Home / Romansa / Dimanja Mantan Posesif / Tenang Walau Panik

Share

Tenang Walau Panik

last update publish date: 2026-02-02 18:40:02

Kembali ke divisi pemasaran setelah selesai makan siang. Langkah kaki Kiran terhenti di tengah koridor ketika matanya tertuju pada Elvano yang berdiri di depan ruang kerja.

Jemari-jemari Kian meremat erat di sisi tubuhnya kalau melihat tatapan Elvano yang tertuju padanya.

“Kemari.”

Suara Elvano membuat Kiran terhenyak. Tertarik dari lamunan sejenak yang menguasai dirinya.

Kiran bergegas menghampiri Elvano.

“Ada apa, Pak?” Kiran tersenyum tenang, walau gemuruh di dadanya tak mampu dia kendalika
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (8)
goodnovel comment avatar
Istri Jungkook
palingan itu El yg berikan salep nya Kiran,cuman masih terhalang benci dan gengsi ...
goodnovel comment avatar
lilyedy.
El jgn galak2 dong kasihan Kiran,ibunya lebih galak dari kamu
goodnovel comment avatar
eva nindia
El dh yg ngasih salep memar.a.... Ampe kapan nih El masang muka kutub gtuu....
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dimanja Mantan Posesif   Noah Mulai Curiga

    Noah duduk di mobil yang berhenti di sisi jalan.Setelah mendengar Fania menceritakan tentang Nania yang pernah dibully Yessica, juga beberapa cerita lainnya. Noah berterima kasih sebelum pamit.Sekarang, Noah malah termangu di dalam mobil, memikirkan semua cerita yang benar-benar membuatnya terkejut.Selama ini, dia benar-benar tidak pernah tahu apa yang dilakukan Yessica di sekolah atau di tempat kuliahnya.Yang dia dan orang tuanya tahu, saat tiba di rumah, Yessica menjadi gadis manis penurut yang selalu bertutur lemah lembut.Noah mengembuskan napas kasar. Dia menegakkan kepalanya, tangannya mengeluarkan ponsel dari dalam saku kemeja.Noah mendial nomor Farhan.“Halo, Pak.” Suara Farhan terdengar dari seberang panggilan.“Farhan, cari informasi teman sekelas Yessica dari sekolah dasar sampai kuliah, aku ingin semua informasi tentangnya dari teman-temannya ini. Jika mereka ragu, katakan jika aku akan melindungi mereka.”“Pak, kenapa Anda tiba-tiba sekali ingin mencari tahu tentang Y

  • Dimanja Mantan Posesif   Sekarang Tahu

    Noah tersentak.Dia menggeleng cepat menyanggah, apalagi Noah melihat ekspresi tak suka di wajah Fania.“Bukan seperti itu maksudku, Bibi.” Noah sedikit menurunkan pandangan agar tidak menyinggung Fania.“Hanya saja, Kiran hilang ingatan dan tidak tahu apa pun tentang keluarganya sendiri. Jika memang ada yang mengganjal di hatinya, aku sebagai kakaknya harus mencari tahu, apa yang membuatnya tidak nyaman.” Noah bicara dengan tenang.Fania diam mengamati sikap Noah sebelum dia menghela napas. “Padahal kamu belum lama menemukannya, tapi kamu bersikap seolah-olah sangat peduli padanya.”“Bukan seolah-olah, tapi aku memang peduli.” Noah menyambar cepat. “Bagaimanapun, walau tidak tumbuh bersama, Kiran tetaplah adikku. Jika ada masalah yang mengganggunya, maka aku akan menyelesaikannya.”Fania melihat keseriusan dari sorot mata Noah.Fania mengembuskan napas panjang, setelahnya tangannya membuat gestur mempersilakan. “Duduklah, baru bicara.”Noah mengangguk. Lega Fania menerima kedatangann

  • Dimanja Mantan Posesif   Mencari Tahu Sendiri

    Di tempat Noah. Noah ada di ruang kerjanya sejak kembali dari mengantar Kiran ke bandara. Noah memandang ponselnya, bertanya-tanya kenapa Kiran tidak mengabarinya jika sudah landing. Bukankah seharusnya Kiran sudah tiba sejak tiga jam lalu? “Tahan Noah, kalau kamu yang menghubunginya dulu, takutnya Kiran kesal.” Noah mencoba menahan diri. Jari-jarinya gatal ingin menekan tombol panggil pada nomor Kiran, tetapi untungnya Noah masih bisa menahannya. Memasukkan ponsel ke saku kemeja, Noah bangkit dari duduknya untuk pergi ke kamar. Sebelum kakinya melangkah, terdengar suara dering ponsel Noah. Noah kembali mengeluarkan ponselnya, nama Farhan terpampang di layar. “Bagaimana?” Noah langsung bicara begitu menjawab panggilan Farhan. “Saya sudah menyelidiki meski belum mendapat semua yang Anda inginkan. Tapi, sepertinya Anda harus tahu ini, Pak.” Kening Noah berkerut dalam. “Apa?” “Yessica memang tidak pernah berbuat hal-hal yang aneh, hanya saja beberapa orang yang aku temui, sepe

  • Dimanja Mantan Posesif   Mimpi atau Ingatan?

