แชร์

Bab 6

ผู้เขียน: Luli
Yanto akhirnya menatap Veronica dengan dingin, lalu ekspresinya langsung sangat muram saat melihat beberapa pria tampan dan berwibawa yang berdiri di belakang Veronica. "Veronica, aku sudah peringatkan kamu jangan berniat buruk pada Lulu. Kenapa? Kamu sendiri saja nggak cukup jadi kamu suruh teman-temanmu menggodanya juga ya?"

Veronica hampir tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Menggoda? "Yanto, jamu buta ya? Jelas-jelas Lucinta yang mengganggu teman-temanku!"

Yanto masih hendak mengatakan sesuatu, tetapi Lucinta yang kesal karena dia tidak langsung dibujuk sudah mengentak kaki dan berlari keluar.

"Lulu!"

Yanto langsung mengejar Lucinta, lalu nada bicaranya langsung menjadi cemas dan memanjakan. "Baik baik baik. Jangan marah lagi, ini salahku. Mulai sekarang, aku nggak akan membahas kontrak berduaan dengan wanita lain lagi. Bagaimana? Heh?"

Bahkan sebelum pergi, Yanto masih sempat menoleh dan memberi perintah dingin pada para pengawal. "Tangan mana dari pria-pria ini yang tadi sentuh Bu Lucinta, hancurkan tangan itu."

Setelah mengatakan itu, Yanto langsung berlari mengejar Lucinta dan tidak menoleh lagi.

Para pengawal segera maju dan siap bertindak.

Veronica yang tidak percaya dengan perintah itu segera berdiri di depan teman-temannya, lalu berkata dengan nada tajam dan lantang. "Lancang! Buka mata kalian dan lihat baik-baik! Mereka yang sentuh dia lebih dulu atau Lucinta sendiri yang ganggu mereka lebih dulu? Mereka ini temanku, mereka terkenal dan punya keluarga terpandang di kalangan atas. Kalau berani, coba saja sentuh mereka!"

Pengawal yang memimpin tetap tanpa ekspresi. "Bu Veronica, mohon jangan mempersulit kami. Latar belakang keluarga teman-temanmu memang bagus, tapi itu tetap masih kalah di hadapan Pak Yanto. Dengan satu kalimat dari Pak Yanto, keluarga mereka akan bangkrut dengan mudah. Aku harus memberi penjelasan lagi pada Pak Yanto."

Seluruh tubuh Veronica terasa dingin, lalu amarah dan rasa tak berdaya seolah-olah hampir menelannya. Dia tahu apa yang dikatakan pengawal itu memang benar. Untuk pertama kalinya, dia begitu membenci fakta bahwa dia pernah menikah dengan Yanto. Bukan hanya dirinya yang dihina, tetapi sahabat-sahabat terbaiknya juga ikut terseret.

Veronica menarik napas dalam-dalam untuk menekan gejolak emosi di dadanya, lalu menatap pengawal itu dengan tatapan penuh tekad. "Baik, aku yang akan bantu kamu memberi penjelasan."

Dia tiba-tiba meraih batang logam untuk dekorasi yang ada di samping. Di bawah tatapan terkejut semua orang dan para sahabatnya, dia menghantam batang itu ke pergelangan tangan kirinya dengan kuat.

Krak!

Rasa sakit yang luar biasa langsung menjalar ke seluruh tubuh Veronica, lalu tangan kirinya terkulai lemah dan tak berdaya.

"Caca!" teriak para sahabat itu dengan panik, lalu bergegas memapah Veronica.

Wajah Veronica sudah pucat pasi dan keringat dingin bercucuran, tetapi dia tetap memaksakan diri untuk menatap pengawal itu. "Sekarang kamu sudah bisa memberi penjelasan, 'kan? Pukulan ini ... aku yang menanggungnya menggantikan teman-temanku."

Pengawal itu menatap Veronica dengan tatapan yang rumit sejenak, tetapi pada akhirnya dia tidak mengatakan apa-apa dan berbalik pergi.

Para sahabatnya Veronica merasa sangat sakit hati saat melihat kejadian itu dan buru-buru menopang tubuh Veronica. "Kenapa kamu ini begitu bodoh. Paling-paling kita lawan saja mereka."

