Share

Bab 53

Author: Zila Aicha
last update publish date: 2026-05-01 13:32:09

Tetapi, tentu saja Henry Corwell berpura-pura tidak tahu tentang kejadian itu.

Dia malah bersikap seakan tak ada yang terjadi di depan matanya.

Dia benar-benar membutakan dirinya.

Sementara Arnold merasa bahwa rencananya sesuai dengan apa yang dia merencanakan.

Memang, Liam Slater, rajanya itu memerintahkan dirinya untuk langsung berterus terang pada Henry Corwell untuk menanyakan tentang keberadaan Nathaniel Lee.

Tapi, dia tidak bisa langsung melakukan hal itu. Dia harus mengecek terlebih du
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dikira Pecundang, Ternyata Jenderal Perang   Bab 91

    “Itu artinya … Jenderal Reed telah gagal melakukan rencananya,” kata Zach dengan begitu percaya diri. Steven mengangkat alis, menata penuh curiga ke arah Zach. “Bagaimana kamu bisa mengatakan hal itu?”Zach mengangkat bahu, “Sudah kukatakan kalau aku lebih mengenalnya.”Steven hampir saja membuka mulut untuk membantahnya, tapi Zach dengan cepat mendahuluinya dengan berbicara, “Kita lihat saja nanti! Apa yang kukatakan ini benar atau tidak.”Usai mengatakan hal itu, Zach berjalan dengan santai sambil bersiul menuju ke arah depan. Steven mengernyitkan dahi tapi dia tetap mengikuti temannya itu berjalan tepat di belakangnya. Di sisi lain, Liam Slater menyangga kepalanya di dalam ruang santainya. Daniel, kepala pengawal tetap berada di sisinya, berdiri dengan begitu setia.“Apa ada kabar dari Jenderal Reed, Daniel?”“Jenderal Reed belum memberikan pesan apapun, Yang Mulia,” jawab Daniel.Liam yang semula memejamkan matanya pun kini membuka mata. “Bantu aku bersiap-siap!”Daniel mengan

  • Dikira Pecundang, Ternyata Jenderal Perang   Bab 90

    “Jenderal, saya melihat pergerakan mencurigakan dari Jenderal Reed.”Jawaban Steven membuat Nathan menjadi sedikit waspada. “Saya tidak tahu dengan pasti apa yang sedang dia rencanakan, tapi menurut saya dia sedang merencanakan hal yang tidak baik, Jenderal,” Steven menambahkan. Nathan mendesah pelan dan segera menanggapi, “Terima kasih sudah memperingatkanku. Tapi, kau tak perlu cemas, Steven. Semuanya akan baik-baik saja.”Steven Breece mencoba untuk membuat dirinya lebih tenang dan akhirnya menutup panggilan itu. Henry Corwell yang berada di dalam satu mobil dengan Nathaniel Lee pun bertanya, “Bagaimana, Jenderal?”Nathan tersenyum pada orang kepercayaan itu, “Seperti yang pernah kau duga, Henry.”Henry mengangguk paham, “Kalau begitu apakah kita langsung beralih ke rencana cadangan, Jenderal?”“Ya.”Usai sang jenderal perang memberi jawaban tegas seperti itu, Henry segera memerintahkan sopir untuk menyalakan lampu belakang berwarna biru dan segera berbelok ke arah lain. Para

  • Dikira Pecundang, Ternyata Jenderal Perang   Bab 89

    Angela Jackson tidak langsung menutup pintu setelah Nathan pergi. Dia berdiri beberapa detik di ambang pintu, seolah masih bisa merasakan kehadiran pria itu di ruangan yang kini terasa lebih kosong. Lalu, tanpa benar-benar berpikir panjang, dia melangkah keluar.Mobil hitam itu sudah menunggu, pintunya terbuka. Berdiri di sampingnya, kini sepenuhnya dalam mode tugas. Seragam militernya terlihat lebih tegas di bawah cahaya pagi, lengkap dengan lencana dan sikap yang tak lagi santai seperti saat di dalam rumah.Angela mengamati tanpa suara.Nathan sempat berhenti sejenak sebelum masuk ke dalam mobil, seperti memastikan sesuatu. Sekilas, dia menoleh ke arah rumah, lebih tepatnya ke arah Angela. Tatapan mereka bertemu untuk sepersekian detik, cukup lama untuk menyampaikan sesuatu yang tidak bisa diucapkan.Lalu sang jenderal perang pun masuk ke dalam mobil.Pintu ditutup dengan rapi. Sopir di depan langsung bersiap, sementara Henry bergerak cepat masuk ke sisi lain kendaraan.Satu per sat

