Share

BAB 4

Penulis: Zahra Zayra
last update Tanggal publikasi: 2026-07-21 15:16:07

Ya kalau ibuk-ibuk mau menganggap seperti itu ya nggak papa saya nggak masalah apapun pekerjaan suami saya yang penting halal dan bisa membahagiakan istri." jawab Bella santai.

"Bagus memang itu yang terpenting Bu, ya sudah labih baik kita mulai acara yasinannya bila ada yang ingin di bahas kita lanjut nanti lagi pas selesai kocokan arisan." ucap Bu RT melerai keadaan agar tetep kondusif.

"Alah, jadi istri supir saja sok romantis pakeh ngomomg bisa ngebahagiakan istri di buat sensara iya." batin bu Yatik siriknya tidak bertempat.

Yasinan pun selesai dan di tutup dengan do'a lalu di lanjut kembali kocokan untuk arisan selanjutnya dan ternyata di rumah bu Selamet.

"Selamat ya, Bu selamet pengajian dan arisan selanjutnya di rumah sampean." kata bu Nindi bagian megang keuangan.

Dan acarapun di lanjut ramah tamah yang sambil di selingin obrolan dan sering sesama ibuk kampung sumber asih.

"Mbak Bela mungkin mau ikut arisan RW lumayan loh mbak dapat banyak, dan disana juga ada arisan emasnya juga." celetuk Bu RW nawarin Bella ikut bergabung di arisannya.

Shontak ibuk-ibuk yang lain pada kaget dan saling melirik gimana bisa bu RW memberi tawaran sama Bella yang miskin untuk ikut arisan kelas atas tersebut.

"Ibuk RW jangan bercandalah, masak Bella di ajak ikut arisan RW mana mungkin! Iya kan, ibuk-ibuk?" sanggah Bu Yatik orang pertama yang langsung menyinyirin ajakan Bu RW.

"Kita kan belum tanyak sama Mbak Bella bu, bisa nggak nya, gimana Mbak Bella tertarik untuk ikut arisan bersamaku nantinya?" balas Bu RW ia tidak mau menerima elakan bu Yatik sebelum Bella sendiri yang menjawabnya.

Bella terdiam tak langsung menjawab, ia masih mendengar grusak-grusuk ibuk-ibuk di sebelah tentu mereka yakin kalau Bella takkan mampu ikut karna Bu Yatik dan Bu Mirna saja yang mengaku orang kaya tak ikut kecuali Bu RT.

"Memangnya berapa, bu arisannya?" tanya Bella dahulu.

"Alah, pakeh tanyak segala bilang saja kalau tidak sanggup" sewot Bu Yatik sambil mendengus.

Namun Bella tak menanggapi ia hanya tersenyum tipis dan menunggu jawaban Bu RW dengan tenang,"Sedikit kok Mbak Bella. Pasti kamu sanggup beli baju itu saja suami mu bisa, hanya tiga juta setiap pertemuannya Bel, di tambah uang khas seratus ribu dan untuk arisan emasnya seharga dua gram perorang." jawab Bu RW menjelaskannya.

"Itu nariknya nanti sampai 150 juta loh Bel, kan lumayan bisa buat beli tanah atau kita buat investasi lainnya." lanjut Bu RW menjabarkan pendapatannya.

Semua ibuk-ibuk melongo karna baru dengar uang sebesar itu jumlahnya untuk dapat arisan sedengakan arisan mereka hanya 50 ribu dan nariknya juga tidak seberapa buat suguhan orang pengajian juga sudah habis nantinya.

"Iya Bu RW insya allah saya ikut, memang kapan acaranya?" jawab Bella dengan tenang dan langsung dapet respon kaget oleh ibuk-ibuk, terutama Bu Yatik dan Bu Mirna.

"Nggak, nggak mungkin Bella ikut arisan itu dia memang siapa?" dumel bu Yatik dalam hatinya sambil meremas tangannya sendiri menatap benci sama Bella yang menurutnya dia sudah sok kaya dan coba menyaingi dirinya. Jelas Bu Yatik tidak terima.

"Hei Bel, kamu nggak usah mimpi dech! Kepedaan banget jadi orang ngacak dulu donk mau coba-coba ikut arisan ibuk-ibuk RW emang kamu mau rumah kamu yang riyot itu terjual gara-gara kamu nggak bisa bayar arisan nantinya." ejek Bu Yatik kessal sama Bella yang sok kaya.

"Loh, Bu Yatik kok tidak terima kalau Bella mau ikut, lagian kan Kalau dia bilang ikut berarti sudah sanggup untuk bayarnya, iya kan Bel?" bu RW kembali menekan jawaban pasti ke Bella.

"Insya Allah Bu RW," jawab Bella lagi mantap tak ada keraguan.

"Nah, gimana Bu Yatik? Bella saja mantap tak ada keraguan, apa Bu Yatik juga mau ikut?" tawar Bu RW sama Bu Yatik yang kini gelagapan saat di ajak Bu RW juga.