    “Bunganya cantik, kupu-kupunya cantik.”Mata bulat kecil itu mengamati bunga di tepi sungai. Bibir mungilnya tersenyum memandang kupu-kupu berdatangan di sana.“Yessica pasti suka lihat ini.”Dia siap bangkit dari posisi jongkoknya, tetapi sebelum bisa berhenti sempurna, tiba-tiba tubuhnya ada yang mendorong.Dia jatuh ke dalam air.Riak air bergema beriringan dengan suara teriakannya yang berbalut ketakutan.“Noah, Noah,” teriaknya panik.Dalam kepanikannya, dia melihat wajah yang tak asing, berdiri di tepian sungai tanpa melakukan apa pun untuk menolongnya.“Noah, tolong!” Kiran bangun dengan cepat.Kiran baru sadar terduduk di atas ranjang, di dalam kamarnya.Keringat bermanik di wajahnya. Napasnya terengah seperti baru saja berlari berkilo-kilo meter.“Kiran, akhirnya kamu bangun.” Surya menatap panik pada Kiran.Dada Kiran naik turun tak beraturan. Wajahnya sangat pucat.Dia yakin tadi tenggelam di sungai, tetapi ternyata dia ada di kamarnya.Apa Kiran bermimpi?“Ada apa? Kamu mi

  • Dimanja Mantan Posesif   Jujur ke Surya

    Kiran dan Surya akhirnya kembali ke rumah.Rumah sederhana ini, ternyata tetap menjadi ternyaman untuk Kiran.Tetapi ada yang lebih nyaman, yang harus dia tinggalkan demi melindungi ayahnya.Kiran teringat rumah lama mereka.Kiran menoleh pada Surya yang baru saja keluar dari kamarnya setelah meletakkan koper mereka.“Apa kamu sudah lapar? Mau Ayah masakin?” Surya menatap pada Kiran yang hanya berdiri diam.Senyum Kiran terangkat pelan.“Yah, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengan Ayah.”Kening Surya berkerut samar. “Ya, tentu.”Surya mengangguk-angguk.Kiran meminta ayahnya duduk lebih dulu.Setelah memastikan satu sama lain duduk dengan nyaman, Kiran siap bicara.“Aku mau membahas soal rumah lama kita.” Kiran bicara dengan sangat hati-hati.Punggung Surya menegak. Dia menatap Kiran yang terlihat serius.“Kenapa tiba-tiba membahas soal rumah itu lagi? Kalau sudah hilang, ya sudah biarkan saja. Anggap saja memang belum rezeki kita.”Bibir Kiran dilipat mendengar ucapan sang ayah.

  • Dimanja Mantan Posesif   Minta Upah

    Malam hari.Elvano dan Kiran duduk di Coffee Shop yang ada di samping hotel.Keduanya pergi ke sana setelah makan malam.“Aku kira, keluargamu akan menahanmu dan tetap memintamu pergi besok.” Setelah bicara, Elvano menyesap kopi miliknya.“Meskipun menahan, aku juga akan tetap pergi.” Kiran membalas santai.Elvano menahan tawanya.“Baiklah, baiklah, aku percaya kamu bisa melakukan itu.”Senyum Kiran terangkat kecil mendengar ucapan Elvano.“Tapi aku masih ada yang mengganjal.” Kiran mengaduk kopinya. Tatapannya lantas tertuju pada Elvano lagi.“Apa?” Elvano menatap penasaran pada Kiran.“Soal Yessica. Aku masih penasaran, apakah aku dan dia dulu benar-benar berhubungan baik? Tidak seperti saat bertemu Noah, aku bisa melihat kasih sayang dari tatapan Noah. Sedang Yessica, entah kenapa aku merasa dia sangat membenciku, setiap kali menatapku, walau ada senyum di wajahnya.” Kiran bicara sambil membayangkan bagaimana Yessica tersenyum dan bicara padanya.Meski semua sikap Yessica tampak ba

  • Dimanja Mantan Posesif   Sakit

    Hari berikutnya. Kiran berada di ruangan Elvano. Merapikan meja seperti biasanya sebelum sang atasan datang. Namun, ada yang berbeda hari ini dari Kiran. Wajahnya sedikit pucat, hidungnya juga memerah. Beberapa kali telunjuk Kiran menggosok pangkal hidungnya. Ketika baru saja selesai merapikan tu

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • Dimanja Mantan Posesif   Terlalu Ikut Campur

    Jemari Kiran menarik nota yang tertempel di luar plastik. Namanya dan divisi tempatnya berada, tertera di sana. “Mungkinkah Sabrina yang kirim?” Tadi, saat menghubunginya, suara Sabrina panik karena mencemaskan dirinya. Ah, benar. Pasti dari Sabrina. Kiran menatap serius ke layar ponsel kala me

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • Dimanja Mantan Posesif   Kebencian Dania

    Wajah Dania memucat, dia meneguk ludah kasar melihat sorot mata Elvano yang begitu tajam. “Bu-bukan begitu maksud saya, Pak.” Kepala Dania menggeleng pelan. Lagi-lagi ludah meluncur susah payah saat melewati kerongkongannya. Sorot mata Elvano yang begitu dingin, membuat kepala Dania tertunduk. Ta

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Dimanja Mantan Posesif   Kalung Berharga

    Cengkraman jemari Widya semakin menguat di lengan Kiran. Bahkan otot-otot leher Widya tertarik sampai menyembul di bawah kulit. “Kamu berani membantah! Kamu pikir, nyawa ayahmu tidak lebih berharga dari kalungmu itu?” Mata Widya menajam, dia melepas lengan Kiran sambil mendorong kuat tubuh Kiran.

    last updateLast Updated : 2026-03-19
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status