Share

Dinikahi Pria Terkaya, Tetapi Hatiku Sepi Merana
Dinikahi Pria Terkaya, Tetapi Hatiku Sepi Merana
Author: Luli

Bab 1

Author: Luli
Orang terkaya di seluruh dunia, Yanto, terkenal sebagai seseorang yang gila kerja. Selama lima tahun menikah dengannya, entah sudah berapa kali Veronica ditinggalkannya karena urusan pekerjaan.

Untuk yang pertama kalinya, yaitu saat ulang tahunnya Veronica. Dia sudah memesan restoran dengan penuh perhatian, tetapi Yanto malah tiba-tiba terbang ke luar negeri demi sebuah akuisisi dan membiarkannya menunggu dari siang hingga malam.

Untuk yang kedua kalinya, yaitu saat Veronica mengalami kecelakaan mobil. Nyawanya berada di ujung tanduk dan membutuhkan tanda tangan dari keluarga. Dengan sisa tenaganya, dia mengirim pesan pada Yanto.

Namun, Yanto hanya berkata dengan dingin, "Aku sedang membicarakan urusan yang sangat penting. Kamu urus saja sendiri."

Untuk yang ketiga kalinya, yaitu saat ayahnya Veronica dalam kondisi kritis. Pria tua itu menahan napas terakhir karena ingin bertemu dengan Yanto, tetapi dia tidak bisa datang tepat waktu karena sibuk dengan upacara penandatanganan proyek bernilai 200 triliun.

Saat menggenggam tangan ayahnya yang perlahan-lahan menjadi dingin sambil mendengar nada sibuk di seberang telepon, hati Veronica pun benar-benar membeku. Setelah ditinggalkan sekali demi sekali, dia akhirnya mengerti. Di hati Yanto, tidak ada hal atau siapa pun yang bisa menandingi kerajaan bisnisnya.

....

Veronica berkata pada dirinya sendiri, ini adalah harga dari pernikahan aliansi. Sebelumnya, Yanto memang sudah berkata tidak akan mencintainya, tetapi untungnya Yanto juga tidak mencintai orang lain.

Namun, tepat saat Veronica hampir mulai terbiasa dengan rasa putus asa dan dingin ini, lingkaran sosial tiba-tiba digemparkan oleh sebuah kabar yang mengejutkan. Yanto yang selalu dikenal tidak dekat dengan wanita dan hanya tahu bekerja, ternyata diam-diam punya seorang wanita simpanan yang dimanjakannya tanpa batas.

Konon, Yanto sampai meninggalkan proyek bernilai 200 triliun yang hampir ditandatangani demi menemani gadis itu bermain ski di Pegunungan Alpen. Selama seminggu penuh ini, dia juga menolak semua rapat hanya untuk menemani gadis itu merawat seekor anak kucing yang sakit.

Konon, Yanto juga membiarkan gadis itu mencorat-coret kontrak bernilai fantastis miliknya. Hanya karena gadis itu berkata tidak seru, Yanto bahkan langsung menghentikan rapat dengan partner yang sudah bekerja sama selama bertahun-tahun ....

Saat mendengar semua itu, reaksi pertama Veronica adalah tidak percaya. Bagaimana mungkin? Orang itu adalah Yanto yang menganggap waktu sebagai nyawanya dan terkenal dengan kerasionalannya yang bahkan sampai terkesan kejam.

Entah mengapa, Veronica sampai mengerahkan seluruh koneksi dan tabungannya untuk diam-diam menyelidiki gadis itu. Namun, Yanto melindungi gadis itu dengan sangat ketat. Setelah menguras begitu banyak tenaga dan menghabiskan banyak uang, dia juga akhirnya hanya bisa mendapatkan satu foto candid dari wajah samping yang sangat buram.

Di foto itu, terlihat gadis muda yang manis sedang berada dalam pelukan Yanto yang menjaganya dengan sangat hati-hati. Sikap protektif Yanto yang seperti itu adalah sesuatu yang tidak pernah dirasakannya selama lima tahun pernikahan mereka.

Setelah mendapatkan foto itu, sore harinya Veronica keluar rumah dengan hati yang gelisah. Begitu dia berjalan ke pinggir jalan, sebuah Rolls-Royce hitam melaju seperti kehilangan kendali dan langsung menerjang ke arahnya.

Veronica bahkan tidak sempat melihat orang di dalam mobil itu. Dia hanya merasa tubuhnya terlempar ke udara, lalu jatuh keras ke tanah. Rasa sakit yang luar biasa langsung menyapu seluruh tubuhnya dan kesadarannya segera ditelan kegelapan.

