Share

Bab 17 : Aku Bosnya

Penulis: Bunga Persik
last update Tanggal publikasi: 2026-09-02 20:19:10
Bab 17: Lelang Luar Biasa

Ketika aku menunjuk kalung berlian itu, Gavin menggeleng dan berkata,

“Penyamaran kita kali ini hanya sebagai utusan perusahaan biasa. Bukan konglomerat, jadi penampilan harus disesuaikan.”

“Oh.” Freya menunduk malu.

Lalu Kin menariknya untuk melihat-lihat etalase aksesori.

“Lagian, memakai perhiasan mencolok seperti itu di negara Pilino tidak aman.”

Freya mengernyitkan dahi.

“Kenapa? Bukankah ini imitasi?”

Kin tertawa.

“Ini imitasi tingkat tinggi. Per
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dipaksa Berkencan dengan Bosku yang Kejam   Bab 17 : Aku Bosnya

    Bab 17: Lelang Luar Biasa Ketika aku menunjuk kalung berlian itu, Gavin menggeleng dan berkata, “Penyamaran kita kali ini hanya sebagai utusan perusahaan biasa. Bukan konglomerat, jadi penampilan harus disesuaikan.” “Oh.” Freya menunduk malu. Lalu Kin menariknya untuk melihat-lihat etalase aksesori. “Lagian, memakai perhiasan mencolok seperti itu di negara Pilino tidak aman.” Freya mengernyitkan dahi. “Kenapa? Bukankah ini imitasi?” Kin tertawa. “Ini imitasi tingkat tinggi. Permata ini memang berlian, tapi tingkat kemurniannya tidak 100 persen. Kalaupun dijual, harganya tetap mahal.” Mulut Freya menganga mendengar penjelasan Kin. “Properti penyamaran pun harus seserius itu?” batinnya. Gavin kemudian membuka etalase dan mengambil sebuah kalung emas putih dengan liontin delima. Ukiran kecil pada bagian rantainya terlihat sangat cantik. Tanpa banyak bicara, Gavin memakaikan kalung itu ke leher Freya, lalu mengajaknya berdiri di depan cermin besar yang ada di ruan

  • Dipaksa Berkencan dengan Bosku yang Kejam   Bab 15 : Dampak Kuasa

    Kin yang tidak menyangka akan melihat adegan seperti itu sampai membelalakkan mata.Sekretaris ini… apakah salah minum obat? batinnya.“Maafkan saya, Bu. Pak Kin sudah memberitahuku sebelumnya bahwa Anda akan datang, tetapi saya malah lupa dan mengabaikan Anda.”Wanita itu terus berlutut sambil memohon maaf.“Kenapa kamu terus berlutut? Tolong berdiri.”Freya memegang lengan sekretaris tersebut dan mencoba membantunya berdiri. Namun, wanita itu justru semakin menundukkan kepalanya.“Kin…”Suara desisan Gavin terdengar dari dalam ruangan.Freya menoleh, dan melihat Gavin Alderich berdiri di ambang pintu dengan Tristan yang tepat berada di belakangnya.“Bos… eh, Honey…” ucap Freya terbata.Seketika itu juga wajah sekretaris wanita tersebut berubah pucat. Matanya membelalak, lalu bibirnya bergetar.“Tolong jangan pecat saya, Pak! Bu! Saya benar-benar minta maaf!”Kin memejamkan mata sebentar. "Astaga" Gavin melirik tajam ke arah Kin.Kin yang takut dirinya ikut disalahkan segera melangk

  • Dipaksa Berkencan dengan Bosku yang Kejam   Bab 14 : Sekretaris Sang Presdir

    Freya berlatih selama sepuluh hari, mulai dari mengenali dan merakit senjata hingga mempelajari sedikit bela diri khusus.Gavin mengajarinya CQC (Close-Quarters Combat), dan Freya mampu belajar dengan cepat serta menguasainya dengan cukup baik.Terkadang, pelatihnya digantikan oleh Lucien ketika Gavin harus menghadiri rapat atau bertemu dengan klien besar.Benar kata Tristan tentang julukan orang dari neraka itu. Lucien bahkan tidak pernah tersenyum. Wajahnya seperti sudah di-setting seperti itu sejak lahir.“Kau harus menjaga fisikmu agar selalu bugar, Freya,” ucap Lucien.“Yes, Sir!” jawab Freya dengan suara lantang.Lucien menaikkan alisnya. Sambil bersedekap, ia berkata,“Untuk CQC, latihan itu akan terus berlanjut. Bos sudah mendaftarkan dirimu di akademi bela diri khusus.”Freya mengangguk. Ia tahu bahwa bela diri tidak mungkin dikuasai hanya dalam waktu singkat.Namun, setidaknya ia sudah mengetahui beberapa teknik dasar.Hari ini adalah latihan terakhirnya, dan Freya merasa ba

