เข้าสู่ระบบSetelah pertempuran besar berakhir, tempat ini benar-benar porak-poranda. Semua gunung telah runtuh, permukaan tanah amblas, dan sama sekali tidak terlihat ada tanda-tanda kehidupan. Pemandangan itu terlihat seperti permukaan tanah baru saja dihantam asteroid kecil.Namun, gudang harta Sekte Bulan Berdarah adalah tempat yang sangat berharga juga, sehingga orang-orang sekte memasang formasi khusus dan artefak untuk melindungi tempat itu. Meskipun gudang itu sudah rusak saat Selvi dan Tirta menemukannya, masih ada setengah isinya yang berhasil dijarah.Terdapat tiga ratusan obat spiritual berusia lima ribu tahun, empat puluh juta lebih batu spiritual kualitas terbaik di gudang itu. Bahkan ada dua ratusan set artefak menyerang sekaligus bertahan kelas atas dan berbagai artefak fungsional. Ada pula berbagai bahan langka yang berlimpah dan jumlahnya hampir tak terhitung. Semua ini sudah cukup untuk menandingi kekayaan dasar sebuah tanah suci."Sekte Bulan Berdarah pasti butuh waktu bertahun
Melihat tatapan Mahaprana tetap tenang dan berbicara dengan nada datar, Magenta tidak berkata apa-apa lagi.Mahaprana menutup kitab kuno di tangannya, lalu bertanya, "Sekarang Keisya dan Mulan harusnya sudah tiba di Gerbang Maharaja, 'kan?"Dengan ekspresi serius, Magenta berkata, "Harusnya sudah hampir sampai. Dengan bantuan mereka dan Namira yang jaga Gerbang Maharaja, harusnya nggak akan terjadi kekacauan besar di sana."Belum lama ini, ternyata Namira yang sedang menjalani hukuman di Gerbang Maharaja mengirimkan sebuah pesan. Di sisi lain Gerbang Maharaja, makhluk abadi yang penuh ambisi tiba-tiba meningkatkan pasukan penyerang mereka secara besar-besaran hingga mencapai satu juta pasukan. Karena terpaksa, Keisya dan Mulan pun pergi ke sana bersama-sama untuk memberikan bantuan.Mahaprana menghela napas, lalu tatapannya yang dalam mengarah ke kegelapan yang jauh lebih pekat. "Selama seluruh Dunia Seribu Raya dan puluhan ribu klan bersatu menghadapi musuh dari luar, sebenarnya nggak
Tidak diragukan lagi, saat ini kepala Selvi terasa berdengung. Dia bahkan lebih terpaku daripada saat benar-benar tersambar petir.Perlu diketahui, tribulasi petir ini bukan tribulasi petir biasa, melainkan serangan balik dari kesadaran langit dan bumi yang puluhan kali lipat lebih kuat daripada tribulasi petir tingkat pencapaian agung. Sepanjang sejarah dunia awani selama delapan ribu tahun terakhir, ini adalah pertama kalinya hal seperti ini terjadi.Meskipun mampu mengerahkan kekuatan delapan belas kali lipat dari tingkat pencapaian agung, Selvi tetap tidak berani jamin dia bisa selamat dari bencana mengerikan seperti ini. Namun, bencana yang begitu mengerikan ternyata menghilang dalam sekejap hanya karena beberapa kata yang diucapkan Tirta dengan santai."Nggak ada apa-apanya. Sebenarnya, aku sendiri juga nggak menyangka hasilnya akan begitu ajaib," kata Tirta sambil menggaruk kepalanya.Awalnya, Tirta berpikir dia bisa langsung bertemu dengan Mahaprana dengan memanggil nama itu. D
Tirta langsung memeluk Selvi dari belakang dan tidak memberikan Selvi sedikit pun kesempatan untuk melepaskan diri."Hubungan spiritual apaan, apa ini saatnya bicarakan itu? Aku nggak bercanda denganmu, kamu benar-benar bisa mati. Cepat lari. Apa kepalamu ini sudah dipukul sampai jadi bodoh?" teriak Selvi yang makin marah, tetapi hatinya justru merasa hangat."Nggak, aku nggak bodoh. Kesadaran langit dan bumi ini juga nggak begitu menakutkan. Aku tahu ada seseorang yang bisa buat ini mundur dengan patuh," kata Tirta sambil menatap lautan petir raksasa itu dengan ekspresi yang tetap tenang. Di dalam benaknya, tiba-tiba muncul sosok seorang pria yang seolah-olah tidak berada dalam batasan waktu."Omong kosong apa ini? Kesadaran langit dan bumi adalah hukum langit yang terbentuk dari hukum alam dunia awani. Siapa yang bisa membuatnya merasa takut?" kata Selvi sambil menatap Tirta dengan ekspresi tidak percaya. Dia makin yakin kepala Tirta pasti dipukul sampai menjadi bodoh saat tadi berta
