Share

Bab 53

Author: Zila Aicha
last update publish date: 2026-05-01 13:32:09

Tetapi, tentu saja Henry Corwell berpura-pura tidak tahu tentang kejadian itu.

Dia malah bersikap seakan tak ada yang terjadi di depan matanya.

Dia benar-benar membutakan dirinya.

Sementara Arnold merasa bahwa rencananya sesuai dengan apa yang dia merencanakan.

Memang, Liam Slater, rajanya itu memerintahkan dirinya untuk langsung berterus terang pada Henry Corwell untuk menanyakan tentang keberadaan Nathaniel Lee.

Tapi, dia tidak bisa langsung melakukan hal itu. Dia harus mengecek terlebih du
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dikira Pecundang, Ternyata Jenderal Perang   Bab 116

    Ekstra Part 6Perintah itu masih terngiang di telinga Nathan bahkan setelah dirinya dan Jefry meninggalkan ruang kerja Aldric.Mereka berjalan menyusuri koridor istana yang panjang tanpa banyak bicara. Baru ketika mereka tiba di halaman depan istana, Jefry menoleh ke arahnya."Jadi?"Nathan menghela napas panjang, "Aku belum menjawab.""Tapi kau pasti akan menerimanya."Nathan melirik sahabat lamanya itu, "Sekarang aku punya istri dan anak yang baru berusia beberapa bulan.""Dan kau juga punya seorang raja yang sedang memohon bantuanmu, Nathan. Apa yang akan kau lakukan?" tanya Jefry.Nathan masih diam saja. Jefry hanya mendesah pelan.Malam harinya, Nathan menceritakan semuanya kepada Angela. Saat itu mereka sedang berada di kamar mereka. George, bayi mungil mereka sudah tertidur pulas di dalam buaian.Nathan duduk di tepi tempat tidur sementara Angela mendengarkan dengan tenang."Jadi raja ingin menemukan dokter itu untuk Pangeran Liam?" tanya Angela.Nathan mengangguk, "Namanya Are

  • Dikira Pecundang, Ternyata Jenderal Perang   Bab 115

    Ekstra Part 5"Saya serius, Yang Mulia.""Tapi dia ... sudah membuatmu ...."Ruangan itu kembali hening.Sinar matahari sore masuk melalui jendela ruang kerja, membuat suasana terasa semakin tenang. Nathan menatap kedua orang di hadapannya sebelum melanjutkan."Saya tidak melupakan apa yang pernah terjadi, tapi dia tetap berhak mendapatkan kewarasannya kembali."Tatapannya sedikit menunduk.Aldric dan Jefry hanya mendengarkan.Kata-kata itu langsung membuat Aldric terdiam.Melihat ekspresi sang raja, Nathan tersenyum tipis, "Dan saya tidak ingin melihat Anda memikul penyesalan jika membiarkan kondisi mental Pangeran Liam tetap seperti itu."Untuk beberapa saat, tidak ada seorang pun yang berbicara.Kemudian Aldric akhirnya mengangguk pelan, "Terima kasih, Jenderal."Nathan hanya membalas dengan senyum kecil.Tiga hari kemudian, sebuah perintah rahasia mulai dijalankan. Atas instruksi Aldric, Jefry mengirim surat ke berbagai kerajaan di seluruh benua.Surat-surat itu dikirim kepada dok

  • Dikira Pecundang, Ternyata Jenderal Perang   Bab 114

    Ekstra Part 4Malam usai pertemuannya dengan Liam itu, Aldric tidak bisa tidur.Setelah meninggalkan Menara Timur, bayangan wajah Liam terus muncul di benaknya."Kau terlihat lelah."Kalimat sederhana itu terus terngiang-ngiang di kepalanya.Sudah lebih dari setahun Liam hidup dalam kondisi seperti sekarang. Selama itu pula, semua orang menganggap kesadaran Liam telah hilang selamanya.Namun apa yang dilihat Aldric sore tadi berbeda. Untuk beberapa saat, Liam benar-benar tampak sadar. Benar-benar melihat dirinya. Bukan sebagai pangeran yang diasingkan akibat kesalahan besar yang dilakukan. Dia sadar siapa dirinya.Keesokan paginya, Aldric memanggil dokter yang selama ini bertanggung jawab merawat Liam. Pria tua itu datang dengan wajah sedikit bingung."Yang Mulia ingin bertemu dengan saya?"Aldric mengangguk, "Duduklah, Dokter."Setelah pria itu duduk, Aldric langsung menanyakan hal yang sejak semalam mengganggu pikirannya."Apakah kondisi Liam mengalami perubahan?"Dokter tampak terk

