ホーム / Romansa / Dirty Office / Bab 233 Siapa yang Datang?! 

共有

Bab 233 Siapa yang Datang?! 

作者: Cynta
last update 公開日: 2026-03-01 16:38:23

​Tidak lama kemudian, sosok pria muncul dari arah pintu. Namun itu bukan Keenan yang berjalan gagah seperti biasanya.

​Nando mendorong kursi roda dengan perlahan. Di atasnya, duduk Keenan Ignazio Arkana. Ia mengenakan setelan tuksedo hitam yang kontras dengan perban putih yang masih melingkari kepalanya. Wajahnya masih terlihat pucat pasi, dan di bawah kemeja putihnya yang kaku, terlihat tonjolan kain kasa yang membalut luka di dadanya.

​Mata Keenan yang sayu namun tajam segera mengunci panda
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Dirty Office   Bab 407 Kekacauan di Pagi Hari

    Kepercayaan diri Keenan di depan Aruna ternyata tidak sebanding dengan kelincahan Kenzo pagi itu. Begitu Aruna menghilang di balik pintu, Kenzo mulai beraksi. Ia merangkak kencang di atas karpet, menghindari tangan Keenan yang mencoba menangkapnya. ​"Kenzo, kemari! Pakai popoknya dulu, Jagoan!" seru Keenan. ​Keenan berhasil menangkap Kenzo, namun karena ia sambil mencoba menjawab pesan singkat dari Nando di ponselnya, konsentrasinya terpecah. Ia memasangkan popok dengan terburu-buru, lalu membiarkan Kenzo bermain dengan tumpukan berkas dan bantal yang berserakan di lantai. ​Sepuluh menit kemudian, Aruna keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit tubuhnya. Rambutnya basah dan wajahnya segar. Namun, matanya seketika membelalak melihat keadaan kamar. ​Bantal-bantal kursi berserakan di lantai, beberapa dokumen penting dari tas kerja Keenan sudah lecek karena ditarik-tarik Kenzo, dan yang paling parah, Kenzo sedang duduk di tengah karpet sambil tertawa, mengenakan popok yang je

  • Dirty Office   Bab 406 Ketukan yang Menegangkan

    ​Tok... Tok... Tok... ​"Keenan? Aruna? Apa kalian di dalam?" ​Itu suara Pak Alexander. Suaranya terdengar cemas. ​Keenan dan Aruna tersentak bangun bersamaan. Aruna langsung terduduk dengan napas memburu, mengira ada ancaman lain yang datang kembali. ​"Ada apa Keenan?! Siapa lagi kali ini?!" tanya Aruna panik, matanya liar menatap sekeliling. ​Keenan melihat jam dinding di kamar. Matanya membelalak. Pukul 09.30 pagi. ​"Sial, kita bangun kesiangan," umpat Keenan rendah. Ia segera bangkit dan meraih jubah mandinya. ​"Keenan! Ini Papa," suara Pak Alex kembali terdengar dari balik pintu. "Kalian tidak apa-apa? Pintu tidak dikunci dari dalam tapi Papa tidak enak mau masuk. Tim keamanan bilang kamu belum keluar kamar sejak semalam. Sopir sudah menunggu di bawah sejak dua jam lalu. Tidak biasanya kamu terlambat untuk rapat penting perusahaan, Keenan." ​Keenan dan Aruna saling pandang. Wajah Aruna merona merah padam saat menyadari bahwa seluruh orang di mansion, termasuk mertuanya, m

  • Dirty Office   Bab 405 Suara Yang Mengejutkan

    ​"Pa-pa! Pa-pa-pa!" ​Suara ocehan mungil itu terasa seperti siraman air es di tengah api gairah yang baru saja padam. Keenan dan Aruna membeku seketika. Mereka saling berpandangan dengan mata terbelalak. Rasa panik langsung menyerang keduanya. Dengan gerakan kilat seolah sedang tertangkap basah melakukan sesuatu, Keenan menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka, sementara Aruna berusaha mencari jubah mandinya yang terlempar ke lantai. ​"Dia bangun?" bisik Aruna panik, mencoba merapikan rambutnya yang berantakan. Tangannya meraba-raba lantai di pinggir ranjang, mencari jubah mandi sutranya yang tadi terlempar entah ke mana. ​"Papapa! Mamama!" suara Kenzo terdengar lebih keras sekarang, diikuti suara tawa kecil seolah dia tahu bahwa orang tuanya baru saja melakukan sesuatu yang rahasia di bawah selimut. Suara pagar boks bayi yang digoyang-goyangkan terdengar berisik di keheningan kamar. ​Keenan mengusap wajahnya dengan frustrasi, meski sebuah senyum geli tak bisa ia sembuny

