MasukSorry Ye! [ enak saja mau ngalahin saya ]
Setelah sholat mangrib Bella baru selesai siap-siap yang mau berangkat pengajian di rumah ibuk sholihah, di luar suara ibuk-ibuk sudah berteriak memanggil nama Bella hingga membuatnya gopoh. Beruntung Bella sudah dandan tinggal ambil tas saja namun saat ia keluar kamar, Bella malah lupa mau makai perhiasan gelangnya namun suara gelegar ibuk-ibuk terdengar nyaring terpaksa Bella urungkan niatnya yang mau mengambil gelang alhasil ia berangkat dengan lengan kosong. "Iya ibuk sebentar." sahut Bella perasaan masih baru mangrib kenapa pada kesusuk. Bella keluar yang sudah siap dengan setelan gamis syar'i nya yang baru ia beli kala mau kembali ke desa dan itu syar'i keluar terbaru rancangan desainer kelas atas limeted edicion itu keliatan dari banget dari kain dan bandrolnya. "Bel, kamu lama banget keburu sudah di tinggal ibuk-ibuk dari tadi." ucap bu Nining yang nyamperin Bella. "Iya bu, maaf baru selesai sholat bukankah waktunya masih kurang setengah jam lagi?" "Iya, tapi biar dapat tempat yang di dalem, ya sudah ayo berangkat." ucap bu Nining yang ngomel sambil fokus sama ponselnya entah apa yang ia baca. "Eh Bella mana ya kok belum datang?" celetuk ibuk Mirna melirik ke luar rumah ibuk sholihah. "Malu kali karna nggak punya baju bagus," sahut Bu Yatik. "Apa aku bilang dia mana punya baju bagus buat acara pengajian seperti ini, tapi kamu kok bajunya kayak pernah di pakeh Yat, biasanya selalu baru?" tanya Bu Mirna baru menyadari kalau sholidnya itu gamisnya tidak baru. "I-tu, tadinya aku sudah beli Mir tapi belum datang gara-gara tukang kurir itu lelet bilangnya masih besok sampeknya padahal gamis yang aku beli harganya mehong, ya namanya baju berkulaitas tidak ecek-ecekan." balas Bu Yatik yang awalnya gugup bisa lancar juga masih bisa pamer. "Gelang kamu juga tinggal dikit, Yat?" kini giliran Bu yus yang menanyakan gelang Bu Yatik karena biasanya itu orang memakai gelang sampai penuh. "Iya sengaja aku pakai separuh karna kasian ada warga kere takut kepanasan atau minder, kasian!" jawabnya siapa lagi kalau bukan untuk Bella kayak ada dendam banget. "Bilang saja kalau sudah di jual Bu, lagian belum tentu ada orang yang iri mereka juga pada punya loh walau tak sebanyak Bu Yatik." sahut Bu Yus lagi. Tak lama di luar ibuk RW datang dengan penampilan yang memang pantas menjadi bu RW namun yang menjadi pusat perhatian bukan bu RW melainkan di belakangnya yaitu Bella yang ternyata gamisnya kembaran sama Bu RW hanya saja beda warna sedang punya bu RW warna coklat dan milik Bella warna crem lebih eleggan. "Ini benaran kamu, Bel?" ibuk sholihah tampak kagum menyalami Bella dan Bu RW sudah masuk Ke dalam. "Iya buk, ini aku Bella anaknya Bu almarhum ibuk juminten." jawab Bella tersenyum. Bu Nining yang baru menyadari penampilan Bella kini tak berkedip. "Bel, kamu kok nggak bilang kalau punya baju sebagus itu?" ujar Bu Nining kayak menyesal kenapa ia tadi tidak tanyak sama Bella ada lagi apa nggak yang seperti di pakeh Bella. "Bu Nining kan nggak nanyak masak aku mau ngasih tahu entar di bilang pamir." sahut Bella. "Bukan gitu Bel, tahu gitu tadi aku ngajak tukeran sama kamu kan baju itu lebih pantes di pakeh aku dari pada kamu." kata Bu Nining setengah berbisik dan ternyata otaknya para warga sumber asih sama-sama pada konslet. "Ini hadiah dari suami Bu, jadi nggak bisa saya pinjamkan pada siapapun." balas Bella. "Ayo Bel, Bu Ning masuk di dalam sudah ada Bu RW dan baju kamu sama kayak punya Bu RW jadi kamu duduknya bareng beliau saja pasti vibesnya cocok banget juga sama Bu RT dan sesepuh lainnya." kata Bu Sholihah tuan rumah memberikan penghormatan sama Bella. Bella hanya mengangguk lalu masuk seraya mengucapkan salam, shontak semua ibuk-ibuk yang tadinya pada ngomongin gamis Bu RW pada mangap kala melihat Bella yang datang