Share

Bab 7

Penulis: Luli
Saat menatap lampu belakang mobil Yanto yang melaju menjauh, tubuh dari para sahabatnya Veronica gemetar karena marah. Namun, mereka hanya bisa buru-buru membawa Veronica yang terluka parah ke rumah sakit terlebih dulu.

Saat kembali terbangun di rumah sakit, yang ada di sisi Veronica hanya seorang perawat. "Bu Veronica, kamu sudah sadar? Untung saja teman-temanmu antar kamu ke sini tepat waktu .... Perusahaan mereka ada urusan mendesak, jadi mereka pulang lebih dulu. Mereka suruh kami kabarkan mereka kalau kamu sudah sadar ...."

"Nggak perlu. Mereka sangat sibuk, jangan ganggu mereka," potong Veronica dengan suara serak.

Perawat itu menatap Veronica dengan tatapan penuh rasa iba. "Tapi, kamu butuh seseorang untuk merawatmu ...."

"Aku bisa sendirian," kata Veronica sambil memejamkan mata, menutupi semua kerapuhannya.

Setelah itu, dimulailah hari-hari pemulihan Veronica yang panjang dan sunyi. Dia makan dan mengganti obat sendiri, serta merawat dirinya sendiri. Saat keluar dari rumah sakit, dia sendiri juga yang mengurus semua administrasi dan kembali ke vila.

Veronica mulai membereskan barang-barangnya. Dia mengumpulkan semua hadiah, pakaian, dan benda-benda yang pernah diam-diam dibelinya sebagai barang pasangan dengan penuh cinta, tetapi Yanto tidak pernah meliriknya sekali pun. Dia membuang semua benda itu ke tempat sampah.

Saat Veronica menyeret tubuh lelahnya untuk membersihkan tumpukan barang terakhir, pintu utama terbuka dan Yanto masuk sambil merangkul pinggang Lucinta. Dia bahkan tidak melirik Veronica yang sedang membuang barang dan langsung memberi perintah pada kepala pelayan yang menunggu di samping.

"Belakangan ini Lulu butuh istirahat total, jadi dia akan tinggal di rumah untuk sementara ini. Bereskan kamar utama yang pencahayaannya paling bagus. Semua perlengkapannya ganti yang baru sesuai seleranya. Dia suka warna merah muda, seprai harus sutra, pakai tirai penghalang cahaya yang terbaik, setiap hari harus ganti mawar putih di kamar dengan yang paling segar, makanan yang dimakannya ...."

Yanto menjelaskan semuanya dengan sangat detail dan nada bicaranya terdengar serius serta penuh perhatian.

Mendengar semua itu, Veronica yang berdiri di ujung tangga merasa hatinya sangat dingin. Dia teringat saat pertama kali dia pindah ke rumah ini. Saat itu, Yanto hanya menyuruh asistennya mengantarnya ke kamar tamu dan berkata dengan dingin, "Kalau ada yang kurang, cari kepala pelayan."

Ternyata, cinta dan tidak cinta memang bisa terlihat begitu jelas.

Veronica menundukkan kepala dan berniat diam-diam naik ke lantai atas.

"Berhenti!"

Lucinta tiba-tiba memanggil Veronica, lalu matanya memerah dan menunjuk gaun yang dikenakan Veronica. "Kenapa kamu pakai baju pasangan dengan Yanto?"

Veronica tertegun sejenak. Dia baru menyadari hari ini Yanto mengenakan kemeja biru tua, sedangkan dia mengenakan gaun lama berwarna biru tua. Hanya warna pakaian mereka saja yang kebetulan mirip. Dia baru saja hendak menjelaskan situasinya.

Namun, Lucinta sudah mulai membuat keributan. "Yanto hanya milikku seorang! Selain aku, nggak boleh ada yang pakai warna yang sama dengannya! Lepaskan gaun itu! Lepaskan sekarang juga!"

Veronica tidak percaya dengan apa yang didengarnya. "Ini cuma kebetulan ...."

"Aku nggak peduli! Lepaskan!"

Lucinta menjerit, lalu langsung menjatuhkan dirinya ke pelukan Yanto dan menangis. "Yanto, dia menindasku!"

Ekspresi Yanto langsung menjadi muram. Tanpa ragu sedikit pun, dia langsung berkata pada para pelayan di samping, "Kalian nggak dengar kata-kata Lulu ya? Bantu dia lepaskan pakaiannya."

"Yanto! Berani-beraninya kamu!" teriak Veronica sambil mundur dengan panik.

Namun, para pelayan hanya mendengarkan perintah Yanto. Mereka segera maju, tanpa memedulikan perlawanan dan tangisan Veronica, lalu merobek gaunnya dengan kasar.

Sreet ....

Terdengar suara kain dirobek yang sangat memekakkan telinga.

Tak lama kemudian, pakaian Veronica dirobek hingga tersisa pakaian dalam dan berdiri di tengah aula dengan keadaan menyedihkan. Dia bahkan harus menanggung tatapan para pelayan yang merasa iba dan menghina. Malu, terhina, dan putus asa, semua emosi itu seolah-olah merobek dirinya menjadi dua.

