Share

Ditipu dengan Akta Nikah Palsu, Aku Menikahi Pria Berkuasa
Ditipu dengan Akta Nikah Palsu, Aku Menikahi Pria Berkuasa
Author: Candy

Bab 1 

Author: Candy
Pada tahun kedua menikah, Rachel Jovanka tanpa sengaja merobek akta nikahnya saat merapikan laci. Ketika dia bergegas ke Kantor Catatan Sipil untuk mengurus ulang akta nikahnya, petugas di loket bertanya dengan ragu, "Bu, di sistem kami nggak tercatat pendaftaran pernikahanmu."

"Nggak mungkin, aku sudah menikah selama dua tahun," jawab Rachel sambil menyerahkan akta nikah yang telah robek itu.

Petugas itu dengan sabar memeriksa tiga kali sebelum akhirnya membalikkan layar ke arah Rachel. "Benar-benar nggak tercatat informasi kamu sudah menikah. Selain itu, stempel pada aktamu juga bengkok .... Ini seharusnya palsu."

Ketika sedang berjalan keluar dari Kantor Catatan Sipil dengan sedih, ponsel Rachel tiba-tiba berdering.

"Bu Rachel, halo, aku pengacara ayahmu. Apa kamu bisa datang ke Firma Hukum Novalex untuk tandatangani surat keterangan ahli waris?"

'Penipu dari mana ini?' pikir Rachel dalam hati. Ketika dia hendak menutup telepon, si penelepon tiba-tiba berkata, "Bu Rachel, nama ibumu Sarah Jovanka. Dua puluh tahun yang lalu, dia tinggalkan kamu di gerbang Panti Asuhan Pratama. Setelah dikonfirmasi, kamu satu-satunya anak kandung almarhum Vino Zavian, orang terkaya di Kota Stravon."

Rachel pun membeku di tempat untuk beberapa saat, lalu segera pergi ke firma hukum. Di sana, pengacara memberitahunya hal paling mengejutkan yang pernah didengarnya.

Ayah kandung Rachel, Vino Zavian, adalah seorang konglomerat dari keluarga terpandang. Dia telah meninggal bulan lalu. Total aset yang ditinggalkannya bernilai ratusan triliun, juga mencakup saham, properti, dan perusahaan. Selain itu, Rachel adalah satu-satunya anak yang memiliki hubungan darah dengan Vino.

Saat kepala Rachel terasa berdengung, pengacara itu tiba-tiba bertanya, "Bagaimana status perkawinan dan anak Bu Rachel?"

Wajah suaminya terlintas di benak Rachel. Ketika teringat akta nikah palsu yang robek di tasnya, dia menggenggam pena dan menjawab, "Tunggu aku selama dua jam. Aku perlu mencari tahu sesuatu dulu."

Setelah meninggalkan firma hukum, Rachel langsung pergi ke perusahaan suaminya.

Pintu kantor Joshua Hartono sedikit terbuka. Tepat saat Rachel hendak membukanya, terdengar suara wanita yang dewasa dan memikat.

"Joshua, kita sudah menikah selama lima tahun. Kapan kita baru bisa umumkan hubungan kita?"

Rachel seketika membeku. Suara itu sangatlah familier. Itu adalah suara Anisa Halim, dosen wali mereka.

Anisa enam tahun lebih tua dari Joshua. Namun, selain usianya yang lebih tua, dia memiliki paras dan tubuh yang luar biasa. Ketika mereka masih berkuliah, Anisa juga sangat populer di kampus dan menarik perhatian baik laki-laki maupun perempuan. Dia bahkan dipuji sebagai dosen wali perempuan terbaik di seluruh kampus.

Rachel menahan napas. Pada detik berikutnya, dia mendengar suara suaminya yang biasanya lembut dan sangat memikat.

"Perusahaan ini akan segera go public dan ada banyak aspek yang butuh kontribusinya. Selain itu, Kakek sudah meninggalkan wasiat yang melarangmu nikah sama aku. Kalau kita umumkan hubungan kita sekarang, aku khawatir nenekku akan mempersulitmu. Itu akan membuatku sedih ...."

Rachel merasa telinganya berdengung, bagaikan baru saja mendengar suara ledakan. Dia segera mengangkat tangan dan menutup mulutnya rapat-rapat untuk mencegah dirinya mengeluarkan isakan.