"Sa-ya Bu RW?" gugup bu Yatik, sebab lagi berpikir keras mengenai tawaran bu RW bila menolaknya maka ia di kira tidak mampu dan pastinya ia tidak mau di pandang miskin sama orang apa lagi di depan Bella.

"Iya Bu RW aku mau ikut, kalau Bella ikut itu berarti saya jauh lebih layak ikut arisan tersebut."

"Baik, kalau gitu Bu Yatik ikut ya,dan mulai bulan depan wajib bayar cash dan arisannya." kata bu RW memberi tahunya.

Bu Yatik mengangguk sambil melirik sinis ke arah Bella yang sok cantik dengan baju yang di kenakan begitu menurut Bu Yatik.

"Baju KW saja bangga, pasti itu baju tidak asli lihat saja nanti aku cari di shoppy." omel Bu Yatik dalam hatinya.

"Kammu yakin Jenh Yatik mau ikut Arisan kelas kakap seperti Bu RW?" Bisik Mirna, sholidnya

"Yakinlab jeng, Bella si miskin saja ikut masak kita nggak?"

Mirna pun tampak berpikir sesuatu tapi dirinya tahu apa yang sebenarnya berada dalam otaknya saat ini.

Acara arisan di rumah Sholihah pun selesai tak sedikit ibuk-ibuk waktu pulang semuanya melirik ke gamis yang di pakeh oleh Bella terlihat ingin memilikinya juga saking bagusnya.

"Bel, besok Aku boleh nggak main ke rumah mu, mau lihat-lihat baju mu yang lain siapa tahu ada yang cocok karena lusa aku ada acara." kata Bu Nining lagi sebelum pulang.

Bella mengerutkan dahinya, ia pikir memang dirinya toko yang jual baju.

"Maksud Bu Nining, mau pinjem baju?" Perjelas Bella.

"Aduh Bel, jangan besar-besar bilangnya mau dengar orang lain, kamu itu gimana sih?" tegur Bu Nining tidak sukak.

"Lah! ini orang gimana?"

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Dikira Masih Miskin    Bab 7

    "Bun, Riska mau ayam kentaci itu," tunjuk anak kecil yang berumur empat tahun menunjuk mengarah pedagang kichen di pinggir jalan."Riska pengen ya, nak?" tanya Salma bundanya. Mereka baru saja dari ambil baju di penjahit atas perintah sang nenek.Salma menghela napasnya berat, terasa tercekat tenggorokannya saat dengar putrinya Riska pengen kentaci, padahal tadi dirumahnya lagi masak itu tapi sayang Riska dan Salma tidak kebagian, jatah lauk mereka hanya tempe dan tahu saja setiap hari padahal yang masak Salma tapi tak bisa menikmati hasil masakannya sendiri karna sang mertua selalu menghitung jumlah ikan dan lauk yang ada jika saja kurang satu dia pasti marah-marah dan pastinya juga Salma dan Riska anaknya yang di omelin tidak ada habis-habisnya."Sayang, Riska belinya nanti saja ya kalau Bunda sudah ada uanganya," ucap Salma teriris sebab ia tidak tahu kapan bakal punya uang."Ya Bunda, padahal Riska sudah pengen banget lagian kalau di rumah ada lauk enak kita juga tidak kebagian,"

  • Dikira Masih Miskin    BAB 6

    "jangan seudzon Bu Mirna, mungkin Bella masih punya banyak stok makanan, jadi nggak belanja hari ini." ucap ibu-ibu yang tahu kemaren Bella belanja banyak."Dia bukan karena punya stok Bi, memangnya di rumah ada kulkas? tahu sendiri Bu juminten selama ini gimana hidupnya?" Ungkir Bu Mirna soal hidup almarhum Bu juminten.Tin tin."Loh, jeng Mirna mau kemana pagi-pagi sudah cantik?" tiba-tiba bu Mirna lewat dengan pakaian rapinya kayak orang mau senam."Biasa jeng Yatik aku mau ikut senam dulu biar tubuh tetep sexi lagian di rumah aku juga nggak sibuk, biasalah ada asisten yaang siaga," balas bu Mirna pertanyaan sholidnya itu."Enak banget jadi kamu ya Mir, bebas di rumah tidak ngapa-ngapain tapi rumah bisa bersih dan kinclong.""Ya ialah Mir, rugi donk punya menantu kalau tidak di andalkan." katanya dengan nada santainya."Kalau aku jadi menantunya Bu Mirna nggak bakal mau hanya di jadi'in pembantu saja, padahal di sana juga yang kerja suaminya Erik." bisik ibuk yang belanja yang jug

