Share

Bab 91: Sejak Kapan?

Author: Duvessa
last update Last Updated: 2026-03-07 14:18:29
Ryn memperhatikan kain itu. Warnanya senada, motifnya elegan, dan tanpa sadar dia sudah membayangkan mereka berdiri berdampingan di acara pembukaan restoran. Terlalu serasi. Dan justru di situlah masalahnya.

Ryn menggeleng kecil dan menatap pramuniaga itu dengan sopan. “Maaf, Mbak. Saya cari motif lain saja. Tapi dengan warna yang sama.”

Pramuniaga itu mengangguk mengerti. “Baik, Bu.”

Di sebelahnya, Kylar mengangkat alis. “Kenapa nggak pilih yang sama?” tanyanya.

Ryn menoleh cepat ke arahnya.

“M
Duvessa

Maaf ya guys up nya terlambat, ada yang nunggu kah?

| 16
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (7)
goodnovel comment avatar
Septi Dita
up nya yg banyak lah thorrrr , aku nunggu nya seharian loh
goodnovel comment avatar
Rusli Rusli
𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘣𝘶𝘭𝘢𝘬 𝘣𝘢𝘭𝘪𝘬, 𝘣𝘶𝘬𝘢 𝘵𝘶𝘵𝘶𝘱 𝘢𝘱𝘭𝘪𝘬𝘢𝘴𝘪𝘯𝘺𝘢.... 𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘶𝘱𝘥𝘢𝘵𝘦 𝘢𝘵𝘢𝘶 𝘣𝘦𝘭𝘶𝘮.
goodnovel comment avatar
Adhy Daniella
kakkk kita ko sama......
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 113: Kepribadian Ganda

    “Maaf, Pak. Orang tua saya sedang sakit,” cicit Ryn. Dia tahu Kylar sudah tahu keadaan itu. Toh pria itu juga yang mengantarnya ke rumah sakit beberapa hari lalu. Tapi ini di kantor, di forum seperti ini, tentu dia harus menjelaskannya secara formal.Kylar menyilangkan tangan di dada. “Semua orang di ruangan ini juga punya urusan masing-masing di luar kantor.”Tidak ada yang berani bersuara.“Kalau setiap orang pergi saat meeting masih berjalan,” lanjut Kylar, “rapat ini tidak akan pernah selesai.”Ryn terdiam.“Ini laporan kuartal. Dan kamu bagian dari tim yang mengerjakannya.” Kalimat itu tidak terdengar marah. Justru terlalu profesional. Namun tetap saja membuat Ryn merasa seperti sedang ditegur. “Kalau semua orang masih di sini, kamu juga tetap di sini.”Semua orang nyaris menahan napas dalam ketegangan. Beberapa bertukar kode lewat isyarat mata. Sisanya berdoa dalam hati agar Kylar dibukakan pintu hatinya dan dilapangkan jalan pikirannya.Ryn akhirnya mengangguk kecil. “Baik, Pak

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 112: Meeting Dengan Bosszilla

    Di ujung meja, Leon yang sejak tadi sudah siap dengan dokumen meeting akhirnya menghela napas. “Udah-udah. Kita cepetan ke ruang meeting,” kata Leon sambil berdiri. Dia melirik jam di pergelangan tangannya. “Kalau Pak Kylar datang duluan dan lihat kalian masih gosip di sini, bisa-bisa kena semprot semua.”Kalimat itu langsung membuat mereka bergerak lebih cepat. Laptop diambil, tablet dibawa, dan mereka berjalan bersama menuju ruang meeting.Meeting sore itu memang penting. Mereka akan membahas review final laporan kuartal, memastikan semua angka yang akan diserahkan ke direksi sudah bersih dan tidak ada selisih.Begitu pintu ruang meeting dibuka, ruangan itu masih kosong.Leon langsung mengambil tempat di sisi kiri meja panjang, sementara Ryn duduk di dekat layar presentasi. Lala dan Agis memilih duduk berdampingan seperti biasa.Beberapa menit kemudian pintu kembali terbuka.Kylar masuk lebih dulu. Setelan jasnya masih rapi seperti biasanya, langkahnya tenang tapi membuat ruangan l

