MasukLaura tidak pernah menyangka hubungannya akan kandas, karena perselingkuhan yang dilakukan oleh Lucas-kekasihnya. Laura menyaksikan secara langsung Lucas sedang bercumbu dengan seorang wanita di dalam kamar hotel. Berniat untuk membalas sakit hati dengan melakukan hal yang sama seperti Lucas, dia justru harus mengandung anak dari lelaki tak dikenal. Bagaimana perjalanan kisah cinta Laura? Akankah dia mendapatkan kebahagiaan?
Lihat lebih banyakAnna
Today was the day I turned eighteen. It was exciting. Why? Because now I finally had the chance to be with my mate. I was told that once you turned eighteen, your mate would finally find you. I didn’t know if it was real or a blatant lie, but I was excited. Well, that was until he showed up. “What are you doing standing around?” He asked. “Get back to work!” It was Damon Smith, the Alpha of the Blue Valley pack, and also one of the most ruthless men I have ever encountered. Being slaves to the pack was the worst part of my life, but I’ve always found a way to make things work. I’ve always tried to stay happy, and luckily I had my best friend, Stella who was always there for me. “S—So sorry, Alpha,” I stuttered, grabbing the cloth from the rack. He had his brows furrowed as he stared at me. I could tell his eyes were pasted on me as I cleaned the water from the table. Damon was also one of the most gorgeous men I’ve come across. Being a slave made my opportunities slim, so I hadn’t been able to see a lot of men. But I could tell that there wouldn’t be much out there that was more sexy than the man standing before me now. He had short jet-black hair which glittered in the morning sun that washed into the living room. His lemon eyes usually made my knees weak whenever I stared at him. To me, he was a walking piece of art. His well-chiseled jaw and pale skin made him look ultimately beautiful. I gulped hard as I wiped the table with the cloth. I could feel the cloth grow damp as I mopped the water. A chill went down my spine as I felt the cold from the cloth. I could still feel him staring at me. This was the longest we have ever been together. It was awkward that I had him watching me. When I was done, I turned around and found him still staring at me, his lemon eyes piercing through my soul. I could feel my knees about to buckle. His biceps were busting out of his black shirt as he folded his arms. They looked like they could cut diamonds. Fuck. Fuck. “What are you staring at?” He asked. I blinked twice when I heard that. My eyes searched the room as I thought of an answer to give him. Was he going to punish me like the rest of my pack? Was he going to send me to the dungeon? It would ruin my day, and I didn’t want to imagine that. I was saved by the sound of footsteps coming from the stairs. A woman came down and I recognized her immediately. She had long black hair and a pair of brown eyes. She looked to be in her early forties. I knew her too well. She was Noami, Damon’s mother. “Now what is going on here?” She asked. Damon didn’t answer her. He was still glaring at me and I could feel my heart thumping hard against my chest. What did he have in his mind? His brows furrowed slightly, creating a thin-like impression across his smooth forehead. His pink lips pressed together to form a thin line, making him look stern and beautiful. I felt like we were having a moment, and then, I heard Noami sigh. It broke the silence and snapped me back to reality. “Caught her some slack, Damon. Today is her birthday,” she said. My eyes widened expressing my shock. Did she know my birthday? How was that possible? My eyes went to her and her brown eyes were glittering as she smiled at me. “You are turning eighteen, right?” She asked. I gulped hard and nodded in response. She flashed me another smile. “She’s come of age.” Damon’s brows were now furrowed even further and it created another thin line above the previous one on his forehead. He was staring at me, and it looked like he was going to eat me up any moment. My thighs shivered at the thought. “Happy birthday,” he said, his voice deep but smooth, creating a low hum that resonated in my soul. And then, I felt it. It came in a flash. The connection. I felt like he was pulling me towards him. I could feel the force of attraction tugging me towards him. I wanted him. Those lips, those stern lemon eyes, and his lovely pale skin. I wanted them all to myself. I shook my head snapping out of it. “You shouldn’t have interrupted, mother,” Damon said, turning to face Noami. That was the first time he had looked at her since she came into the room. Noami chuckled softly. I could barely hear her. “I couldn’t help it. I’m plus, I was just on my way out when I caught you two,” she said. Her last sentence sounded weird. It seemed she was trying to pair us. That would never work. Damon wouldn’t look at a slave like me twice. I was nothing more than that in his eyes. And it was perfectly fine to me until a few moments ago. The feeling was getting deeper and stronger. I could feel his warmth around me. It was soothing and comfortable. I wanted to lay up in his arms. Those strong biceps hold me tenderly as I fall asleep. Was I daydreaming? “Mom. Quit it,” he said. His eyes came back to me, the sunlight illuminating them, and making them look like glass. They looked so fragile but gorgeous. My thighs trembled again. “Get back to work,” he said calmly before turning around. He walked away with Noami, and I watched them head towards the door. I