Share

Ditipu dengan Akta Nikah Palsu, Aku Menikahi Pria Berkuasa
Ditipu dengan Akta Nikah Palsu, Aku Menikahi Pria Berkuasa
Author: Sari Madu

Bab 1 

Author: Sari Madu
Pada tahun kedua menikah, Rachel Jovanka tanpa sengaja merobek akta nikahnya saat merapikan laci. Ketika dia bergegas ke Kantor Catatan Sipil untuk mengurus ulang akta nikahnya, petugas di loket bertanya dengan ragu, "Bu, di sistem kami nggak tercatat pendaftaran pernikahanmu."

"Nggak mungkin, aku sudah menikah selama dua tahun," jawab Rachel sambil menyerahkan akta nikah yang telah robek itu.

Petugas itu dengan sabar memeriksa tiga kali sebelum akhirnya membalikkan layar ke arah Rachel. "Benar-benar nggak tercatat informasi kamu sudah menikah. Selain itu, stempel pada aktamu juga bengkok .... Ini seharusnya palsu."

Ketika sedang berjalan keluar dari Kantor Catatan Sipil dengan sedih, ponsel Rachel tiba-tiba berdering.

"Bu Rachel, halo, aku pengacara ayahmu. Apa kamu bisa datang ke Firma Hukum Novalex untuk tandatangani surat keterangan ahli waris?"

'Penipu dari mana ini?' pikir Rachel dalam hati. Ketika dia hendak menutup telepon, si penelepon tiba-tiba berkata, "Bu Rachel, nama ibumu Sarah Jovanka. Dua puluh tahun yang lalu, dia tinggalkan kamu di gerbang Panti Asuhan Pratama. Setelah dikonfirmasi, kamu satu-satunya anak kandung almarhum Vino Zavian, orang terkaya di Kota Stravon."

Rachel pun membeku di tempat untuk beberapa saat, lalu segera pergi ke firma hukum. Di sana, pengacara memberitahunya hal paling mengejutkan yang pernah didengarnya.

Ayah kandung Rachel, Vino Zavian, adalah seorang konglomerat dari keluarga terpandang. Dia telah meninggal bulan lalu. Total aset yang ditinggalkannya bernilai ratusan triliun, juga mencakup saham, properti, dan perusahaan. Selain itu, Rachel adalah satu-satunya anak yang memiliki hubungan darah dengan Vino.

Saat kepala Rachel terasa berdengung, pengacara itu tiba-tiba bertanya, "Bagaimana status perkawinan dan anak Bu Rachel?"

Wajah suaminya terlintas di benak Rachel. Ketika teringat akta nikah palsu yang robek di tasnya, dia menggenggam pena dan menjawab, "Tunggu aku selama dua jam. Aku perlu mencari tahu sesuatu dulu."

Setelah meninggalkan firma hukum, Rachel langsung pergi ke perusahaan suaminya.

Pintu kantor Joshua Hartono sedikit terbuka. Tepat saat Rachel hendak membukanya, terdengar suara wanita yang dewasa dan memikat.

"Joshua, kita sudah menikah selama lima tahun. Kapan kita baru bisa umumkan hubungan kita?"

Rachel seketika membeku. Suara itu sangatlah familier. Itu adalah suara Anisa Halim, dosen wali mereka.

Anisa enam tahun lebih tua dari Joshua. Namun, selain usianya yang lebih tua, dia memiliki paras dan tubuh yang luar biasa. Ketika mereka masih berkuliah, Anisa juga sangat populer di kampus dan menarik perhatian baik laki-laki maupun perempuan. Dia bahkan dipuji sebagai dosen wali perempuan terbaik di seluruh kampus.

Rachel menahan napas. Pada detik berikutnya, dia mendengar suara suaminya yang biasanya lembut dan sangat memikat.

