Mag-log inTirta menyeringai dan membalas, 'Oke! Aku memang menunggu ucapanmu ini!'Kemudian, Tirta kembali menarik tali Busur Matahari dan membidik penguasa agung.Penguasa agung tidak takut sedikit pun. Dia berteriak dengan ekspresi bengis, "Eh? Sepertinya kamu benar-benar nggak takut mati. Ayah, tunggu apa lagi? Langsung habisi pemuda ini, aku mau lihat dia mati!"Siapa sangka, pria tua itu menggeleng dan menyahut, "Putraku, nggak bisa."Setelah itu, pria tua langsung berucap kepada Genta yang berada di dalam tubuh Tirta, "Nggak disangka, ternyata aku beruntung bisa bertemu dengan klan naga yang sebenarnya. Ini salah satu klan paling kuat di alam semesta. Padahal cuma tersisa jiwa dan Mutiara Naga, juga nggak ada wujud aslinya. Tapi, aku tetap merasa kagum."Pria tua tidak langsung bertindak karena Genta mengeluarkan sedikit energinya, jadi pria tua itu merasakannya.Genta menanggapi dengan datar, "Nggak usah bicara omong kosong. Selama ada aku, kamu nggak bisa melindungi putramu."Pria tua me
Kemudian, cahaya emas itu berubah menjadi pria tua. Pandangan pria tua itu sangat tajam. Rambutnya sudah memutih, tetapi kulitnya masih sangat mulus.Telapak tangan pria tua yang mulus menangkap anak panah, lalu mematahkannya.Hati Tirta bergetar. Dia bertanya, "Apa? Pria tua ini cuma klona, tapi bisa mematahkan anak panah yang bisa membunuh kultivator tingkat pemurnian dewa? Seberapa mengerikan kekuatannya yang sebenarnya?"Anjing hitam menciut dan giginya bergemeletuk. Dia berucap, "Aku merasakan aura yang membuatku nggak tenang. Tirta, lebih baik kita kabur saja. Biar kita nggak mati di sini.""Kabur?" tanya Tirta sembari mengernyit.Pria tua bergumam, "Ternyata formasi sudah dirusak. Pantas saja ...."Pria tua mengamati lingkungan di sekitar, lalu tatapannya tertuju pada Tirta dan anjing hitam. Dia mengibaskan lengan bajunya sambil berkata, "Apa pecundang seperti kalian masih bisa kabur setelah aku muncul? Dia ini memang anak haram yang memalukan, tapi pecundang seperti kalian juga
Anjing hitam mencebik, lalu berbicara dengan sinis, "Huh, apanya yang nggak mungkin? Sebelumnya aku merusak formasi di luar. Kalau nggak, kamu nggak mungkin nggak tahu kami masuk."Walaupun hanya seekor hewan, anjing hitam juga meremehkan orang seperti penguasa agung.Tadi penguasa agung masih sangat arogan, tetapi sekarang dia tampak ketakutan dan terkejut. Dia berkata, "Nggak ... ini nggak mungkin terjadi .... Kecuali ... kamu juga menguasai teknik rahasia Sekte Formasi Surgawi!""Teknik rahasia Sekte Formasi Surgawi apanya? Aku nggak mengerti omonganmu. Majikanku dulu yang mengajariku tentang formasi. Ditambah lagi, aku belajar dari Batu Pancawarna ini," timpal anjing hitam.Selesai bicara, anjing hitam membuka mulut dan mengeluarkan batu yang mencatat "Esensi Formasi". Batu Pancawarna memancarkan cahaya samar seperti giok ajaib berkualitas tinggi. Kerangka inti formasi yang tercatat di batu sangat padat dan tak terhitung jumlahnya sehingga terlihat misterius.Penguasa agung berteri
Biarpun begitu, Tirta tetap merasa tersiksa. Sekujur tubuhnya seperti perlahan hancur.Tirta mengomel, "Sialan, formasi ini sangat mengerikan .... Jangan-jangan orang yang memasang formasi ini pemimpin Sekte Formasi Surgawi atau tetua agung yang berstatus tinggi?"Tirta ingin mengerahkan teknik rahasia dan lanjut meningkatkan kemampuannya secara paksa, tetapi sekarang dia sudah mengerahkan teknik terlalu lama. Jadi, dia sudah kehabisan tenaga.Ditambah lagi, Tirta berada di pusat formasi. Dia pasti tidak bisa berhasil membuka gerbang selanjutnya dari teknik rahasia. Masalah ini juga tidak bisa diselesaikan sekalipun Genta mengendalikan tubuh Tirta."Apa hari ini aku benar-benar akan mati di tangan binatang ini?" gumam Tirta. Dia merasa tidak rela, tetapi juga tidak berdaya.Sementara itu, Nova juga akan mati jika tidak dilindungi kertas emas. Padahal dia tidak berada di area serangan. Nova berucap, "Apa yang terjadi di luar .... Suaranya mengerikan sekali ...."Hasana menjerit histeris