Sebelumnya, Rachel bahkan dengan hati-hati menyusun kembali akta nikah palsu yang robek itu dan menyimpannya dalam tas bagaikan harta karun. Namun, sejak awal, dia ternyata hanyalah orang bodoh yang tidak mengetahui apa-apa.

Rachel bergegas keluar dari perusahaan, lalu segera menelepon seseorang. Dia menarik napas dalam-dalam, lalu berbicara dengan suara yang begitu tenang dan berbeda dari orang yang baru saja menahan tangis.

"Pak Jusman, aku akan tandatangani surat keterangan ahli waris sekarang juga. Selain itu, aku masih belum menikah dan nggak punya anak. Aku akan mewarisi seluruh harta itu sendiri."

Setelah menyelesaikan semua prosedur, Rachel mengemudi pulang. Dia melamun sepanjang perjalanan sehingga mengalami cedera kepala ringan saat ditabrak dari belakang.

Setelah mendapat perawatan di ruang gawat darurat, Rachel tiba-tiba teringat sesuatu dan pergi mencari dokter kandungan. Ketika menerima hasil tesnya, hatinya sepenuhnya hancur.

"Maksudmu ... rahimku baik-baik saja?"

"Ya. Menurut laporan itu, kamu sangat sehat."

"Aku bisa hamil?"

"Tentu saja."

"Itu juga nggak berpengaruh pada aktivitas seksual?"

Pada titik ini, bahkan dokter paruh baya itu juga merasa agak canggung. "Apa itu masih perlu ditanyakan?"

Namun, saat melakukan pemeriksaan pranikah, Joshua memegang laporan hasil pemeriksaan Rachel dan mengatakan bahwa rahimnya memiliki kelainan serius. Dia bukan hanya tidak bisa hamil, bahkan aktivitas seksual normal pun akan menyebabkan kerusakan permanen pada tubuhnya.

"Meski begitu, aku akan tetap menikahimu." Pada saat itu, Joshua menggenggam tangan Rachel dan berujar dengan mata dipenuhi kelembutan yang tak tergoyahkan, "Di kehidupan ini, aku sudah putuskan untuk memilihmu."

Demi janji ini, Rachel dan Joshua bahkan harus melewati badai kritik dari para senior Keluarga Hartono.

Rachel menyaksikan ayah mertuanya menghancurkan cangkir teh karena marah sambil berseru, "Kamu mau putuskan garis keturunan keluarga ini dengan nikahi wanita mandul?"

Rachel juga pernah mendengar ibu mertuanya menangis di pertemuan keluarga dan mengeluh kepada kerabat, "Joshua pasti sudah disantet."

Namun, setiap kali, Joshua akan tersenyum dan berkata, "Jangan dengarkan mereka. Ada aku di sini."

Selama dua tahun, ibu mertua Rachel selalu melontarkan tuduhan secara terang-terangan maupun terselubung, seperti "dia macam ayam yang nggak bisa bertelur", "apa gunanya menikahi seseorang yang bahkan nggak bisa punya anak".

Kata-kata itu menghantui Rachel seperti penyakit yang tak kunjung sembuh, juga membuatnya melewati malam-malam tanpa tidur yang tak terhitung jumlahnya.

...

Setelah mendengar bahwa Rachel mengalami kecelakaan mobil, Joshua segera pergi ke rumah sakit untuk menjemputnya. Pria itu mengenakan kemeja putih, memiliki tinggi lebih dari 180 sentimeter, dan bertubuh tegap.

Ketika melihat Joshua menghampirinya dengan tampang khawatir, pikiran Rachel melayang pada enam tahun kebersamaan mereka sejak saling mengenal.

Mereka berdua pertama kali bertemu di kantor Anisa. Rachel menggantikan seorang teman sekelas untuk mengantar materi, sedangkan Joshua dan Anisa sedang mendiskusikan sesuatu. Ketika mendongak, tatapan Joshua bertemu dengan tatapan Rachel. Pria itu mengangguk sopan, tetapi tidak mengatakan apa-apa.

Selanjutnya, Joshua pun meluncurkan empat tahun pengejaran tanpa henti.

