng sambil menahan tawa lalu mendecak. "Gak membantu."Ravyan ikut tertawa kecil. Namun setelah itu, ekspresinya kembali serius."Kalau menurut saya, jangan lakukan apa pun saat kamu sedang emosi."Aku terdiam. "Besok kamu tetap kerja seperti biasa. Tiga hari lagi, datang ke pertemuan itu sebagai konsultan. Jangan kasih dia kesempatan untuk membuat kamu kehilangan kendali."Aku memainkan ujung sendok di atas piring. "Lalu?""Kalau memang dia terbukti berbohong, kamu sampaikan dengan tenang.""Kalau dia tetap ngeyel?""Batalkan kerja samanya."Aku mengangkat wajah. "Sesederhana itu?"Ravyan mengangguk lalu meraih tanganku dan menggenggamnya. "Sesederhana itu. Dan kamu gak punya kewajiban menyelesaikan rumah yang bahkan gak pernah benar-benar dia rencanakan untuk dibangun."

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor   Bacain Ayat Kursi

    -Malam mulai turun ketika suara mesin kendaraan terdengar dari halaman rumah.Aku yang sejak tadi duduk di ruang keluarga langsung menoleh.Pintu depan terbuka beberapa detik kemudian, memperlihatkan Ravyan yang baru pulang. Seragamnya masih melekat rapi di tubuh, tetapi wajahnya terlihat cukup lelah."Baru pulang?" tanyaku sambil bangkit.Ravyan mengangguk. "Kamu belum tidur?""Belum. Aku nunggu, Pak Mayor."Senyum kecil langsung muncul di wajahnya. Ia meletakkan tas kerja di sofa, kemudian menghampiriku."Kenapa ditungguin?""Pengen makan malam bareng."Ravyan melirik ke arah meja makan. Beberapa hidangan sudah tersusun rapi di sana.Ia mengangkat alis. "Kamu masak?"Aku menggeleng cepat. "Aku pesan."Ravyan tertawa kecil. "Saya sudah menduga.""Kenapa?""Karena kalau kamu masak, biasanya dapurnya lebih berantakan daripada makanannya."Aku langsung memukul lengannya pelan. "Enak aja."Ia terkekeh sambil merangkul bahuku. "Ya sudah. Ayo kita makan."Kami kemudian duduk berhadapan di

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor   Tidak Puas Sepenuhnya

    "Papa gak bisa lakukan itu!” Suara Mas Arland meninggi. “Aku anak Papa!”Om Mahesa berhenti melangkah.Pria paruh baya itu menoleh perlahan dengan tatapan yang terasa jauh lebih dingin dari sebelumnya.“Anak papa seharusnya tahu bagaimana cara menjaga harga diri dan kehormatan keluarganya!”Mas Arl

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor   Keputusan Telak

    Kekacauan itu belum selesai.“ARLAND!”Suara berat penuh tekanan mendadak menggema dari deretan kursi keluarga.Seorang pria paruh baya berjas hitam berdiri dengan wajah merah padam. Rahangnya mengeras menahan malu.Mahesa Maheswara, Papa Mas Arland.Tatapannya langsung menusuk pada putranya sendir

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor   Setimpal

    Ballroom megah itu berubah kacau hanya dalam hitungan detik.Suara bisik-bisik tamu mulai bercampur dengan seruan kaget dan tatapan jijik yang mengarah pada Mas Arland.Beberapa orang tua bahkan buru-buru menutupi mata anak mereka. Namun video itu terus berjalan tanpa ada yang bisa menghentikan.Wa

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor   5. Surprise!

    “Kita pikirkan hal lainnya nanti. Sekarang kita fokus saja pada hari H yang semakin dekat,” ucap Ravyan tenang. Aku hanya bisa menatapnya dengan jantung yang berdetak aneh. Sedangkan laki-laki itu hanya tersenyum kecil sebelum kembali menyeruput minumannya seolah pembicaraan tentang pernikahan da

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status