Selain itu, Hasana juga masih berharap Tirta tertarik dengan seratus lebih teknik rahasia untuk pasangan yang dikuasainya. Bahkan dia ingin Tirta mencoba semua teknik itu bersamanya.Saat Hasana berimajinasi, Tirta sudah berkelebat dan sampai di depan istana.Terdengar suara tawa yang arogan. Penguasa agung tiba-tiba muncul di atas istana dan berteriak dengan ekspresi bengis, "Hei, teruslah bersikap sombong! Aku mau lihat selanjutnya kamu masih bisa bersikap sombong atau nggak! Aku sudah berhasil mengaktifkan formasi perlindungan!"Penguasa agung meneruskan, "Dulu ada empat kultivator tingkat pemurnian dewa yang nggak suka dengan tindakanku sepertimu, tapi akhirnya mereka dilenyapkan formasi ini. Selanjutnya, nasibmu juga akan sama seperti mereka. Aku mau lihat kamu mati dibunuh formasi ini!"Kala ini, darah di dahi penguasa agung sudah berhenti mengalir. Bum! Bum! Formasi perlindungan yang menyelubungi tempat ini aktif.Dalam sekejap, langit cerah dalam area ratusan kilometer berubah
Sulit dibayangkan, jika panah cahaya tadi menembak tubuh mereka berdua, Bisma dan Hasana pasti mati.Tirta tertawa sinis dan menanggapi, "Tentu saja busur ini sudah menjadi milikku setelah aku merebutnya. Bukannya tadi kamu bilang mau bunuh aku? Kenapa sekarang kamu kabur?"Tirta menarik tali busur lagi. Ngung! Ngung! Esensi energi terpancar. Gambar burung emas muncul di busur hitam yang tampak biasa dan melahap semua energi spiritual.Panah cahaya yang menyilaukan terbentuk secepat kilat. Dibandingkan panah cahaya sebelumnya, panah cahaya kali ini lebih padat seperti terbentuk dari besi berwarna emas.Penguasa agung berteriak dengan ekspresi panik, "Bisma, Hasana, kalian tahan dia. Aku mau aktifkan formasi perlindungan di tempat ini untuk melawannya!"Penguasa agung bergerak dengan cepat dan hendak kembali ke bagian dalam istana. Dia tidak terlihat karismatik seperti sebelumnya lagi. Sosoknya tampak menyedihkan."Oke, Penguasa Agung!" sahut Bisma dan Hasana secara terpaksa. Mereka men
Sesudah Kurnia masuk ke hotel, Azhar bertanya kepada Kimmy, "Kimmy, sikap Kakek Kurnia sangat serius. Apa identitas orang yang kalian tunggu? Kamu bisa beri tahu aku?"Kimmy tidak berani melihat Azhar. Dia memandang ke tempat lain sambil menggigit bibirnya. Kimmy mendesah dan menyahut, "Kak Azhar, a
"Nggak kok! Saat kalian mandi, aku di kamarku. Mana mungkin aku melakukan hal yang lebih buruk dari binatang itu!"Jantung Tirta sontak berdetak kencang. Dia tidak berani menunjukkan ekspresi mencurigakan dan segera memasang wajah polos seolah-olah tidak bersalah.Padahal, kenyataannya dia telah dia
Yusril berpikir sejenak sebelum menyahut, "Aku nggak tahu. Tapi, aku rasa mereka akan mengizinkan kamu mengikuti turnamen bela diri kalau kamu menunjukkan identitasmu di Sekte Mujarab."Yusril melanjutkan, "Hanya saja, kamu sudah melukai 2 murid Kurnia. Sepertinya kurang cocok kalau kamu mengikuti t
Selesai bicara, Azhar langsung mendorong Kimmy dengan kuat karena terbawa emosi. Alhasil, Kimmy jatuh ke tanah.Hanya saja, sebelum Azhar melancarkan serangan, Tirta sudah menendangnya hingga terpental. Kemudian, Tirta menghampiri Azhar dan mencekiknya seraya menegur, "Kamu bilang mau bunuh aku? Apa







