เข้าสู่ระบบBab 68: Segel
"Hanya ada satu cara untuk menyelesaikannya!" teriak Valerian Isabella melalui transmisi [Shadow Link] Raka. Suaranya terdengar pecah, bersaing dengan dentuman ledakan dan desisan gas beracun yang menghantam kubah pelindung. "Di perpustakaan rahasia Menara Sihir, aku pernah membaca sebuah teks terlarang. Untuk menyegel musuh yang sudah melampaui batas kematian seperti Margareth, kita harus melakukan ritual Pemurnian Absolut!" Raka menghindari serpihan batu yangBab 211: Pesta Ulang TahunMalam akhirnya tiba.Aula utama Istana Aethelgard malam ini berubah menjadi lautan cahaya.Ratusan lampu kristal menggantung dari langit-langit berkubah, masing-masing memancarkan sinar keemasan yang bergerak lembut seperti kunang-kunang. Pilar-pilar marmer putih menjulang di kedua sisi aula, dililit sulur bunga biru yang bercahaya redup — sentuhan sihir dari para Mage istana. Aroma mawar putih bercampur lilin lebah menyebar di udara.Musik harpa mengalun pelan dari sudut ruangan, sementara para bangsawan dari berbagai keluarga besar berdiri dengan jubah dan gaun terbaik mereka. Suara percakapan rendah memenuhi aula seperti dengungan lebah.Hari ini bukan sekadar pesta kerajaan.Ini adalah hari ulang tahun Putri Amanda.Di bagian depan aula, sebuah panggung kecil telah disiapkan.Raja Aethelgard berdiri di samping Putri Amanda.Di sisi lain berdiri Pangeran Helios dengan
Bab 210: Waktunya PestaDi dapur Istana Aethelgard...Aroma berbagai hidangan memenuhi ruangan.Steak Arachne sudah tersusun rapi.Sup Krim Jamur Hutan Kematian telah selesai.Mashed Potatoes, Roasted Thunder Bird, Honey Hachi Pudding, Banana Cookies, hingga berbagai minuman juga sudah siap.Anna menghela napas panjang.Ia melihat seluruh hidangan yang memenuhi meja."Semua sudah selesai."Raka mengangguk puas."Bagus."Ia melihat sekeliling dapur."Kalau begitu..."Raka menepuk tangan."Tugas kita selesai."Anna tersenyum lega."Syukurlah."Raka kemudian menunjuk dirinya sendiri."Sekarang tugas berikutnya."Anna mengangkat alis."Apa?""Kita juga harus bersiap untuk pesta."Anna langsung melihat pakaiannya.Baru sekarang ia menyadari celemeknya penuh noda tepung, krim, dan saus
Bab 209: Mata-Mata di DapurDi dapur Istana Aethelgard...Suasana semakin sibuk.Para koki kerajaan bergerak dari satu meja ke meja lainnya.Suara pisau beradu dengan talenan.Api kompor menyala.Uap panas memenuhi ruangan.Dan di tengah semua itu...Anna berdiri memimpin seluruh dapur."Steak Arachne jangan terlalu matang!""Sup jamurnya kecilkan apinya!""Banana Cookies masuk oven setelah adonan selesai!""Baik, Chef Anna!"Para koki menjawab hampir bersamaan.Anna sendiri masih sedikit tidak percaya.Di masa lalu...ia bahkan hanya seorang koki Rank F yang pernah ditolak dapur istana.Sekarang...seluruh koki kerajaan mengikuti instruksinya.Raka berdiri agak jauh di belakang.Ia memperhatikan seluruh proses dengan tenang.Namun tiba-tiba—PLOP!Dua sosok kecil muncul dari balik kantong baju Raka.Levi keluar terlebih dahulu.Kemudian Nox menyusul.Nox langsung terbang ke bahu Raka.Raka melirik keduanya."Sudah?"Nox mengangguk."Sudah."Levi ikut berbicara."Kami sudah memeriksa