Setelah tersadar kembali, yang menyambut Veronica adalah bau tajam dari cairan disinfektan rumah sakit. Yang terlihat di depan matanya adalah wajah formal dari kepala sekretarisnya Yanto.

Sekretaris itu berkata dengan suara datar, "Nyonya, kamu sudah sadar. Pak Yanto minta aku sampaikan pesan ini. Jangan selidiki orang dan hal yang harusnya nggak kamu selidiki. Kalau nggak, lain kali nggak akan hanya sebuah kecelakaan saja."

Mata Veronica langsung membelalak dan rasa sakit di dadanya hampir membuatnya tidak bisa bernapas. Yanto? Ternyata benar-benar dia? Hanya karena dia mendapatkan satu foto wajah gadis itu dari samping, Yanto sampai tega menciptakan sebuah kecelakaan mobil untuk memperingatkannya.

Rasa terkejut dan sakit hati yang luar biasa seolah-olah menelan Veronica. Pria yang sudah dicintainya selama bertahun-tahun dan dikiranya hanya akan bersemangat pada pekerjaan selamanya, ternyata bisa bertindak begitu gila dan kejam demi wanita lain. Dia tidak berani percaya, tetapi dia juga tidak memiliki pilihan selain memercayainya.

Veronica mengira dia tidak akan pernah bisa melihat wajah asli gadis itu selamanya. Namun, seminggu kemudian, dia menerima sebuah telepon tak terduga dari kantor polisi.

"Apa ini keluarganya Pak Yanto? Ada orang yang lapor ... menuduh Pak Yanto memakai jasa prostitusi. Mohon kamu datang ke sini sebentar ...."

Kepala Veronica berdengung dan menjadi kosong seketika. Memakai jasa prostitusi? Yanto? Seolah-olah sebuah robot, dia bergegas menuju kantor polisi.

Begitu masuk, Veronica melihat seorang gadis muda mengenakan gaun mahal dan berpenampilan anggun sedang duduk menyilangkan kaki di kursi. Dia mengomel dengan manja, "Kenapa kalian belum panggil dia ke sini? Aku mau laporkan dia pakai jasa prostitusi, kalian masih nggak paham ya? Atau karena dia orang terkaya di dunia, jadi kalian nggak berani tangkap dia?"

Dengan ekspresi canggung dan keringat dingin bercucuran, para polisi di sekitar terus menjelaskan, "Bu, apa ada yang salah paham di sini? Pak Yanto ...."

Gadis itu mengentak kaki dengan kesal. "Salah paham apa? Kalau kalian nggak berani tangkap dia, aku akan lapor di kantor polisi lain."

Begitu gadis itu selesai berbicara, terdengar suara rem mobil mendadak dari luar kantor polisi.

Begitu sebuah sedan hitam berhenti, Yanto yang mengenakan setelan jas hitam yang pas di badan berjalan masuk dengan ekspresi dingin dan tegas. Wajah tampannya yang nyaris sempurna ditambah aura kuat yang begitu dominan, membuat suasana di seluruh lobi langsung hening. Dia langsung menatap Veronica dan mengernyitkan alis, lalu berkata dengan nada dingin, "Kenapa kamu di sini?"

Tenggorokan Veronica tegang sejenak, lalu menjawab dengan suara serak, "Polisi ... telepon aku."

Ekspresi Yanto menjadi makin dingin, lalu berkata dengan nada yang tak bisa dibantah, "Di sini nggak ada urusanmu lagi, kamu pulang dulu."

Setelah mengatakan itu, Yanto tidak menatap Veronica lagi dan langsung berjalan mendekati gadis yang membuat keributan itu.

Adegan berikutnya membuat Veronica seperti disambar petir dan darah di tubuhnya seolah-olah langsung membeku. Yanto yang selalu terlihat berkuasa dan dingin ternyata rela merendahkan diri dan berjongkok di depan gadis itu.

Yanto mengangkat kepala, lalu menatap gadis itu. Dia berbicara dengan suara lembut dan manja yang belum pernah didengar Veronica sebelumnya, bahkan membujuk dengan hati-hati. "Sayang, siapa lagi yang bikin kamu kesal? Huh?"

Mata gadis yang bernama Lucinta itu langsung memerah dan bibirnya secara refleks cemberut dengan manja. "Yah kamu. Kamu nggak balas pesanku dalam tiga detik. Jadi, aku marah dan datang ke sini buat melaporkan kamu atas tuduhan memakai jasa prostitusi."