"Perusahaan ini akan segera go public dan ada banyak aspek yang butuh kontribusinya. Selain itu, Kakek sudah meninggalkan wasiat yang melarangmu nikah sama aku. Kalau kita umumkan hubungan kita sekarang, aku khawatir nenekku akan mempersulitmu. Itu akan membuatku sedih ...."

Rachel merasa telinganya berdengung, bagaikan baru saja mendengar suara ledakan. Dia segera mengangkat tangan dan menutup mulutnya rapat-rapat untuk mencegah dirinya mengeluarkan isakan.

Sebelumnya, Rachel bahkan dengan hati-hati menyusun kembali akta nikah palsu yang robek itu dan menyimpannya dalam tas bagaikan harta karun. Namun, sejak awal, dia ternyata hanyalah orang bodoh yang tidak mengetahui apa-apa.

Rachel bergegas keluar dari perusahaan, lalu segera menelepon seseorang. Dia menarik napas dalam-dalam, lalu berbicara dengan suara yang begitu tenang dan berbeda dari orang yang baru saja menahan tangis.

"Pak Jusman, aku akan tandatangani surat keterangan ahli waris sekarang juga. Selain itu, aku masih belum menikah dan nggak punya anak. Aku akan mewarisi seluruh harta itu sendiri."

Setelah menyelesaikan semua prosedur, Rachel mengemudi pulang. Dia melamun sepanjang perjalanan sehingga mengalami cedera kepala ringan saat ditabrak dari belakang.

Setelah mendapat perawatan di ruang gawat darurat, Rachel tiba-tiba teringat sesuatu dan pergi mencari dokter kandungan. Ketika menerima hasil tesnya, hatinya sepenuhnya hancur.

"Maksudmu ... rahimku baik-baik saja?"

"Ya. Menurut laporan itu, kamu sangat sehat."

"Aku bisa hamil?"

"Tentu saja."

"Itu juga nggak berpengaruh pada aktivitas seksual?"

Pada titik ini, bahkan dokter paruh baya itu juga merasa agak canggung. "Apa itu masih perlu ditanyakan?"

Namun, saat melakukan pemeriksaan pranikah, Joshua memegang laporan hasil pemeriksaan Rachel dan mengatakan bahwa rahimnya memiliki kelainan serius. Dia bukan hanya tidak bisa hamil, bahkan aktivitas seksual normal pun akan menyebabkan kerusakan permanen pada tubuhnya.

"Meski begitu, aku akan tetap menikahimu." Pada saat itu, Joshua menggenggam tangan Rachel dan berujar dengan mata dipenuhi kelembutan yang tak tergoyahkan, "Di kehidupan ini, aku sudah putuskan untuk memilihmu."

Demi janji ini, Rachel dan Joshua bahkan harus melewati badai kritik dari para senior Keluarga Hartono.

Rachel menyaksikan ayah mertuanya menghancurkan cangkir teh karena marah sambil berseru, "Kamu mau putuskan garis keturunan keluarga ini dengan nikahi wanita mandul?"

Rachel juga pernah mendengar ibu mertuanya menangis di pertemuan keluarga dan mengeluh kepada kerabat, "Joshua pasti sudah disantet."

Namun, setiap kali, Joshua akan tersenyum dan berkata, "Jangan dengarkan mereka. Ada aku di sini."

Selama dua tahun, ibu mertua Rachel selalu melontarkan tuduhan secara terang-terangan maupun terselubung, seperti "dia macam ayam yang nggak bisa bertelur", "apa gunanya menikahi seseorang yang bahkan nggak bisa punya anak".

Kata-kata itu menghantui Rachel seperti penyakit yang tak kunjung sembuh, juga membuatnya melewati malam-malam tanpa tidur yang tak terhitung jumlahnya.

...

Setelah mendengar bahwa Rachel mengalami kecelakaan mobil, Joshua segera pergi ke rumah sakit untuk menjemputnya. Pria itu mengenakan kemeja putih, memiliki tinggi lebih dari 180 sentimeter, dan bertubuh tegap.