  • Dikira Masih Miskin    BAB 5

    Loh! ibuk sudah datang, mana berkatnya?" todong Sinta pas melihat ibuknya duduk di ruang tamu sambil ngedumel padahal ia baru datang pengajian katanya."Kamu itu Sin, makanan meluluk yang di pikirin nggak ada lain apa selain itu." omel bu Yatik sama anak putrinya."Lah, ibuk di semprot setan dari mana sih, biasanya juga begitu kalau datang dari yasinan dapat berkat." batin Sinta curiga ibuknya habis Ketemu setan di jalan."Assalamu'alaikum, salam dari luar ternyata ilham Putra sulung bu Yatik baru pulang kerja jam sembilan anak itu makin hari makin rajin saja."Waalaikumsalam, kamu baru pulang Ham, lembur lagi?" sahut ibuk Yatik."Iya buk, ibuk habis dari mana? Kok wajahnya di tekuk gitu!" kata ilham yang sebenarnya tidak heran sama raut sang ibuk yang memang jarang damai itu."Dari pengajian di rumah Sohilah, tapi ibuk kessel," desis bu Yatik."Lah, kenapa, pulang pengajian kok kessel bukannya tambah adem hatinya?" balas ilham."Ya jelas ibuk kessal Ham, apa lagi sama tuh anak kere y

  • Dikira Masih Miskin    BAB 4

    Ya kalau ibuk-ibuk mau menganggap seperti itu ya nggak papa saya nggak masalah apapun pekerjaan suami saya yang penting halal dan bisa membahagiakan istri." jawab Bella santai."Bagus memang itu yang terpenting Bu, ya sudah labih baik kita mulai acara yasinannya bila ada yang ingin di bahas kita lanjut nanti lagi pas selesai kocokan arisan." ucap Bu RT melerai keadaan agar tetep kondusif."Alah, jadi istri supir saja sok romantis pakeh ngomomg bisa ngebahagiakan istri di buat sensara iya." batin bu Yatik siriknya tidak bertempat.Yasinan pun selesai dan di tutup dengan do'a lalu di lanjut kembali kocokan untuk arisan selanjutnya dan ternyata di rumah bu Selamet."Selamat ya, Bu selamet pengajian dan arisan selanjutnya di rumah sampean." kata bu Nindi bagian megang keuangan.Dan acarapun di lanjut ramah tamah yang sambil di selingin obrolan dan sering sesama ibuk kampung sumber asih."Mbak Bela mungkin mau ikut arisan RW lumayan loh mbak dapat banyak, dan disana juga ada arisan emasnya

  • Dikira Masih Miskin    BAB 3

    Sorry Ye! [ enak saja mau ngalahin saya ] Setelah sholat mangrib Bella baru selesai siap-siap yang mau berangkat pengajian di rumah ibuk sholihah, di luar suara ibuk-ibuk sudah berteriak memanggil nama Bella hingga membuatnya gopoh.Beruntung Bella sudah dandan tinggal ambil tas saja namun saat ia keluar kamar, Bella malah lupa mau makai perhiasan gelangnya namun suara gelegar ibuk-ibuk terdengar nyaring terpaksa Bella urungkan niatnya yang mau mengambil gelang alhasil ia berangkat dengan lengan kosong."Iya ibuk sebentar." sahut Bella perasaan masih baru mangrib kenapa pada kesusuk.Bella keluar yang sudah siap dengan setelan gamis syar'i nya yang baru ia beli kala mau kembali ke desa dan itu syar'i keluar terbaru rancangan desainer kelas atas limeted edicion itu keliatan dari banget dari kain dan bandrolnya."Bel, kamu lama banget keburu sudah di tinggal ibuk-ibuk dari tadi." ucap bu Nining yang nyamperin Bella."Iya bu, maaf baru selesai sholat bukankah waktunya masih kurang sete

  • Dikira Masih Miskin    BAB 2

    Sementara itu Bella baru sampek depan rumahnya dan masuk,"Assalamu'alaikum."salam Bella. Ia mendapati sang suami baru saja selesai mandi dan tersenyum manis pada Bella."Waalaikumsalam sayang, udah selesai belanjanya? Kenapa tadi tidak nunggu Mas biar ku anter ke supermarket saja."jawab suaminya Bella, Rendi." Nggak papa Mas, lagian dekat kok tadi sayur dan ikannya juga segar-segar."sahut Bella, ia memang lebih memilih belanja di mang sayur selain dekat ia bisa bersedekah sama pedagang kecil."Ya sudah terserah kamu, yang penting kamu jangan capek-capek. Masak seadanyan dulu sebelum nanti kita pindah ke rumah baru kita dan dapat asisten ART." ucap Randi tak mau sang istri terlihat kecape'an."Iya, Mas tenang saja. Terimakasih banyak ya Mas, sudah mau tinggal di kampung ku sesuai keinginan almarhum ibukku." ucap Bella senang, karna almarhum ibuknya ingin jika Bella sukses tetep tinggal di kampungnya dan bisa berbagi sama tetangganya sendiri.Randi sudah menyiapkan rumah untuk Bella ya

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status