Share

Bab 114: Aku Urus

Penulis: Duvessa
last update Terakhir Diperbarui: 2026-03-16 00:54:53

Ryn menatapnya beberapa detik. Ada sesuatu yang hangat merayap pelan di dadanya, walaupun dia masih mencoba terlihat biasa saja.

“Tapi tadi di meeting kamu galak banget,” gumam Ryn.

“Karena kalau aku biarin kamu keluar dari meeting itu, kamu bakal langsung lari ke rumah sakit dan ngurus semuanya sendiri lagi.” Kylar mengambil gelas wine-nya dan menyesap sedikit sebelum melanjutkan, “Padahal semuanya udah aku urus duluan.”

Ryn menghela napas kecil. “Makasih ya udah mau ngurusin aku.”

Kylar tidak
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 115: Terungkap

    “Mau pada ngapain di sini?” tanya Kylar pada kedua wanita itu. Sambil berbicara, dia memberi isyarat kecil kepada manajer restoran agar pergi. Pria itu langsung berdiri dan menghilang.“Mau main bola, Ky,” kelakar perempuan bergaun hitam. Lalu dia menunjuk meja di belakang mereka dengan dagunya. “Ya makan lah. Sambil berharap mudah-mudahan ketemu owner, biar makannya gratis.”Kylar mengangkat alis tipis. “Aku aja bayar.”“Yaelah, garing banget jawabannya,” sahut perempuan itu sambil memutar mata.“Nggak mau dikenalin nih?” Di sampingnya, perempuan bergaun merah sejak tadi sudah memperhatikan Ryn dengan rasa penasaran yang tidak disembunyikan sama sekali. Tatapannya naik turun beberapa kali, jelas sedang menilai.Kylar akhirnya berdiri dari kursinya, membuat Ryn ikut berdiri secara refleks.“Kenalin,” kata Kylar sambil menunjuk perempuan bergaun hitam. “Ini Avanira.”Lalu Kylar menunjuk perempuan bergaun merah di sebelahnya. “Dan ini Lily.”Kylar melanjutkan dengan nada yang sama datar

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 114: Aku Urus

    Ryn menatapnya beberapa detik. Ada sesuatu yang hangat merayap pelan di dadanya, walaupun dia masih mencoba terlihat biasa saja.“Tapi tadi di meeting kamu galak banget,” gumam Ryn.“Karena kalau aku biarin kamu keluar dari meeting itu, kamu bakal langsung lari ke rumah sakit dan ngurus semuanya sendiri lagi.” Kylar mengambil gelas wine-nya dan menyesap sedikit sebelum melanjutkan, “Padahal semuanya udah aku urus duluan.”Ryn menghela napas kecil. “Makasih ya udah mau ngurusin aku.”Kylar tidak menjawab dengan kata-kata. Dia hanya mengulurkan tangannya dan mengusap punggung tangan Ryn yang berada di atas meja. Sentuhan singkat itu cukup membuat Ryn tersenyum.Mereka kembali makan beberapa menit dalam diam.Di sela-sela itu Kylar sempat melirik ke arah dapur lagi, memastikan semuanya berjalan seperti seharusnya.Setelah makanan mereka tandas dan pelayan mulai membersihkan meja, Kylar akhirnya berkata, “Nanti malam aku terbang ke Singapura.”“Hah?” Ryn langsung mendongak.“Barusan Naufa

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 113: Kepribadian Ganda

    “Maaf, Pak. Orang tua saya sedang sakit,” cicit Ryn. Dia tahu Kylar sudah tahu keadaan itu. Toh pria itu juga yang mengantarnya ke rumah sakit beberapa hari lalu. Tapi ini di kantor, di forum seperti ini, tentu dia harus menjelaskannya secara formal.Kylar menyilangkan tangan di dada. “Semua orang di ruangan ini juga punya urusan masing-masing di luar kantor.”Tidak ada yang berani bersuara.“Kalau setiap orang pergi saat meeting masih berjalan,” lanjut Kylar, “rapat ini tidak akan pernah selesai.”Ryn terdiam.“Ini laporan kuartal. Dan kamu bagian dari tim yang mengerjakannya.” Kalimat itu tidak terdengar marah. Justru terlalu profesional. Namun tetap saja membuat Ryn merasa seperti sedang ditegur. “Kalau semua orang masih di sini, kamu juga tetap di sini.”Semua orang nyaris menahan napas dalam ketegangan. Beberapa bertukar kode lewat isyarat mata. Sisanya berdoa dalam hati agar Kylar dibukakan pintu hatinya dan dilapangkan jalan pikirannya.Ryn akhirnya mengangguk kecil. “Baik, Pak

