Share

Fitnah Yang Gagal

last update Tanggal publikasi: 2026-02-18 19:57:36
Mata Kiran membola sempurna. Keningnya berkerut dalam.

Mendorong? Kapan Kiran mendorong Dania?

“Anda kenapa, Bu Dania?” Mata Kiran kini menyipit, memperhatikan Dania yang duduk di lantai.

Jelas-jelas seujung kukunya pun menyentuh seniornya ini saja tidak, tetapi bagaimana bisa Dania menuduh Kiran seperti ini?

“Kiran, aku salah apa sama kamu?”

Kiran mengerjap mendengar ucapan Dania. “Bagaimana Bu?” Sirat di wajah Kiran tak bisa menyembunyikan kebingungannya.

Otak Kiran benar-benar tidak bi
Aililea (din din)

Kalau jadi Dania, malu nggak sih. Dih, pakai nggak ingat perusahaan gede ada CCTV, wkwkwkwkwk silakan, dipersilakan yang mau kesal, bisa drop di kolom komentar, wkwkwkwkw

| 28
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (8)
goodnovel comment avatar
Adeena
ga punya malu dihhh udah salah masih aja nuduh Kiran...
goodnovel comment avatar
Yuniw Zz
cepat selesain masalalumu sama el kiran, biar ada cerita bucin² n romantis² ke depan, hehehe
goodnovel comment avatar
eva nindia
moga rencana Dania ke depan.a gagal truss yakk....
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Dimanja Mantan Posesif   Jadi Tamu

    Elvano dan Kiran ikut ke mobil Fania. Sepanjang jalan Elvano menghafal jalan yang mereka lewati untuk antisipasi walau percaya dengan ikut Fania. Setelah beberapa saat. Mereka tiba di rumah mewah Fania. Mobil berhenti di dekat teras rumah. “Aku senang kalian mau mampir. Rumah ini biasanya sepi karena semua anakku sudah memiliki rumah sendiri di luar sana. Dengan kedatangan kalian, rasanya akan ramai.” Setelah bicara, Fania keluar dari mobil. Kiran menatap pada Elvano yang duduk di depan sedang menoleh ke arahnya. Melihat Elvano mengangguk. Kiran lantas keluar dari dalam mobil. “Ayo masuk, jangan sungkan.” Fania mempersilakan. Elvano menggandeng tangan Kiran. Keduanya melangkah mengikuti Fania. “Calissa, apa kamu mau ganti baju? Ada pakaian milik putri Bibi yang disimpan di rumah ini.” Fania berbalik menghadap Kiran. “Panggil aku dengan nama Kiran saja, Nyonya. Aku kurang familiar jika dipanggil dengan nama Calissa.” Kiran bicara dengan sangat sopan. Fania tertawa kecil. “Ba

  • Dimanja Mantan Posesif   Pergi Pun Tetap Hidup

    Pesta tetap berlanjut.Sania dan Adrian duduk di meja yang tersedia.“Tidak kusangka, Calissa yang dulu manis dan patuh, sekarang begitu liar. Bahkan dia tidak mendengarkan apa yang ibunya katakan.” Sania menghela napas kecewa karena ekspektasinya terhadap Calissa tak sesuai realita.“Kiran tidak liar. Dia hanya terbiasa hidup keras.” Adrian langsung meluruskan.“Tapi tidak seharusnya dia bersikap seperti itu.” Sania langsung menyanggah.“Mama juga tidak seharusnya membahas soal pernikahan. Apalagi, Kiran baru saja kembali.” Nada bicara Adrian pelan tetapi tegas.Sania mendengkus. Dia menatap sang putra yang seolah terima begitu saja Calissa dibawa pria lain.“Harusnya tadi kamu menghalangi. Calissa itu calon istrimu, saat kecil kalian sudah dijodohkan bahkan bertunangan.” Sania bicara penuh penekanan.“Tapi dia bukan Calissa, dia Kiran.” Adrian meninggikan suaranya, walau setelahnya dia bicara dengan nada biasa. “Aku sudah tahu kalau Kiran memang memiliki kekasih. Dan pria itu tadi b

  • Dimanja Mantan Posesif   Calon Suami

    Kiran tersentak mendengar ucapan Sania.Apa maksud perkataan wanita ini?Kembalinya Kiran? Pernikahan? Kiran mengelak untuk mengerti.Kiran menoleh pada Elvano, dia melihat tatapan lurus dan datar dari kekasihnya ini.Apalagi jemari Elvano mempererat genggaman tangan mereka, sampai Kiran kebas.Tidak bisa, bukan ini yang Kiran harapkan dari pesta ini.Kiran menatap kembali pada Sania dan Kamila yang berdiri memunggungi mereka. Saat melihat Kamila baru saja akan membuka suara, Kiran lebih dulu bicara.“Apa yang sedang kalian bicarakan?” Suara Kiran tegas dan lantang.Sania dan Kamila terkejut, mereka menoleh bersamaan.“Kiran.” Wajah Kamila berubah pucat saat membalikkan tubuh menghadap ke arah Kiran. Dia melihat jelas sorot kekesalan dari mata Kiran.Sania melihat genggaman tangan Kiran dan pria di sampingnya. Dia tersenyum saat bertanya, “Ini siapa, Calissa?”Tatapan Kiran tertuju pada Sania. Kini, Kiran menautkan jemari mereka.“Elvano Radjasa, calon suamiku.” Dengan tegas penuh kesa

