Share

Bab 1218

Author: Hazel
"Jadi, ini yang disebut abalone? Kenapa orang-orang di dunia fana ini makan sesuatu yang aneh seperti ini? Aku nggak bisa memakannya. Lebih baik kita cari tempat lain saja."

Elisa hanya melirik sebentar, lalu menampilkan ekspresi aneh dan menggeleng untuk menolak. Ini adalah pertama kalinya dia melihat makanan seperti abalone. Entah kenapa ... sama sekali tidak membangkitkan selera makannya.

"Meskipun terlihat aneh, abalone ini sebenarnya sangat lezat! Dagingnya lembut, kenyal, dan sangat berair
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
hans
***** mirif itu iy,,,,? ... lanjut broo
goodnovel comment avatar
Aditiya Sanjaya Ritonga
wajah ayu memerah karena melihat Tirta menyedot abalon seperti menyedot kerang yang di bawah...
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3048

    Selain itu, kemampuan murid pria tua berwibawa sangat hebat. Tetua dari gunung suci lain baru mencapai tingkat pemurnian dewa.Namun, generasi ketiga murid pria tua itu bahkan sudah mencapai tingkat penebas dewa. Mereka tidak perlu menghormati tetua gunung suci yang lain. Itulah sebabnya sekarang pria tua itu tetap sangat berkuasa biarpun sudah pensiun.Pria tua berwibawa menegaskan, "Cepat pergi, lebih baik kalau masalah ini diselesaikan lebih cepat. Kamu harus bunuh pelakunya, nggak peduli apa identitasnya dan alasannya. Kalau nggak, kamu nggak usah pulang untuk temui aku lagi.""Oke, Guru!" sahut Gafar. Kemudian, dia berucap kepada para tetua di samping, "Orang yang bisa membunuh Tetua Ganesh sangat langka di dunia awani. Mohon para tetua dan tetua agung ikut aku keluar!"Para tetua dan tetua agung menyahut, "Oke, Pak!"Semua tetua gunung suci ikut keluar, termasuk Lavanya dan tiga tetua agung yang hampir memasuki tingkat pencapaian agung. Ditambah lagi, Gafar sendiri juga hampir me

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3047

    Aula ini hanya dibuka seribu tahun sekali untuk upacara penyembahan leluhur. Jadi, semua murid bisa menyembahyangi leluhur sekte ini.Biasanya, hanya beberapa pria tua renta berambut putih yang terlihat biasa berjaga dan membersihkan aula leluhur ini. Sebenarnya dulu mereka adalah mantan tetua agung Sekte Formasi Surgawi.Di dunia awani, mereka merupakan tokoh hebat yang bisa membuat orang ketakutan hanya dengan mengentakkan kaki. Kultivasi mereka sudah hampir mencapai tingkat pencapaian agung, hanya tersisa satu langkah lagi.Mereka adalah fondasi dan senjata andalan paling hebat Sekte Formasi Surgawi. Hanya saja, mereka sudah hidup 8 ribu tahun dan hampir mati. Mereka hanya mengandalkan akar spiritual untuk bertahan hidup. Biasanya mereka jarang keluar.Krak! Tiba-tiba, kartu takdir yang melambangkan Ganesh hancur berkeping-keping saat Ganesh mati.Salah satu pria tua yang ompong mendekat, lalu bertanya dengan ekspresi kaget, "Ada yang membunuh tetua agung sekte kita?"Pria tua lain

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3046

    Tebing Maut sangat misterius dan sudah ada sejak dunia awani tercipta. Meskipun Tebing Maut tidak begitu terkenal seperti pegunungan liar di bagian timur dan laut utara yang luas, bukan berarti tingkat bahaya Tebing Maut kalah dari tempat berbahaya lainnya.Tidak berlebihan jika mengatakan banyak kultivator tetap menganggap Tebing Maut sebagai tempat terlarang. Semua kultivator yang mendengar tentang Tebing Maut pasti gentar.Whoosh .... Tirta yang baru melompat ke Tebing Maut langsung merasakan angin astral berembus di wajahnya. Angin astral yang berembus sangat menusuk, bahkan kekuatan spiritual yang melindungi tubuh Tirta juga tidak bisa mengurangi rasa sakit ini. Kultivasi Tirta juga melemah."Ternyata angin astral ini bisa melemahkan kultivasi. Pantas saja banyak kultivator tingkat penebas dewa dan kultivator yang hampir memasuki tingkat pencapaian agung mati di sini ...," gumam Tirta yang terkejut.Tirta jatuh dengan kecepatan yang sangat tinggi. Dia segera mengeluarkan kertas em

