LOGIN"Tentu saja nggak masalah," sahut Delmar. Dia berkata kepada pemuda dan gadis di samping, "Nathan, Belinda, kalian maju saja. Nggak usah ragu tunjukkan semua kemampuan kalian di depan Pak Tirta."Pemuda yang bernama Nathan berucap, "Oke, Ayah."Gadis yang bernama Belinda menimpali, "Paman, aku pasti akan menunjukkan semua kemampuanku."Kemudian, Nathan dan Belinda berjalan ke tempat kosong untuk menunjukkan kemampuan mereka. Sepertinya mereka merasa bangga bisa menunjukkan kemampuan di depan Tirta. Jadi, keduanya mengerahkan seluruh kemampuan mereka.Nathan berlatih teknik pembentukan energi elemen api, sedangkan Belinda berlatih teknik pembentukan energi elemen air. Teknik ini lumayan cocok untuk mereka berdua. Bahkan mereka sudah berkultivasi sampai tingkat pembentukan energi tahap keempat.Perkembangan mereka cukup mengerikan. Hanya saja, kekurangan mereka berdua sama, yaitu teknik yang mereka dapatkan tidak sempurna.Alhasil, sebagian besar kekuatan spiritual tidak terkendali saat
Hal ini sangat sederhana karena masyarakat kelas bawah tidak mampu menindas orang lain. Orang-orang seperti itu tidak akan melakukan hal yang tidak bermoral karena mereka polos dan berpegang teguh pada prinsip mereka.Namun, yang membuat Tirta dan lainnya terkejut adalah mereka tidak melihat masalah yang tidak adil setelah jalan-jalan di Kota Soren sepanjang sore.Kehidupan penduduk Kota Soren sangat tenang. Mereka selalu menyunggingkan senyum bahagia.Akan tetapi, Tirta tidak terlalu percaya. Akhirnya, dia mencari informasi dari penduduk setempat.Ternyata semua pejabat dan Keluarga Gailan di Kota Soren sangat baik kepada rakyat biasa di sini. Mereka tidak pernah menindas rakyat biasa.Hampir setiap bulan para pejabat dan Keluarga Gailan akan mengadakan rapat rakyat berskala besar. Orang yang mengalami kesulitan di dalam hidupnya, butuh bantuan, atau ditindas boleh mengadu.Bahkan semua masalah langsung diselesaikan di tempat. Alhasil, Tirta tidak melihat masalah di Kota Yugala terjad
Daffin berujar seraya tersenyum, "Sebelumnya aku dengar orang bilang dia sangat hebat. Sekarang aku rasa dia itu cuma orang tolol yang sombong. Setelah dia pergi, bukannya kita tetap bisa melakukan apa pun yang kita inginkan? Benar-benar konyol!"Yasser juga tertawa dan menanggapi, "Tirta itu memang arogan. Putraku, sekarang kalian memang nggak bisa melawan Tirta, tapi aku yakin ke depannya kalian pasti bisa mengalahkannya. Pada saat itu, aku harap kalian bisa membalas dendam adik kalian."Ghaisan dan Daffin berbicara sama-sama, "Ayah tenang saja. Asalkan kemampuan kami sudah cukup hebat, kami pasti akan memenggal kepala Tirta dan menjadikannya persembahan untuk Zharif!"Yasser yang terhibur menyahut, "Oke. Sekarang kita kremasi mayat Zharif, lalu kita siap-siap untuk berangkat ke luar negeri. Nanti kita baru kembali setelah kemampuan kalian sudah cukup hebat!"Begitu mereka bertiga memikirkan hal ini dan belum sempat membereskan mayat Zharif, tiba-tiba terdengar suara yang halus di be
Yasser berbicara dengan ekspresi masam, "Apa? Eh .... Pak Tirta, putraku yang nggak berguna itu memang menyinggungmu, tapi kamu sudah membunuhnya. Seharusnya dendammu sudah terbalas. Aku rasa permintaanmu keterlaluan."Ghaisan dan Daffin juga merasa tidak adil. Mereka marah-marah."Benar. Masa cuma kamu yang boleh berkultivasi di Negara Darsia dan kamu melarang orang lain menjadi pemurni energi?""Apa cuma kamu yang boleh punya banyak uang di Negara Darsia? Orang lain nggak boleh? Di dunia ini nggak ada logika seperti itu!"Beberapa hari yang lalu, Yasser dan putranya baru mengerti makna peribahasa di atas langit masih ada langit setelah melihat kehebatan pemurni energi.Uang, kekuasaan, koneksi, dan sumber daya yang mereka banggakan sebelumnya ternyata hanya sampah bagi pemurni energi yang kuat.Sekarang akhirnya mereka mendapatkan hak untuk menjadi pemurni energi. Mereka bisa melampaui orang biasa. Namun, Tirta malah ingin merebut hak itu. Mana mungkin mereka bisa terima?Tirta menje
