Share

Trik Murahan

last update Tanggal publikasi: 2026-02-28 17:14:47
Mona melirik Dania sekilas, sebelum menatap pada Kiran dengan penuh percaya diri.

“Tadi Bu Dania melepasnya sebentar dan ditaruh di meja, tapi waktu kembali, gelangnya sudah tidak ada. Yang mejanya paling dekat dengan meja Bu Dania hanya kamu. Kalau bukan kamu, siapa lagi?” Mona kukuh memojokkan.

Kiran tetap berdiri dengan tenang. Pandangannya begitu tajam pada Dania yang tidak banyak bicara.

“Aku tidak mengambilnya.” Nada bicara Kiran tetap tegas meski terus dipojokkan.

Mona melipat kedua t
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (6)
goodnovel comment avatar
wardah
Mona dijadiin umpan setelah ketangkep ditinggal ,, sokor itu akibatnya Mon kamu dimanfaatkan sama Dania doang
goodnovel comment avatar
Adeena
itulah kalo ikut Kunti jahat Mon konsekuensi di tanggung sendiri
goodnovel comment avatar
Enisensi klara
makasih up nya kk
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Dimanja Mantan Posesif   Mana Paham

    Kening Kiran berkerut dalam.“Siapa yang bertengkar.” Kiran memalingkan muka dari Noah. “El memang sibuk, kok.”Kiran kembali menatap pada Noah. “Kenapa tiba-tiba sekali kamu tanya soal El? Bukannya kamu tak menyukainya? Untuk apa mencari tahu kabarnya?” Mata Kiran menyipit curiga.Noah mengembuskan napas kasar dari mulutnya.“Ya, siapa tahu. Diam-diam dia menyakitimu.” “Tidak mungkin.” Kiran membantah dengan cepat. “El takkan pernah bisa melakukan itu.” Kiran bicara dengan penuh keyakinan.Noah menggeser posisi duduknya sampai menghadap Kiran. Dia menatap sang adik yang sangat percaya diri. “Kenapa tidak mungkin? Kamu sangat yakin dia tidak akan menyakitimu?” “Ya, tentu saja aku yakin. Karena yang tahu bagaimana hubungan kami, ya hanya kami. Kamu mana paham.” Noah menyipitkan mata.“Apa? Kenapa menatapku seperti itu?” Kiran mendadak merinding karena tatapan Noah.“Kalian tidak melakukan hal-hal di luar batas, ‘kan?” Noah menyelidik.Bola mata Kiran membola. Sampai impulsif melayan

  • Dimanja Mantan Posesif   Rencana Pesta

    Hari berikutnya.Kiran tidak ke kantor karena weekend.Semalam dia mengobrol dengan Noah sampai larut malam. Dan pagi ini, Kiran bisa tidur sepuasnya.Walau, suara ketukan pintu pada akhirnya membangunkannya.“Kamu belum bangun, Kiran?”Suara Surya terdengar dari luar.Kiran menguap sebelum membalas, “Ya, Ayah. Aku baru saja bangun.”“Baguslah, cepat cuci muka atau mandi. Orang tuamu dan semua orang ada di depan.”Kiran bangun dengan cepat.Dia duduk di atas ranjang sambil menatap ke pintu kamarnya.Kenapa mereka semua berkumpul di depan?Kening Kiran berkerut dalam.Dia mencoba menebak. Tetapi tak ada apa pun yang bisa dia pikirkan untuk saat ini.Kiran turun dari ranjang. Dia harus keluar menemui semua orang.Di halaman depan.Semua orang duduk di kursi yang sudah disusun rapi. Hidangan untuk sarapan juga sudah tersaji di meja.“Kiran belum bangun?” Kamila memastikan. Dia menatap pada Surya yang baru saja datang.“Baru saja bangun, mungkin sekarang mandi atau cuci muka dulu.” Surya

  • Dimanja Mantan Posesif   Memastikan Karena Cemas

    Noah berdiri di depan teras rumah saat malam semakin larut.Apa yang dikatakan orang tuanya, membuat Noah cemas.Dia takut Kiran berubah pikiran, lalu menjauh dari mereka jika Kiran tersinggung.Dia berdiri diam, memandang ke arah rumah Kiran.Sampai tatapannya tertuju pada Surya yang baru saja pulang.Noah melangkah meninggalkan rumahnya untuk menghampirri Surya.“Paman, baru pulang?” Noah menyapa sebelum Surya masuk ke dalam rumah.Tangan Surya sudah memegang gagang pintu saat mendengar suara Noah. Dia membalikkan tubuhnya, tatapannya kini tertuju pada Noah yang sedang menghampirinya.“Nak, Noah. Kenapa malam begini masih belum istirahat?” Surya membuka pintu untuk mempersilakan Noah masuk sekalian.Noah melebarkan senyum. Dia berhenti melangkah, kini berdiri di depan Surya.“Hanya belum bisa tidur, Paman. Aku mau mencari Kiran untuk mengajaknya mengobrol, tapi takut Kiran sudah tidur.” Surya mengangguk-angguk. Dia lebih dulu mempersilakan Noah masuk ke dalam rumah.Mereka masuk ke