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3045

    Mahaprana tertawa dan mengomentari, "Kamu begitu lemah, untuk apa aku mengambil nyawamu? Suatu hari nanti, aku pasti akan memanggilmu saat diperlukan. Cepat tingkatkan kultivasimu. Waktu yang tersisa untukmu nggak banyak lagi."Mahaprana hanya meninggalkan pesan yang misterius itu, lalu menaiki sungai surgawi yang indah dan menghilang bersama Magenta.Sebelum mereka pergi, Tirta tidak memperhatikan Magenta melontarkan lidah api dari ujung jarinya ke peta bintang yang kekuatannya terkuras."Waktu yang tersisa untukku nggak banyak lagi? Apa maksudnya? Jangan-jangan ada hal mendesak yang harus kulakukan?" gumam Tirta.Ucapan Mahaprana membuat Tirta termenung, tetapi dia kepikiran Arshala yang jatuh ke Tebing Maut. Nasibnya masih tidak jelas. Tirta menggeleng dan berusaha meredam pikirannya yang kacau. Dia hendak melompat ke Tebing Maut untuk menyelamatkan Arshala.Tirta berucap, "Arshala pasti belum mati. Kalau nggak, pria itu nggak akan biarkan aku menyelamatkannya sendiri."Saat hendak

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3044

    Tirta dan Ganesh akan perlahan menghilang.Mahaprana menjentik jarinya dan berseru, "Lenyapkan!"Krak! Semua petir langsung lenyap. Bahkan bayangan berbentuk manusia di langit yang dibentuk hukum alam juga lenyap. Sudah jelas kekuatan Mahaprana sangat luar biasa.Orang yang sudah mencapai tingkat pengguncang langit bisa mengguncang hukum langit dan bumi. Aturan tidak bisa melukainya.Sementara itu, orang yang sudah mencapai tingkat pengendali langit bisa mengendalikan hukum langit dan bumi. Semua perintahnya pasti dijalankan dan dia bisa mengendalikan sumber hukum makhluk hidup.Jika Mahaprana berniat memutar balik ruang dan waktu ribuan bintang secara bersamaan, dia juga bisa melakukannya. Itulah sebabnya menghancurkan hukum alam dunia awani yang kecil sangat mudah bagi Mahaprana.Magenta berseru kaget, "Ini teknik untuk memutar balik ruang dan waktu, juga menentang hukum alam. Teknik ini nggak bisa dibandingkan dengan Teknik Nirwana yang kukuasai. Kemampuan Tuan ... makin misterius."

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3043

    Di bagian terdalam alam semesta, terdapat Gerbang Maharaja yang bersimbah darah. Sosok hebat seperti Mahaprana bekerja sama untuk membangun Gerbang Maharaja. Mereka ingin mencegat makhluk spiritual mengerikan dari alam semesta lain.Magenta membatin, 'Sepuluh ribu spirit tulang putih sudah mencapai tingkat pencapaian agung. Kecuali sumber di tubuh asli mereka sekalian dilenyapkan. Kalau nggak, mereka nggak akan bisa mati. Bisa dibilang kesulitannya sangat besar, Namira nggak mungkin bisa kembali dalam waktu singkat.'Magenta merasa kasihan pada Namira, lalu dia melihat Mahaprana dan bertanya, "Tuan, apa yang harus kulakukan?"Mahaprana mengalihkan pandangannya dari tempat Namira menghilang. Dia tersenyum dan menjawab, "Nggak usah. Kamu lihat apa yang kulakukan saja."Kemudian, Mahaprana menjentik jarinya dengan santai dan berkata, "Waktu ... berputar kembali."Mahaprana seperti kaisar abadi kuno yang bisa mengendalikan hukum alam. Bam! Tanah dan pegunungan yang retak di sekitar mulai m

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2265

    Glup! Melihat para pejabat Negara Yumai dibantai tanpa bisa melawan, Arata menelan ludah. Bulu kuduknya meremang dan dia berkeringat dingin. Arata berpikir apa nanti Tirta juga akan membunuhnya?Begitu memikirkan hal ini, Arata memandang Ilona dan berbisik, "Ilona, bagaimana kalau kita pergi dulu?"

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2181

    Kala ini, Luvia yang berada di dalam kamar sedang duduk di kursi sambil fokus meneliti teknik misterius yang mendalami asal mula kehidupan. Lebih tepatnya ... dia sedang mengamati film porno.Luvia terlalu fokus. Selain itu, gerakan Tirta sangat pelan. Jadi, Luvia tidak menyadari kedatangan Tirta."

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2188

    Brianna yang memakai kalung berlian merangkul Lilian dan menjulurkan lidahnya. Dia menanggapi, "Kalian nggak usah bersusah payah mendekati Lilian lagi. Dia nggak mau menikah dan nggak tertarik dengan pria! Kalau bukan karena Bu Kinsella mengusulkan untuk melihat bunga sakura di Negara Yumai, kalian

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2196

    Utusan Saba lanjut berdiskusi, "Gawat, ternyata ada komplotannya. Sepertinya kita nggak bisa bertindak. Kita cuma bisa berharap Pak Tirta menyelesaikannya."Banyak penumpang tampak pasrah. Salah satu dari mereka berucap, "Gawat, pilot juga disandera! Kita cuma bisa serahkan uang biar bisa selamat. K

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status