Ketika melihat Joshua menghampirinya dengan tampang khawatir, pikiran Rachel melayang pada enam tahun kebersamaan mereka sejak saling mengenal.

Mereka berdua pertama kali bertemu di kantor Anisa. Rachel menggantikan seorang teman sekelas untuk mengantar materi, sedangkan Joshua dan Anisa sedang mendiskusikan sesuatu. Ketika mendongak, tatapan Joshua bertemu dengan tatapan Rachel. Pria itu mengangguk sopan, tetapi tidak mengatakan apa-apa.

Selanjutnya, Joshua pun meluncurkan empat tahun pengejaran tanpa henti.

Joshua adalah idola kampus yang diakui orang-orang. Selain sangat tampan, dia juga memiliki prestasi akademis yang unggul dan berasal dari keluarga yang sangat kaya. Ditambah dengan cara mengejarnya yang agresif dan sifatnya yang lembut, hampir tidak ada gadis yang mampu menolaknya.

Rachel juga tidak terkecuali. Dia adalah seorang yatim piatu dengan kepribadian yang dingin dan suka menyendiri. Namun, dia tetap luluh oleh pengejaran Joshua yang intens.

Joshua sudah berbicara begitu lama pada Rachel, tetapi tidak mendapatkan tanggapan apa pun. Dia mengira Rachel masih dalam keadaan syok dan segera menariknya ke dalam pelukan. Namun, Rachel secara refleks mendorongnya menjauh dan berdiri.

"Ayo pergi," kata Rachel dengan tergesa-gesa. Kemudian, dia berjalan melewati Joshua. Pelukan yang dulunya terasa hangat dan menenangkan, kini malah membuatnya merasa sangat jijik.

Setelah naik ke mobil, Joshua masih khawatir dengan keadaan Rachel. "Apa yang terjadi? Kamu selalu hati-hati waktu mengemudi. Ada apa denganmu hari ini?"

Rachel tidak menjawab. Pandangannya tertuju pada telapak tangannya. Cincin berlian yang berkilauan itu terlihat menusuk mata.

Meskipun Rachel mengabaikannya, Joshua juga tidak keberatan. Dia secara alami mengulurkan tangan untuk menggenggam tangan Rachel. Namun, Rachel menghindar lagi.

"Kenapa kamu marah padaku? Ya sudah, kalau kamu nggak mau bicara, aku nggak akan paksa. Hari ini, kita kedatangan tamu penting. Aku sudah minta sama kepala pelayan untuk siapkan banyak makanan favoritmu. Semoga kamu terhibur."

Joshua terlalu lembut. Makin dia seperti ini, makin ingin tertawa pula Rachel.

"Yang gembira dikit, dong. Jangan marah lagi. Aku pasti akan habiskan lebih banyak waktu bersamamu setelah masa sibuk ini. Perusahaan lagi persiapkan untuk go public, makanya aku sibuk banget."

Joshua mengira Rachel sudah tenang dan ikut tersenyum.

"Iya, aku lumayan gembira kok. Aku merasa hidupku penuh pengalaman dan menarik."

Kata-kata Rachel memiliki makna tersembunyi, tetapi Joshua tidak memahaminya.

Vila Keluarga Hartono terletak di kawasan taman tepi sungai yang merupakan area termahal di kota. Vila itu memiliki luas lebih dari 500 meter persegi. Namun, ini adalah hasil pengorbanan Rachel. Setelah lulus kuliah, dia mengorbankan kariernya sendiri untuk membantu membangun perusahaan Joshua.

Begitu tiba di rumah, Rachel mendengar tawa dan obrolan riang dari lantai atas. Ada suara anak laki-laki dan suara perempuan yang lembut nan manis.

Anak laki-laki itu diadopsi Rachel dan Joshua tak lama setelah pernikahan mereka. Dia bernama Maverick Hartono dan sudah berusia lima tahun sekarang.