Joshua adalah idola kampus yang diakui orang-orang. Selain sangat tampan, dia juga memiliki prestasi akademis yang unggul dan berasal dari keluarga yang sangat kaya. Ditambah dengan cara mengejarnya yang agresif dan sifatnya yang lembut, hampir tidak ada gadis yang mampu menolaknya.

Rachel juga tidak terkecuali. Dia adalah seorang yatim piatu dengan kepribadian yang dingin dan suka menyendiri. Namun, dia tetap luluh oleh pengejaran Joshua yang intens.

Joshua sudah berbicara begitu lama pada Rachel, tetapi tidak mendapatkan tanggapan apa pun. Dia mengira Rachel masih dalam keadaan syok dan segera menariknya ke dalam pelukan. Namun, Rachel secara refleks mendorongnya menjauh dan berdiri.

"Ayo pergi," kata Rachel dengan tergesa-gesa. Kemudian, dia berjalan melewati Joshua. Pelukan yang dulunya terasa hangat dan menenangkan, kini malah membuatnya merasa sangat jijik.

Setelah naik ke mobil, Joshua masih khawatir dengan keadaan Rachel. "Apa yang terjadi? Kamu selalu hati-hati waktu mengemudi. Ada apa denganmu hari ini?"

Rachel tidak menjawab. Pandangannya tertuju pada telapak tangannya. Cincin berlian yang berkilauan itu terlihat menusuk mata.

Meskipun Rachel mengabaikannya, Joshua juga tidak keberatan. Dia secara alami mengulurkan tangan untuk menggenggam tangan Rachel. Namun, Rachel menghindar lagi.

"Kenapa kamu marah padaku? Ya sudah, kalau kamu nggak mau bicara, aku nggak akan paksa. Hari ini, kita kedatangan tamu penting. Aku sudah minta sama kepala pelayan untuk siapkan banyak makanan favoritmu. Semoga kamu terhibur."

Joshua terlalu lembut. Makin dia seperti ini, makin ingin tertawa pula Rachel.

"Yang gembira dikit, dong. Jangan marah lagi. Aku pasti akan habiskan lebih banyak waktu bersamamu setelah masa sibuk ini. Perusahaan lagi persiapkan untuk go public, makanya aku sibuk banget."

Joshua mengira Rachel sudah tenang dan ikut tersenyum.

"Iya, aku lumayan gembira kok. Aku merasa hidupku penuh pengalaman dan menarik."

Kata-kata Rachel memiliki makna tersembunyi, tetapi Joshua tidak memahaminya.

Vila Keluarga Hartono terletak di kawasan taman tepi sungai yang merupakan area termahal di kota. Vila itu memiliki luas lebih dari 500 meter persegi. Namun, ini adalah hasil pengorbanan Rachel. Setelah lulus kuliah, dia mengorbankan kariernya sendiri untuk membantu membangun perusahaan Joshua.

Begitu tiba di rumah, Rachel mendengar tawa dan obrolan riang dari lantai atas. Ada suara anak laki-laki dan suara perempuan yang lembut nan manis.

Anak laki-laki itu diadopsi Rachel dan Joshua tak lama setelah pernikahan mereka. Dia bernama Maverick Hartono dan sudah berusia lima tahun sekarang.

Rachel mendongak. Seperti yang diduga, dia melihat Anisa yang sudah lima tahun tidak dia temui.

Anisa mengenakan gaun rajut biru muda dan rambut panjangnya dibuat bergelombang. Meskipun sudah berusia lebih dari 30 tahun, wajahnya masih mulus, seperti orang awal usia 20 tahun. Setiap gerakannya memancarkan pesona yang lebih anggun lagi.

"Rere, coba lihat siapa yang datang!"

Suara Joshua terdengar dari samping Rachel. Suaranya yang berat dan rendah tak mampu menyembunyikan antusiasnya.

Ini adalah pertama kalinya Rachel merasakan emosi yang begitu kuat pada Joshua. Tidak peduli seberapa baik atau lembutnya Joshua padanya, Joshua tidak pernah menunjukkan antusias seperti ini. Itu adalah luapan cinta yang lahir dari lubuk hati dan dorongan naluriah seorang pria yang tak dapat ditahan.