Veronica menggelengkan kepala dengan lemah dan bibirnya sampai bergetar karena kesakitan. "Nggak akan bisa menang .... Nggak apa-apa, tangan ini ... masih bisa disambung ...."

Sekelompok sahabat masa kecilnya Veronica merasa sangat panik, sehingga mereka buru-buru menopang Veronica keluar dan bersiap ke rumah sakit untuk menangani tangan Veronica. Namun, mereka baru saja keluar dari pintu bar, tiba-tiba terdengar suara pertengkaran sengit dari balkon lantai dua.

Saat secara refleks mengangkat kepala, Veronica malah melihat Lucinta yang entah bagaimana sudah memanjat ke tepi balkon dan tubuhnya bergoyang seolah-olah bisa jatuh kapan pun.

"Jangan mendekat! Aku masih belum memaafkanmu! Kalau kamu maju lagi, aku lompat!" teriak Lucinta sambil menangis.

Sementara itu, Yanto berdiri tidak jauh dari sana. Ekspresinya yang biasanya selalu tenang dan terkendali itu, untuk pertama kalinya terlihat panik. "Lulu, jangan bodoh! Cepat turun! Asal kamu turun, aku akan lakukan apa pun yang kamu mau!"

"Benar-benar apa pun boleh?" tanya Lucinta sambil terisak-isak.

"Benaran, bahkan nyawaku pun boleh!" balas Yanto.

Veronica yang mendengar kata-kata itu dari lantai bawah hanya merasa semuanya konyol dan mengecewakan. Sebenarnya seberapa besar cinta Yanto pada Lucinta sampai rela menerima ancaman tidak masuk akal seperti ini?

Tepat pada saat itu, seolah-olah berhasil dibujuk Yanto, Lucinta turun dari tepi balkon dengan hati-hati. Namun, kakinya tiba-tiba terpeleset.

"Ah!"

Di tengah jeritan semua orang, tubuh Lucinta langsung jatuh dari lantai dua dan tepat di bawahnya adalah Veronica yang baru keluar dari pintu.

Brak!

Benturan yang berat itu membuat pandangan Veronica menjadi gelap dan langsung menghantam tanah. Dia menjadi bantalan tubuh manusia sepenuhnya dan rasa sakit yang luar biasa menyebar ke seluruh tubuhnya.

Seperti orang gila, Yanto berlari turun dari lantai atas. Saat melihat pemandangan di lantai, dia tanpa ragu langsung mengangkat Lucinta yang sudah sangat ketakutan dan berkata dengan suara bergetar, "Lulu! Lulu, kamu nggak apa-apa? Jangan takut, aku akan segera bawa kamu ke rumah sakit!"

Yanto menggendong Lucinta dan segera berlari menuju mobil. Dari awal hingga akhir, dia bahkan tidak melihat apakah Veronica yang tertindih di bawah wanita yang paling dicintainya itu masih hidup atau sudah mati.

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป

บทล่าสุด

  • Dinikahi Pria Terkaya, Tetapi Hatiku Sepi Merana   Bab 21

    Berbeda jauh dengan kecerahan di Paris, sebuah tempat perawatan mewah yang terpencil di Swiss selalu diselimuti suasana dingin yang sunyi.Yanto tinggal di sebuah vila di tepi danau. Lingkungannya indah luar biasa, tetapi juga terasa kosong dan menyesakkan. Sejak meninggalkan Afrika, dia menetap di sini untuk "pemulihan" dalam jangka panjang.Di mata orang lain, dia adalah sosok yang mundur di puncak kesuksesan dan menikmati hidup. Hanya dia sendiri yang tahu, ini adalah bentuk pengasingan diri tanpa batas waktu. Dia menjadi sangat pendiam dan sering kali tidak mengucapkan sepatah kata pun seharian penuh.Rambut putih di pelipisnya semakin banyak dan di matanya tersisa kelelahan dan kesunyian yang tak terhapuskan. Dia bisa duduk berjam-jam di tepi danau untuk menatap air yang dingin, dengan tatapan kosong. Entah apa yang dipikirkannya saat itu.Di sampingnya, sering tergeletak majalah bisnis. Di sampulnya, kadang ada wawancara Veronica, dengan fotonya yang bersinar.Yanto melihatnya be