  • Dipaksa Berkencan dengan Bosku yang Kejam   Bab 13 : Mengetahui Jenis Senjata

    “Tentu saja. Apakah kau di sini untuk tidur?” Gavin berkata sarkastis, membuat Freya tersenyum canggung.“Kemarilah,” perintah Gavin yang kini sudah berdiri di depan shooting lane paling tengah.Freya berjalan mendekat. Gavin kemudian memasangkan earmuff ke kepalanya.“Ingat, kode senjata ini adalah Apel 17,” ucap Gavin sambil memegang sebuah pistol Glock 17.“Kaliber sembilan milimeter. Magasin standar tujuh belas peluru. Panjang keseluruhannya sekitar dua puluh sentimeter, dengan laras sekitar sebelas sentimeter.”Freya menaikkan alisnya, menatap si Apel dengan bingung.“Kau harus menghafalnya.”“Apa?” Freya hampir berteriak karena suaranya teredam earmuff.Gavin mengangguk.“Ada sekitar sepuluh jenis buah yang kita jual. Kau harus mengingat semua nama, jenis, bahkan spesifikasinya.”Freya membelalak tak percaya.“Waktumu hanya tiga hari untuk mempelajari semuanya.”“Bos, bukankah ini terlalu tidak masuk akal?” tanya Freya.Gavin menatap tajam kepadanya, lalu berkata pelan,“Lalu, s

  • Dipaksa Berkencan dengan Bosku yang Kejam   Bab 12 : Aku Harus Menembak

    Setelah selesai menjalani latihan fisik berupa lari mengitari lapangan hingga kehabisan napas, akhirnya Gavin mengantar Freya kembali ke apartemennya untuk berganti pakaian.Mobil Gavin berhenti di depan pos jaga lingkungan apartemen Freya.“Kau boleh turun. Setelah berganti pakaian dan makan siang, aku akan menunggumu di sini pukul satu,” ucap Gavin.Freya mengangguk.“Baik, Bos.”Freya kemudian memegang gagang pintu dan membukanya.Ketika hendak keluar dari mobil, Gavin kembali berkata,“Ingat, jangan terlambat bahkan sedetik pun.”Freya menoleh.“Ya, Pak. Saya akan tiba di sini sebelum pukul satu siang.”“Hmm.”Gavin mengangguk singkat sebagai tanggapan.Ketika mobil bosnya mulai berjalan dan meninggalkan dirinya, Freya langsung masuk ke area apartemennya.Satu jam berlalu.Freya sudah selesai membersihkan diri dan makan siang. Kini, ia kembali menunggu di depan pos jaga seperti sebelumnya.Lima menit sebelum pukul satu siang, ketika ia sedang melihat jam di tangannya, suara klakso

  • Dipaksa Berkencan dengan Bosku yang Kejam   Bab 11 : Latihan Dimulai

    Freya menatap Tristan dengan tidak percaya. Artinya, dugaannya tadi benar.Mereka mengejarnya bukan karena ia melihat pembunuhan itu.Melainkan karena sesuatu yang dititipkan oleh tetangganya.“Lalu bagaimana dengan ini?” Kin menunjuk puluhan berlian dan sebungkus sabu yang tergeletak di atas meja.Tristan yang baru mengetahui keberadaan berlian tersebut sontak terkejut.“Itu...” Ia menunjuk ke arah meja.Kin hanya mengangguk lemas.Gavin mengetukkan jarinya ke meja beberapa kali. Pria lainnya yang berdiri di dalam ruangan hanya diam, bahkan tampak biasa saja.“Sudah terlambat. Kita sudah terlibat,” ucap Gavin, lalu menoleh ke arah Freya.“Nah, Nona Manis, kau harus mempertanggungjawabkan ini.”Mendengar itu, tangan Freya gemetar.“Bos, apa yang harus kulakukan?” tanya Freya.Kin juga tidak menyangka dengan perkataan Gavin. Ia segera berbicara untuk membela Freya.“Vin, apakah kau akan menyerahkannya kepada mereka?”Gavin tersenyum sinis.“Mana mungkin.”Kin bernapas lega sambil menge

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status