Bab 208: Chef IstanaPagi menjelang siang di Momo Cafe...Kue ulang tahun raksasa untuk Putri Amanda akhirnya selesai.Krim putih menghiasi seluruh permukaannya.Strawberry Magis tersusun rapi di sekeliling kue.Dan tepat di tengahnya...tiga Golden Cherry Rank S bersinar dengan cahaya emas yang sangat mencolok.Raka berdiri di depan kue sambil mengangguk puas."Sudah.""Ini cukup spektakuler."Anna yang berdiri di sampingnya tersenyum."Kelihatannya memang luar biasa."Raka kemudian menoleh."Kalau begitu kita antar sekarang."Elena membuka portal ke Aula Istana.SWOSH!Bima, Kael, Marco membawa kue raksasa itu."Coba saja ada Crow""Aku setuju""Pasti tinggal pakai skillnya saja"Di dimensi bayangan, Crow sedang mengamati Amanda dan Raja.Hatchu!Viper dan Mantis menoleh.Crow menutup mulutnya Sepertinya ada yang membicarakanku.---Di aula utama istana...Persiapan pesta u
Bab 207: Golden CherryPagi hari di Momo Cafe...Suasana dapur sudah kembali sibuk.Hari ini adalah hari ulang tahun Putri Amanda.Dan pesta ulang tahunnya akan digelar malam nanti.Karena itu, seluruh anggota Momo Cafe sudah bekerja sejak pagi.Raka berdiri di depan meja dapur sambil memeriksa kue ulang tahun raksasa yang hampir selesai.Lapisan krim putih menghiasi seluruh permukaannya.Strawberry Magis berwarna merah cerah disusun mengelilingi bagian atas kue.Namun Raka masih terlihat berpikir."Sepertinya..."Ia memiringkan kepala."Masih kurang sesuatu."Bima yang sedang membantu menata piring menoleh."Kurang besar?"Raka menggeleng."Ukurannya sudah cukup.""Kurang meriah?""Sudah ramai."Raka menyilangkan tangan."Pokoknya masih kurang spektakuler."Anna tertawa kecil."Kalau begitu pikirkan dulu.""Kita masih punya waktu."Sementara itu...Di kebun belakang Momo Cafe, Jack baru saja menyelesaikan pekerjaannya.Ia membawa beberapa bahan tambahan menuju dapur.Namun baru beber
Bab 206: Mini TreantPagi hari di Momo Cafe...Matahari baru saja terbit ketika Jack sudah sibuk di kebun belakang.Jack memeriksa hasil panen satu per satu.Strawberry Magis sudah matang sempurna. Strong Banana tumbuh besar dan padat, sementara Jamur Hutan Kematian memenuhi baglog yang khusus dibuat untuk budidayanya.Jack tersenyum puas. Kebun yang dulu hanya berisi beberapa tanaman kini perlahan mulai berubah menjadi sumber bahan utama Momo Cafe.Jack membawa seluruh hasil panen menuju dapur.Setelah menyerahkan semuanya kepada Anna, Jack kembali menuju kebun.Ia berjalan melewati berbagai tanaman yang tumbuh subur.Jack memeriksa sistem petaninya.Starsoul Lily.Tanaman langka itu sebelumnya disimpan di dalam sistem karena Raka menyuruhnya..Ia kemudian mengeluarkan Starsoul Lily.PLOP!Tanaman itu muncul di tangannya."Sudah waktunya kembali ke
Bab 64: Resonansi Sang Naga "Di sudut kiri, Cahaya Aethelgard, BIMA IRONHEART! Dan di sudut kanan, Matahari Solaris, PRINCE LEONIDAS!" suara penyiar menggelegar ke seluruh penjuru stadion. Sorak-sorai penonton kembali pecah, Jika pada pertandingan Elena melawan Seraphina tribun dikuas
Bab 61: Tenang Sebelum Badai Ribuan penonton telah dievakuasi dengan pengawasan ketat, meninggalkan kursi-kursi kosong yang tampak membisu menyaksikan kawah kehancuran di pusat arena. Di tengah kawah itu, Duke Valerian Isabella berdiri dengan jubah Archmage-nya yang berkibar pelan. Wa
Bab 38: Kesalahpahaman Aroma dupa herbal yang menenangkan memenuhi udara di kamar utama kediaman Gold Glave. Tabib Tertinggi Istana baru saja merapikan peralatan medisnya setelah selesai memeriksa nadi Alaric van Gold Glave. Sang tabib tua itu menggelengkan kepalanya pelan, sebuah pemandang
Bab 11: Bangsawan Di sudut gelap kandang kuda akademi yang berbau jerami dan tanah basah, Kael mengerang frustrasi. Urat-urat di leher dan lengannya menonjol ekstrem, memancarkan aura emas kemerahan khas ksatria Rank A yang sedang memusatkan seluruh energinya. Tangannya mencengkeram erat ujung pop