  • Dinikahi Pria Terkaya, Tetapi Hatiku Sepi Merana   Bab 20

    Yanto membayangkan sosok Veronica yang berdiri di bawah sorotan lampu sambil menerima trofi dengan senyum percaya diri dan gemilang. Semua itu adalah kejayaan yang seharusnya menjadi milik Veronica sejak dulu. Namun karena dirinya, kesuksesan itu tertunda selama bertahun-tahun.Yanto memejamkan mata. Yang terlintas di benaknya adalah saat dia pertama kali menikah dengan Veronica. Dari sepasang mata yang penuh rasa takut dan harapan, bayangan Veronica saat diam-diam menyiapkan makan malam di vila, air mata putus asa di kantor polisi, dan tatapan terakhir Veronica padanya yang dingin dan tanpa emosi.Setetes air mata mengalir dari sudut matanya, lalu menghilang ke dalam kerah pakaian dengan cepat.Saat dia membuka mata lagi, gejolak hebat di dalam tatapannya telah mereda. Yang tersisa hanyalah doa yang jauh, pasrah, dan kelegaan yang sepenuhnya.Yanto telah mengampuni dirinya sendiri dan akhirnya menerima kenyataan bahwa Veronica akan selalu bahagia, tetapi tidak akan pernah menjadi mili

  • Dinikahi Pria Terkaya, Tetapi Hatiku Sepi Merana   Bab 19

    Waktu selama tiga tahun telah cukup untuk menunjukkan hasil akhir dari banyak hal.Nama Veronica kini telah menjadi nama yang dihormati di dunia desain.Skala studionya berkembang lebih dari dua kali lipat. Karya-karyanya memadukan estetika timur dengan pemikiran modern. Dia sering tampil di galeri internasional ternama dan penghargaan terus mengalir tanpa henti.Dia bukan lagi bayangan siapa pun, melainkan dirinya sendiri, sang desainer Veronica.Hidupnya terasa penuh dan tenang. Dia tidak terburu-buru memulai pernikahan baru, melainkan menikmati ritme hidup yang sepenuhnya dia kendalikan sendiri.Hubungannya dengan Willy stabil dan nyaman. Mereka adalah partner yang selaras dalam pekerjaan, sekaligus sahabat yang bisa saling berbagi dalam kehidupan. Rasa hormat, pengertian, dan kebersamaan yang tenang dari Willy membuatnya merasakan kedamaian dan rasa aman yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.Veronica sendiri tidak terburu-buru untuk menentukan apakah hubungan mereka bisa melang

  • Dinikahi Pria Terkaya, Tetapi Hatiku Sepi Merana   Bab 18

    Setiap kali ada kabar baik tentang Veronica, malam itu, lemari anggur di ruang kerja Yanto akan terbuka. Yanto tidak membutuhkan siapa pun untuk menemaninya. Dia hanya duduk sendirian dalam kegelapan sambil meneguk seteguk demi seteguk alkohol sambil menghadap jendela kaca besar dengan gemerlap lampu kota di luar.Melihat senyum percaya diri Veronica saat menerima penghargaan di layar, dia akan tertawa pelan. Namun saat tertawa, air matanya tiba-tiba mengalir, bercampur dengan rasa tajam wiski yang membakar tenggorokan dan jantungnya.Itu adalah emosi yang sangat rumit. Ada kebanggaan yang tulus untuk Veronica, ada penyesalan yang mendarah daging, ada rasa kehilangan yang tak bisa ditebus, dan pada akhirnya semua itu berubah menjadi kesepian yang tak berbatas.Seolah menjaga sebuah rahasia yang tak bisa diungkapkan, dia diam-diam menggunakan segala cara untuk membersihkan setiap rintangan di jalan masa depan Veronica.Saat ada pesaing tak tahu diri yang mencoba menekannya dengan cara k

