Beranda / Romansa / Dirty Office / Bab 232 Meninggal..?! 

Share

Bab 232 Meninggal..?! 

Penulis: Cynta
last update Tanggal publikasi: 2026-03-01 16:38:20

Aruna mengguncang bahu Keenan. "Jangan sekarang! Keenan, kamu janji tidak akan meninggalkanku! BANGUN!"

Tim medis segera masuk setelah mendengar teriakan Aruna. Tak lama kemudian nando menarik paksa Aruna agar menjauh dari ranjang Keenan. "Aruna, menjauh sedikit, biarkan dokter bekerja dan membantu Keenan!" seru Nando, ia memberi kode pada Zaskia untuk memenangkan Aruna yang meronta-ronta di sudut ruangan.

​"TIDAK! KEENAN GAK BOLEH MENINGGAL, NANDO! DIA GAK BOLEH MENINGGALKAN AKU SEPERTI IN
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dirty Office   Bab 484 Suara Desahan di Dalam

    ​Begitu pintu mobil mewah itu tertutup rapat dan sekat privasi dinaikkan, Keenan langsung menarik Aruna ke dalam pelukannya. Ia tidak memberikan ruang bagi Aruna untuk bernapas. ​"Keenan! Sopir bisa mendengar!" bisik Aruna panik. ​"Sekat ini kedap suara, Sayang," geram Keenan. Ia mulai menciumi bibir Aruna dengan penuh hasrat. Tangannya tidak tinggal diam, ia membuka dua kancing atas kemeja Aruna, memperlihatkan keindahan kulit yang selalu ia puja. ​"Kamu... Kamu bilang ini perjalanan bisnis," desah Aruna saat tangan Keenan mulai merayap masuk ke dalam pakaian dalamnya, memilin ujung dadanya dengan gerakan yang sangat berani. ​"Ini pemanasan sebelum rapat besar, Asisten Aruna," bisik Keenan di telinga Aruna, hembusan napasnya membuat Aruna gemetar. "Aku ingin kamu tetap merasakan kehadiranku di dalam tubuhmu, bahkan saat kamu sedang meneliti bahan kimia di lab nanti." ​Keenan mengangkat tubuh Aruna agar duduk

  • Dirty Office   Bab 483 Kehangatan Pagi

    ​Suasana kamar utama berangsur tenang setelah kesibukan pagi yang manis. Aruna berdiri di depan cermin besar, merapikan blazer kerja berwarna krem yang membungkus kemeja sutra tipisnya. Ia memoleskan lipstik merah muda lembut, namun matanya tak lepas dari pantulan Keenan yang sedang memakai jam tangan mewah di belakangnya. ​"Keenan, bantu aku mengancingkan ini," pinta Aruna sambil menunjuk kancing lengan blazernya yang sedikit sulit dijangkau. ​Keenan melangkah mendekat. Bukannya langsung mengancingkan, ia justru kembali melingkarkan lengannya di pinggang Aruna, menarik punggung wanita itu agar menempel erat pada dada bidangnya yang sudah terbalut kemeja mahal. Keenan membenamkan wajahnya di ceruk leher Aruna, menghirup aroma parfum melati yang selalu membuatnya kehilangan fokus. ​"Kamu yakin ingin ke kantor sekarang? Aku bisa merasakan detak jantungmu masih memburu karena 'latihan' kita tadi, Sayang," bisik Keenan parau, bibirnya menyent

  • Dirty Office   Bab 482 Aku Siap

    Pagi ini Aruna tampak jauh lebih bersemangat, walaupun tubuhnya merasa sangat lelah akibat latihan fisik semalam. Ia kini justru bangun lebih awal dan segera menyiapkan mandi untuk Kenzo dan Kenzie. Kedua hagoannya itu terlihat kompak, saat Kenzie bangun ia tampak menepuk-nepuk Kenzo disampingnya seakan membangunkan Kakaknya. “Kalian berdua sabar ya, mommy siapkan mandinya satu persatu sambil menunggu Daddy bangun..” kata Aruna pada kedua anaknya. Ia mengambilkan pakaian ganti keduanya lalu meletakkannya di pinggir ranjang. Ditengah kesibukannya sebagai istri, Aruna telah menyiapkan rencana untuk pekerjaan apa yang akan ia lakukan saat mulai kemvali aktif di perusahaan. Ia mondar-mandir memakai piyama handuk, sementara rambutnya juga masih basah dikit handuk kering. Kenzo yang melihat Keenan masih terlelap langsung merangkak naik ke atas tubuh Daddynya. “Papapa.. Bababbaa.. Mamamam..” celoteh Kenzo.