  • Dimanja Mantan Posesif   Tunangan Masa Kecil

    Kiran masih bergeming sambil menatap tak percaya. “Kiran.”“Adrian.”Kamila dan Sania terkejut bersamaan mendengar anak mereka memanggil nama satu sama lain.“Kiran, kamu ingat Adrian?” Kamila menatap penasaran pada Kiran.“Adrian, kamu ternyata sudah tahu ini Calissa?” Sania menatap heran karena putranya memanggil Calissa dengan nama Kiran.Kiran dan Adrian sama-sama terkejut. Mereka menatap orang tua mereka masing-masing.“Adrian atasanku di perusahaan lama. Dulu aku pernah bekerja di kota ini, di perusahaan Altamira.” Kiran menjelaskan.Kamila terperangah. Dia menatap pada Sania dengan rasa tak percaya.Begitu juga dengan Sania yang juga bingung.“Apa benar, Adrian?” Sania kini menatap putranya menuntut penjelasan.“Iya.” Adrian mengangguk. “Waktu aku masih menjabat sebagai manager.”Kiran kini yang terkejut mendengar penjelasan Adrian yang langsung bisa dia pahami.Dua orang tua yang tadinya terkejut, kini malah tertawa.“Kalau jodoh memang tidak ke mana, ya? Walau Calissa hilang

  • Dimanja Mantan Posesif   Pesta Penyambutan

    Yessica tersentak.Wajahnya seketika memucat.Tangan di samping tubuhnya mengepal erat. Yessica tetap tenang, dia tersenyum untuk menghindari kecurigaan Noah.“Bagaimana bisa Kakak menuduhku ingin mencelakai Kiran?” Yessica bersikap seolah keberatan dengan tuduhan yang dilayangkan padanya. “Aku tadi sudah menjelaskan, kalau ada debu di pakaian Kiran. Tahu akan dituduh seperti ini, lebih baik aku membiarkannya.”Yessica memasang wajah sedih setelah menjelaskan.Noah mengembuskan napas pelan. “Kuharap memang seperti itu.” “Kak, bagaimana bisa kamu mencurigaiku seperti itu?” Yessica merengek. Bagaimanapun caranya dia harus meyakinkan Noah jika dia tak seperti yang Noah pikirkan. “Setelah kehilangan Calissa. Kamu yang paling dekat denganku dan mengenal sifatku dengan baik. Bagaimana bisa kamu mengira aku ingin mencelakai Kiran?”Di balik sandiwaranya, Yessica memasang wajah sendu penuh keputusasaan.Noah menatap Yessica yang seperti menangis. “Aku memang tahu sifatmu, dan aku harap tida

  • Dimanja Mantan Posesif   Gagal

    Seringai berhias di bibir Yessica. Dia sedikit memperlambat langkahnya, membiarkan Kiran berada di depannya.Tangannya sudah siap untuk menyentuh punggung Kiran.“Kalian baru turun.”Suara dari belakang mengejutkan Yessica.Yessica menoleh ke belakang, dia tersentak melihat Noah berdiri di tangga atas.Begitu juga dengan Kiran yang berhenti melangkah. Saat menoleh, Kiran menyadari tangan Yessica masih di udara, menghadap ke arahnya.“Apa yang kamu lakukan?” Kiran menatap pada Yessica.Yessica kembali terkejut. Tatapannya tertuju pada Kiran. Dan dia baru menyadari tangannya masih menggantung di udara.Yessica menatap Kiran dan Noah bergantian, sampai dia buru-buru menepuk punggung Kiran.“Aku tadi melihat ada debu di pakaianmu, jadi berniat membersihkannya.”Kening Kiran berkerut dalam.Yessica segera menjauhkan tangan dari punggung Kiran setelah selesai menepuk. Dia memaksakan senyum di wajahnya.“Sudah bersih sekarang.” Yessica masih menunjukkan senyumnya.Noah melangkah turun mengha

  • Dimanja Mantan Posesif   Digoda Klien

    Kiran berusaha kembali menarik tangannya, tetapi pria ini tak melepas. “Kamu sangat manis.” Ucapan Robby membuat wajah Kiran semakin memucat. “Pak Elvano sudah mabuk, bagaimana kalau menemaniku sebentar?” Seluruh tubuh Kiran merinding ketika Robby mengusap punggung tangannya. Tangannya dia tarik

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-18
  • Dimanja Mantan Posesif   Menggantikan Posisi

    Sore hari. Dania bergegas berdiri dari kursi lalu menghampiri Elvano yang baru saja keluar dari ruang kerja. “Anda mau bertemu klien sekarang, Pak? Kalau begitu, saya akan bersiap-siap menemani Anda.” Dania bicara dengan penuh semangat. Senyumnya begitu lebar ketika menatap pada Elvano yang berd

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-18
  • Dimanja Mantan Posesif   Anak El?

    Elvano memasukkan kembali ponsel ke saku jas bagian dalam. Dia menoleh pada Kiran yang ada di belakangnya. “Pergilah ke toko kue, belikan kue strawberry dan kirim ke alamat yang nanti kukirimkan.” Kesadaran Kiran kembali tertarik setelah mendengar suara Elvano. Dia baru menyadari kalau Elvano m

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-17
  • Dimanja Mantan Posesif   Persaingan

    Suasana mendadak tegang. Apalagi saat Kiran melihat Dania menatap tajam padanya. “Bukan seperti itu maksud saya, Bu. Saya hanya–” “Aku tahu, mungkin kamu sulit percaya pada orang lain, apalagi posisimu sekarang bisa dibilang lebih tinggi dari staff lain di divisi pemasaran.” Dania memotong ucapan

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-17
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status