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 111: Karma

    Pertanyaan semacam ini dijawab salah bisa bahaya. Tidak dijawab, lebih bahaya lagi.Apalagi yang bertanya istrinya sendiri.Kylar menghela napas kecil, lalu menjawab santai, “Ya pernah dong. Suami kamu ini normal, Ryn.”Ryn langsung terdiam. Ekspresinya berubah dalam sepersekian detik. Alisnya naik, matanya menyipit, dan mulutnya sedikit mengerucut seperti orang yang baru saja menemukan informasi yang sangat tidak menyenangkan.Kylar hampir tertawa melihat perubahan wajah itu. Ada sesuatu yang aneh dalam dirinya. Melihat Ryn cemburu justru terasa menyenangkan.“Siapa?” tanya Ryn cepat.“Hm …” Kylar mengangkat bahu ringan, pura-pura berpikir. “Mas!”“Ada lah.”Ryn langsung menyilangkan tangan di dada. “Kalau ‘ada lah’ jawabannya? Berarti lebih dari satu dong?”Kylar akhirnya benar-benar tertawa kecil. “Ini kenapa jadi interogasi?”“Karena kamu jawabnya mencurigakan!” tukas Ryn.Kylar memperhatikan wajah Ryn beberapa detik. Ada kesal di sana, ada cemburu juga, meskipun jelas Ryn berusa

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 110: Gawat!

    “Tumben jemput aku?” tanya Ryn agak keras karena suara angin dan helm fullface yang mereka pakai. Dia sedikit mencondongkan tubuhnya agar suaranya bisa terdengar.Kylar tertawa kecil di depan. “Takut diambil alih orang lain kalau aku nggak jemput.”Ryn langsung tahu maksudnya. “Masih dendam aja sama Papi,” katanya sambil menepuk ringan punggung Kylar.Kylar menggeleng sedikit, walau gerakannya hampir tidak terlihat karena helm.“Bukan dendam. Cuma masih inget aja,” jawab Kylar santai.Di dalam kepalanya, Kylar sebenarnya masih bisa membayangkan dengan jelas bagaimana ayahnya dengan santai menawarkan tumpangan pada Ryn berkali-kali. Dan yang membuatnya tidak suka bukan soal tumpangannya, tapi karena Ryn terlihat nyaman menerimanya.Kylar memperlambat motor sedikit ketika lampu lalu lintas berubah merah.“Kamu udah makan?” tanyanya kemudian.“Belum,” jawab Ryn. “Terakhir itu minum kopi yang kamu kirim tadi sore.”Kylar melirik kaca spion sebentar, seolah ingin memastikan Ryn baik-baik s

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 109: Suami Ryn

    “Mas Naufal baru pulang juga?”Lala menyapa lebih dulu ketika mereka keluar dari lift dan melewati lobi kantor. Naufal baru saja keluar dari toilet pria di ujung koridor, masih merapikan jam tangannya ketika melihat mereka berdua.“Iya, kebetulan baru beres,” jawab Naufal santai. Dia lalu menoleh ke Ryn dan Lala yang berjalan beriringan menuju pintu depan. “Kalian baru pulang juga? Pasti lembur ya karena laporan kuartal.”“Biasa, Mas. Mode zombie. Pergi paling pagi, pulang paling malam. Biasanya jam delapan malam udah tiduran di kamar. Sekarang malah masih di kantor,” keluh Ryn dramatis. Dia mengibaskan tangannya seolah benar-benar kelelahan.Lala langsung terkikik. “Kasihan suami Cici. Biasanya jam segini pasti lagi dikelonin.”“Eh jangan gitu! Malu ada Mas Naufal,” protes Ryn cepat sambil pura-pura menutup wajahnya.Naufal menahan senyum kecil. Namun, sebelum dia sempat berkata apa-apa, Lala sudah melanjutkan topik lain.“Btw, Mas Naufal nggak bareng sama Pak Kylar?”“Pak Kylar suda

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 108: Kiriman

    Ryn langsung menoleh. “Kenapa?”Kylar menatapnya dengan ekspresi datar yang sengaja dibuat serius, seolah sedang menyampaikan sesuatu yang sangat penting. “Karena ternyata istriku jauh lebih berbahaya.”Ryn mendengus kecil, tapi kemudian dia menoleh lagi dengan tatapan sedikit lebih usil.“Tapi bener kamu memang nggak ada perasaan apa-apa sama Dara?” tanyanya ringan.Pertanyaan itu terdengar santai, hampir seperti candaan. Padahal Ryn sendiri sudah tahu jawabannya. Hanya saja, kadang perempuan memang butuh sedikit validasi, meskipun logikanya sudah lebih dulu percaya.“Kamu ini lagi cari masalah ya pagi-pagi?”Kylar berhenti berjalan. Dia menoleh perlahan ke arah Ryn, matanya menyipit sedikit seperti seseorang yang sedang menilai apakah lawan bicaranya serius atau hanya mencari gara-gara.Ryn mengangkat bahu santai. “Nanya doang!”Kylar menatapnya beberapa detik lagi, lalu akhirnya tertawa pelan. Dia kembali melanjutkan langkahnya di lintasan.“Kalau aku tertarik sama dia,” katanya sa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status