dengan penampilan yang tak kalah kecenya sam Bu RW bahkan bu RTnya kalah malam ini. "Loh! Bel, kamu?" ucap Bu Yatik yang tak percaya sama gamis yang di kenakan Bella. "Oh jadi kemaren yang ambil warna crem itu sampean ta Mbak Bella padahal aku juga pesan warna itu tapi sudah ke duluan kamu ternyata." ucap Bu RW baginya Bella pasti bukan orang sembarangan karna berhasil lebih dulu meraih gamis yang menjadi incaran banyak orang. "Saya nggak tahu Bu, soalnya ini hadiah dari suami." jawab Bella tersenyum ramah. "Manis sekali suami mu mbak Bel, pasti dia orang hebat." puji Bu RW. "Orang hebat apanya Bu RW orang suaminya hanya supir saja di bilang hebat paling juga yang di pakeh itu juga kw tidak asli." sahut Bu Yatik yang panas makanya ia bilang begitu. "Ah masak sih Bu, suaminya Mbak Bella ini supir?" sanggah Bu RW tak percaya karna ia yakin kalau Bella pasti istrinya orang hebat, beliau tahu kalau tas mongil yang di pakai Bella itu bermerek dan berkelas belum lagi cincin manis yang melingkar di jari Bella juga itu berlian, hanya ibuk-ibuk yang lain tidak memperhatikannya. "Ibuk tidak percaya tadi aku lihat sendiri kalau suaminya itu hanya supir Bu. Orang dia pulang bawa mobil bosnya dan habis itu langsung berangkat lagi, apa namanya kalau bukan supir." tegas bu Yatik yakin kalau Rendi itu hanya supir. "Betul Bu Bella?" tanya Bu RW. Bella memang tidak langsung menjawab, ia bingung harus jawab apa, jika mengatakan sebenarnya juga belum tentu orang seperti Bu Yatik bisa percaya. Nah kan Bu, dia tidak bisa jawab, malu karena suaminya hanya supir!" "Tapi suami mbak Bella tampan loh!" Cetus Bu Jennah. "Tampan saja buat apa Bu, kalau miskin mau makan tampan?""Bun, Riska mau ayam kentaci itu," tunjuk anak kecil yang berumur empat tahun menunjuk mengarah pedagang kichen di pinggir jalan."Riska pengen ya, nak?" tanya Salma bundanya. Mereka baru saja dari ambil baju di penjahit atas perintah sang nenek.Salma menghela napasnya berat, terasa tercekat tenggorokannya saat dengar putrinya Riska pengen kentaci, padahal tadi dirumahnya lagi masak itu tapi sayang Riska dan Salma tidak kebagian, jatah lauk mereka hanya tempe dan tahu saja setiap hari padahal yang masak Salma tapi tak bisa menikmati hasil masakannya sendiri karna sang mertua selalu menghitung jumlah ikan dan lauk yang ada jika saja kurang satu dia pasti marah-marah dan pastinya juga Salma dan Riska anaknya yang di omelin tidak ada habis-habisnya."Sayang, Riska belinya nanti saja ya kalau Bunda sudah ada uanganya," ucap Salma teriris sebab ia tidak tahu kapan bakal punya uang."Ya Bunda, padahal Riska sudah pengen banget lagian kalau di rumah ada lauk enak kita juga tidak kebagian,"
"jangan seudzon Bu Mirna, mungkin Bella masih punya banyak stok makanan, jadi nggak belanja hari ini." ucap ibu-ibu yang tahu kemaren Bella belanja banyak."Dia bukan karena punya stok Bi, memangnya di rumah ada kulkas? tahu sendiri Bu juminten selama ini gimana hidupnya?" Ungkir Bu Mirna soal hidup almarhum Bu juminten.Tin tin."Loh, jeng Mirna mau kemana pagi-pagi sudah cantik?" tiba-tiba bu Mirna lewat dengan pakaian rapinya kayak orang mau senam."Biasa jeng Yatik aku mau ikut senam dulu biar tubuh tetep sexi lagian di rumah aku juga nggak sibuk, biasalah ada asisten yaang siaga," balas bu Mirna pertanyaan sholidnya itu."Enak banget jadi kamu ya Mir, bebas di rumah tidak ngapa-ngapain tapi rumah bisa bersih dan kinclong.""Ya ialah Mir, rugi donk punya menantu kalau tidak di andalkan." katanya dengan nada santainya."Kalau aku jadi menantunya Bu Mirna nggak bakal mau hanya di jadi'in pembantu saja, padahal di sana juga yang kerja suaminya Erik." bisik ibuk yang belanja yang jug