Alasan yang tidak masuk akal itu membuat semua orang di sekitar tercengang dan menarik napas.

Namun, Yanto bukan saja tidak marah setelah mendengar ucapan itu, dia malah tertawa pelan. Dia mengulurkan tangan dan membelai pipi Lucinta, lalu berkata dengan nada yang sangat memanjakan, "Oke, oke. Ini salahku. Karena kamu melaporkanku atas tuduhan itu dan mau menangkapku, bagaimana kalau aku benar-benar masuk penjara beberapa hari agar amarahmu reda?"

Saat mengatakan itu, Yanto benar-benar mengulurkan tangannya ke arah polisi di samping dan mengisyaratkan agar diborgol.

Polisi itu sampai ketakutan dan wajahnya menjadi pucat.

Asisten Yanto buru-buru maju menjelaskan, "Bu Lucinta salah paham. Pagi ini Pak Yanto mengalami sedikit kecelakaan dan lengannya terluka, jadi dia terus di rumah sakit untuk menangani lukanya. Baterai ponselnya juga sudah habis dan otomatis mati, jadi dia nggak sempat balas pesanmu. Tolong jangan marah."

Begitu mendengar ucapannya, Lucinta langsung panik. Dia segera meraih tangan Yanto dan memang terlihat perban putih di balik ujung lengan jasnya. Air matanya langsung menetes. "Kamu terluka ya? Kenapa nggak bilang dari tadi?"

Namun, Yanto hanya mengusap air mata Lucinta dengan lembut. "Bagaimanapun juga, aku sudah janji akan selalu balas pesanmu secepat kilat. Aku salah karena aku nggak menepatinya, jadi aku memang pantas dihukum."

Tangisan Lucinta makin keras, lalu langsung menerjang masuk ke pelukan Yanto. "Kenapa kamu sebaik itu sama aku ...."

Yanto memeluk Lucinta, lalu berkata dengan lembut, "Karena aku mencintaimu. Sayang, karena ini salahku, kamu mau gimana hukum aku?"

Lucinta yang tadinya menangis, langsung tertawa lagi. Matanya berputar-putar, lalu menunjuk lantai sambil cemberut. "Kalau begitu, aku mau naik kuda-kudaan di sini."

Ekspresi asisten langsung berubah. Dia baru saja hendak mencegah, tetapi Yanto sudah mengangkat tangan untuk menghentikannya.

Yanto menatap Lucinta dengan tatapan penuh kasih sayang. "Harus di sini ya?"

"Harus di sini!" balas Lucinta.

"Baik."

Yanto sama sekali tidak ragu, melainkan benar-benar melakukannya di depan begitu banyak orang. Dia rela merendahkan diri dengan berlutut dan merangkak di lantai, lalu berkata dengan lembut, "Naiklah."

Lucinta tertawa bahagia. Dia menduduki punggung Yanto dengan cekatan, seperti seorang putri kecil yang angkuh.

Sementara itu, Yanto yang merupakan raja bisnis yang selama ini menguasai berita finansial dunia dan sosok yang selalu tegas, kini malah rela merangkak sambil menggendong putri kecilnya. Tidak ada rasa kesal sedikit pun di ekspresinya, hanya dipenuhi toleransi dan kasih sayang.

Suasana di seluruh kantor polisi menjadi sunyi senyap karena semua orang tidak berani berkutik.

Hanya Veronica yang menutup mulutnya dengan erat, lalu air matanya mengalir deras. Jika bukan karena melihatnya sendiri, sampai mati pun dia tidak akan percaya Yanto yang dingin dan tak berperasaan akan seperti ini. Yanto yang selama ini hanya memikirkan pekerjaan, ternyata memiliki sisi diri yang seperti ini.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Dinikahi Pria Terkaya, Tetapi Hatiku Sepi Merana   Bab 21