Rachel mendongak. Seperti yang diduga, dia melihat Anisa yang sudah lima tahun tidak dia temui.

Anisa mengenakan gaun rajut biru muda dan rambut panjangnya dibuat bergelombang. Meskipun sudah berusia lebih dari 30 tahun, wajahnya masih mulus, seperti orang awal usia 20 tahun. Setiap gerakannya memancarkan pesona yang lebih anggun lagi.

"Rere, coba lihat siapa yang datang!"

Suara Joshua terdengar dari samping Rachel. Suaranya yang berat dan rendah tak mampu menyembunyikan antusiasnya.

Ini adalah pertama kalinya Rachel merasakan emosi yang begitu kuat pada Joshua. Tidak peduli seberapa baik atau lembutnya Joshua padanya, Joshua tidak pernah menunjukkan antusias seperti ini. Itu adalah luapan cinta yang lahir dari lubuk hati dan dorongan naluriah seorang pria yang tak dapat ditahan.

"Bu Anisa?" Rachel mengerutkan kening dan berpura-pura terkejut. Namun, rasa jijik dalam hatinya telah mencapai puncaknya. Anisa yang berdiri di hadapannya terlihat tenang dan elegan, sangat kontras dengan tampangnya yang genit di kantor Joshua.

"Rachel, lama nggak jumpa."

Anisa segera menggandeng Maverick dan turun ke lantai bawah. Dia menyapa Rachel dengan hangat.

Pandangan Rachel kembali tertuju pada Maverick. Tidak lama setelah pernikahan mereka, Joshua berdiskusi dengannya tentang mengadopsi seorang anak laki-laki dari panti asuhan tempat Rachel pernah tinggal dan memberinya nama Maverick.

Joshua mengklaim bahwa mengadopsi anak ini akan membantu mereka menenangkan senior Keluarga Hartono, juga mencegah orang tuanya mendesak Rachel untuk memiliki anak.

Rachel mengira Joshua peduli padanya dan menyetujui usul itu. Namun, dia tidak menyangka bahwa dirinya akan hidup begitu menderita selama dua tahun membesarkan Maverick.

Anak laki-laki ini memiliki temperamen yang buruk. Ketika tidak senang, Maverick akan melempar barang ke arah Rachel, seolah-olah menyimpan permusuhan yang mendalam terhadapnya. Suatu kali, Maverick bahkan menuntut Joshua untuk mengembalikan ibu kandungnya di depan Rachel.

Rachel yang murka juga pernah mempertimbangkan untuk menyerahkan hak asuh Maverick, tetapi Joshua selalu membujuknya untuk berubah pikiran. Dia mengatakan bahwa Maverick yang tidak memiliki ibu sangat kasihan. Dia juga meminta Rachel untuk lebih menoleransi Maverick dan mengingatkan Rachel tentang dirinya yang juga ditelantarkan orang tua ketika masih kecil.

Melihat Maverick yang menggenggam erat tangan Anisa, lalu menghubungkannya dengan sikap Joshua terhadapnya selama ini, Rachel tiba-tiba memahami semuanya.

Joshua dan Anisa telah menikah selama lima tahun, sedangkan Maverick juga berusia lima tahun. Keluarga Hartono tidak menyetujui Anisa menikah dengan Joshua. Jadi ... Joshua menggunakan Rachel sebagai dalih, juga menipunya untuk menjadi pekerja rodi dan tameng mereka?

Selama makan, Joshua dan Maverick terus-menerus mengambilkan makanan untuk Anisa. Mereka bertiga mengobrol dan tertawa akrab, sehingga membuat Rachel yang makan dalam diam terlihat seperti orang asing.

"Rere, akhir-akhir ini, Bu Anisa lagi menulis buku tentang pengasuhan anak dan mau cari lingkungan yang tenang. Selain itu, aku dan kamu juga lumayan sibuk di perusahaan. Aku berencana ...."

