Share

Mengaku Juga

last update Tanggal publikasi: 2026-07-22 10:42:58
Tatapan Noah langsung tertuju pada Elvano setelah mendengar apa yang dikatakan oleh calon adik iparnya ini.

Noah menegakkan punggungnya tanpa mengalihkan pandangannya. “Menyukai?” Kening Noah berkerut dalam.

Elvano mengangguk-angguk. “Ya, barangkali kamu menyukainya? Entah itu kamu sadari atau tidak.”

Elvano mengalihkan pandangan ke meja yang berisi camilan dan minuman. Sebelum menenggak minumannya lagi, Elvano berkata, “Kadang perasaan itu tak kita sadari, tapi ada dalam diri kita.”

Elvano mene
Aililea (din din)

Kakak, 2 bab buat hari ini, ya. Selamat membaca

| 12
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (13)
goodnovel comment avatar
Adeena
Noah cemen kalo ga cari tahu ya ga bakalan tahu Nindy punya rasa sama kamu egak'y...kudu di pancing dulu baru jujur....
goodnovel comment avatar
Titin Susiyana
Noah kah yang telepon?????
goodnovel comment avatar
Wida
pasti Nindy d Sruh jmput Noah di bar
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Dimanja Mantan Posesif   Hanya Kecewa

    Deru mesin mobil Noah terdengar berhenti di halaman depan. Noah segera turun dari mobil, lalu melangkah masuk ke dalam rumah untuk menemui sang mama.Sampai langkahnya memelan ketika tatapan Noah tertuju pada Kamila yang sudah berdiri menyambut kedatangannya di ruang keluarga. Wajah wanita paruh baya itu tampak tegang dengan kedua tangan bersedekap rapat di dada.Noah menghentikan langkah beberapa meter di hadapan sang mama. Dia menarik napas dalam-dalam, lalu membuangnya perlahan demi menjaga kepala tetap dingin."Aku sudah pulang, Ma," sapa Noah dengan suara rendah dan tenang."Bagus kalau kamu masih ingat jalan pulang!" sembur Kamila cepat. Matanya menatap tajam, penuh dengan kilat kekecewaan. "Sekarang jelaskan pada Mama, apa maksud ucapanmu ke Siska, apa kamu ini berniat mempermalukan Mama di depan keluarga Siska? Kamu yang setuju dengan kencan buta itu, dan kamu juga yang menolak mengenal lebih jauh dengan Siska?!"Noah menggeleng pelan. Dia maju selangkah untuk mendekat ke san

  • Dimanja Mantan Posesif   Diminta Pulang

    Nindy menatap layar ponsel Noah, sampai matanya membola lebar. Ketegangan kembali menyelimuti wajahnya.“Noah.” Nindy menatap panik.Noah melihat perubahan raut wajah Nindy. Dia menggenggam erat tangan Nindy.“Tenang saja, aku yang akan mengurusnya.” Noah bicara dengan sangat tenang, lalu menggeser tombol hijau untuk menerima panggilan itu.“Halo, Ma.” Noah membalas panggilan dari sang mama.“Noah apa maksudmu?” Suara sang mama menggelegar dari seberang panggilan. “Sekarang, pulang! Kamu harus menjelaskan semuanya ke Mama!”Noah mengembuskan napas pelan, lalu dia berkata, “Oke, aku akan segera pulang.”Panggilan itu berakhir begitu saja. Noah kembali menatap nama sang mama yang masih terpampang di layar.Sedang Nindy langsung menyentuh lengan Noah dengan lembut. “Apa aku perlu menemui mamamu juga?” Nindy tidak mau Noah terkena masalah sendirian.Tatapan Noah tertuju pada Nindy, lagi-lagi dia memberikan tatapan yang menenangkan. “Tidak perlu.”“Bukan aku tidak mau mempertemukanmu denga

  • Dimanja Mantan Posesif   Saling Mencemaskan

    Kiran mengangguk-angguk, sampai dia mendengar kakaknya kembali bicara."Kiran, kamu pulang dulu. Aku mau membawa Nindy sebentar," ujar Noah seraya berdiri dari kursi kafe.Kiran melotot gemas mendengar ucapan sang kakak. Tangannya berkacak pinggang. "Wah, tega sekali! Setelah aku bantu melancarkan rencanamu, aku malah ditendang begini?"Noah hanya mengulum senyum tipis tanpa rasa bersalah. "Terima kasih atas bantuannya. Nanti, kamu mau minta apa, aku akan memberinya.""Awas kalau lupa." Kiran mendengkus berpura-pura sebal, meski sudut bibirnya tak bisa menahan senyum melihat kecanggungan Nindy yang kini ikut berdiri.Mereka keluar dari kafe bersama. Meski Kiran ditinggal sendirian, tetapi dia tak masalah dengan hal itu, asal percintaan kakaknya dan Nindy berjalan dengan baik.Begitu mobil Noah melaju meninggalkan kafe, Kiran mengambil ponsel dari dalam tasnya. Jemarinya bergerak cepat mencari kontak Elvano lalu menekan tombol panggil.Hanya butuh beberapa detik sampai suara berat di u