    Berbeda jauh dengan kecerahan di Paris, sebuah tempat perawatan mewah yang terpencil di Swiss selalu diselimuti suasana dingin yang sunyi.Yanto tinggal di sebuah vila di tepi danau. Lingkungannya indah luar biasa, tetapi juga terasa kosong dan menyesakkan. Sejak meninggalkan Afrika, dia menetap di sini untuk "pemulihan" dalam jangka panjang.Di mata orang lain, dia adalah sosok yang mundur di puncak kesuksesan dan menikmati hidup. Hanya dia sendiri yang tahu, ini adalah bentuk pengasingan diri tanpa batas waktu. Dia menjadi sangat pendiam dan sering kali tidak mengucapkan sepatah kata pun seharian penuh.Rambut putih di pelipisnya semakin banyak dan di matanya tersisa kelelahan dan kesunyian yang tak terhapuskan. Dia bisa duduk berjam-jam di tepi danau untuk menatap air yang dingin, dengan tatapan kosong. Entah apa yang dipikirkannya saat itu.Di sampingnya, sering tergeletak majalah bisnis. Di sampulnya, kadang ada wawancara Veronica, dengan fotonya yang bersinar.Yanto melihatnya be

  • Dinikahi Pria Terkaya, Tetapi Hatiku Sepi Merana   Bab 20

    Yanto membayangkan sosok Veronica yang berdiri di bawah sorotan lampu sambil menerima trofi dengan senyum percaya diri dan gemilang. Semua itu adalah kejayaan yang seharusnya menjadi milik Veronica sejak dulu. Namun karena dirinya, kesuksesan itu tertunda selama bertahun-tahun.Yanto memejamkan mata. Yang terlintas di benaknya adalah saat dia pertama kali menikah dengan Veronica. Dari sepasang mata yang penuh rasa takut dan harapan, bayangan Veronica saat diam-diam menyiapkan makan malam di vila, air mata putus asa di kantor polisi, dan tatapan terakhir Veronica padanya yang dingin dan tanpa emosi.Setetes air mata mengalir dari sudut matanya, lalu menghilang ke dalam kerah pakaian dengan cepat.Saat dia membuka mata lagi, gejolak hebat di dalam tatapannya telah mereda. Yang tersisa hanyalah doa yang jauh, pasrah, dan kelegaan yang sepenuhnya.Yanto telah mengampuni dirinya sendiri dan akhirnya menerima kenyataan bahwa Veronica akan selalu bahagia, tetapi tidak akan pernah menjadi mili

  • Dinikahi Pria Terkaya, Tetapi Hatiku Sepi Merana   Bab 19

    Waktu selama tiga tahun telah cukup untuk menunjukkan hasil akhir dari banyak hal.Nama Veronica kini telah menjadi nama yang dihormati di dunia desain.Skala studionya berkembang lebih dari dua kali lipat. Karya-karyanya memadukan estetika timur dengan pemikiran modern. Dia sering tampil di galeri internasional ternama dan penghargaan terus mengalir tanpa henti.Dia bukan lagi bayangan siapa pun, melainkan dirinya sendiri, sang desainer Veronica.Hidupnya terasa penuh dan tenang. Dia tidak terburu-buru memulai pernikahan baru, melainkan menikmati ritme hidup yang sepenuhnya dia kendalikan sendiri.Hubungannya dengan Willy stabil dan nyaman. Mereka adalah partner yang selaras dalam pekerjaan, sekaligus sahabat yang bisa saling berbagi dalam kehidupan. Rasa hormat, pengertian, dan kebersamaan yang tenang dari Willy membuatnya merasakan kedamaian dan rasa aman yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.Veronica sendiri tidak terburu-buru untuk menentukan apakah hubungan mereka bisa melang

  • Dinikahi Pria Terkaya, Tetapi Hatiku Sepi Merana   Bab 18

    Setiap kali ada kabar baik tentang Veronica, malam itu, lemari anggur di ruang kerja Yanto akan terbuka. Yanto tidak membutuhkan siapa pun untuk menemaninya. Dia hanya duduk sendirian dalam kegelapan sambil meneguk seteguk demi seteguk alkohol sambil menghadap jendela kaca besar dengan gemerlap lampu kota di luar.Melihat senyum percaya diri Veronica saat menerima penghargaan di layar, dia akan tertawa pelan. Namun saat tertawa, air matanya tiba-tiba mengalir, bercampur dengan rasa tajam wiski yang membakar tenggorokan dan jantungnya.Itu adalah emosi yang sangat rumit. Ada kebanggaan yang tulus untuk Veronica, ada penyesalan yang mendarah daging, ada rasa kehilangan yang tak bisa ditebus, dan pada akhirnya semua itu berubah menjadi kesepian yang tak berbatas.Seolah menjaga sebuah rahasia yang tak bisa diungkapkan, dia diam-diam menggunakan segala cara untuk membersihkan setiap rintangan di jalan masa depan Veronica.Saat ada pesaing tak tahu diri yang mencoba menekannya dengan cara k

