Share

Tersayang

last update Tanggal publikasi: 2026-02-28 11:20:40
Kiran terdiam mendengar ucapan sang ayah. Ayahnya memang yang paling mengerti bagaimana kondisinya di rumah.

Kiran baru saja akan bicara, ketika Surya kembali membuka suara.

“Ayah tidak apa-apa kalau kamu tinggal di luar, Kiran. Tidak masalah juga kalau kamu jarang pulang. Kamu juga pasti sibuk, jangan dipaksa untuk pulang.”

Kiran melihat tatapan nanar dari sorot mata sang ayah. Dia mengangguk, memahami maksud ucapan sang ayah.

“Aku akan sebisa mungkin jenguk Ayah. Juga, jika Ayah membutuhkan se
Aililea (din din)

Ehem, ketahuan keluarga, bagaimana nasib El sekarang? Wkwkwkwkwkkww kasihan

| 24
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (17)
goodnovel comment avatar
Diens
terciduk El....
goodnovel comment avatar
Alfiah Ummi Hani
nah loooko
goodnovel comment avatar
DyazRini Janardhani
El,,jujur aja
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Dimanja Mantan Posesif   Dicurigai

    Mata Noah menyipit. Pertanyaan Edo barusan tidak terdengar seperti kekhawatiran seorang suami, melainkan sebuah interogasi yang penuh selidik. "Maksud Anda apa, Pak Edo?" Suara Noah merendah, menahan aneh yang singgah di dadanya karena sikap pria ini. "Saya kebetulan lewat koridor toilet dan melihat istri Anda hampir pingsan. Saya hanya menyampaikan apa yang diminta Nona Nandira." Bukannya segera membalas, Edo justru terkekeh sumbang. Pria itu maju satu langkah ke arah Noah, mengikis jarak di antara mereka. "Hanya menyampaikan?" Suara Edo pelan tetapi penuh penekanan. Dia menaikkan sebelah alisnya, menatap Noah dari atas ke bawah dengan tatapan remeh padahal Noah adalah rekan bisnisnya. "Saya tahu kalau Nandira itu teman SMA Anda dulu. Dunia ini sempit sekali, Pak Noah. Apa di antara kalian sebenarnya masih ada hubungan yang belum selesai?" Noah tersentak. Dia menatap tak percaya pada Edo yang baru saja selesai bicara. Apa maksud pria ini membahas masa lalunya dengan Nandira? Seda

  • Dimanja Mantan Posesif   Mantan?

    Di toilet.Noah berdiri di samping pintu toilet. Punggungnya menyandar ke dinding dan kedua tangannya masuk ke saku celana.Napasnya berembus panjang berulang kali. Kenapa dia harus menghindar? Sedangkan tidak ada kesalahan sedikit pun yang dia lakukan?“Bodoh, kenapa aku melakukan ini?”Noah mendengkus kasar.Hubungan Noah dan Nandira sudah berakhir sejak bertahun-tahun lalu, tidak ada komunikasi dan tidak ada kabar satu sama lain.Dia anggap semuanya sudah selesai, tetapi kenapa sekarang Noah yang harus panik? Bukan dia juga yang memutuskan jalan hubungan di antara mereka?Noah menegakkan tubuhnya lagi. Dia siap kembali ke ruang pesta, sampai tatapannya tertuju pada Nandira yang sedang berjalan ke arahnya.Noah kembali membeku. Matanya tak henti menatap pada penampilan Nandira yang sekarang ini.Wajahnya begitu tirus, rambutnya sedikit tipis tak selebat dahulu, bahkan tubuhnya lebih kurus dari terakhir mereka bertemu bertahun-tahun dulu, hampir 16 tahun berlalu. Dan matanya, dia yak

  • Dimanja Mantan Posesif   Menghindar

    Mata Elvano membola lebar. Elvano mengikis jarak di antara dia dan Noah. Dagunya sedikit terangkat, matanya menyorot tajam pada Noah. “Apa maksudmu aku tidak boleh membawa Kiran? Terserah aku mau pakai mobil apa? Tapi kamu tidak bisa mencegahku membawa Kiran.” Kiran merasakan atmosphere sekitar menjadi sedingin es. Dia menggunakan kedua tangan untuk menjauhkan Elvano dan Noah satu sama lain. Kiran kini berdiri di antara kedua pria ini, lalu dia berkata, “Noah sebenarnya hanya ingin berangkat ke pesta bersama kita.” Kiran menoleh lebih dulu ke Elvano lalu menatap sang kakak. “Tinggal bilang begitu, kenapa masalah mobil saja diperkarakan?” Elvano tersentak mendengar ucapan Kiran. Dia menatap Noah yang memalingkan muka. “Oh, kukira kamu berniat menghalangiku mengajak Kiran.” Elvano merapikan tepian jasnya. “Kamu bisa pakai mobil sendiri, aku dan Kiran pakai mobilku. Mudah bukan? Kita bertemu di tempat pesta dan masuk bertiga.” “Kenapa hal begini saja harus kamu buat rumit?” Elvano b

