Home / Romansa / Dilamar Nenek-nenek / 45. Tresno Jalaran Kulino

Share

45. Tresno Jalaran Kulino

Author: pramudining
last update Huling Na-update: 2026-01-12 08:57:42

Happy Reading

*****

Tawa si bos menggema bahkan perempuan itu dengan tega membiarkan pintu lift kembali tertutup setelah dirinya masuk. Padahal, jelas-jelas jika Cakra juga ingin masuk. Kentara sekali jika Ari sedang marah padanya.

"Dasar, perempuan tidak berperikemanusiaan," umpat Cakra.

Lelaki yang dengan alis tebal itupun terpaksa harus menunggu untuk kembali ke ruangannya. Baru ingin mengeluh kembali karena jengkel dengan sikap si bos, senyum Cakra terkembang ketika ponselnya berbunyi dan
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Dilamar Nenek-nenek   71. Pantai dan Segala Keinginan

    Happy Reading *****"Coba balas kalau berani," tantang Ari karena yakin sang kekasih tidak akan pernah bisa membalas perbuatannya tadi."Baby, kamu kok curang sih? Dah tahu Mas nggak akan pernah bisa membalas," keluh Cakra. Bibirnya maju dan bergerak-gerak lucu membuat Ari tertawa bahagia. "Aku tahu kalau Mas nggak bakalan bisa membalas." Ari menjulurkan lidahnya."Baby, nggak usah mengoda gitu, ih." Suara Cakra meninggi, bukan marah, tetapi berusaha menahan sesuatu yang tengah bergejolak di tubuhnya saat ini. "Lupakan, kita nggak boleh mengecewakan para orang tua yang sudah sangat percaya dan membiarkan kita pergi berduaan seperti sekarang.""Hmm. Makanya, jangan nakal kayak tadi. Kalau khilaf bahaya. Mas bisa nggak diakui sebagai anak Mama," kata Cakra yang membuat perempuan cantik di sampingnya tertawa keras. "Oke ... Oke. Aku janji nggak akan nakal kayak tadi.""Terima kasih, Baby." Cakra mengusap lembut kepala kekasihnya.Beberapa menit kemudian, pasangan yang baru meresmikan

  • Dilamar Nenek-nenek   70. I Love You

    Happy Reading ****Cakra tersenyum salah tingkah bahkan kini lelaki itu menggaruk kepalanya yang tak gatal untuk mengalihkan perasaan salah tingkahnya. "Mas, pasti akan menjelaskan semuanya. Cuma, menjelaskan sesuatu itu kan butuh tenaga dan sekarang, perut Mas sudah keroncongan. Gimana kalau kita makan dulu aja?" alibi Cakra untuk mengalihkan pembahasan sebelumnya. "Huh, dasar. Ngeles aja kamu, Mas," kata Arimbi. "Tapi, emang bener Mas Cakra, Ma. Kita harus segera makan sebelum makanan yang kita pesan tadi dingin. Adek juga lapar, kok," sahut Kresna membela si sulung. "Ya, sudah. Ayo kita makan dulu," putus Sapta. "Ayo ... Ayo," sahut si nenek. Selesai acara makan bersama. Keluarga memberi kesempatan pada dua sejoli yang sedang dimabuk cinta itu untuk berduaan. Cakra tak menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Segera mengajak kekasihnya ke suatu tempat setelah meminta ijin pada si nenek untuk tidak langsung mengantarkan Ari pulang. "Mas, kita mau ke mana?" tanya Ari ketika jalan

  • Dilamar Nenek-nenek   69. Hutang Penjelasan

    Happy Reading*****Bukan cuma Cakra yang terkejut mendengar kalimat penolakan yang diucapkan Ari. Namun, seluruh anggota keluarga termasuk sang nenek juga terkejut. "Ar, bukannya kamu mengatakan sama nenek kalau sudah siap untuk menikah. Lalu, kenapa sekarang malah menolak?" Perempuan sepuh yang menjadi satu-satunya keluarga Ari tersebut tampak sangat tidak suka ketika sang cucu melakukan penolakan seperti tadi. "Nek, tenang," sahut Cakra begitu bijak tak mau wanita pujaannya mendapat marah. "Mungkin Ari punya alasan sendiri kenapa menolak pernikahan denganku. Jadi, kita dengarkan saja alasannya." "Benar kata Mas Cakra, Nek. Ari pasti memiliki alasan kenapa sampai nggak mau menikah dengan Mas Cakra dalam waktu dekat," tambah Arimbi. "Iya benar. Bukankah tadi, dia sangat antusias menerima lamaran Mas Cakra. Jadi, kalau sekarang menolak, pasti punya alasan yang kuat." Sapta mencoba menjadi penengah di antara nenek dan cucunya. Baginya, sosok perempuan yang dicintai si sulung adala