Saat itu, terdengar suara Yanto yang dingin. "Kelak hati-hati. Jangan pakai pakaian yang warnanya sama denganku agar Lulu nggak sedih. Kalau nggak, lain kali nggak akan hanya melepas pakaian saja."

Seluruh tubuh Veronica gemetar. Dia merangkak dan melarikan diri kembali ke kamarnya sendiri.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Dinikahi Pria Terkaya, Tetapi Hatiku Sepi Merana   Bab 21

    Berbeda jauh dengan kecerahan di Paris, sebuah tempat perawatan mewah yang terpencil di Swiss selalu diselimuti suasana dingin yang sunyi.Yanto tinggal di sebuah vila di tepi danau. Lingkungannya indah luar biasa, tetapi juga terasa kosong dan menyesakkan. Sejak meninggalkan Afrika, dia menetap di sini untuk "pemulihan" dalam jangka panjang.Di mata orang lain, dia adalah sosok yang mundur di puncak kesuksesan dan menikmati hidup. Hanya dia sendiri yang tahu, ini adalah bentuk pengasingan diri tanpa batas waktu. Dia menjadi sangat pendiam dan sering kali tidak mengucapkan sepatah kata pun seharian penuh.Rambut putih di pelipisnya semakin banyak dan di matanya tersisa kelelahan dan kesunyian yang tak terhapuskan. Dia bisa duduk berjam-jam di tepi danau untuk menatap air yang dingin, dengan tatapan kosong. Entah apa yang dipikirkannya saat itu.Di sampingnya, sering tergeletak majalah bisnis. Di sampulnya, kadang ada wawancara Veronica, dengan fotonya yang bersinar.Yanto melihatnya be

  • Dinikahi Pria Terkaya, Tetapi Hatiku Sepi Merana   Bab 20

    Yanto membayangkan sosok Veronica yang berdiri di bawah sorotan lampu sambil menerima trofi dengan senyum percaya diri dan gemilang. Semua itu adalah kejayaan yang seharusnya menjadi milik Veronica sejak dulu. Namun karena dirinya, kesuksesan itu tertunda selama bertahun-tahun.Yanto memejamkan mata. Yang terlintas di benaknya adalah saat dia pertama kali menikah dengan Veronica. Dari sepasang mata yang penuh rasa takut dan harapan, bayangan Veronica saat diam-diam menyiapkan makan malam di vila, air mata putus asa di kantor polisi, dan tatapan terakhir Veronica padanya yang dingin dan tanpa emosi.Setetes air mata mengalir dari sudut matanya, lalu menghilang ke dalam kerah pakaian dengan cepat.Saat dia membuka mata lagi, gejolak hebat di dalam tatapannya telah mereda. Yang tersisa hanyalah doa yang jauh, pasrah, dan kelegaan yang sepenuhnya.Yanto telah mengampuni dirinya sendiri dan akhirnya menerima kenyataan bahwa Veronica akan selalu bahagia, tetapi tidak akan pernah menjadi mili

  • Dinikahi Pria Terkaya, Tetapi Hatiku Sepi Merana   Bab 19

    Waktu selama tiga tahun telah cukup untuk menunjukkan hasil akhir dari banyak hal.Nama Veronica kini telah menjadi nama yang dihormati di dunia desain.Skala studionya berkembang lebih dari dua kali lipat. Karya-karyanya memadukan estetika timur dengan pemikiran modern. Dia sering tampil di galeri internasional ternama dan penghargaan terus mengalir tanpa henti.Dia bukan lagi bayangan siapa pun, melainkan dirinya sendiri, sang desainer Veronica.Hidupnya terasa penuh dan tenang. Dia tidak terburu-buru memulai pernikahan baru, melainkan menikmati ritme hidup yang sepenuhnya dia kendalikan sendiri.Hubungannya dengan Willy stabil dan nyaman. Mereka adalah partner yang selaras dalam pekerjaan, sekaligus sahabat yang bisa saling berbagi dalam kehidupan. Rasa hormat, pengertian, dan kebersamaan yang tenang dari Willy membuatnya merasakan kedamaian dan rasa aman yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.Veronica sendiri tidak terburu-buru untuk menentukan apakah hubungan mereka bisa melang

  • Dinikahi Pria Terkaya, Tetapi Hatiku Sepi Merana   Bab 18

    Setiap kali ada kabar baik tentang Veronica, malam itu, lemari anggur di ruang kerja Yanto akan terbuka. Yanto tidak membutuhkan siapa pun untuk menemaninya. Dia hanya duduk sendirian dalam kegelapan sambil meneguk seteguk demi seteguk alkohol sambil menghadap jendela kaca besar dengan gemerlap lampu kota di luar.Melihat senyum percaya diri Veronica saat menerima penghargaan di layar, dia akan tertawa pelan. Namun saat tertawa, air matanya tiba-tiba mengalir, bercampur dengan rasa tajam wiski yang membakar tenggorokan dan jantungnya.Itu adalah emosi yang sangat rumit. Ada kebanggaan yang tulus untuk Veronica, ada penyesalan yang mendarah daging, ada rasa kehilangan yang tak bisa ditebus, dan pada akhirnya semua itu berubah menjadi kesepian yang tak berbatas.Seolah menjaga sebuah rahasia yang tak bisa diungkapkan, dia diam-diam menggunakan segala cara untuk membersihkan setiap rintangan di jalan masa depan Veronica.Saat ada pesaing tak tahu diri yang mencoba menekannya dengan cara k