  • Dimanja Mantan Posesif   Menyalakan Api

    “Apa?” Kamila dan Raihan terkejut bersamaan.“Bagaimana bisa Kiran kerja di sana?” Kamila menatap tak percaya.Yessica tersenyum dalam hati, meski wajahnya menunjukkan kecemasan.“Mama dan Papa jangan marah dulu. Mungkin, Kiran kerja di sana juga demi dapat uang. Jadi, wajar kalau Kiran kerja di perusahaan besar seperti RDJ.” Yessica memberikan tatapan simpati.Yessica menipiskan senyum. Dia harus membuat Kiran dipaksa keluar dari RDJ.“Baiklah kalau sekarang dia butuh pekerjaan untuk menghasilkan uang. Tapi sekarang, ada kita yang bisa memberikan apa pun yang dia mau. Sepertinya dia tidak perlu lagi kerja di perusahaan itu.” Tangan Raihan mengepal, matanya menyorot tak suka.“Jangan begitu, Pa. Takutnya kalau Papa memaksa Kiran berhenti bekerja, dia pasti sedih.” Yessica menunjukkan rasa peduli untuk membalut niatnya.“Tapi RDJ? Kamu tahu bagaimana RDJ dan Bimantara bersaing, Yess.” Kamila menatap cemas.“Aku tahu, Ma.” Yessica mengembuskan napas berat, seolah ini juga menjadi beban

  • Dimanja Mantan Posesif   Sifat Licik

    “Kiran, aku benar-benar tulus dengan apa yang aku lakukan. Apa kamu tidak bisa memaafkanku? Aku tahu jika salah, dan aku tidak bisa melihatmu bersikap dingin padaku seperti ini.”Yessica harus terus membujuk. Mendekati Kiran agar terhindar dari kecurigaan.Dia aman karena sekarang Kiran hilang ingatan, tetapi tidak tahu kapan Kiran akan kembali ingat dan membongkar, apa yang pernah dia lakukan.Kiran masih diam mendengar ucapan Yessica.Sampai akhirnya napas panjang diembuskan dari bibir Kiran.Senyum Kiran diangkat tipis.Sikap manis Yessica yang jauh berbeda dari sikap sebelumnya, membuat Kiran semakin tidak nyaman.“Tidak ada yang bersikap dingin.” Kiran kembali bicara. “Hanya saja, semua ini masih terasa canggung bagiku. Aku tidak ingat siapa kamu dan bagaimana hubungan kita dulu, jadi jangan memaksaku untuk langsung menerima semua ini.” Nada bicara Kiran penuh penekanan.Yessica mengangguk dengan senyum penuh sandiwara. “Ya, aku mengerti.”“Meski kamu belum terbiasa, tapi aku leg

  • Dimanja Mantan Posesif   Milikmu, Milikku

    “Aku tidak bisa.”Nada bicara Kiran pelan tetapi penuh penekanan.Kiran mau melangkah, tetapi Yessica menggenggam tangannya dengan erat.“Kiran, apa kamu masih marah padaku? Aku bersungguh-sungguh ingin memperbaiki kesalahpahaman yang terjadi sebelumnya. Aku tidak ada maksud lain.”Kiran menatap Yessica yang memandangnya dengan penuh harap.Dilihat banyak orang seperti ini, sangat tidak nyaman untuk Kiran.Kiran menarik pelan tangan dari genggaman Yessica. “Baiklah, tapi tidak sampai larut malam.”Senyum Yessica terangkat lebar. “Baiklah, aku hanya mau mengajakmu jalan ke mall. Seperti dulu saat kita jalan berdua bersama.”Kiran belum bisa mengingat masa kecilnya sedikit pun.Tetapi sikap dan ucapan Yessica saat ini sangat meyakinkan kalau mereka memang dulu sangat dekat.Yessica mengajak Kiran ke mobil yang menunggu di depan.Sebelum masuk ke dalam mobil, tatapan Kiran tertuju pada sopir yang duduk di belakang setir.Pria paruh baya ini yang biasa mengantar Noah, Kiran bisa sedikit t

  • Dimanja Mantan Posesif   Coba Saja Dulu

    Saat jam makan siang. Dania masuk ke ruang kerja pamannya. Langkah pelannya terarah pasti menuju meja sang paman. “Paman, bagaimana hasil rapatnya tadi?” Dania langsung mengambil posisi duduk setelah bertanya. Malik menatap pada Dania, napasnya berembus pelan sebelum dia menjawab, “Elvano melindu

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-22
  • Dimanja Mantan Posesif   Dikira Takut?

    Kiran mengembuskan napas kasar, tak percaya dengan apa yang didapatnya dan didengarnya. Wajahnya sedikit terangkat, matanya menyorot tajam pada Mona.Telunjuk Mona tertuju ke wajah Kiran, sebelum berucap, “Ingat,

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-22
  • Dimanja Mantan Posesif   Sakit

    Hari berikutnya. Kiran berada di ruangan Elvano. Merapikan meja seperti biasanya sebelum sang atasan datang. Namun, ada yang berbeda hari ini dari Kiran. Wajahnya sedikit pucat, hidungnya juga memerah. Beberapa kali telunjuk Kiran menggosok pangkal hidungnya. Ketika baru saja selesai merapikan tu

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-20
  • Dimanja Mantan Posesif   Terlalu Ikut Campur

    Jemari Kiran menarik nota yang tertempel di luar plastik. Namanya dan divisi tempatnya berada, tertera di sana. “Mungkinkah Sabrina yang kirim?” Tadi, saat menghubunginya, suara Sabrina panik karena mencemaskan dirinya. Ah, benar. Pasti dari Sabrina. Kiran menatap serius ke layar ponsel kala me

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-20
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status