Loh! ibuk sudah datang, mana berkatnya?" todong Sinta pas melihat ibuknya duduk di ruang tamu sambil ngedumel padahal ia baru datang pengajian katanya."Kamu itu Sin, makanan meluluk yang di pikirin nggak ada lain apa selain itu." omel bu Yatik sama anak putrinya."Lah, ibuk di semprot setan dari mana sih, biasanya juga begitu kalau datang dari yasinan dapat berkat." batin Sinta curiga ibuknya habis Ketemu setan di jalan."Assalamu'alaikum, salam dari luar ternyata ilham Putra sulung bu Yatik baru pulang kerja jam sembilan anak itu makin hari makin rajin saja."Waalaikumsalam, kamu baru pulang Ham, lembur lagi?" sahut ibuk Yatik."Iya buk, ibuk habis dari mana? Kok wajahnya di tekuk gitu!" kata ilham yang sebenarnya tidak heran sama raut sang ibuk yang memang jarang damai itu."Dari pengajian di rumah Sohilah, tapi ibuk kessel," desis bu Yatik."Lah, kenapa, pulang pengajian kok kessel bukannya tambah adem hatinya?" balas ilham."Ya jelas ibuk kessal Ham, apa lagi sama tuh anak kere y
Ya kalau ibuk-ibuk mau menganggap seperti itu ya nggak papa saya nggak masalah apapun pekerjaan suami saya yang penting halal dan bisa membahagiakan istri." jawab Bella santai."Bagus memang itu yang terpenting Bu, ya sudah labih baik kita mulai acara yasinannya bila ada yang ingin di bahas kita lanjut nanti lagi pas selesai kocokan arisan." ucap Bu RT melerai keadaan agar tetep kondusif."Alah, jadi istri supir saja sok romantis pakeh ngomomg bisa ngebahagiakan istri di buat sensara iya." batin bu Yatik siriknya tidak bertempat.Yasinan pun selesai dan di tutup dengan do'a lalu di lanjut kembali kocokan untuk arisan selanjutnya dan ternyata di rumah bu Selamet."Selamat ya, Bu selamet pengajian dan arisan selanjutnya di rumah sampean." kata bu Nindi bagian megang keuangan.Dan acarapun di lanjut ramah tamah yang sambil di selingin obrolan dan sering sesama ibuk kampung sumber asih."Mbak Bela mungkin mau ikut arisan RW lumayan loh mbak dapat banyak, dan disana juga ada arisan emasnya
Sorry Ye! [ enak saja mau ngalahin saya ] Setelah sholat mangrib Bella baru selesai siap-siap yang mau berangkat pengajian di rumah ibuk sholihah, di luar suara ibuk-ibuk sudah berteriak memanggil nama Bella hingga membuatnya gopoh.Beruntung Bella sudah dandan tinggal ambil tas saja namun saat ia keluar kamar, Bella malah lupa mau makai perhiasan gelangnya namun suara gelegar ibuk-ibuk terdengar nyaring terpaksa Bella urungkan niatnya yang mau mengambil gelang alhasil ia berangkat dengan lengan kosong."Iya ibuk sebentar." sahut Bella perasaan masih baru mangrib kenapa pada kesusuk.Bella keluar yang sudah siap dengan setelan gamis syar'i nya yang baru ia beli kala mau kembali ke desa dan itu syar'i keluar terbaru rancangan desainer kelas atas limeted edicion itu keliatan dari banget dari kain dan bandrolnya."Bel, kamu lama banget keburu sudah di tinggal ibuk-ibuk dari tadi." ucap bu Nining yang nyamperin Bella."Iya bu, maaf baru selesai sholat bukankah waktunya masih kurang sete
Sementara itu Bella baru sampek depan rumahnya dan masuk,"Assalamu'alaikum."salam Bella. Ia mendapati sang suami baru saja selesai mandi dan tersenyum manis pada Bella."Waalaikumsalam sayang, udah selesai belanjanya? Kenapa tadi tidak nunggu Mas biar ku anter ke supermarket saja."jawab suaminya Bella, Rendi." Nggak papa Mas, lagian dekat kok tadi sayur dan ikannya juga segar-segar."sahut Bella, ia memang lebih memilih belanja di mang sayur selain dekat ia bisa bersedekah sama pedagang kecil."Ya sudah terserah kamu, yang penting kamu jangan capek-capek. Masak seadanyan dulu sebelum nanti kita pindah ke rumah baru kita dan dapat asisten ART." ucap Randi tak mau sang istri terlihat kecape'an."Iya, Mas tenang saja. Terimakasih banyak ya Mas, sudah mau tinggal di kampung ku sesuai keinginan almarhum ibukku." ucap Bella senang, karna almarhum ibuknya ingin jika Bella sukses tetep tinggal di kampungnya dan bisa berbagi sama tetangganya sendiri.Randi sudah menyiapkan rumah untuk Bella ya