could hear voices around me whispering, but I couldn’t decipher their words. They were getting louder by the second, and I could feel the force of attraction pulling me towards Damon even though he was far away. And then, he paused by the door and turned to stare at me. My heart squeezed in my chest as our eyes met. And then, the whispers became more vivid. I could finally decipher the words, and the first one came as a shock. “Mate.”Permintaan maaf Kristian disambut baik oleh Laura. Bahkan sudah lama wanita cantik itu memaafkan Kristian dan tidak pernah mengambil hati ucapan Kristian meski menyakitkan. "Steve, tidak salah memilih wanita secantik dan sebaik dirimu. Bahkan kamu bisa memaafkan Papa meski kesalahan Papa sangat fatal," ucap Kristian pada calon menantunya itu. Laura tersenyum. "Tidak perlu meminta maaf Pa, wajar kalau Papa ingin wanita yang terbaik untuk Steve karena dia adalah anak laki-laki Papa satu-satunya. Aku memaklumi itu dan aku tidak mempermasalahkannya. Aku sudah melupakan semua itu meski awalnya aku merasa sedih, karena Papa tidak menyetujui aku menjadi istri Steve tapi sekarang aku senang karena Papa sudah merestui kami menikah."Kristian tak kuasa menahan air matanya yang membasahi wajah, ia pun memeluk Laura erat. "Papa sangat setuju kamu menikah dengan anak Papa."Laura tersenyum lebar. "Terima kasih Pa."Kini kebahagiaan Laura sempurna, bukan hanya dia diterima menjadi menantu Kristia
Kristian tampak syok berat saat melihat Nikolas sudah berada di belakangnya. Nikolas datang bersama Grace istrinya. Nikolas adalah teman lama Kristian, sudah puluhan tahun mereka tidak bertemu dan sekarang adalah pertemuan pertama mereka setelah sekian lama. Namun, Kristian merasa tak enak hati karena dia sempat tidak menyetujui anaknya berhubungan dengan Laura anak dari Nikolas Karena permasalahan itu, Kristian menjadi tak bisa menyapa teman lamanya karena merasa jahat pada Nikolas dan Laura. Meski wajah Nikolas terlihat datar dan tidak menunjukkan kemarahan pada Kristian, tetapi Kristian tetap tidak bisa menegur Nikolas dan hanya menundukkan kepalanya menatap lantai. Nikolas dan Grace pun masuk ke kamar perawatan tempat Laura dirawat. Ia melihat Kristian yang justru tak mau menegurnya."Apa kabar? Kamu sudah lupa denganku Aku Nikolas teman lamamu. Kenapa kamu justru menundukkan kepala seperti itu apa kamu tidak ingat lagi denganku?" Nikolas memegang bahu Kristian.Bukannya menj
Kembali harus menelan kekecewaan karena semua rencananya gagal total, Yeni mulai menyusun rencana lain untuk menghancurkan keluarga Nikolas dan mengambil harta mantan calon suami itu. Namun, ia tidak memiliki uang untuk membayar jasa preman. Yang bisa ia lakukan sekarang hanya meminta bantuan mantan suaminya yang tukang mabuk itu."Tommy, lelaki bodoh itu. Apa saja yang dia lakukan selama ini? Apa mungkin dia sudah memiliki rencana lain selain menculik Laura?" gumam Yeni. Ia mengambil ponsel yang tergeletak dari atas meja usang di ruang tengah rumah gubuknya. "Aku harus mencari penginapan untuk malam ini, karena sepertinya hujan akan turun. Aku tidak ingin kebasahan karena atap di rumah ini bocor," gumamnya sambil menekan nomor ponsel menghubungi Tommy. Tak berapa lama ... telepon darinya diterima oleh Tommy."Ada apa? Apa kamu merindukanku? Kamu ingin merasakan rudalku lagi? Sayangnya aku tidak tahu kamu berada di mana sekarang," raca
Steve menanti jawaban dari dokter yang menangani Laura, hatinya belum tenang. Justru semakin gelisah saat ia melihat raut wajah sendu dokter yang baru saja keluar dari ruangan pemeriksaan kandungan. Pertanyaan Steve belum dijawab oleh dokter tersebut, lalu Steve mengulangi pertanyaannya lagi, "Bagaimana kondisi istri dan bayi di kandungannya, Dok? Istri dan calon anak saya, baik baik saja kan?"Kali ini dokter menjawab pertanyaan Steve, "Kondisi kandungan istri Anda sangat lemah. Nyaris saja dia mengalami keguguran, andai saja dia terlambat mendapatkan penangan dari kami. Saya sarankan istri Anda melakukan bedrest total di rumah, jangan melakukan aktivitas apapun untuk beberapa bulan ke depan."Mendengar penjelasan dari dokter, perasaan Steve sedikit tenang. Ia menghela napas lega sambil mengucap syukur atas keselamatan anak dan calon istrinya. Namun, emosinya pada sang ayah belum reda. Dia masih ingin memberikan pelajaran pada ayahnya itu agar
Di kediaman Laura, setelah keributan terjadi di rumah itu. Laura memutuskan menenangkan diri di kamar ibunya.Laura menatap lirih ibunya yang tengah tertidur pulas. Wajah ibunya terlihat berseri, sangat cerah walaupun sedang sakit. Mengambil langkah perlahan lalu duduk di pingg
"Semua berkas yang sudah ditandatangani Bu Laura saya letakan di atas meja kerja Bapak." Sekretaris Steve meletakkan tas berkas ke atas meja kerja bosnya. "Hmm," sahut Steve lalu duduk di kursi kebanggaan."Saya permisi Pak." Sekretaris cantik itu kelua
"Maaf Yona, aku belum bisa memberitahumu," jawab Laura lesu. Ia mengambil tas tenteng yang berada di atas meja lalu berdiri. "Kita pulang, aku lelah. Aku ingin pulang ke rumah orang tuaku."Yona menganggukkan kepala, mencoba mengerti dengan kondisi Laura saat ini. "Biar aku bawakan,
Yona memegang bahu Laura. "Kamu kenapa? Sudah jangan dipikirkan ucapan Pak Steve tadi. Yang aku dengar, dia memang seperti itu. Dia itu tidak pernah berkenalan dengan yang namanya ramah dan bersikap baik pada orang lain. Apalagi pada orang yang baru dikenal seperti kita. Yang terpenting sekarang,






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan