Share

Bab 1502

Penulis: Hazel
Seketika Nabila merasa tidak nyaman. Dia berpura-pura sinis saat berbicara. Pada saat yang sama, Nabila juga kagum dengan kecantikan dan karisma Bella yang berdiri di samping Tirta.

Nabila diam-diam mendengus. Pantas saja Bella bisa membuat Tirta tergila-gila padanya. Ternyata dia memang menawan.

Nabila memang bermaksud menunjukkan kehebatannya di depan Bella ketika melontarkan ucapan itu. Siapa sangka, Tirta malah mengungkap kebenarannya, "Ha? Tiga jam masih belum cukup? Kak Nabila, biasanya k
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
hans
***** Lanjut
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2984

    Mendengar suara itu, ekspresi penguasa agung menjadi muram. Dia bergumam, "Um? Siapa yang bisa diam-diam masuk ke istana tanpa membangkitkan formasi perlindungan?"Penguasa agung juga sedikit marah karena bagian istana yang dihantam tadi tepat di atas kepalanya. Kalau bukan karena respons penguasa agung cukup cepat, dia pasti sudah dihantam potongan emas.Alis Hasana berkerut. Dia mengomel, "Lancang sekali, beraninya orang itu membunuh penguasa agung? Sepertinya dia cari mati!"Whoosh! Setelah mengenakan pakaian, Hasana berkelebat, lalu memelesat ke udara melalui lubang di istana dengan memancarkan niat membunuh yang intens.Penguasa agung menyipitkan matanya. Dia mencibir dan berkomentar, "Menarik sekali. Aku mau lihat siapa yang datang untuk cari mati."Penguasa agung buru-buru memakai baju dan juga memelesat ke udara. Dia melayang di udara, lalu berdiri di depan Hasana.Pada saat yang sama, para wanita suci yang dikurung di dalam kamar istana juga mendengar suara yang menggelegar ta

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2983

    Anjing hitam mengomel, "Sialan, aku memang buta! Ini Rumput Kelam, bisa-bisanya aku menganggapnya sebagai obat spiritual! Ah, sakit sekali! Jangan-jangan anjing hebat sepertiku akan mati di sini?"Ternyata anjing hitam terlalu antusias sehingga memakan rumput beracun. Racun yang kuat membuat anjing hitam langsung tumbang.Tubuh anjing hitam kejang-kejang dan mulutnya berbusa, seakan-akan dia punya penyakit lama yang kambuh lagi. Sudah jelas racun dari rumput itu sangat kuat. Untung saja, fisik anjing hitam tidak biasa. Mungkin makhluk hidup lain langsung mati setelah mengonsumsi racun itu.Nova yang sedikit khawatir bertanya, "Apa kita nggak perlu menyelamatkannya?""Nggak usah, anjing sialan ini sangat tangguh. Kamu nggak usah khawatir, sebentar lagi dia pasti kembali aktif. Ayo, kita masih harus membereskan urusan penting," ujar Tirta.Selesai bicara, Tirta merangkul pinggang Nova dan langsung melangkahi kepala anjing hitam."Pemuda sialan ... masa kamu nggak menyelamatkanku? Aku aka

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2982

    "Cih, memangnya aku selicik itu?" celetuk anjing hitam. Dia yang kecewa mencebik. Anjing hitam tidak menyangka Tirta langsung tahu dia berniat jahat.Shanaya berkomentar, "Aku rasa kamu memang begitu.""Tsk, tsk ... hati manusia memang rumit. Kalian suka memutarbalikkan fakta," timpal anjing hitam. Dia menunjukkan ekspresi tidak bersalah.Nova tidak bisa menahan tawanya lagi.Tak lama kemudian, anjing hitam sudah berhasil memecahkan formasi. Dia berdiri, lalu menepuk kedua kakinya dan berujar, "Sudah beres. Ikut aku masuk."Sesudah itu, anjing hitam mengendalikan kerangka inti formasi yang padat di tanah dengan kesadaran spiritualnya. Kerangka inti formasi langsung diam-diam menyatu dengan formasi perlindungan di tempat ini. Muncul sebuah pintu terbuka dan tidak terdengar suara sedikit pun.Bahkan Tirta juga takjub dengan kehebatan anjing hitam. Teknik formasi anjing hitam makin hebat.Shanaya berpesan kepada Tirta, "Aku tahu kemampuanmu hebat, tapi kamu nggak boleh anggap remeh pengua