Pfft! Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa di hadapan tebasan pedang raksasa itu, Teknik Iblis Abadi yang begitu dibanggakan Bowo hanyalah sebuah lelucon.Sebab, tubuhnya telah dihancurkan hingga tak bersisa sedikit pun. Jangankan memulihkan tubuh atau hidup kembali dalam kondisi sempurna, bahkan serpihan tubuhnya pun tidak ada yang tersisa!Rummmm! Tebasan pedang itu terus melaju tanpa kehilangan momentumnya. Baru setelah menyapu habis 108 ribu puncak gunung, kekuatannya mulai melemah dan menunjukkan tanda-tanda akan buyar.Entah berapa banyak murid Sekte Bulan Berdarah yang sedang bergegas menuju tempat ini atau yang tengah melarikan diri, tewas di bawah satu tebasan pedang yang seolah mampu membelah langit dan bumi itu."Uhuk ... uhuk .... Senior, kekuatanmu benar-benar luar biasa."Saat itu, karena Selvi tidak lagi menekan kultivasinya hingga bahkan mampu menekan tribulasi petir, Tirta yang sebelumnya terjebak di dalam tribulasi petir akhirnya berhasil melepaskan diri. Dia datang
Setelah lautan petir menghilang, tampak jelas bahwa seluruh daging di tubuh Bowo telah hangus dan diselimuti warna merah kecokelatan yang membuat siapa pun bergidik ngeri.Dia seolah dilempar hidup-hidup ke dalam lautan api, lalu dipanggang hingga sekitar 70% matang. Rambut, mata, serta wajahnya habis terbakar. Setelah itu, dia baru berhasil melarikan diri."Argh .... Argh! Aku akan membunuhmu!"Bowo juga menyadari betapa mengenaskan kondisinya saat ini. Terlebih lagi, tribulasi petir semakin lama semakin mengerikan. Jika dalam waktu singkat dia masih gagal mengalahkan Selvi, tribulasi petir ini hanya akan berakhir dengan kegagalan!Raungan Bowo dipenuhi rasa sakit dan kemarahan yang mencapai titik ekstrem. Dia nyaris kehilangan akal sehat. Kini, dia bagaikan roh jahat yang meraung di lapisan ke-18 neraka.Sejak kapan seorang Ketua Sekte Bulan Berdarah dipaksa hingga berada dalam keadaan setragis ini?Srrr .... Sungai darah di bawah kakinya melilit seperti ular piton raksasa yang hidup
Melihat Hafiz kabur, para bawahan yang panik ingin membuang senjata mereka dan mengejar Hafiz. Mereka berkomentar."Bos ... kabur! Sialan!""Sialan! Biarkan saja. Setelah mendapatkan uang, kita juga bisa bersenang-senang di luar negeri!"Kemudian, seorang pria paruh baya yang cukup berpengaruh maju.
Seperti yang diduga, pemandangan penuh dengan mayat yang tewas dalam kondisi mengenaskan."Sepertinya mereka semua adalah orang dari Negara Yumai. Bagus kalau mereka mati! Eh, nggak, maksudku ini terlalu kejam!""Kenapa pelakunya kejam sekali?""Mereka nggak sepantasnya dibantai dengan begitu sadis
Duar!Mendengar itu, Hafiz langsung merasa jantungnya seperti ditusuk, seakan-akan petir menyambar di siang bolong, menggema dalam benaknya. Bahkan, napasnya pun tertahan sejenak!'Petinggi ibu kota .... Aku bersusah payah selama seluruh hidupku, tapi hanya bisa menjadi bawahan kelas menengah di Pro
Tirta meninggalkan Desa Persik pada pukul 1 siang. Dia pergi ke labirin obat untuk melihat pertumbuhan bahan obat-obatan. Untung saja, Nia mengikuti gambar yang diberikan Tirta dengan menggabungkan cara penanaman bibit bahan obat di buku kuno pengobatan.Jika bukan karena Tirta memahami keistimewaan