Tiba-tiba, Devika maju dan berkata dengan ekspresi dingin, "Tunggu dulu!"Abrisam menyipitkan matanya sambil bertanya, "Kamu siapa?"Devika menjawab dengan dingin, "Kamu nggak berhak tahu aku siapa. Tapi, aku beri tahu kamu biar kamu bisa mati dengan tenang. Margaku Lakeswara dan namaku Devika. Apa kalian pernah mendengarnya?"Mendengar perkataan Devika, semua pejabat Kota Yugala langsung tertegun. Mereka bergidik. Para pejabat itu berseru."Apa?""Devika ... Lakeswara? Bukannya itu nama putri presiden?""Astaga! Jangan-jangan Pak Edgar mau kita sambut dia?"Bukan hanya itu, bahkan Yasser dan kedua putranya terkesiap. Mereka memandang Tirta dengan ekspresi terkejut. Ketiganya ketakutan.Yasser berucap dengan suara bergetar, "Kalau dia ini putri presiden, jangan-jangan ... pemuda ini Tirta yang legendaris?"Gluk! Begitu memikirkan hal ini, Yasser dan kedua putranya menelan ludah. Buk! Mereka langsung berlutut di tanah.Biarpun tinggal di Kota Yugala, mereka sudah sering mendengar tentan
Pemimpin orang-orang yang turun dari mobil yang melaju dari arah barat adalah wali kota. Dia bernama Abrisam. Dia sangat marah begitu melihat mayat Reivan.Tentu saja sekelompok orang yang turun dari arah timur adalah penguasa Kota Yugala. Yasser adalah kepala Keluarga Sultan. Ghaisan adalah putra pertama Yasser dan Daffin adalah putra keduanya. Zharif yang mati adalah putra ketiga Yasser.Selain Abrisam, kepala kepolisian dan semua pejabat Kota Yugala juga termasuk dalam rombongan mobil dari arah barat.Mereka takut dan juga marah saat memandangi mayat-mayat yang bergelimpangan di tanah. Kebencian mereka sangat mendalam dan tidak dihilangkan begitu saja.Bagaimanapun, para tamu yang mati adalah orang kaya di Kota Yugala. Kerugiannya yang dialami para pejabat dan Keluarga Sultan sangat besar setelah mereka mati.Kepala Keluarga Sultan yang bernama Yasser hampir berusia 60 tahun. Tatapannya sangat galak. Dia memelototi Tirta dan bertanya dengan geram, "Hei, sebenarnya kamu siapa? Apa ka
Tak lama kemudian, terdengar suara seseorang di headset 50 lebih pilot. "Haha, kerja bagus! Asalkan bisa melenyapkan musuh yang mengerikan ini, kalian akan mendapatkan penghargaan tingkat pertama. Kalau kalian terus menunjukkan performa yang bagus, ke depannya kalian bisa masuk ke kabinet pemerintah
Perintah Gaurav sudah didengar Saba dan Yahsva dalam waktu singkat. Peperangan antar dua negara dipicu oleh Tirta.Selain itu, Gaurav juga mengutus lebih banyak kapal tempur, pesawat tempur, dan kapal induk ke Negara Yumai. Saba dan Yahsva yang murka marah-marah."Pantas saja tadi kita mendengar sua
"Makanya Tirta berhasil membunuh banyak orang. Begitu semua pejabat ini dibunuh dan Sagara juga mati, itu baru saat-saat yang paling berbahaya. Pasukan yang berjaga di luar pasti akan melancarkan serangan dahsyat," lanjut Arata.Arata menganalisis situasinya sambil memandang ke lokasi pembantaian. E
Alasannya karena dengan kecepatan Tirta, dia hampir mendekati area Gunung Fozi sekitar sepuluh menit lagi.Salah satu pilot pesawat tempur mengomel, "Sialan, dia cepat sekali! Bahkan dia sangat gesit! Lebih gesit dari kucing yang punya sembilan nyawa. Sepertinya kita nggak bisa hentikan dia!"Sekita