Melihat kesempatannya sudah tiba, Joshua meletakkan sumpitnya dan berkata lembut kepada Rachel, "Aku berencana minta Bu Anisa tinggal bersama kita untuk sementara waktu. Dia bisa bantu kamu mendisiplinkan Verick. Verick sepertinya juga cukup menyukai Bu Anisa."

Heh. Setelah menikah lima tahun, mereka sudah bosan melakukan segala sesuatu secara diam-diam. Sekarang, mereka ingin tinggal bersama secara terang-terangan?

Rachel lanjut makan dengan pelan, seolah-olah tidak mendengar ucapan Joshua.

Suasana langsung membeku.

Joshua merasa sedikit canggung dan berbisik untuk mengingatkan, "Rere, aku lagi bicara sama kamu."

Dengan bunyi "tak", Rachel meletakkan sendoknya.

Sebelum Rachel sempat berbicara, Anisa buru-buru berujar, "Maaf, ini semua salahku. Aku sudah mempersulit kalian. Rachel, Josh cuma kasih usul. Dia khawatir kamu kecapekan karena harus bekerja, urus rumah tangga, dan merawat Verick. Makanya dia mau aku bantuin kamu ...."

"Nggak! Aku mau Bibi Anisa tinggal di sini!"

Mendengar ini, Maverick yang duduk di sebelah Anisa langsung protes. Sebelum Anisa selesai berbicara, Maverick mulai membanting sendok dan memukul meja.

"Verick, jangan begitu ...."

"Verick, itu nggak sopan!"

Anisa segera mencoba menghentikan Maverick. Suaranya bercampur dengan teguran refleks Rachel.

Maverick memelototi Rachel dengan marah. Dia mengambil gelas dan menyiramkannya ke arah Rachel.
Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Ditipu dengan Akta Nikah Palsu, Aku Menikahi Pria Berkuasa   Bab 100

    Setelah duduk sembari menunggu dalam waktu lama, Howard juga tidak memiliki kesabaran untuk menyaksikan pertunjukan lagi.Howard menghela napas ringan. Tatapannya dipenuhi dengan rasa menyindir. “Jangan buru-buru. Sebentar lagi juga datang.” Rachel melihat jam sekilas, lalu membalas dengan datar.Baru saja Rachel selesai berbicara, pintu ruangan rapat pun didorong seseorang.Howard yang tadinya merasa santai menjadi tegang dalam seketika.Pemegang saham inti perusahaan beranggotakan tujuh orang. Ada Howard, Mindy, dan Rachel. Sementara, empat lainnya adalah pendukung Mindy. Mereka tidak mungkin akan menampakkan diri. Namun, orang yang membuka pintu adalah dua di antara empat pemegang saham itu.Pria yang sudah berusia paruh baya itu mengenakan pakaian formal. Langkah kaki mereka begitu buru-buru. Setelah memasuki ruangan, mereka bahkan tidak berani melirik Howard sama sekali, melainkan duduk di samping dengan putus asa. Mereka duduk di samping Rachel.…Napas Howard menjadi berat. Sep

  • Ditipu dengan Akta Nikah Palsu, Aku Menikahi Pria Berkuasa   Bab 99

    “Pak Sean ….” Rachel baru saja ingin menjelaskan masalah Joshua.Sean malah berkata, “Aku nggak akan banyak tanya soal masalah pribadimu, apalagi ikut campur. Tapi ada ikatan perjanjian pernikahan di diri kita, aku percaya kamu bisa menyelesaikan masa lalumu dengan baik.”Sean tidak bertanya dan tidak memberi permintaan, alhasil Rachel yang mendengar itu pun merasa sedikit bersalah.Tadinya Rachel berpikir, dengan identitas Sean, mungkin Sean akan peduli dengan masa lalunya, bahkan bertanya dengan detail, tetapi dia tidak menyangka ternyata Sean tidak bertanya apa-apa.“Aku … aku akan segera mengatasinya. Percaya padaku!”Saat ini, Rachel malah tiba-tiba menyadari orang di depan mata benar-benar menganggap penting masalah perjanjian pernikahan, dia bahkan memperlakukan Rachel dengan hormat.Sean membalas dengan mengangguk, tetapi malah muncul sedikit rasa peduli di hatinya. Dia tidak menyelidiki Rachel. Hubungan selama enam tahun bukanlah hubungan yang singkat. Apa dia masih belum mele

