MasukBab 27: lulus
Angin siang berhembus lembut melintasi taman belakang Akademi Aethelgard, membawa serta guguran daun ek yang menari-nari di udara. Raka Nightfall duduk dengan tenang di bangku taman kayu favoritnya, menikmati ketenangan setelah sesi pemanggilan familiar yang menggemparkan seluruh akademi pagi tadi. Di sebelahnya, Momo si Holy Cow sedang mengunyah rumput dengan sangat khidmat, lonceng kuningan di lehernya berbunyi klontang-klontang menciptakan melodi yang mendamaikan jBab 293 — Moo Alter ego Valerian menatap Helios. "Kau tahu mantra segelnya?" Helios mengangguk. Wajahnya tampak serius. "Aku membacanya di buku sihir Aldhelm. Hafal setiap baris." "Bagus." Alter ego mengetuk pelipisnya. "Aku tidak perlu membuang waktu untuk mengajarimu.""Segel ini memiliki syarat paling tinggi." "Dua penyihir. Dua Sage-level. Satu mantra." Helios menatap Raka. "Tapi untuk menyegel — kami butuh waktu. Seseorang harus MENAHAN Raja Iblis selama prosesnya." Semua menoleh ke Raka. Raka yang babak belur. Raka yang HP-nya kritis. Raka yang baru saja menghabiskan tiga Borrow Skill sekaligus. "Serahkan padaku." Marco menganga. "Kak Raka GILA?! Kau bahkan tidak bisa—" "Aku masih punya satu kartu as." Raka mengangkat tangan. Layar status muncul. [HADIAH SPIN 1 — Kelulusan Bima] Skill: Refresh Skill Efek:
Bab 292 — SpinAlter ego Valerian melangkah.Satu langkah — udara di sekitarnya BERUBAH. Lebih berat. Lebih gelap. Berbeda dari kegelapan Raja Iblis — ini lebih... DINGIN.Raka menatap dari tanah.Tubuhnya tidak bisa bergerak. Borrow Skill sudah habis. Zirah sudah pecah. Pedang sudah lenyap.Tapi matanya TAJAM.Alter ego Valerian... dia berbahaya.Raka menoleh ke samping."Nox... Levi..."Dua familiar kecil terkapar di dekatnya. Nox membuka satu mata — tubuhnya gemetar. Levi bahkan tidak mengangkat kepala."Apa kalian masih bisa bertarung?"Nox menjawab pelan. Suaranya serak."Tidak, Tuan Muda..."Levi bergerak sedikit. Hanya mengedipkan mata. Artinya sama.Tidak.Raka mengepalkan tangan.Gawat.Alter ego Valerian sudah berjalan menuju Raja Iblis. Kegelapan dan kegelapan — dua monster yang seharusnya tidak ada di dunia ini.Amanda berteriak."Master! Dengarkan aku! Kembali—"Alter ego bahkan tidak menoleh."Berisik."Amanda terdiam. Seperti ditampar.Elena menggenggam tangan Amanda."
Bab 291 — 22 MenitMenit ke-1.Empat Raka dan delapan lengan kegelapan bertabrakan.BRAKK! BRAKK! BRAKK!Pedang Sacred Fire menebas lengan kiri atas — memotongnya. Api suci membakar potongan itu menjadi abu putih.Lengan itu TUMBUH kembali.Raka menyipitkan mata.Regenerasi?Lengan baru muncul — tapi lebih kecil. Lebih tipis. Lebih lambat.Tidak sempurna. Sacred Fire menghambat regenerasinya.Aldhelm menghantam clone kedua dengan palu kegelapan.BRAKK!Clone terpental. Zirahnya RETAK separuh. Pedang Sacred Fire-nya padam sesaat — lalu menyala lagi. Redup.Clone kedua bangkit. Lebih lambat.50% memang rapuh.Menit ke-7. Sisa: 15 menit.Dua clone sudah HANCUR.Clone pertama dihancurkan oleh rantai kegelapan yang melilit tubuhnya — meremukkan zirah es dari dalam. Clone ketiga ditusuk tiga tombak kegelapan secara bersamaan.Tersisa dua. Raka asli dan satu clone terakhir.Raka bernapas berat. Zirahnya penuh retakan — tapi retakan itu MENUTUP perlahan. Es bergerak. Menambal.Regenerasi zira