  • Dilamar Nenek-nenek   68. Ditolak

    Happy Reading*****Cakra menatap semua orang dengan tatapan seperti orang yang teraniaya."Sembarangan kalau ngomong. Mas, aja nggak boleh meluk dia apalagi kamu. Ayo, Baby." Cakra mengarahkan sang kekasih tanpa menyentuh perempuan tersebut sedikitpun menuju kursi yang sudah disediakan. Lelaki itu begitu patuh dengan ucapan serta perkataan para orang tua. Apalagi ketika mendengar ucapan Sapta, setahun lebih dia sudah berhasil menahan diri, lalu mengapa hari ini Cakra tidak bisa menahan diri. Toh, tak lama lagi, Ari akan menjadi miliknya seutuhnya. "Duduk di sini, ya, Beb," bisik Cakra begitu lembut dan sangat merdu di telinga si perempuan. Hati perempuan yang selama ini dikenal galak dan judes itu berbunga-bunga. Ternyata, lelaki yang dikenal lewat maya, tidak hanya romantis ketika chatting saja. Namun, Cakra juga sangat romantis di dunia nyata. "Terima kasih, Sayang," ucap Ari ketika Cakra menyeret kursi untuk diduduki."Sama-sama, Baby," balas si lelaki dengan senyum semringah

  • Dilamar Nenek-nenek   67. Nyosor

    Happy Reading*****"Hmm, gombal. Sejak kapan kamu jadi perayu ulung gitu, Mas?" kata Arimbi yang tak menyangka jika putra sulungnya pandai merayu seperti sekarang.Sapta merangkul sang istri. Lalu, berbisik tepat di telinga kiri Arimbi. "Mama nggak akan pernah menyangka jika bayi mungil yang kita besarkan saat itu sudah pandai merayu perempuan. Ah, waktu sungguh cepat berlalu dan mungkin sebentar lagi, kita akan segera menggendong bayi lagi, tapi cucu." Arimbi menoleh ke arah sang suami. "Iya, padahal rasanya baru kemarin Mas Cakra lulus sekolah," katanya menjawab perkataan sang suami. Cakra memutar bola mata sambil mengerucutkan bibir menatap sang Mama. Seolah-olah, lelaki itu mengatakan supaya Arimbi diam dan cuma bisa melihat apa yang akan dia lakukan untuk mewujudkan keinginan Arimbi. Mengerti arti tatapan putranya, Arimbi memutuskan untuk diam, melihat apa yang akan dilakukan sang putra sulung selanjutnya. Cakra kembali menatap Arimbi. Setelah melihat anggukan kepala perem

  • Dilamar Nenek-nenek   66. Lamaran

    Happy Reading *****Ari kembali berjalan gontai ke arah ruangannya, hatinya mendadak sangat kacau. Semua pekerjaan yang dia lakukan berantakan bahkan hingga jam kerja berakhir, perempuan itu masih saja tidak bisa fokus pada pekerjaannya bahkan chat yang dikirimkan pada sang kekasih maya juga belum dibalas sama sekali. Suasana hati si bos makin kacau jadinya.Sore, sepulang kantor, Ari sengaja langsung menuju kamar neneknya. Walau hatinya, hancur. Dia harus tetap bisa bahagia melihat kebahagiaan satu-satunya keluarga yang disayangi. "Nek," panggil Ari manja. Perempuan itu langsung meletakkan kepalanya di pangkuan si nenek yang duduk di sofa sambil menonton tayangan favoritnya. "Tumben. Ada apa?" kata si nenek sambil menoleh. Perempuan sepuh itu melihat tampilan Ari yang semrawut."Besok, Nenek akan makan malam dengan keluarganya Cakra dan bahas tanggal pernikahan. Kayaknya, aku nggak bakalan ikut.""Kenapa?" Si nenek mengerutkan kening. "Kerjaanku banyak banget yang belum tersele

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status