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 112: Meeting Dengan Bosszilla

    Di ujung meja, Leon yang sejak tadi sudah siap dengan dokumen meeting akhirnya menghela napas. “Udah-udah. Kita cepetan ke ruang meeting,” kata Leon sambil berdiri. Dia melirik jam di pergelangan tangannya. “Kalau Pak Kylar datang duluan dan lihat kalian masih gosip di sini, bisa-bisa kena semprot semua.”Kalimat itu langsung membuat mereka bergerak lebih cepat. Laptop diambil, tablet dibawa, dan mereka berjalan bersama menuju ruang meeting.Meeting sore itu memang penting. Mereka akan membahas review final laporan kuartal, memastikan semua angka yang akan diserahkan ke direksi sudah bersih dan tidak ada selisih.Begitu pintu ruang meeting dibuka, ruangan itu masih kosong.Leon langsung mengambil tempat di sisi kiri meja panjang, sementara Ryn duduk di dekat layar presentasi. Lala dan Agis memilih duduk berdampingan seperti biasa.Beberapa menit kemudian pintu kembali terbuka.Kylar masuk lebih dulu. Setelan jasnya masih rapi seperti biasanya, langkahnya tenang tapi membuat ruangan l

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 111: Karma

    Pertanyaan semacam ini dijawab salah bisa bahaya. Tidak dijawab, lebih bahaya lagi.Apalagi yang bertanya istrinya sendiri.Kylar menghela napas kecil, lalu menjawab santai, “Ya pernah dong. Suami kamu ini normal, Ryn.”Ryn langsung terdiam. Ekspresinya berubah dalam sepersekian detik. Alisnya naik, matanya menyipit, dan mulutnya sedikit mengerucut seperti orang yang baru saja menemukan informasi yang sangat tidak menyenangkan.Kylar hampir tertawa melihat perubahan wajah itu. Ada sesuatu yang aneh dalam dirinya. Melihat Ryn cemburu justru terasa menyenangkan.“Siapa?” tanya Ryn cepat.“Hm …” Kylar mengangkat bahu ringan, pura-pura berpikir. “Mas!”“Ada lah.”Ryn langsung menyilangkan tangan di dada. “Kalau ‘ada lah’ jawabannya? Berarti lebih dari satu dong?”Kylar akhirnya benar-benar tertawa kecil. “Ini kenapa jadi interogasi?”“Karena kamu jawabnya mencurigakan!” tukas Ryn.Kylar memperhatikan wajah Ryn beberapa detik. Ada kesal di sana, ada cemburu juga, meskipun jelas Ryn berusa

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 110: Gawat!

    “Tumben jemput aku?” tanya Ryn agak keras karena suara angin dan helm fullface yang mereka pakai. Dia sedikit mencondongkan tubuhnya agar suaranya bisa terdengar.Kylar tertawa kecil di depan. “Takut diambil alih orang lain kalau aku nggak jemput.”Ryn langsung tahu maksudnya. “Masih dendam aja sama Papi,” katanya sambil menepuk ringan punggung Kylar.Kylar menggeleng sedikit, walau gerakannya hampir tidak terlihat karena helm.“Bukan dendam. Cuma masih inget aja,” jawab Kylar santai.Di dalam kepalanya, Kylar sebenarnya masih bisa membayangkan dengan jelas bagaimana ayahnya dengan santai menawarkan tumpangan pada Ryn berkali-kali. Dan yang membuatnya tidak suka bukan soal tumpangannya, tapi karena Ryn terlihat nyaman menerimanya.Kylar memperlambat motor sedikit ketika lampu lalu lintas berubah merah.“Kamu udah makan?” tanyanya kemudian.“Belum,” jawab Ryn. “Terakhir itu minum kopi yang kamu kirim tadi sore.”Kylar melirik kaca spion sebentar, seolah ingin memastikan Ryn baik-baik s

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status