  • Dinikahi Pria Terkaya, Tetapi Hatiku Sepi Merana   Bab 17

    Apa saja yang sudah dia lakukan?!Rasa sakit dan penyesalan yang begitu besar seketika menggerogoti jantungnya dan membuatnya nyaris tak bisa bernapas. Dia langsung berlari keluar, sekarang hanya ada satu pemikiran di benaknya.Menemukan Veronica!Yanto menunggu di bawah gedung studio tempat Veronica bekerja dan menunggu di depan pintu apartemen barunya.Pria yang dulunya begitu angkuh dan rapi, kini dagunya dipenuhi janggut kasar. Matanya tampak cekung dan jasnya kusut melekat di tubuhnya. Hanya sepasang mata yang memerah itu yang tetap menatap setiap pintu masuk dan keluar dengan intens.Saat akhirnya dia melihat sosok anggun itu muncul, jantungnya berdegup kencang.Yanto tersandung saat berlari untuk mengadang di depan Veronica. Suaranya terdengar serak karena demam tinggi dan kegelisahan, "Vero ... Veronica! Maaf ... maaf! Aku salah ... aku sudah tahu semuanya ...."Yanto tergagap dan mencoba meraih tangan Veronica, tetapi Veronica malah menghindar dengan santai dan tegas."Aku tah

  • Dinikahi Pria Terkaya, Tetapi Hatiku Sepi Merana   Bab 16

    Ternyata ... kenyataannya seperti ini. Yanto akhirnya tahu Lucinta tidak pernah selalu setia menemaninya dan tidak pernah mempertaruhkan nyawa untuk menyelamatkannya juga. Hanya Veronica yang nekat tanpa memikirkan diri sendiri dan kedua tangan berlumuran darah, sedangkan Lucinta hanya berpura-pura dan merebut jasa orang lain tanpa malu.Semua toleransi yang diberikan Yanto selama bertahun-tahun ini, semua tindakan mengalah yang dilakukannya, dan semua rasa bersalah serta tanggung jawab karena utang budi. Ternyata semua yang diberikannya pada Lucinta hanya menjadi lelucon terbesar dalam hidupnya.Sementara itu, apa yang telah dilakukan Yanto pada penyelamat nyawanya yang sebenarnya?Karena Veronica menyelidiki Lucinta, Yanto sengaja menciptakan kecelakaan mobil untuk memperingatkan Veronica. Saat di kantor polisi, dia membiarkan Lucinta mempermalukan Veronica dan bahkan menyuruh Veronica pergi. Hanya karena Lucinta ingin makan kue, dia menyeret Veronica turun dari meja operasi dan meng

  • Dinikahi Pria Terkaya, Tetapi Hatiku Sepi Merana   Bab 9

    Veronica kesakitan sampai merasa dirinya hampir mati.Dokter pribadi akhirnya datang setelah mendengar kabar Veronica dan segera memberikan obat pereda nyeri kuat serta antiinflamasi, lalu menangani luka di punggung Veronica dengan hati-hati. Dia mengingatkan, "Untung saja ditangani tepat waktu. Ini

  • Dinikahi Pria Terkaya, Tetapi Hatiku Sepi Merana   Bab 8

    Dalam beberapa hari berikutnya, Veronica menyaksikan sendiri Yanto memanjakan seseorang sampai sejauh mana. Saat Lucinta bilang ingin makan jelly bunga sakura yang harus dikirim lewat penerbangan khusus, Yanto langsung memborong penerbangan internasional dini hari hanya untuk mengantar jelly itu.Sa

  • Dinikahi Pria Terkaya, Tetapi Hatiku Sepi Merana   Bab 6

    Yanto akhirnya menatap Veronica dengan dingin, lalu ekspresinya langsung sangat muram saat melihat beberapa pria tampan dan berwibawa yang berdiri di belakang Veronica. "Veronica, aku sudah peringatkan kamu jangan berniat buruk pada Lulu. Kenapa? Kamu sendiri saja nggak cukup jadi kamu suruh teman-t

  • Dinikahi Pria Terkaya, Tetapi Hatiku Sepi Merana   Bab 5

    Setelah operasi, hari-hari Veronica terasa panjang dan menyiksa. Dia berbaring sendirian di ranjang rumah sakit dan menatap cairan infus yang sedikit demi sedikit menetes masuk ke pembuluh darahnya. Selain itu, dia juga merasakan rasa nyeri yang datang berkali-kali dari luka di tubuhnya.Setiap kali

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status