Share

Menepati Janji

last update publish date: 2026-06-03 14:02:31
Beberapa hari berlalu.

Kiran kembali ke perusahaan setelah ambil cuti untuk penyembuhan luka di perutnya.

Kiran keluar dari kamar lalu dia bertemu dengan Noah yang juga baru saja keluar.

“Aku antar ke RDJ?” tanya Noah sambil menatap sang adik.

Kiran lebih dulu mendekat ke Noah. Kedua tangannya terulur ke dasi sang kakak.

“El bilang akan menjemputku.” Kiran bicara sambil merapikan dasi sang kakak.

“Hm … dia benar-benar posesif dan otoriter. Apa kamu nyaman bersamanya?” Noah benar-benar tidak dibe
Aililea (din din)

Kakak, done 4 bab buat hari ini, ya. selamat membaca

| 13
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (10)
goodnovel comment avatar
Wida
jgn bicara ttng yessica
goodnovel comment avatar
Adeena
Kiran emang ya di sela2 lg seneng tetep mikirin Yessica yg udah bikin dia jauh dari kluarga asli'y....
goodnovel comment avatar
Titin Susiyana
aaaaahhhhhhhh suka...... pak Surya gak bakalan sendirian dihari tuanya. terimakasih semuanya mau menerima pak Surya tinggal bersama.
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dimanja Mantan Posesif   Leya Masih Merajuk

    Hari berikutnya.Kiran melangkah kecil keluar dari rumah. Pakaiannya sudah rapi, tas kecil yang selalu dibawanya bekerja, tergantung manis di tubuhnya.Senyum Kiran terangkat lebar melihat mobil yang terparkir di halaman rumah.Elvano datang untuk menjemputnya.Begitu membuka pintu mobil, Kiran langsung menyapa, “Sudah lama?” Elvano melirik ke belakang, ada Leya di dalam mobil.Kiran langsung paham, senyumnya begitu lebar saat menyapa, “Hai, Leya.”“Halo, Kakak Kiran.”Mendengar suara lesu Leya, ditambah wajah Leya yang tak bersemangat. Kiran menutup pintu mobil yang dibukanya, dia segera berpindah ke belakang.“Kenapa Leya lesu begini?” Kiran duduk di samping Leya, dia tatap bocah menggemaskan yang kemarin tantrum setelah tahu Elvano akan menikah dengan Kiran.“Leya malas sekolah.” Bibir Leya maju beberapa senti. Kedua tangan mungilnya bersidekap. “Leya mau ikut Papa El kerja.”Kiran melirik pada Elvano yang mulai melajukan mobil meninggalkan rumahnya. “Begini, pagi ini Leya sekolah

  • Dimanja Mantan Posesif   Semanis Madu

    Elvano turun ke lantai bawah.Elvano segera menghampiri saat tatapannya tertuju pada Arlo dan Ayudhia yang ada di ruang keluarga.“Kalian ini bagaimana?” Elvano menatap Ayudhia dan Arlo bergantian.Arlo dan Ayudhia terkejut mendengar pertanyaan Elvano. Apalagi adik mereka ini menatap tak senang.“Bagaimana apanya?” Arlo memastikan.Elvano mengembuskan napas kasar. Kedua tangannya berkacak pinggang. “Leya bilang kalian sudah sibuk sendiri, kalian mungkin lebih perhatian ke Axel yang masih kecil, tapi apa kalian tidak memikirkan Leya? Dia bilang sedih, kalian paham maksudnya, ‘kan?”Elvano bicara bak kereta ekspresi yang tak bisa dihentikan.Ayudhia dan Arlo terkejut mendengar ucapan Elvano.“Aku memang sibuk dengan Axel, tapi aku meluangkan waktu untuknya juga. Kalau kakakmu, kamu tahu sendiri dia sesibuk apa.” Ayudhia langsung menjelaskan.Elvano menarik napas dalam-dalam. “Aku tahu, tapi Leya juga mungkin merasa itu tak cukup. Kalau kalian tidak bisa adil dalam menjaganya, taruh saja