  • Dikira Pecundang, Ternyata Jenderal Perang   Bab 88

    Angela menarik napas pelan setelah kalimat Nathan itu menggantung di udara. Dia tidak langsung “Aku hanya memastikan semuanya siap,” katanya.“Kau selalu memastikan semuanya siap,” balas Nathaniel. “Tapi biasanya kau juga mengatakan sesuatu.”Angela terdiam sebelum akhirnya berkata, “Kali ini berbeda.”Nathaniel menatapnya lebih serius, “Karena aku akan kembali ke istana?”Angela tidak langsung menjawab, tapi ekspresinya cukup jelas.Nathaniel melangkah mendekat. “Angela.”Wanita itu mengangkat pandangannya. Untuk pertama kalinya sejak tadi, ketenangannya tampak sedikit retak.“Tempat itu bukan hanya penuh aturan,” katanya pelan. “Tapi juga penuh orang-orang yang … tidak menginginkanmu ada di sana.”Nathaniel tidak langsung membantah.“Mereka pernah mencoba membunuhmu,” lanjut Angela, suaranya tetap terkendali, tapi jelas lebih dalam.Nathaniel mengangguk kecil, “Aku tahu.”“Dan sekarang kau akan kembali ke sana, seolah semuanya baik-baik saja,” tambah Angela.“Aku tidak pernah mengan

  • Dikira Pecundang, Ternyata Jenderal Perang   Bab 87

    Langkah kaki beberapa prajurit terdengar dari lorong panjang di depan kamar Zach. Suara sepatu mereka teratur, khas barisan yang baru selesai bertugas. Steven yang masih bersandar di dinding sedikit menoleh, sementara Zach tetap berdiri di dekat jendela.Tiga orang prajurit melintas, lalu salah satu dari mereka melambat. Dia melirik ke arah Steven, seperti memastikan sesuatu. Beberapa detik kemudian, mereka berhenti.“Maaf,” kata prajurit itu, nadanya sopan namun penuh rasa ingin tahu. “Letnan Breece.”Steven mengangguk singkat. “Ya.”Dua prajurit lainnya langsung saling pandang, lalu kembali menatap Steven dengan ekspresi yang hampir sama seperti Zach tadi penasaran.Zach yang berdiri di dekat jendela menoleh sedikit, sudut bibirnya terangkat. Dia tidak mengatakan apa-apa, tapi jelas menikmati situasi itu.“Bagaimana rasanya?” tanya prajurit kedua tanpa ragu. “Maksud saya … hidup di luar istana, Letnan?”Zach langsung terkekeh pelan. “Nah, pertanyaan itu lagi.”Ketiga prajurit itu te

  • Dikira Pecundang, Ternyata Jenderal Perang   Bab 86

    Steven menghela napas panjang, lalu menatap temannya dengan serius. “Baiklah. Aku akan cerita. Tapi cuma sekilas."Zach langsung menegakkan tubuhnya. Ekspresinya berubah cepat, seperti anak kecil yang baru saja diberi permen. “Sekilas pun tidak masalah. Aku hanya ingin tahu gambaran umumnya saja, teman.”Steven menggeleng pelan melihat perubahan sikap itu. “Kau ini memang aneh, Drey.”Zach tak menanggapi, hanya menyilangkan tangan di dada dan menunggu dengan tatapan sabar.Steven akhirnya mulai berbicara, “Jenderal Lee … hidup cukup tenang di luar istana.”Zach mengangguk pelan, menyimak dengan sungguh-sungguh.“Dia bahkan menikah,” lanjut Steven.Zach langsung mengangkat alisnya. “Hah? Dia menikah? Sungguh?”“Tentu saja. Istrinya bernama Angela Jackson.”Nama itu terdengar asing di telinga Zach, tapi entah kenapa membuatnya semakin tertarik.“Seperti apa dia, Steven?”Steven tersenyum tipis, seolah mengingat sesuatu.“Cantik. Bukan hanya sekadar cantik biasa. Dia punya aura yang berb

  • Dikira Pecundang, Ternyata Jenderal Perang   Bab 9

    Dua anak buah kepercayaan pria yang menampilkan ekspresi dingin itu hanya bisa menahan napas. Mereka tahu bahwa Ben Walter, pria yang berani mencoba untuk merebut istri jenderal perangnya itu sudah pasti akan menelan kekecewaan yang besar. Seorang Nathaniel Lee tidak mungkin rela miliknya direbut.

  • Dikira Pecundang, Ternyata Jenderal Perang   Bab 8

    Steven meringis, tidak berani mengiyakan pertanyaan Nathan.Tapi, Nathan dengan santai berujar lagi, “Steven, lebih dari separuh hidupku kuhabiskan di medan perang. Dan ini … bukan pertama kalinya dia mencoba membunuhku.”“Saya tahu itu, Jenderal. Namun, sekarang ini berbeda. Ada … Jenderal Reed ya

  • Dikira Pecundang, Ternyata Jenderal Perang   Bab 7

    Merasa di atas angin, Harry menambahkan sambil tersenyum menjengkelkan, “Pastikan kamu dandan yang cantik, Angela.”Angela menaikkan alis kanan, menatap kesal pada sepupunya yang memang berulang kali mengganggunya.“Siapa yang tahu kalau kau akan dilamar oleh Ben Walter yang masih tergila-gila kepad

  • Dikira Pecundang, Ternyata Jenderal Perang   Bab 6

    “Nathan, ke mana kamu?” gumamnya gusar.Tak bisa bersabar lagi, Angela mencoba menghubungi nomor ponsel Nathan. Tapi, ternyata nomor itu tidak bisa dihubungi. “Hah? Mati? Mana mungkin begini? Dia tidak pernah membiarkan ponselnya kehabisan daya.”Angela berpikir sejenak, “Coba kutunggu sampai pukul

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status