"Bu Anisa?" Rachel mengerutkan kening dan berpura-pura terkejut. Namun, rasa jijik dalam hatinya telah mencapai puncaknya. Anisa yang berdiri di hadapannya terlihat tenang dan elegan, sangat kontras dengan tampangnya yang genit di kantor Joshua.

"Rachel, lama nggak jumpa."

Anisa segera menggandeng Maverick dan turun ke lantai bawah. Dia menyapa Rachel dengan hangat.

Pandangan Rachel kembali tertuju pada Maverick. Tidak lama setelah pernikahan mereka, Joshua berdiskusi dengannya tentang mengadopsi seorang anak laki-laki dari panti asuhan tempat Rachel pernah tinggal dan memberinya nama Maverick.

Joshua mengklaim bahwa mengadopsi anak ini akan membantu mereka menenangkan senior Keluarga Hartono, juga mencegah orang tuanya mendesak Rachel untuk memiliki anak.

Rachel mengira Joshua peduli padanya dan menyetujui usul itu. Namun, dia tidak menyangka bahwa dirinya akan hidup begitu menderita selama dua tahun membesarkan Maverick.

Anak laki-laki ini memiliki temperamen yang buruk. Ketika tidak senang, Maverick akan melempar barang ke arah Rachel, seolah-olah menyimpan permusuhan yang mendalam terhadapnya. Suatu kali, Maverick bahkan menuntut Joshua untuk mengembalikan ibu kandungnya di depan Rachel.

Rachel yang murka juga pernah mempertimbangkan untuk menyerahkan hak asuh Maverick, tetapi Joshua selalu membujuknya untuk berubah pikiran. Dia mengatakan bahwa Maverick yang tidak memiliki ibu sangat kasihan. Dia juga meminta Rachel untuk lebih menoleransi Maverick dan mengingatkan Rachel tentang dirinya yang juga ditelantarkan orang tua ketika masih kecil.

Melihat Maverick yang menggenggam erat tangan Anisa, lalu menghubungkannya dengan sikap Joshua terhadapnya selama ini, Rachel tiba-tiba memahami semuanya.

Joshua dan Anisa telah menikah selama lima tahun, sedangkan Maverick juga berusia lima tahun. Keluarga Hartono tidak menyetujui Anisa menikah dengan Joshua. Jadi ... Joshua menggunakan Rachel sebagai dalih, juga menipunya untuk menjadi pekerja rodi dan tameng mereka?

Selama makan, Joshua dan Maverick terus-menerus mengambilkan makanan untuk Anisa. Mereka bertiga mengobrol dan tertawa akrab, sehingga membuat Rachel yang makan dalam diam terlihat seperti orang asing.

"Rere, akhir-akhir ini, Bu Anisa lagi menulis buku tentang pengasuhan anak dan mau cari lingkungan yang tenang. Selain itu, aku dan kamu juga lumayan sibuk di perusahaan. Aku berencana ...."

Melihat kesempatannya sudah tiba, Joshua meletakkan sumpitnya dan berkata lembut kepada Rachel, "Aku berencana minta Bu Anisa tinggal bersama kita untuk sementara waktu. Dia bisa bantu kamu mendisiplinkan Verick. Verick sepertinya juga cukup menyukai Bu Anisa."

Heh. Setelah menikah lima tahun, mereka sudah bosan melakukan segala sesuatu secara diam-diam. Sekarang, mereka ingin tinggal bersama secara terang-terangan?

Rachel lanjut makan dengan pelan, seolah-olah tidak mendengar ucapan Joshua.

Suasana langsung membeku.

Joshua merasa sedikit canggung dan berbisik untuk mengingatkan, "Rere, aku lagi bicara sama kamu."

Dengan bunyi "tak", Rachel meletakkan sendoknya.

Sebelum Rachel sempat berbicara, Anisa buru-buru berujar, "Maaf, ini semua salahku. Aku sudah mempersulit kalian. Rachel, Josh cuma kasih usul. Dia khawatir kamu kecapekan karena harus bekerja, urus rumah tangga, dan merawat Verick. Makanya dia mau aku bantuin kamu ...."

"Nggak! Aku mau Bibi Anisa tinggal di sini!"