  • Dimanja Mantan Posesif   Ikut Kiran dan Elvano

    Kening Kiran berkerut dalam. Dia semakin menatap aneh pada kakaknya.“Tiba-tiba sekali kamu bertanya seperti itu. Kenapa?” Kiran menyelidik.Noah terkejut mendengar pertanyaan balik dari Kiran. Dia lalu segera menjelaskan, “Oh tidak, tadi aku melihat Farhan bertemu seorang wanita, lalu ekspresi wajahnya berubah aneh.”Kini kedua alis Kiran berkerut sampai saling bertautan. Dia diam beberapa detik, lalu akhirnya membalas pertanyaan sang kakak.“Ya, awal ketemu El lagi setelah enam tahun berpisah, aku merasa jantungku berdebar cepat.”Saat mendengar ucapan Kiran, Noah tanpa sadar menyentuh dadanya.“Karena dulu aku yang meninggalkannya, jadi aku benar-benar bersalah dan membuatku takut padanya. Hanya itu.” Kiran mengedikkan kedua bahunya pelan, lalu dia menatap kembali pada Noah.Noah buru-buru menurunkan tangan dari dada. Dia merapikan tepian jas lalu berdeham.“Oh, jadi seperti itu.” Noah mengangguk-angguk. “Pantas saja tadi Farhan bersikap aneh.”Kiran menatap Noah dengan mata menyip

  • Dimanja Mantan Posesif   Sikap Aneh Noah

    Nandira menoleh dengan tenang setelah mendengar pertanyaan suaminya. Dia menatap Edo yang tak senang.“Kenal. Dia teman sekolahku dulu.” Nandira tak memungkiri. Berbohong pun akan Edo kulik sampai dalam dan bisa menimbulkan masalah lain. “Hanya teman?” Suara Edo masih begitu dingin.Nandira mengangguk pelan. “Satu kelas waktu SMA, setelahnya aku kuliah di luar negeri dan tak pernah bertemu dengannya.” Nandira bicara dengan nada suara yang stabil dan meyakinkan.Edo masih menatap curiga, tetapi kemudian dia berdiri menghadap ke pintu lift.Sedang Nandira mengembuskan napas pelan. Wajahnya yang tenang menyembunyikan kecemasan.**Di ruangan Noah.Noah duduk diam dengan mata menyipit. Kursinya menghadap ke samping dan jari-jari tangannya berulang mengetuk pelan meja.“Pak, apa Anda mengenal Bu Nandira? Sejak tadi, saya lihat-lihat Anda terus memperhatikan beliau?” Farhan memberanikan diri bertanya, setelah sejak tadi melihat sikap Noah yang tak seperti biasanya.Tatapan Noah tertuju pada

  • Dimanja Mantan Posesif   Klien Noah

    Noah baru saja selesai menerima panggilan. Dia kembali pergi ke meja tempat Kiran dan Yessica berada.Tetapi sesampainya di sana, Noah melihat Kiran yang duduk sendirian.“Di mana temanmu?” Noah menatap bingung. Dia mengedarkan pandangan ke seluruh coffee shop tetapi tak mendapati wanita tadi di sana.Kiran diam sepersekian detik mendengar pertanyaan Noah. Dia percaya dengan ucapan Yessica jika setelah ini akan benar-benar berubah dan memastikan jika ibunya tidak akan mengganggu Kiran lagi, walau Yessica tidak mau memberitahu di mana wanita itu sekarang berada.“Oh, dia tadi tiba-tiba ada urusan penting. Jadi, buru-buru pamit pergi dan minta maaf tidak pamit denganmu dulu.” Setelah menjawab, Kiran berdiri dari duduknya. “Kita pulang sekarang?” tanyanya kemudian.Noah mengangguk. Dia meninggalkan coffee shop bersama Kiran.“Kiran, apa menurutmu suara temanmu itu mirip dengan suara Yessica?” Noah menoleh pada Kiran yang berdiri di sampingnya saat mereka turun menggunakan eskalator.Kira

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status