  • Dimanja Mantan Posesif   Penolakan Noah

    Noah menghembuskan napas pelan, merapikan letak jam tangan di pergelangan kirinya sebelum kembali membuka suara."Aku menghargai niat baik mamaku dan juga waktumu yang sudah bersedia datang ke sini hari ini," kata Noah dengan tutur kata yang sangat rapi. "Tapi sejak awal, aku menghadiri pertemuan ini hanya untuk memenuhi permintaan Mama, bukan karena keinginanku sendiri."Mata Siska melebar, tidak menyangka akan mendapat jawaban serentak dan selugas itu. "Tapi, apa kita tidak bisa saling mengenal, bukankah ini tujuan kita bertemu?"Noah diam sepersekian detik mendengar ucapan Siska. Sampai saat tatapannya tertuju kembali pada wanita di depannya, Noah dengan tegas berkata, “Karena ada beberapa alasan yang membuat kita tak bisa saling mengenal.”Kening Siska berkerut dalam mendengar ucapan Noah. Tetapi dia tetap tenang dan tersenyum saat berkata, “Jadi, apa yang membuat kita tidak bisa saling mengenal? Apa kamu punya pacar? Tapi, Bibi Kamila tidak mengatakan itu.”"Itu karena Mama belum

  • Dimanja Mantan Posesif   Memata-matai

    Sabtu siang yang direncanakan akhirnya tiba.Sebuah kafe bergaya modern dengan interior elegan menjadi tempat yang dipilih Kamila untuk kencan buta Noah. Suasana tempat ini cukup tenang, hanya diisi alunan musik instrumen bervolume rendah dan beberapa pengunjung yang duduk berjauhan.Di salah satu sudut kafe yang sedikit tersembunyi oleh tanaman hias besar, Kiran dan Nindy sudah lebih dulu mengambil tempat.Nindy terus meremas jemarinya di atas paha. Matanya beberapa kali melirik ke arah pintu masuk kafe, sebelum akhirnya menatap Kiran yang tampak santai memesan minuman."Kiran ... apa kita benar-benar harus melakukan ini?" tanya Nindy dengan suara berbisik, dia mencondongkan tubuhnya ke depan meja sambil menatap waswas pada Kiran. "Bagaimana kalau Noah tahu? Atau lebih buruk lagi, kalau mamamu tiba-tiba datang ke sini?"Kiran meletakkan buku menu ke meja, lalu menatap Nindy dengan senyum menenangkan."Tenanglah, Nindy," balas Kiran cepat. Tangannya terulur mengusap punggung tangan N

  • Dimanja Mantan Posesif   Asal Pilih

    Malam hari.Langkah kaki Noah terdengar beradu pelan dengan lantai marmer saat dia baru saja memasuki rumah. Suasana di dalam terasa cukup hening, sampai pandangannya tertuju ke arah ruang keluarga.Di sana, Kamila terlihat sedang duduk anggun di atas sofa, memangku sebuah map tebal berwarna cokelat.Pandangan sang mama kini tertuju ke arahnya."Noah, ke sini sebentar. Duduklah di sini," panggil Kamila dengan suara tenang tapi penuh penekanan.Noah menghentikan langkahnya sejenak. Napasnya berembus pelan sebelum dia mengubah arah jalannya menuju ruang keluarga."Ada apa, Ma?" tanya Noah saat menyahut panggilan sang mama."Duduk dulu. Ada yang mau Mama tunjukkan padamu," balas Kamila sambil menepuk sisi sofa yang kosong di sebelahnya.Noah menuruti permintaan itu. Dia mendudukkan tubuhnya di samping Kamila dan meletakkan jas yang sejak tadi dilipat di lengannya ke sandaran sofa.Kamila tidak membuang waktu. Dia langsung membuka map di tangannya, mengeluarkan beberapa lembar foto beruk

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status