Mendengar ini, Maverick yang duduk di sebelah Anisa langsung protes. Sebelum Anisa selesai berbicara, Maverick mulai membanting sendok dan memukul meja.

"Verick, jangan begitu ...."

"Verick, itu nggak sopan!"

Anisa segera mencoba menghentikan Maverick. Suaranya bercampur dengan teguran refleks Rachel.

Maverick memelototi Rachel dengan marah. Dia mengambil gelas dan menyiramkannya ke arah Rachel.
Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Ditipu dengan Akta Nikah Palsu, Aku Menikahi Pria Berkuasa   Bab 50

    Kemudian, gadis lemah itu langsung berteriak marah kepada para mahasiswa yang menyerang si gelandangan. Dia bahkan mengadang di depan gelandangan yang jatuh itu.Orang yang menyerang si gelandangan sangat banyak. Mereka semua bertubuh tinggi dan tegap, juga sedang di puncak amarah. Mereka bahkan memaki dan main tangan terhadap gadis itu. Namun, gadis itu tidak menunjukkan tanda-tanda akan mundur. Sebaliknya, dia melangkah maju untuk menolong orang yang kesulitan dan melapor polisi.Mahasiswi yang berani itu adalah Rachel. Pada saat itu, Joshua langsung terpikat padanya. Dia merasa gadis ini benar-benar berbeda dari dirinya.Joshua mengutamakan kepentingannya sendiri dan pandai melindungi diri. Dia tidak akan pernah membantu orang lain tanpa alasan. Namun, Rachel malah maju tanpa ragu untuk menolong orang lain. Rachel adalah orang yang tidak akan tinggal diam saat melihat orang lemah menghadapi bahaya atau dihadapkan pada ketidakadilan. Mana mungkin orang sepertinya menindas orang lain

  • Ditipu dengan Akta Nikah Palsu, Aku Menikahi Pria Berkuasa   Bab 49

    Joshua tertegun sejenak. Dia biasanya tidak memeriksa obrolan grup, bahkan sudah membisukan beberapa grup kampus dan kelas. Sebelum selesai membaca pesan grup, dia menemukan beberapa pesan dari teman-teman sekelas dulu. Mereka semua bertanya apakah telah terjadi sesuatu pada Rachel.Joshua pun menegang dan tidak tertarik untuk melakukan hal lain lagi. Dia segera mengeluarkan ponselnya untuk menelepon Rachel."Rachel nggak akan kenapa-napa. Dia punya waktu pergi ke reuni kelas, tapi malah abaikan kamu. Dia cuma mau kendalikan kamu. Mungkin saja dia yang sengaja timbulkan masalah dan tunggu kamu mencarinya." Anisa awalnya hanya ingin menyaksikan drama. Tak disangka, reaksi pertama Joshua adalah mencari Rachel. Dia pun merasa cemburu. Apakah Joshua begitu mengkhawatirkan Rachel?Mendengar ini, Joshua kembali tenang. Ini memang sudah larut malam dan Rachel belum tentu akan menjawab telepon. Menelepon Rachel hanya akan membuatnya berada di posisi pasif. Sampai sekarang, jendela obrolan mer

  • Ditipu dengan Akta Nikah Palsu, Aku Menikahi Pria Berkuasa   Bab 48 

    Begitu mengetahui putri Grup Zavian akan berkunjung, eksekutif bar sangat berharap dapat menyambutnya secara pribadi. Sayangnya, dia sedang berada di luar kota. Jadi, dia hanya bisa menyuruh manajer bar menunggu di pintu masuk."Nona Rachel, bos kami nggak tahu Nona akan datang. Maaf atas ketidaknyamanan tadi. Kami sudah siapkan beberapa hadiah kecil .... Oh, kami juga sudah siapkan kartu keanggotaan VIP untuk Nona dan teman-teman Nona."Kartu keanggotaan ini dibuat khusus untuk Rachel. Itu pada dasarnya adalah kartu bebas bayar seumur hidup, juga kartu yang bisa memberinya hak prioritas untuk memesan ruang VIP kapan pun itu. Rachel sedikit mengerutkan kening ketika melihat tumpukan amplop elegan yang dipegang manajer."Mereka bukan temanku, jadi kartu-kartu ini nggak diperlukan. Ada orang yang akan mentraktir malam ini. Kalau tagihannya terlalu murah, itu nggak akan sopan ...." Mengingat ekspresi menjilat orang-orang di ruang privat, sebuah ide nakal mau tak mau muncul di benak Rach