Bab 290 — SepadanEmpat Raka melesat.Dari empat arah. Bersamaan.Kiri. Kanan. Depan. ATAS.Aldhelm memutar tubuh — mata merah menyapu keempat bayangan."Empat sekaligus?"Raka pertama — dari kiri — mengayunkan pedang Sacred Fire secara HORIZONTAL.Aldhelm menangkis dengan lengan kegelapan.BRAKK!Api suci dan kegelapan BERBENTURAN — percikan putih dan hitam menyembur ke segala arah.Raka kedua — dari kanan — menusuk dari bawah. Pedang mengarah ke rusuk.Aldhelm memutar tubuh. Menghindari. Tipis.Ujung pedang Sacred Fire menggores pinggangnya — api suci membakar kulitnya. Luka kecil. Tapi LUKA.Aldhelm melirik goresan itu. Matanya berkedut.Api ini... membakar dari dalam.Raka ketiga — dari depan — menebas VERTIKAL. Dari atas ke bawah.Aldhelm menangkap bilah Sacred Fire dengan tangan kegelapan. Api suci MEMBAKAR tangannya — asap hitam mengepul.Tapi dia tidak melepas."Sakit."Senyum."Tapi tidak cukup."Aldhelm melempar clone ketiga ke samping — tubuhnya menghantam reruntuhan.Clone
Bab 289 — Bocah Pengasuh Aldhelm bergerak. Tidak ada peringatan. Tidak ada ancang-ancang. Satu detik dia berdiri di sana — detik berikutnya dia SUDAH di depan Raka. Cepat. TERLALU cepat. Tangan kegelapan terangkat — siap menghancurkan kepala Raka. "Kau duluan." KRAKK! Perisai es MUNCUL — tepat di antara tangan Aldhelm dan wajah Raka. [Ice Shield] Levi. Dari dalam kantong Raka — kura-kura kecil itu menjulurkan kepalanya dan menyemburkan es dalam sepersekian detik. Perisai itu RETAK seketika — tapi cukup untuk menahan satu pukulan. Raka melompat mundur. Dia langsung mengincarku. FWOOSH! Nox melompat dari bahu Raka — tubuh kecilnya membuka mulut LEBAR. [Hellfire Burst] Semburan api hitam kemerahan mengarah ke wajah Aldhelm. Aldhelm memiringkan kepala. Api melewati pipinya — membakar ujung jubahnya.
Bab 288 — Bangkit Medan perang sunyi. Debu mengendap. Asap menipis. Langit yang tadi terbelah — perlahan menutup kembali. Semua orang jatuh. Kelelahan dan kehabisan mana. Elena duduk bersandar di bahu Lullaby. Tangan esnya menghilang — tidak ada tenaga untuk membentuknya lagi. Tapi sebelum itu — dia sudah menarik semua orang ke belakang. Bima. Leonidas. Viper. Mantis. Crow. Satu per satu. Tangan es raksasa yang terakhir — menyeret mereka dari medan perang sebelum akhirnya LENYAP. Blaze mendarat di samping Bima. Ukurannya menyusut — dari naga perang menjadi naga kecil seukuran anjing. Meringkuk. Napas berat. Nox dan Levi — dua Calamity yang tadi menggetarkan langit — kini kembali ke ukuran kecil. Nox seukuran kucing, terkapar di pangkuan Raka. Levi masuk ke kantong Raka.Venom, Leavy, Blacky kembali ke alam familiar. Alaric terbaring. Richard batuk. Valerian duduk dengan lenga
Bab 11: Bangsawan Di sudut gelap kandang kuda akademi yang berbau jerami dan tanah basah, Kael mengerang frustrasi. Urat-urat di leher dan lengannya menonjol ekstrem, memancarkan aura emas kemerahan khas ksatria Rank A yang sedang memusatkan seluruh energinya. Tangannya mencengkeram erat ujung pop
Bab 10: berontak Halaman belakang akademi kini menjadi sangat bersih, bahkan hampir mengkilap. Belasan senior dari tim elit Golden Griffon baru saja melesat pergi secepat kilat setelah meletakkan sapu mereka. Mereka meninggalkan debu yang mengepul dan aroma ketakutan yang pekat; seolah-olah mereka
Bab 9: disiplin Sambil lanjut menyapu dedaunan kering yang berguguran di halaman belakang akademi, Raka merasakan saku celananya bergetar hebat. Ia merogoh botol susu artefaknya yang kini berpendar merah muda lembut. Jendela sistem muncul secara otomatis, memuntahkan rentetan notifikasi yang mem
Bab 8: keadilanDebu pertempuran telah mengendap, namun atmosfer di Aula Utama Akademi Aethelgard justru memuncak hingga ke titik didih. Di tengah ruangan yang megah itu, Raka berdiri dengan tenang meskipun kedua tangannya terborgol sihir penekan mana yang berpendar ungu gelap. Di sampingnya,







