Share

Bab 84 : Sangat Cuek

Penulis: Maufy Izha
last update Tanggal publikasi: 2026-08-27 15:54:30

Sinta kembali fokus menikmati hidangan lezat di depan matanya, sekaligus menikmati momen hangat bersama orang-orang yang tulus menyayangi dan mendukungnya.

"Minggu depan adalah ulang tahun nenekku. Apa kalian bersedia datang?" ucap Sinta tiba-tiba. Tentu saja Arjuna dan yang lainnya menyambut undangan itu dengan penuh sukacita.

Malam semakin larut, namun keempat orang itu tampaknya masih betah menikmati kebersamaan mereka di atas dek kapal pinisi tersebut.

Sementara di sisi lain, sejak awal
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Ditinggal Pergi, Mantan Suami Justru Mengemis Cinta    Bab 171 : Mengumpulkan Bukti-bukti

    Keheningan seketika menyelimuti ruang kerja Sinta, menyisakan suara napas Renata yang memburu ketakutan.Sinta mematung di tempatnya. Kata-kata Renata barusan seperti petir di siang bolong yang menghantam ulu hatinya.Melakukan hal yang sama seperti yang mereka lakukan pada ibumu...Cengkeraman tangan Sinta pada rambut Renata perlahan melonggar. Matanya yang tajam menatap lurus pada wajah Renata yang kini dipenuhi kebasahan air mata dan noda darah."Apa maksudmu?" suara Sinta terdengar begitu dingin, menusuk hingga ke tulang. "Apa yang mama dan papamu lakukan pada ibuku dulu?"Renata terbatuk-batuk, menghirup udara sebanyak-banyaknya seolah baru saja lolos dari cengkeraman maut. "A-aku tidak tahu! Aku bersumpah aku tidak tahu detailnya!" jerit Renata dengan suara serak. "Aku cuma tidak sengaja mendengar Mama bicara di telepon kemarin! Mama bilang... Mama bisa membuatmu mengalami kecelakaan seperti Utari dulu, karena tidak mau menyerahkan sahamnya pada keluarga kami."Marilyn yang dudu

  • Ditinggal Pergi, Mantan Suami Justru Mengemis Cinta    Bab 170 : Mengaku Dengan Sendirinya

    Malam itu, Sinta menginap di rumah sakit, sementara Arjuna terpaksa harus pulang karena esok harinya masih ada pertemuan di Bandung. Sementara Sinta masih bisa dibackup oleh sekretarisnya, Marilyn. Malam itu, di tengah tidurnya, Sinta tiba-tiba bermimpi. Ia seolah kembali ke masa-masa kecilnya. Dalam mimpinya itu, ia melihat sang ibu, Utari Saraswati, tengah bersama dengan seorang anak laki-laki. Sekujur tubuh anak itu penuh dengan luka lebam. Sinta merasa sangat kasihan dan menghampiri ibunya. "Ma, dia siapa?" "Mama juga tidak tahu. Anak ini sudah beberapa hari ini selalu ada di taman. Kasihan, sepertinya dia dianiaya oleh orang tuanya." "Halo..." Sinta kecil melambaikan tangannya, namun anak itu malah tampak ketakutan. Sinta kecil kemudian merogoh kantong celananya yang bermotif kelinci berwarna merah muda, lalu mengeluarkan beberapa bungkus cokelat bulat dengan kemasan warna-warni. "Ambillah, kata Papa makan cokelat bisa membuat hati yang sedih jadi senang." An

  • Ditinggal Pergi, Mantan Suami Justru Mengemis Cinta    Bab 169 : Percepat Pernikahanmu

    Sinta punya alasan sendiri kenapa ia mencurigai sang ayah. Kejadian di acara lamaran kemarin pasti membuat Krisna, Ambar, serta Renata sangat murka. Mereka adalah orang yang tinggi hati dan menomorsatukan kehormatan keluarga. Meskipun mereka pada akhirnya pergi saat itu, namun alasannya hanyalah karena mereka tidak berani pada Tuan Prabu. Setelah itu, mereka pasti akan melakukan banyak cara untuk membalas dendam. Dan sasaran yang paling empuk adalah neneknya. Nenek Gayatri hidup sendiri. Meskipun bibinya akan datang ke rumah Nenek setiap hari, tapi di waktu-waktu tertentu, bibinya juga sibuk membuat kue untuk dititipkan di toko-toko terdekat di wilayah itu, dan biasanya baru ada waktu senggang menjelang jam makan siang. Selama kurun waktu itu, neneknya hanya sendirian di rumah. Sepertinya, Krisna juga takut kalau kediaman neneknya dijaga oleh orang-orang dari Pandawa Group. Itu sebabnya Sinta mencurigai bahwa Krisna menyerang neneknya melalui sambungan telepon. Tapi biasanya, ne