  • Dimanja Mantan Posesif   Leya Sedih

    Alina dan yang lain tiba di rumah.Alina sangat senang. Dia melangkah masuk ke dalam kamar dengan senyum semringah. Apalagi Kamila memberinya gelang limited edition dari brand ternama.“Mamanya Kiran ternyata sangat menyenangkan. Kami sangat cocok, apalagi barang-barang yang kami sukai hampir sama. Bahkan, apa kamu tahu, Sayang?” Alina meletakkan kotak pemberian Kamila di atas meja rias.Alina lalu memutar tubuhnya, menghadap pada Aksa.“Ternyata dia penggemar produk Atelier, dia suka semua model buatanku.” Namun, senyum Alina memudar saat melihat wajah suram suaminya.“Ada apa? Kenapa wajahmu kusut seperti itu?” Alina menatap aneh pada suaminya.“Apa kita benar-benar bisa berbesan dengan mereka?” Aksa menatap ragu.Kening Alina berkerut dalam. “Kenapa tidak bisa?” Alina memastikan. “El dan Kiran cocok, aku dan Bu Kamila cocok. Apa kamu mau bilang kalau kamu tidak cocok dengan Pak Raihan? Karena dulu kalian selalu bersaing ketat?” Alina menembak.Aksa siap membuka mulut, tetapi urung

  • Dimanja Mantan Posesif   Urusan Para Orang Tua

    Setelah acara lamaran dan penentuan tanggal acara selesai.Semua orang menikmati jamuan yang disiapkan oleh keluarga Bimantara.Alina dan Kamila duduk berdua dengan tatapan tertuju pada Leya yang sedang bermain bersama Kiran dan yang lain.Kamila tersenyum, dia tatap Alina lalu berkata, “Aku suka pakaian buatan Atelier, bahkan aku memiliki tiga gaun edisi terbatas yang kalian luncurkan. Dulu aku tidak memakainya, hanya menyimpannya karena orang-orang seperti menatap aneh jika aku memakai produk dari pesaing bisnis keluarga, tapi sekarang sepertinya aku bisa memakainya.”Alina terkejut. Dia menoleh pada Kamila yang baru saja selesai bicara. “Gaun edisi terbatas Atelier?” Alina memastikan.Kamila mengangguk. “Iya, sudah terpajang di kamarku sangat lama, tidak bisa aku pakai. Tapi sekarang, akhirnya aku bisa memakainya. Dengan menikahnya Kiran dan Elvano, membuatku bebas membeli dan memakai gaun dari Atelier, ini sangat luar biasa, ‘kan?”Setelah bicara panjang dan sangat cepat, Kamila t

  • Dimanja Mantan Posesif   Membawa Lamaran

    Di rumah baru keluarga Bimantara.Kiran melangkah cepat saat mendengar kalau Sabrina datang.“Sab.” Kiran membuka kedua tangan. Dia langsung memeluk Sabrina seolah sudah sangat lama tidak melihat sahabatnya ini.Sabrina tersenyum melihat sikap Kiran. Sudah biasa, tetapi kali ini agak luar biasa. “Ya, yang mau dilamar secara resmi, senangnya minta ampun sampai peluknya nggak kira-kira.”Kiran tertawa kecil. Dia melepas pelukan, lalu dia tatap Sabrina yang memajang senyum untuknya.“Ya, belum resmi juga, masih perlu banyak hal yang dibahas.” Kiran bicara dengan senyum semringah.“Kamu, mau menemui keluarga Elvano pakai pakaian santai begini?” Sabrina memperhatikan penampilan Kiran. Kaus dan rok selutut yang sahabatnya ini pakai.Kiran menurunkan pandangan, mengamati penampilannya sebelum kembali memandang Sabrina.“Acaranya tidak resmi banget, kok. Lagian keluarga El datang sekalian buat acara pindah rumah.” Kiran menjelaskan.Sabrina mencebik. Tangan kanannya menarik pelan telinga Kira

  • Dimanja Mantan Posesif   Jangan Nikah

    “Papa El!” Leya terus berteriak dengan kaki berayun cepat. Ayudhia dan Arlo sampai terkejut mendengar suara Leya. “Leya, ada apa?” Ayudhia memanggil putrinya yang berlari menaiki anak tangga dengan cepat, tetapi Leya tidak berhenti. “Ar, coba lihat kenapa Leya berlari sambil berteriak-teriak seperti itu.” Ayudhia menatap cemas. Arlo baru saja akan menyusul Leya, ketika Alina muncul di sana. “Hish, anak ini.” Alina menatap ke lantai dua. “Leya kenapa, Ma?” tanya Ayudhia. Tatapan Alina menoleh ke Ayudhia dan Arlo, lalu dia berkata, “Leya mendadak histeris tahu El akan menikah, dia tidak rela kalau El punya anak selain dia.” Ayudhia dan Arlo melotot. “Anak kalian ini bener-bener unik.” Setelah bicara, Alina meninggalkan Ayudhia dan Arlo untuk kembali menyiapkan barang bawaan. Sedang Ayudhia dan Arlo saling tatap cengo, mereka bingung sendiri dengan cerita Alina yang hanya sepenggal. Di lantai dua. Leya masuk ke dalam kamar Elvano. Wajahnya sudah sangat basah saat Leya mengh

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status