  • Dinikahi Pria Terkaya, Tetapi Hatiku Sepi Merana   Bab 17

    Apa saja yang sudah dia lakukan?!Rasa sakit dan penyesalan yang begitu besar seketika menggerogoti jantungnya dan membuatnya nyaris tak bisa bernapas. Dia langsung berlari keluar, sekarang hanya ada satu pemikiran di benaknya.Menemukan Veronica!Yanto menunggu di bawah gedung studio tempat Veronica bekerja dan menunggu di depan pintu apartemen barunya.Pria yang dulunya begitu angkuh dan rapi, kini dagunya dipenuhi janggut kasar. Matanya tampak cekung dan jasnya kusut melekat di tubuhnya. Hanya sepasang mata yang memerah itu yang tetap menatap setiap pintu masuk dan keluar dengan intens.Saat akhirnya dia melihat sosok anggun itu muncul, jantungnya berdegup kencang.Yanto tersandung saat berlari untuk mengadang di depan Veronica. Suaranya terdengar serak karena demam tinggi dan kegelisahan, "Vero ... Veronica! Maaf ... maaf! Aku salah ... aku sudah tahu semuanya ...."Yanto tergagap dan mencoba meraih tangan Veronica, tetapi Veronica malah menghindar dengan santai dan tegas."Aku tah

  • Dinikahi Pria Terkaya, Tetapi Hatiku Sepi Merana   Bab 16

    Ternyata ... kenyataannya seperti ini. Yanto akhirnya tahu Lucinta tidak pernah selalu setia menemaninya dan tidak pernah mempertaruhkan nyawa untuk menyelamatkannya juga. Hanya Veronica yang nekat tanpa memikirkan diri sendiri dan kedua tangan berlumuran darah, sedangkan Lucinta hanya berpura-pura dan merebut jasa orang lain tanpa malu.Semua toleransi yang diberikan Yanto selama bertahun-tahun ini, semua tindakan mengalah yang dilakukannya, dan semua rasa bersalah serta tanggung jawab karena utang budi. Ternyata semua yang diberikannya pada Lucinta hanya menjadi lelucon terbesar dalam hidupnya.Sementara itu, apa yang telah dilakukan Yanto pada penyelamat nyawanya yang sebenarnya?Karena Veronica menyelidiki Lucinta, Yanto sengaja menciptakan kecelakaan mobil untuk memperingatkan Veronica. Saat di kantor polisi, dia membiarkan Lucinta mempermalukan Veronica dan bahkan menyuruh Veronica pergi. Hanya karena Lucinta ingin makan kue, dia menyeret Veronica turun dari meja operasi dan meng

  • Dinikahi Pria Terkaya, Tetapi Hatiku Sepi Merana   Bab 9

    Veronica kesakitan sampai merasa dirinya hampir mati.Dokter pribadi akhirnya datang setelah mendengar kabar Veronica dan segera memberikan obat pereda nyeri kuat serta antiinflamasi, lalu menangani luka di punggung Veronica dengan hati-hati. Dia mengingatkan, "Untung saja ditangani tepat waktu. Ini

  • Dinikahi Pria Terkaya, Tetapi Hatiku Sepi Merana   Bab 8

    Dalam beberapa hari berikutnya, Veronica menyaksikan sendiri Yanto memanjakan seseorang sampai sejauh mana. Saat Lucinta bilang ingin makan jelly bunga sakura yang harus dikirim lewat penerbangan khusus, Yanto langsung memborong penerbangan internasional dini hari hanya untuk mengantar jelly itu.Sa

  • Dinikahi Pria Terkaya, Tetapi Hatiku Sepi Merana   Bab 7

    Saat menatap lampu belakang mobil Yanto yang melaju menjauh, tubuh dari para sahabatnya Veronica gemetar karena marah. Namun, mereka hanya bisa buru-buru membawa Veronica yang terluka parah ke rumah sakit terlebih dulu.Saat kembali terbangun di rumah sakit, yang ada di sisi Veronica hanya seorang p

  • Dinikahi Pria Terkaya, Tetapi Hatiku Sepi Merana   Bab 5

    Setelah operasi, hari-hari Veronica terasa panjang dan menyiksa. Dia berbaring sendirian di ranjang rumah sakit dan menatap cairan infus yang sedikit demi sedikit menetes masuk ke pembuluh darahnya. Selain itu, dia juga merasakan rasa nyeri yang datang berkali-kali dari luka di tubuhnya.Setiap kali

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status