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2981

    Anjing hitam menanggapi dengan bangga, "Tentu saja, aku ini keturunan asli klan anjing langit. Kalau aku membangkitkan garis keturunanku sepenuhnya, menelan bulan juga sangat mudah bagiku. Pemuda ini nggak ada apa-apanya kalau dibandingkan denganku."Tirta menggeleng dan menegur, "Baru dipuji sedikit saja sudah besar kepala. Benar-benar nggak tahu malu. Orang yang bermuka tebal memang nggak bermoral."Nova tidak bisa menahan tawanya. Dia terlihat sangat menawan.Anjing hitam kalah berdebat dengan Tirta. Dia marah-marah sembari memelotot, "Huh, kamu jangan terlalu sombong! Nanti kamu pasti akan meminta bantuanku. Aku pasti akan membuatmu menangis!"Anjing hitam memang sangat menyebalkan, tetapi dia bisa membuat Nova tertawa. Tanpa sadar, kesedihan yang dirasakan Nova berkurang.Shanaya membawa mereka terbang sekitar dua jam. Dia menunjuk sebuah gunung tinggi yang berjarak 50 kilometer di depan sambil berkata, "Yang di depan itu istana penguasa agung. Aku ... cuma bisa bawa kalian sampai

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2980

    Tirta tentu memperhatikan beberapa orang yang mengikutinya di belakang. Orang-orang itu hanya mengikuti dari jauh dan sama sekali tidak berniat untuk bertindak.Selain itu, kultivasi orang-orang itu rendah. Mereka hanya mencapai tingkat pembentukan jiwa tahap pertama dan kedua sehingga tidak bisa mengancam keselamatan Tirta. Jadi, Tirta tidak memedulikan mereka.Anjing hitam yang duduk di labu ungu mengamati Nova dengan serius seraya meledek Tirta, "Pemuda sialan, kamu cukup hebat ya. Kamu taklukkan wanita cantik lagi begitu cepat. Sebelumnya kamu bilang nggak berniat macam-macam. Sekarang kamu sudah beraksi. Apa kamu mau berdebat lagi?"Sebelumnya anjing hitam mencium wangi tubuh wanita di hutan lebat. Tentu saja itu adalah wangi tubuh Nova dan lainnya.Anjing hitam yang sudah terlepas dari kejaran langsung menunjukkan ekspresi licik. Tirta mengomel, "Anjing sialan, jangan bicara sembarangan. Kalau bukan karena kamu bersikeras mengganggu lebah nirwana dan membuatku makan anggrek ular

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2979

    Setelah itu, Tirta berkata kepada Shanaya, "Tolong Tetua Shanaya pimpin jalan. Nanti kita berhenti di dekat sana saja.""Oke. Kamu ikut aku saja," timpal Shanaya. Selesai bicara, dia mengeluarkan labu ungu. Sesudah diperbesar, labu itu menjadi perahu yang melayang di langit.Sementara itu, Tirta menggendong Nova dan mengikuti Shanaya dengan menaiki Pedang Terbang.Tiba-tiba, terdengar teriakan anjing hitam dari bawah. "Pemuda sialan, aku dikejar orang. Kenapa kamu kabur? Cepat kemari dan bantu aku bunuh beberapa orang tolol ini!"Anjing hitam sudah berlari ribuan kilometer, bahkan kakinya hampir berasap. Di belakang anjing hitam, puluhan murid tingkat pembentukan jiwa tahap pertama dan kedua terus mengejarnya. Tubuh mereka dibasahi keringat, tetapi mereka tetap tidak menyerah.Dua murid yang berada di paling depan berteriak marah. Mereka merasa sangat sial mengalami hal buruk seperti ini."Anjing sialan, cepat menyerah!""Kamu melahap obat spiritual yang sekte kami siapkan untuk pengua

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 923

    Harto menceritakan kejadiannya kepada Karsa secara singkat. Karsa berujar, "Apa? Kaki dan tanganmu dipatahkan? Mana Suci? Bukannya dia bilang barangnya aman?"Karsa menegaskan, "Oke. Harto, tunggu aku. Sekarang aku bawa bawahan untuk bantu kamu balas dendam!"Selesai bicara, Karsa langsung mengakhir

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 831

    Berdasarkan apa yang Tirta katakan sebelumnya, Suwanto berpura-pura memasang wajah serius setelah menganalisis situasinya. Dia mengernyit seolah-olah situasinya sangat mendesak, lalu berujar demikian dengan nada menakut-nakuti."Aduh ...." Mendengar ucapan itu, Tirta pun menghela napas kecewa. Awalny

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 792

    Sebelum ketiga keluarga besar datang, sekalipun mati, Hubert tidak akan percaya pada omongan Aiko. Sandra juga demikian.Namun, fakta membuktikan bahwa Tirta benar-benar bisa memerintahkan Keluarga Gumarang untuk mengantar uang. Bahkan, bukan hanya Keluarga Gumarang, tetapi juga dua keluarga besar la

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 832

    "Oke. Selama kamu jujur dan mengakuinya, mungkin hukumanmu bisa diringankan beberapa tahun. Tapi, itu cuma berarti kamu akan menghabiskan lebih sedikit waktu di penjara," jelas Tirta.Tirta tertawa sinis sebelum melanjutkan, "Jangan harap bisa lolos begitu saja. Pasien-pasien yang sudah kamu tipu ngg

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status