Home / Romansa / Dimanja Mantan Posesif / Akal-akalan Dania

Share

Akal-akalan Dania

last update publish date: 2026-02-28 14:10:40
Di klub malam.

Dania duduk sambil menenggak minuman yang ada di dalam gelasnya. Wajahnya benar-benar kesal, dengkusan kasar berkali-kali meluncur dari sejak duduk di sana hingga sekarang.

“Bagaimana? Apa kamu bisa bantu agar Elvano tidak memblokir perusahaanku? Gara-gara masalah kemarin, aku kehilangan omset miliaran!” Robby bicara dengan nada kesal.

Mata Dania memicing. “Aku sudah memberimu kesempatan, tapi kamu saja yang tidak becus menggodanya.”

“Hei, semua ini juga gara-gara kamu. Kalau aku
Aililea (din din)

Kakak, sudah 5 bab ya, tapi nanti aku tambahin babnya lagi. Dan, besok kita mulai update normal lagi, ya. wkwkwkwkwk makasih banyak

| 20
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (13)
goodnovel comment avatar
DyazRini Janardhani
dania,,dania angan²mu terlalu jauh
goodnovel comment avatar
Nyonya Juna
aku maratonnnnnnn kakkkk..gara" suamiku ini aku jd telat baca
goodnovel comment avatar
Aililea (din din)
@lullaby dreamy : Semoga dapat pangsit, eh wangsit buat up banyak, wkwkkwkw
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dimanja Mantan Posesif   Orang Jahat

    Beberapa saat sebelum kejadian.Kiran asyik makan dengan Leya, sampai suara dentuman kecil mengejutkannya dan yang lainnya.“Api.”Suara itu terdengar di tengah kerumunan para tamu. Kiran menatap ke arah panggung, benar ada api di sana.Kiran panik, dia langsung menangkap tangan Leya. “Leya, ayo keluar dari sini.” Leya menatap bingung. “Kenapa Kakak Kiran? Tapi Mama belum ke sini, nanti Mama nyariin Leya.” “Panggungnya terbakar, kita keluar dulu.” Kiran sudah berdiri, tatapannya tertuju ke orang-orang yang mulai meninggalkan aula pesta. “Nanti Kakak Kiran yang akan cari Mama dan jelasin, oke.”Leya mengangguk sebelum turun dari kursi. Dia berjalan bersama Kiran menuju pintu keluar.Keduanya terdesak orang-orang yang berusaha keluar dari ruang pesta karena panik.Kiran mengajak Leya menepi agar tidak tertabrak tamu lainnya ketika mencapai luar. Mencarikan tempat yang aman dan luas agar Leya tidak terluka jika terdesak orang dewasa.Di tengah kepanikan. Di bawah lampu yang sedikit te

  • Dimanja Mantan Posesif   Insiden

    Saat Elvano dan Theo sampai di pintu yang tadi mereka gunakan untuk keluar. Para tamu sudah berhamburan keluar melalui pintu utama. Ada api muncul dari panggung yang ada di depan, menciptakan kepanikan yang luar biasa untuk semua tamu. “Kiran!” Elvano berteriak keras. Matanya menelisik ke setiap tamu yang sedang terburu-buru berlari meninggalkan tempat pesta. Elvano mulai panik tak mendapati Kiran di mana-mana. Sampai pandangannya tertuju pada sang kakak ipar yang berdiri panik sambil mengedar ke seluruh ruangan. “Theo, cari Arlo dan yang lain, aku akan membantu Ayudhia keluar dulu.” Setelah melihat Theo mengangguk, Elvano merangsek membelah kerumunan para tamu yang berbondong-bondong ingin meninggalkan ruangan. “Ayudhia.” Elvano memanggil sang kakak ipar. Saat tatapan Ayudhia tertuju ke arahnya, Elvano segera menarik tangan sang kakak ipar. “Bawa bayimu keluar dari sini.” “El, Leya tidak ada. Dia di mana? Dia tadi aku tinggal duduk sendirian di meja itu, tapi sekarang tidak

  • Dimanja Mantan Posesif   Putri Martha

    Kiran melangkah menuju meja Leya berada.Saat sudah berdiri di samping kursi Leya, Kiran menahan senyum melihat cara makan Leya yang begitu lahap.“Leya.” Kiran sedikit membungkuk ketika menyapa gadis kecil ini.Leya menoleh cepat masih dengan mulut yang penuh, Leya terlihat sangat senang.Setelah berhasil menelan seluruh makanan di mulut, Leya segera menyapa. “Kakak Kiran.” Senyum Leya melebar. Dia sampai turun dari kursinya.Kiran menepuk-nepuk pelan pucuk kepala Leya.“Kamu tambah chubby, hmmm. Lihat pipimu, gemesin.” Kiran menusuk-nusuk pelan pipi Leya.Leya tertawa lepas. “Iya, soalnya kalau adik nggak mau makan bubur, Leya yang habisin.”Kiran tertawa kecil mendengar cerita Leya. “Kenapa duduk di sini sendiri? Mama dan Papa mana?” Kiran menegakkan tubuhnya, pandangannya mengedar ke seluruh ruangan mencari keberadaan Arlo dan Ayudhia.“Mama tadi mau kasih susu ke adik. Papa baru saja tadi pergi ke sana.” Leya menunjuk ke arah sang papa pergi.Pandangan Kiran akhirnya tertuju ke