  • Dinikahi Pria Terkaya, Tetapi Hatiku Sepi Merana   Bab 17

    Apa saja yang sudah dia lakukan?!Rasa sakit dan penyesalan yang begitu besar seketika menggerogoti jantungnya dan membuatnya nyaris tak bisa bernapas. Dia langsung berlari keluar, sekarang hanya ada satu pemikiran di benaknya.Menemukan Veronica!Yanto menunggu di bawah gedung studio tempat Veronica bekerja dan menunggu di depan pintu apartemen barunya.Pria yang dulunya begitu angkuh dan rapi, kini dagunya dipenuhi janggut kasar. Matanya tampak cekung dan jasnya kusut melekat di tubuhnya. Hanya sepasang mata yang memerah itu yang tetap menatap setiap pintu masuk dan keluar dengan intens.Saat akhirnya dia melihat sosok anggun itu muncul, jantungnya berdegup kencang.Yanto tersandung saat berlari untuk mengadang di depan Veronica. Suaranya terdengar serak karena demam tinggi dan kegelisahan, "Vero ... Veronica! Maaf ... maaf! Aku salah ... aku sudah tahu semuanya ...."Yanto tergagap dan mencoba meraih tangan Veronica, tetapi Veronica malah menghindar dengan santai dan tegas."Aku tah

  • Dinikahi Pria Terkaya, Tetapi Hatiku Sepi Merana   Bab 16

    Ternyata ... kenyataannya seperti ini. Yanto akhirnya tahu Lucinta tidak pernah selalu setia menemaninya dan tidak pernah mempertaruhkan nyawa untuk menyelamatkannya juga. Hanya Veronica yang nekat tanpa memikirkan diri sendiri dan kedua tangan berlumuran darah, sedangkan Lucinta hanya berpura-pura dan merebut jasa orang lain tanpa malu.Semua toleransi yang diberikan Yanto selama bertahun-tahun ini, semua tindakan mengalah yang dilakukannya, dan semua rasa bersalah serta tanggung jawab karena utang budi. Ternyata semua yang diberikannya pada Lucinta hanya menjadi lelucon terbesar dalam hidupnya.Sementara itu, apa yang telah dilakukan Yanto pada penyelamat nyawanya yang sebenarnya?Karena Veronica menyelidiki Lucinta, Yanto sengaja menciptakan kecelakaan mobil untuk memperingatkan Veronica. Saat di kantor polisi, dia membiarkan Lucinta mempermalukan Veronica dan bahkan menyuruh Veronica pergi. Hanya karena Lucinta ingin makan kue, dia menyeret Veronica turun dari meja operasi dan meng

  • Dinikahi Pria Terkaya, Tetapi Hatiku Sepi Merana   Bab 9

    Veronica kesakitan sampai merasa dirinya hampir mati.Dokter pribadi akhirnya datang setelah mendengar kabar Veronica dan segera memberikan obat pereda nyeri kuat serta antiinflamasi, lalu menangani luka di punggung Veronica dengan hati-hati. Dia mengingatkan, "Untung saja ditangani tepat waktu. Ini

  • Dinikahi Pria Terkaya, Tetapi Hatiku Sepi Merana   Bab 8

    Dalam beberapa hari berikutnya, Veronica menyaksikan sendiri Yanto memanjakan seseorang sampai sejauh mana. Saat Lucinta bilang ingin makan jelly bunga sakura yang harus dikirim lewat penerbangan khusus, Yanto langsung memborong penerbangan internasional dini hari hanya untuk mengantar jelly itu.Sa

  • Dinikahi Pria Terkaya, Tetapi Hatiku Sepi Merana   Bab 7

    Saat menatap lampu belakang mobil Yanto yang melaju menjauh, tubuh dari para sahabatnya Veronica gemetar karena marah. Namun, mereka hanya bisa buru-buru membawa Veronica yang terluka parah ke rumah sakit terlebih dulu.Saat kembali terbangun di rumah sakit, yang ada di sisi Veronica hanya seorang p

  • Dinikahi Pria Terkaya, Tetapi Hatiku Sepi Merana   Bab 6

    Yanto akhirnya menatap Veronica dengan dingin, lalu ekspresinya langsung sangat muram saat melihat beberapa pria tampan dan berwibawa yang berdiri di belakang Veronica. "Veronica, aku sudah peringatkan kamu jangan berniat buruk pada Lulu. Kenapa? Kamu sendiri saja nggak cukup jadi kamu suruh teman-t

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status