  • Dirty Office   Bab 404 Perayaan di Atas Ranjang

    ​Keenan melangkah di koridor mansion dengan jantung yang berdebar kencang, bukan karena sisa adrenalin dari interogasinya pada Randi, melainkan karena bayangan wanita yang menunggunya di balik pintu kamar utama. Ia membuka pintu dengan sangat perlahan, gerakannya begitu hati-hati hingga nyaris tidak menimbulkan suara gesekan sedikit pun. Pandangan pertamanya langsung tertuju pada boks bayi di sudut ruangan, Kenzo masih terlelap dalam posisi menungging yang lucu, nafasnya teratur dan tenang. ​Keenan menghela nafas lega. ‘Aman,’ pikirnya nakal. ​Ia kemudian mengalihkan tatapannya ke ranjang king size di tengah ruangan. Di sana, Aruna tampak terlelap dengan posisi miring, jubah mandi sutranya sedikit tersingkap menampilkan lekuk bahu dan paha yang putih bersih di bawah cahaya lampu tidur yang redup. Pemandangan itu seketika membangkitkan gairah Keenan yang sudah tertahan sejak tadi. ​Tanpa suara, Keenan melepaskan jas, jam tangan, dan kemejanya, membiarkan pakaian mahal itu jatuh begi

  • Dirty Office   Bab 403 Tunggu Aku di Ranjang

    ​Dengan satu gerakan terlatih, Keenan menerjang pria itu dari samping. Kekuatan fisik Keenan yang jauh di atas rata-rata membuat si penyusup terkapar di lantai dengan suara tulang yang berderak saat Keenan mengunci lengannya ke belakang. ​"Buka penutup kepalanya," perintah Keenan dingin. ​Nando menyentak hoodie pria itu. Aruna, yang ternyata nekat menyusul ke depan pintu karena rasa khawatir yang tak tertahankan, menutup mulutnya dengan tangan bebasnya. Matanya membelalak lebar. ​"R-Randi?" suara Aruna pecah karena tidak percaya. ​Pria itu adalah Randi, salah satu rekan satu angkatan Aruna saat di universitas dulu. Pria yang dikenal pendiam namun sangat cerdas di laboratorium. ​"Bajingan," desis Keenan. Ia menekan wajah Randi ke lantai dengan lututnya. "Jadi kamu orang keempat yang memiliki akses frekuensi ini? Bagaimana bisa?" ​Randi hanya meringis kesakitan, matanya menatap Aruna dengan kilatan kebencian yang dalam. "Aruna selalu menjadi emas, sementara kami hanya sampah di ma

  • Dirty Office   Bab 402 Apa yang Sebenarnya Terjadi

    ​Keenan ikut menoleh ke arah papanya, wajahnya kembali mengeras, menuntut jawaban. "Iya, Pa. Kenapa semua orang tidak bisa dihubungi setelah kalian menelpon? Kami sampai panik dan terburu-buru saat perjalanan, sekarang katakan apa yang terjadi Pa?" ​Pak Alex menghela napas panjang, ia melirik ke arah petugas polisi yang sedang berbicara dengan tim keamanan mansion di sudut ruangan. ​"Seseorang menyabotase gardu listrik utama mansion setengah jam yang lalu, Keenan. Bersamaan dengan itu, sinyal komunikasi di seluruh area ini tiba-tiba diputus dengan alat pelacak frekuensi tingkat tinggi. Polisi datang karena alarm darurat cadangan yang langsung terhubung ke markas besar berbunyi otomatis saat ada percobaan masuk paksa ke gerbang belakang," jelas Pak Alex dengan wajah serius. ​"Masuk paksa?" Keenan mengepalkan tangannya. "Siapa?" ​"Pria berbaju hitam, tapi mereka kabur begitu polisi sampai. Namun, di tengah kegelapan dan kepan

  • Dirty Office   Bab 153 Berenang Tanpa Benang

    ​Keenan menatap mata Aruna dengan tatapan penuh hasrat yang tidak disembunyikan sama sekali, bahkan di depan Nando dan Zaskia, ia berbisik.. ​"Nanti sore, setelah matahari mulai turun... Aku ingin kamu berada di kolam renang pribadi di atas tebing itu," Keenan menjeda kalimatnya,

    last update最終更新日 : 2026-03-26
  • Dirty Office   Bab 147 Penemuan Aruna di Dashboard Mobil

    ​"Pa-Pak... Saya... Saya tidak bermaksud... Saya hanya tersesat..." Ryan terbata-bata, keringat dingin mengucur deras di pelipisnya. ​Keenan menyeringai tipis, sebuah seringai yang membuat bulu kuduk Ryan berdiri. "Tersesat sampai ke basement rahasia? Dan mengintip dari celah pintu? Kamu tahu apa

    last update最終更新日 : 2026-03-26
  • Dirty Office   Bab 146 Koleksi 'Kebutuhan Pribadi'

    ​"Ini... Koleksi 'kebutuhan pribadi' yang aku siapkan," jawab Keenan santai sambil mengambil satu set pakaian dalam berwarna hitam dan sebuah kemeja sutra berwarna nude. ​Di dalam lemari itu, bukan berisi dokumen rahasia atau formula kimia, melainkan deretan pakaian wanita yang sangat lengkap. Mul

    last update最終更新日 : 2026-03-26
  • Dirty Office   Bab 132 Tidak Bisa ‘Berdiri’ 

    ​Keenan melepaskan gandengan tangannya pada Aruna, namun tangannya berpindah melingkar protektif di bahu wanita itu. "Mama yang memulainya dengan mencoba melenyapkan Aruna. Aku hanya membalas sesuai aturan main." ​Mata Sofia beralih pada Aruna, menatapnya dengan kebencian yang murni. "Dan kamu! Ma

    last update最終更新日 : 2026-03-25
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status