  • Ditipu dengan Akta Nikah Palsu, Aku Menikahi Pria Berkuasa   Bab 47

    Dari ekspresi bersahabat yang munafik berubah menjadi penuh rasa menyanjung dan takut.“Rachel, sebenarnya apa hubunganmu dengan Grup Zavian? Apa kamu benar-benar … adalah putri dari Keluarga Zavian?” Penggagas reuni kali ini merasa dirinya tidak pernah menyinggung Rachel, sehingga dia memberanikan diri untuk bertanya.Begitu mendengar itu, orang-orang segera memanfaatkan kesempatan untuk menunjukkan sikap ramah kepada Rachel, “Rere, nggak peduli kamu itu putri dari Keluarga Zavian atau bukan, aku sama sekali nggak merasa hidupmu buruk. Aku sudah sangat mengagumimu sejak kuliah dulu!”“Siapa sangka kisah putri kaya yang terdampar di dunia rakyat jelata bisa terjadi di sekitarku. Rasanya seperti lagi menang lotre saja. Haha ….”“Rachel, kamu pandai sekali dalam merahasiakannya. Kenapa kamu nggak beri tahu hal sebesar ini kepada kami?”“Rachel, tadi semuanya cuma lagi bercanda saja. Kamu jangan masukin ke hati. Kami juga nggak kenal dekat sama Gisela. Hanya saja, orangnya memang agak sul

  • Ditipu dengan Akta Nikah Palsu, Aku Menikahi Pria Berkuasa   Bab 46

    Ucapan Gisela membuat semua orang tersadar dari bengongnya. Sikap serius Rachel tadi benar-benar membuat mereka kaget, seolah-olah dia benar-benar adalah putri Keluarga Zavian yang sedang memberi perintah. Namun, semua itu jelas tidak mungkin!“Rachel, tolong jangan pura-pura begitu lagi. Kamu lihat Rachel begitu polos, hampir saja ketipu sama kamu!”“Apa sesulit itu untuk minta maaf? Kamu nggak ada nasib untuk menjadi tuan putri, tapi malah berlagak seperti tuan putri!”Kali ini, tidak ada seorang pun yang lagi peduli dengan sopan santun antar teman sekelas, omongan mereka semakin kasar. Mereka juga menatap Rachel dengan tatapan sinis.Ucapan Gisela memang benar, hanya orang yang hidupnya biasa-biasa saja yang akan berakting seperti itu. Sebelumnya semua orang tidak menyangka, ternyata Rachel begitu munafik! Hanya saja, suara orang-orang itu segera berhenti.Ponsel Claudia tiba-tiba berdering. “Jangan-jangan serius … ini ada panggilan dari Grup Zavian!”Semua orang segera berkerumun

  • Ditipu dengan Akta Nikah Palsu, Aku Menikahi Pria Berkuasa   Bab 45

    Rachel menyelesaikan omongannya dengan suara ringan dan perlahan. Pada saat ini, sudah ada yang berhasil menyelidiki informasi itu.“Memang seperti itu! Putri Keluarga Zavian itu benar-benar seorang penipu!”Di internet tidak terdapat foto dan informasi yang terlalu banyak mengenai putri Keluarga Zavian, sebab dia belum mempublikasikan dirinya di depan media. Hanya saja, dalam berita acara amal malam itu, penerus Grup Zavian sekaligus putri dari Mindy, menghadirinya untuk pertama kalinya.Gisela tidak berdiri dengan stabil. Dia langsung jatuh duduk di tempat. Dia bukan sakit hati dengan uang 200 jutanya, melainkan tidak menyangka dirinya akan dipermalukan dengan begitu cepat!Claudia adalah orang yang berhati ramah. Dia tidak seperti yang lain yang mana menyindir dan mentertawakan Gisela, melainkan segera mengambil ponselnya untuk kembali menghubungi putri Keluarga Zavian lagi. Hanya saja, kali ini panggilan tidak terhubung. Gisela sudah diblokir.“Gisela, ayo cepat lapor polisi.” Clau

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status