  • Ditipu dengan Akta Nikah Palsu, Aku Menikahi Pria Berkuasa   Bab 98

    Rachel mengangguk. Seingatnya, Sean tidak suka makan yang manis-manis. Dia pun bertanya apakah Sean bisa makan yang pedas-pedas.Ketika melihat pria itu tertegun sejenak, Rachel pun berkata lagi, “Oke, aku sudah mengingatnya, Pak Sean nggak suka makan yang manis dan juga nggak bisa makan pedas.”“Makan sedikit juga nggak masalah,” kata Sean.Sean tidak terlalu banyak larangan saat makan. Hanya saja, dia memang tidak begitu makan masakan dengan rasa yang terlalu berat.Rachel juga tidak berbicara panjang lebar lagi. Dia mengenakan celemek, lalu mulai memasak.Dapur didesain dengan model setengah terbuka. Bayangan tubuh wanita yang sibuk itu mulai terlukis di dalamnya. Tatapan Sean juga sama sekali tidak berpaling dari diri Rachel.Tiba-tiba, Sean sepertinya memahami maksud kakek dan neneknya dalam masalah pernikahannya.Dalam keluarga besar, perasaan selalu berada di bawah kepentingan. Orang tua Sean sudah berpisah bahkan sebelum dia dilahirkan.Di keluarga Januardi, hanya kakek dan nen

  • Ditipu dengan Akta Nikah Palsu, Aku Menikahi Pria Berkuasa   Bab 97

    Ketika Rachel berbicara, dia melihat pelayan yang menjaga Lona tadi sedang mengintip mereka dari sebelah. Dia pun memberi isyarat mata kepada Sean. Sean memiringkan sedikit matanya. Hanya saja, tanpa perlu melihat, Sean juga bisa menebaknya.“Dua orang tua di rumahku memang seperti ini. Yang penting kamu terbiasa. Kalau lain kali kamu nggak ada waktu, kamu bisa langsung menolak mereka.”Rachel menggeleng. “Sebenarnya hari ini aku juga ingin bertemu dengan Pak Sean. Aku sudah berhasil mendapatkan proyek dari Grup Zavian. Semua ini berkat bantuan Pak Sean. Tadinya aku ingin berterima kasih kepadamu.”Sean membalas dengan suara ringan, “Hanya masalah sepele. Kamu nggak usah sungkan.”“Bukan sungkan. Aku benar-benar ingin melakukan sesuatu untuk Pak Sean. Biar aku pikir dulu bagaimana cara berterima kasih kepada Pak Sean?” gumam Rachel sendiri.Sean tidak kekurangan apa pun. Jadi, Rachel juga tidak kepikiran bagaimana cara berterima kasih kepadanya.“Berterima kasih?” Sean tidak menyangka

  • Ditipu dengan Akta Nikah Palsu, Aku Menikahi Pria Berkuasa   Bab 96

    Rachel tidak menyangka Sean akan pulang dengan begitu mendadak. Wajahnya seketika merona. “Pak Sean, kenapa kamu kembali ….”Jelas-jelas Lona mengatakan Sean akan bekerja sampai larut malam hari ini.“Bukannya luka Nenek sangat serius? Apa Nenek sudah merasa baikan sekarang?” Nada bicara Sean memang kedengaran dingin, tapi dia sedang memperhatikan kondisi Lona. Dia segera berjalan ke hadapan Lona untuk melihat kondisinya.Lona segera melepaskan tangan Rachel. Wajah Lona kelihatan sangat berkilauan, tidak seperti ketika di telepon tadi, yang mana mengatakan dirinya tidak bisa bertahan lagi, juga tidak mau ke rumah sakit, bersikeras ingin Sean segera pulang.“Memang … tadi memang sedikit serius. Tapi setelah ditemani Rachel seharian, aku jadi merasa lebih nyaman.”Lona berdeham. Dia melirik Rachel dengan tatapan malu. “Cucu patuhku, kamu mesti bantu Nenek untuk berterima kasih kepada Rachel. Tadinya dia masih ada pekerjaan, dia malah membatalkannya khusus untuk menemaniku.”Sean pun terd