  • Ditinggal Pergi, Mantan Suami Justru Mengemis Cinta    Bab 168 : Nenek Pingsan

    Abimanyu terdiam mendengar ucapan Arjuna. Pria itu sepertinya masih syok dengan semua pernyataan Arjuna. Sebelum pergi, pemuda itu kembali berkata, "Aku mencintai Sinta lebih dulu darimu, Bima. Aku sudah mau mengalah karena dia sangat mencintaimu, tapi kamu malah menyakiti dan menyia-nyiakannya." Arjuna tersenyum sinis, kemudian melanjutkan, "Tapi aku harus berterima kasih atas itu, karena aku jadi punya kesempatan untuk memilikinya." Nyonya Anjani tidak tahu apa yang telah Arjuna katakan. Namun setelahnya, Abimanyu mengusirnya pergi dan berkata bahwa dia butuh waktu untuk menenangkan diri. Setelah dari rumah sakit, Arjuna datang ke Saraswati Corp. Kebetulan, Sinta masih ada rapat saat itu, jadi Arjuna menunggu di ruang kerja Sinta. Wajahnya tampak gelisah. Ia ingin menceritakan segalanya pada Sinta tentang semua yang terjadi di masa lalu. Namun, Arjuna merasa takut. Takut kalau Sinta akan marah dan salah paham, kemudian membencinya. Ceklek. Suara pintu ruang kerja Sinta terbuk

  • Ditinggal Pergi, Mantan Suami Justru Mengemis Cinta    Bab 167 : Semuanya Sudah Berakhir

    Sinta mencoba memanggil Abimanyu, "Mas Bima...? Mas?" Namun Abimanyu tetap tidak bergerak. Sinta menekan bibirnya ke dalam, kemudian mengulurkan tangannya untuk menyentuh kening pria itu. Panas. Tidak, suhu tubuhnya terlalu panas. Sinta menoleh ke sekelilingnya. Ia ingin meminta tolong pada tetangganya, namun rasa malu mencegahnya. Sinta ingin menghubungi Arjuna, tapi tunangannya itu ada pekerjaan penting pagi ini ke Bandung dan Sinta tidak ingin mengganggunya. Akhirnya, Sinta menelepon Lula dan menceritakan semuanya. Sambil menunggu Lula, Sinta memperhatikan Abimanyu yang benar-benar tidak bergerak, sedikit pun. Detik demi detik terasa begitu lama. Sinta takut Abimanyu meninggal di depan apartemennya dan ia akan dijadikan tersangka. "Lula, cepatlah." Untungnya, jarak apartemen Lula dengan Sinta hanya sekitar 1 km, jadi tidak sampai 20 menit Lula sudah sampai. Begitu pintu lift berdenting, Sinta mendongakkan kepalanya. "Sin!" "Lula!" Begitu melihat Abimanyu te

  • Ditinggal Pergi, Mantan Suami Justru Mengemis Cinta    Bab 166 : Persiapan Pernikahan

    Di kediaman Pandawa, Sinta tengah makan malam bersama dengan Arjuna dan Tuan Prabu. Namun kali ini ada Lula juga di antara mereka bertiga, karena Lula akan menunjukkan beberapa gaun pengantin yang dirancang khusus untuk sahabatnya, Sinta. Namun, Sinta tidak ingin mengambil keputusan sendiri. Setelah meminta pendapat sang nenek serta paman dan bibinya, Sinta juga ingin meminta pendapat dari calon ayah mertuanya, Tuan Prabu Pandawa. Kebetulan, ruang makan itu terhubung langsung dengan ruang santai. Saat itu sebuah tayangan televisi yang menampilkan skandal Rashta dan Abimanyu muncul. Semua orang di meja makan terdiam karena terkejut. Sinta dan Lula sama-sama sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Hampir tidak bisa melihat gosip, begitu sampai di rumah, keduanya biasanya langsung membersihkan diri dan terkapar di tempat tidur. Bi Lita saat itu berkata, "Kakak dan adik angkat tidur bersama di hotel? Memang tidak dosa sih, tapi tetap saja kedengarannya kurang pantas." Sinta menekan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status