  • Dikira Pecundang, Ternyata Jenderal Perang   Bab 113

    Ekstra Part 3Sore itu, setelah berhasil melewati tiga pertemuan yang semuanya berakhir dengan pembahasan mengenai pernikahan, Aldric memutuskan meninggalkan istana utama.Ia mengenakan mantel sederhana dan hanya ditemani dua pengawal terpercaya.Tujuannya adalah Menara Timur.Menara batu itu berdiri terpisah dari bangunan utama istana. Dahulu, tempat itu digunakan untuk menahan para bangsawan yang melakukan pelanggaran berat terhadap kerajaan.Kini, hanya ada satu penghuni di sana.Liam Slater. Sepupunya yang telah menjalani hukuman pengasingan.Begitu Aldric memasuki ruangan di lantai atas, aroma obat-obatan langsung menyambutnya.Seorang dokter yang berjaga segera membungkuk begitu melihat sosok raja Kerajaan Veldera yang gagah itu."Yang Mulia.""Bagaimana keadaannya hari ini, Dokter?""Kurang lebih sama seperti biasanya."Aldric mengangguk pelan.Ia berjalan menuju kamar yang dijaga ketat oleh beberapa prajurit.Pintu kayu dibuka.Di dekat jendela, seorang pria berambut gelap sed

  • Dikira Pecundang, Ternyata Jenderal Perang   Bab 112

    Ekstra Part 2Musim semi kembali menyelimuti Kerajaan Veldera. Jalan-jalan ibu kota dipenuhi pedagang dan pengrajin, sementara ladang-ladang di luar tembok kota menghasilkan panen yang melimpah. Di mana-mana, rakyat membicarakan satu hal yang sama: masa depan kerajaan tampak lebih cerah daripada sebelumnya.Namun, di dalam ruang pertemuan istana, para menteri justru sedang memikirkan masalah yang berbeda."Yang Mulia harus segera menikah."Kalimat itu kembali terdengar untuk kesekian kalinya pagi itu.Aldric Slater yang duduk di kursi kerajaan mengembuskan napas panjang. Tatapannya beralih dari satu menteri ke menteri lainnya."Aku mulai merasa kalian memiliki kalimat pembuka yang sama setiap hari."Beberapa menteri tertawa kecil, tetapi Perdana Menteri Jefry Milton tetap mempertahankan ekspresi seriusnya."Yang Mulia, rakyat mencintai Anda. Kerajaan berkembang pesat. Justru karena itulah kami harus memikirkan masa depan Veldera.""Dan masa depan Veldera hanya bisa diselamatkan dengan

  • Dikira Pecundang, Ternyata Jenderal Perang   Bab 111

    Extra Part 1Satu tahun setelah penobatan Raja Aldric Slater, Kerajaan Veldera benar-benar mencapai kemakmuran yang belum dirasakan oleh penduduk kerajaan itu selama hampir puluhan tahun. Sang raja muda yang masih belum memiliki seorang wanita untuk dijadikan sebagai seorang ratu itu didesak oleh para menteri agar segera menikah. “Aku belum mau menikah, Perdana Menteri.”Aldric mendesah pelan sambil menatap seekor angsa yang sedang berenang di danau istana dan lanjut berkata, “Ada banyak hal yang ingin aku lakukan untuk kerajaan ini.”Jefry Milton tersenyum, “Anda sudah berbuat begitu banyak hal, Yang Mulia. Berkat segala kebijakan yang Anda, kerajaan ini bahkan termasuk ke dalam kerajaan yang paling berkembang saat ini.”Aldric menoleh ke arah perdana menterinya yang selalu setia menemaninya jalan-jalan di sore hari, “Itu belum cukup. Aku … masih ingin ….”“Saya tahu, Yang Mulia. Namun, bukankah semua itu bisa tetap Anda lakukan setelah Anda menikah? Usia Anda … sudah memasuki usia

  • Dikira Pecundang, Ternyata Jenderal Perang   Bab 101

    “Itu … kau lihat sendiri saja nanti,” sahut Arnold terdengar misterius hingga membuat sang prajurit semakin penasaran.Sementara itu, Jefry Milton sudah bangkit lagi dan bergegas duduk di tempatnya yang seharusnya, yakni di dekat singgasana Liam Slater.Sebenarnya seorang perdana menteri memiliki w

  • Dikira Pecundang, Ternyata Jenderal Perang   Bab 99

    Nathan kemudian berkata, “Jangan terlalu banyak berpikir! Kita akan coba temukan solusinya.”Henry tetap saja tidak bisa tenang dan justru semakin gelisah. “Bagaimana jika tetap tidak ada solusi untuk itu, Jenderal?”“Saya … saya tidak bisa menerima jabatan itu,” Henry menambahkan.Nathan mendesah

  • Dikira Pecundang, Ternyata Jenderal Perang   Bab 97

    Zach Drey yang mendengar hal itu pun segera menggelengkan kepalanya, mulai panik. Cepat-cepat Dia berkata, “Perdana Menteri, saya tidak memiliki niat apapun, apalagi niat buruk.”“Saya memang dulu prajurit Jenderal Reed dan bisa dibilang saya sangat setia kepadanya. Tapi, begitu saya resmi dipinda

  • Dikira Pecundang, Ternyata Jenderal Perang   Bab 96

    Tiba-tiba saja ekspresi Nathan menjadi berubah saat mendengar pertanyaan itu. Hal itu pun juga disadari oleh Jefry yang kemudian langsung bertanya, “Ada apa, Nathan?”Nathan mendesah pelan, tapi pada akhirnya dia tetap menjawab, “Dia sudah tak ada.”“Tak ada?”Nathan mengangguk.Seolah belum puas

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status