  • Ditipu dengan Akta Nikah Palsu, Aku Menikahi Pria Berkuasa   Bab 95

    “Aku dengar-dengar acara pernikahannya diadakan dengan sangat bagus. Seharusnya Pak Sean sangat puas dengan kamu, ‘kan?”Howard sedang menyindir halus Rachel.Kebetulan, ada satu investasi dalam proyek itu yang memang berasal dari anak perusahaan Grup Januardi.Ucapan tadi jelas menyiratkan bahwa Rachel sedang mengandalkan Sean. Bukan mengandalkan Grup Januardi, melainkan mengandalkan Sean. Meskipun tidak melanggar perjanjian taruhan, hanya saja jika kabar itu sampai tersebar, tetap saja sulit untuk meyakinkan publik. Siapa yang tahu apakah Sean hanya membantu satu investasi saja atau justru membantunya dari awal sampai akhir?“Howard, aku itu orang yang memimpin tim dan membantumu untuk mengatasi masalahmu. Aku nggak menerima ucapan terima kasih darimu, tapi kemampuanku malah diragukan. Aku sungguh merasa sedih. Lebih baik kamu telepon untuk tanya Pak Sean, bagaimana menurutnya terhadap proyekku ini? Coba lihat dia lagi menaruh investasi ke proyek atau ke aku?” Rachel langsung memperm

  • Ditipu dengan Akta Nikah Palsu, Aku Menikahi Pria Berkuasa   Bab 22 

    Setelah ragu cukup lama, Rachel mengirim pesan.[ Pak Sean, kamu sudah tidur? ]Pesan itu seperti sudah tenggelam tanpa jejak. Rachel menatap layar ponselnya selama 20 menit, tetapi tidak ada balasan. Postingan Sean di media sosial menunjukkan bahwa itu dari satu menit yang lalu. Sean sebenarnya sed

  • Ditipu dengan Akta Nikah Palsu, Aku Menikahi Pria Berkuasa   Bab 29

    Hanya saja, Rachel masih tetap duduk di bangkunya. Ekspresinya yang kelihatan santai itu tidak kelihatan seperti sedang bersandiwara. Ketika pihak penyelenggara menyadari Rachel tidak gampang untuk dibodohi, dia pun berbicara dengan nada memelas, “Bu Rachel, semua ini memang kelalaian dari pekerjaa

  • Ditipu dengan Akta Nikah Palsu, Aku Menikahi Pria Berkuasa   Bab 27

    Namun siapa sangka, setelah Rachel mencari ke semua tempat duduk, dia tidak bisa menemukan namanya. Pada saat ini, semua orang sudah duduk di tempat, hanya Rachel saja yang sedang berdiri. Dia pun merasa sangat canggung.Manajer yang bertanggung jawab untuk menyuguhkan makanan datang mengingatkan R

  • Ditipu dengan Akta Nikah Palsu, Aku Menikahi Pria Berkuasa   Bab 24

    Namun selain mentransfer uang, Joshua tidak mengatakan sepatah kata pun.Rachel pun tersenyum sinis. Dia tahu jelas niat Joshua. Tindakan diam-diam mentransfer uang ini tidak lebih dari upaya Joshua untuk memanipulasinya. Pria itu ingin Rachel menebak niatnya, bahkan mengingat kasih sayangnya yang m

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status