  • Dimanja Mantan Posesif   Pesta Pengangkatan

    Kiran keluar dari rumah untuk melihat siapa yang menunggu.Sampai tatapannya tertuju pada Noah.Tetapi kakaknya ini memakai kemeja polos dengan celana panjang biasa.“Kenapa kamu menungguku?” Kiran memastikan.“Elvano memberiku undangan untuk ikut datang ke pestanya, hanya saja aku merasa kedatanganku akan menciptakan masalah, jadi lebih baik aku datang tapi tidak masuk ke ruang pesta.” Noah tersenyum setelah bicara. “Anggap saja aku sopirmu. Aku akan menunggu di luar dan memastikan kamu tetap aman.’Kiran terenyuh. Tiba-tiba saja dadanya berdenyut cepat mendengar ucapan Noah yang penuh perhatian padanya.“Baiklah, hanya semalam ini saja menjadi sopirku, selebihnya kamu adalah kakakku.” Setelah bicara, Kiran tertawa kecil karena candaannya.Sedang Noah kini bergeming mendengar ucapan Kiran, rasanya masih benar-benar tak menyangka Kiran sudah menyebutnya sebagai kakak lagi.“Baiklah, ayo kita pergi. Terlambat sedikit saja, Elvano akan mengamukku dikira aku menghambat kedatanganmu.” Kir

  • Dimanja Mantan Posesif   Pamer Kemesraan

    Elvano menghela napas pelan.“Apa pun tujuannya, dia salah tempat.” Elvano menoleh pada Kiran, tatapannya penuh perhatian pada kekasihnya ini. “Kiran sudah dua kali mengalami rumor miring seperti ini. Jadi, ketiga kalinya tidak akan membuat Kiran tersudut.”Setelah bicara, kedua sudut bibir Elvano tertarik membentuk lengkungan kecil.“Apalagi, ada keluargaku yang melindungi Kiran juga. Wanita itu bisa berbuat apa di Radjasa?” Elvano kembali bicara tanpa mengalihkan tatapan dari Kiran.Noah menatap bergantian pada Kiran dan Elvano yang tersenyum sambil saling tatap.Dia seperti berada di tempat dan waktu yang salah.Tubuh Noah mendadak merinding. “Bisakah kalian tetap ingat, jika di sini, di tempat ini, di meja ini, ada aku, aku, ya aku di sini harus menyaksikan kemesraan kalian?” Noah kesal sendiri, dia menatap bergantian pada Kiran dan Elvano.Elvano dan Kiran menoleh bersamaan.“Memangnya kami memperlihatkan kemesraan?” Pertanyaan Elvano membuat Noah semakin kesal.“Sudahlah, suka

  • Dimanja Mantan Posesif   Mana Mungkin Selingkuh

    Noah tersentak.Wajahnya merah padam bersamaan jari-jarinya yang kini mengepal kuat.“Apa maksudmu? Kamu mau menuduh ayahku berselingkuh dengan Martha, lalu wanita gila itu sekarang mengincar Kiran untuk balas dendam. Itu maksudmu?” Suara Noah menggeram tertahan. Ingin meledak tetapi masih ditahan untuk menjaga situasi tetap kondusif.“Tenanglah, itu hanya tebakanku. Banyak spekulasi yang bisa kita pikirkan, tapi mendengar cerita dari orang yang aku temui, semuanya mengarah ke sana.” Theo bicara dengan sangat santai menghadapi sikap Noah.Noah mendengkus kasar. Dia memalingkan muka untuk menahan diri agar emosinya tak meledak.“Kehidupan keluargaku baik-baik saja selama bertahun-tahun ini. Kami begitu harmonis, jadi jaga pemikiranmu itu.” Noah bicara sedikit ketus.Kiran diam mencerna ucapan Theo. Bisa saja semua yang Theo katakan memang benar.Hanya saja, tanpa bukti lebih jelas, mereka juga tidak bisa langsung menyimpulkan.“Masalah ini belum jelas arahnya.” Kiran membuka suara.Tata

  • Dimanja Mantan Posesif   Sakit

    Hari berikutnya. Kiran berada di ruangan Elvano. Merapikan meja seperti biasanya sebelum sang atasan datang. Namun, ada yang berbeda hari ini dari Kiran. Wajahnya sedikit pucat, hidungnya juga memerah. Beberapa kali telunjuk Kiran menggosok pangkal hidungnya. Ketika baru saja selesai merapikan tu

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • Dimanja Mantan Posesif   Terlalu Ikut Campur

    Jemari Kiran menarik nota yang tertempel di luar plastik. Namanya dan divisi tempatnya berada, tertera di sana. “Mungkinkah Sabrina yang kirim?” Tadi, saat menghubunginya, suara Sabrina panik karena mencemaskan dirinya. Ah, benar. Pasti dari Sabrina. Kiran menatap serius ke layar ponsel kala me

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • Dimanja Mantan Posesif   Kalung Berharga

    Cengkraman jemari Widya semakin menguat di lengan Kiran. Bahkan otot-otot leher Widya tertarik sampai menyembul di bawah kulit. “Kamu berani membantah! Kamu pikir, nyawa ayahmu tidak lebih berharga dari kalungmu itu?” Mata Widya menajam, dia melepas lengan Kiran sambil mendorong kuat tubuh Kiran.

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Dimanja Mantan Posesif   Kebencian Dania

    Wajah Dania memucat, dia meneguk ludah kasar melihat sorot mata Elvano yang begitu tajam. “Bu-bukan begitu maksud saya, Pak.” Kepala Dania menggeleng pelan. Lagi-lagi ludah meluncur susah payah saat melewati kerongkongannya. Sorot mata Elvano yang begitu dingin, membuat kepala Dania tertunduk. Ta

    last updateLast Updated : 2026-03-19
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status