  • Dirty Office   Bab 481 Rencana Masa Depan

    Keenan terdiam sejenak, ia tampak berpikir tentang keinginan Aruna. ‘Kembali Kerja’. Ia menatap manik mata Aruan mendalami, ‘Apa semua sudah baik-baik saja? Apa aman untuk Aruna kembali ke tempat umum?’ gumamnya dalam hati. “Ada apa Keenan?! Jangan bilang kalau kamu tidak ingin aku kembali bekerja di laboratorium.. Masih banyak proyek perusahaan di tanganku yang tertunda, inovasi terbaru ekspansi global, dan pemantauan hasil produksi masal produk baru kita..” Aruna mengingatkan banyaknya tanggung jawab yang masih menanti dirinya saat ini. “Tapi, Aruna. Aku masih takut, bagaimana kalau musuh di luar sana memanfaatkan cela nanti?!” Keenan menyampaikan kekhawatirannya. “Kalau begitu, aku akan berlatih bela diri, menembak dan memakai rompi anti peluru kalau perlu. Intinya aku harus tetap bekerja, Keenan,” tegas Aruna. “Lalu Anak-anak dan Mama?! Kalau kamu bekerja, secara otomatis Zaskia juga akan kembali

  • Dirty Office   Bab 480 Penyatuan yang Tak Terbendung

    Di atas ranjang King Size, Kenzo dan bayi Kenzie sudah terlelap dalam napas yang teratur. Cahaya lampu tidur yang temaram memberikan semburat keemasan pada wajah Aruna yang tampak lelah namun damai. ​Aruna menghela napas panjang, mencoba merelaksasi otot-otot tubuhnya yang tegang. Ia baru saja akan memejamkan mata, membiarkan kesadaran menyerah pada kantuk yang berat, tapi tiba-tiba ia merasakan sebuah pergerakan di belakang punggungnya. Kasur itu sedikit amblas di bawah karena beban tubuh seseorang yang jauh lebih besar darinya. ​Sebuah lengan kokoh, yang otot-ototnya masih terasa menegang, melingkar di pinggang Aruna. Aroma maskulin yang bercampur dengan sisa wangi sabun dan gairah yang terpendam memenuhi indra penciuman Aruna. ​"Keenan... Tidurlah, aku juga mengantuk.." bisik Aruna dengan suara serak, hampir tidak terdengar. ​Namun, alih-alih menjauh, tangan Keenan mulai menjelajah. Jemarinya yang panjang merayap masuk k

  • Dirty Office   Bab 479 ‘Gagal’ Lagi

    ​Keenan menyambar kembali ponselnya. [Nando! Berikan pada Zaskia! Suruh dia lakukan apa saja, beri mereka mainan atau apa pun! Aku sedang... Aku sedang sibuk!] ​[Keenan, aku tidak bisa memaksa anak kecil yang sedang histeris! Kalau kamu tidak turun sekarang, aku takut Kenzo akan mengalami trauma karena dia terus memanggil namamu dan Aruna dengan ketakutan!] Nando membalas dengan nada yang tak kalah keras. ​Aruna tidak menunggu lebih lama lagi. Ia menyambar kimono sutranya, memakainya dengan terburu-buru. "Aku akan ke bawah, Keenan. Anak-anak membutuhkanku." ​"Aruna, tunggu! Biar Zaskia yang urus, biasanya juga seperti itu!" Keenan berusaha menarik lengan Aruna, gairah di matanya masih berkilat menuntut penyelesaian. "Kita baru saja mulai, sayang. Aku sangat menginginkanmu..." ​Aruna menepis tangan Keenan dengan tegas namun tetap lembut. Ia menatap mata suaminya dengan tatapan 'Mommy' yang tidak bisa dibantah. "Keenan, gaira

  • Dirty Office   Bab 136 'Hukuman' di Ruang Arsip

    ​Keenan menarik lengan Aruna dengan langkah kaki lebar, menyusuri koridor samping mansion yang remang-remang. Aruna terseok-seok mengikuti, tangannya sibuk memegang kancing kemejanya yang belum sempat dikaitkan sempurna. ​"Keenan, berhenti! Kita mau ke mana? Ini bukan jalan keluar

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-25
  • Dirty Office   Bab 8 ‘Jejak' yang Disengaja

    ​Keenan terdiam sejenak. Pelukannya mengerat, bukan lagi pelukan penuh nafsu, tapi pelukan yang penuh kerinduan terpendam. Ia memutar tubuh Aruna kembali, menatap matanya dalam-dalam. ​”Karena luka beberapa tahun lalu itu terlalu dalam, Aruna,” suara Keenan melembut namun tetap berat. “Dan satu-s

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-17
  • Dirty Office   Bab 299 Pengumpulan Bukti di Rumah Sakit

    ​Keenan berdiri di koridor rumah sakit dengan kemeja hitam yang masih lembap, tidak lama Nando datang membawakannya pakaian ganti untuknya. Di tangannya, Keenan memegang ponsel yang berisi bukti-bukti baru tentang upaya sabotase perusahaan dan pelecehan pada Aruna. ​"Nando, pastik

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-05
  • Dirty Office   Bab 302 Pewaris Arkana

    ​Suasana mendadak hening. ​Keenan menarik napas dalam. Ia menatap Aruna sejenak, seolah meminta izin. Aruna hanya mengangguk pelan, wajahnya merona merah, perpaduan antara malu dan haru bahagia. Yosua, yang tadinya sibuk dengan ponselnya, kini ikut menoleh dengan rasa penasaran.​"Aruna tidak hanya

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-05
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status