로그인Tirta juga bersandiwara. Dia tersenyum lebar sehingga menunjukkan giginya yang putih. Tirta akan kehilangan seratus lebih teknik rahasia untuk pasangan itu jika langsung membunuh Hasana, benar-benar disayangkan.Hasana diam-diam merasa lega, tetapi dia tetap tidak menurunkan kewaspadaannya. Dia bertanya dengan tatapan kesal, "Apa kamu sama sekali nggak tertarik padaku?"Tirta melihat Nova yang berdiri di dekat sana dan menyahut, "Aku sudah ada yang punya. Aku nggak ingin mengecewakan istriku."Selesai bicara, Tirta mengeluarkan sepotong baju untuk menutupi tubuh Hasana.Tubuh Hasana gemetaran dan dia tersenyum canggung. Hasana menimpali dengan ekspresi iri, "Ternyata begitu. Sayang sekali .... Ya sudah, aku tuliskan seratus lebih teknik rahasia untuk pasangan sekarang."Kemudian, Hasana mengeluarkan alat tulis dan mulai menulis satu per satu teknik itu. Tulisan Hasana sangat kecil dan rapi, tidak seperti karakternya yang liar. Tulisan di kertas itu seperti ditulis putri bangsawan yang
Anjing hitam menambahkan, "Selain itu, kamu jangan berpikiran untuk kabur atau melakukan hal lain. Kalau nggak, aku bisa menghabisimu dengan mudah."Tentu saja, kalimat terakhir ini ditujukan kepada Hasana.Hasana langsung tertawa dan menanggapi, "Nggak mungkin. Tadi aku sudah bersumpah pada senior muda ini. Tentu saja aku nggak berani macam-macam. Kamu nggak usah khawatir."Hasana memang tidak pernah bertarung dengan anjing hitam, tetapi dia melihat dengan kesadaran spiritual anjing hitam merusak formasi di tempat ini. Padahal formasi itu dipasang oleh tetua agung dari tiga tempat suci terbesar.Selain itu, sebelumnya anjing hitam mengeluarkan kabut beracun dari mulutnya. Bahkan penguasa agung juga tumbang terkena racun itu. Padahal kemampuan penguasa agung jauh lebih hebat daripada Hasana.Dua hal ini membuat Hasana takut kepada anjing hitam. Jadi, dia tidak berani bertindak.Anjing hitam mendengus, lalu berbicara dengan sombong, "Untung kamu tahu diri. Kalau nggak, aku punya banyak
Penguasa agung memiliki tingkat kultivasi yang cukup tinggi, tetapi tubuhnya sudah hancur. Biarpun begitu, dia tetap bisa hidup kembali dengan merebut tubuh orang lain selama jiwanya belum lenyap.Hanya saja, sekarang jiwa penguasa agung juga dihabisi Tirta. Sosok penguasa agung sudah lenyap dari dunia ini.Untung saja, kertas emas yang mencatat Mantra Evolusi Semesta memang khusus digunakan untuk menghadapi kesadaran spiritual. Kalau tidak, Tirta benar-benar tidak memiliki trik untuk melukai jiwa penguasa agung. Apalagi trik untuk membunuh orang keji itu.Terdengar suara penuh kebencian dari kepala jiwa penguasa agung yang putus. "Ah ... aku nggak rela! Kamu cuma pecundang .... Atas dasar apa ...."Kemudian, jiwa penguasa agung buyar dengan cepat bak tumpukan salju yang meleleh di bawah sinar matahari. Dalam sekejap, penguasa agung menghilang tanpa jejak.Tirta kesulitan membuka matanya. Setelah melihat penguasa agung lenyap, dia mengeluarkan suara yang lemah, "Fiuh ... akhirnya aku b
Whoosh! Tiba-tiba, Tirta membawa anjing hitam datang dengan menaiki Pedang Terbang. Dia menembakkan panah dari jauh dan membidik penguasa agung.Anak panah yang menyilaukan seperti terbuat dari giok emas. Kelihatannya indah, tetapi mengandung kekuatan mematikan yang sangat mengerikan."Sialan, pecundang seperti kalian memang pantas mati! Ayah, tolong aku!" teriak penguasa agung yang terkejut dan juga marah. Dia segera terbang ke arah istana.Sekalipun kecepatan penguasa agung sangat tinggi, juga tidak bisa menandingi panah cahaya yang melaju secepat kilat. Darah penguasa agung menyembur, tembakan panah itu langsung menembus kepalanya. Cahaya terpancar di depan wajah dan belakang kepala penguasa agung.Penguasa agung menjerit histeris. Kecepatannya tetap tidak berkurang. Hanya saja, tubuhnya terhuyung.Tirta berkomentar dengan alis berkerut, "Orang ini cukup tangguh!"Anjing hitam berada di bagian belakang Pedang Terbang. Dia mengulurkan kakinya dan menempelkannya ke bahu Tirta sambil m
Tirta menyeringai dan membalas, 'Oke! Aku memang menunggu ucapanmu ini!'Kemudian, Tirta kembali menarik tali Busur Matahari dan membidik penguasa agung.Penguasa agung tidak takut sedikit pun. Dia berteriak dengan ekspresi bengis, "Eh? Sepertinya kamu benar-benar nggak takut mati. Ayah, tunggu apa lagi? Langsung habisi pemuda ini, aku mau lihat dia mati!"Siapa sangka, pria tua itu menggeleng dan menyahut, "Putraku, nggak bisa."Setelah itu, pria tua langsung berucap kepada Genta yang berada di dalam tubuh Tirta, "Nggak disangka, ternyata aku beruntung bisa bertemu dengan klan naga yang sebenarnya. Ini salah satu klan paling kuat di alam semesta. Padahal cuma tersisa jiwa dan Mutiara Naga, juga nggak ada wujud aslinya. Tapi, aku tetap merasa kagum."Pria tua tidak langsung bertindak karena Genta mengeluarkan sedikit energinya, jadi pria tua itu merasakannya.Genta menanggapi dengan datar, "Nggak usah bicara omong kosong. Selama ada aku, kamu nggak bisa melindungi putramu."Pria tua me
Kemudian, cahaya emas itu berubah menjadi pria tua. Pandangan pria tua itu sangat tajam. Rambutnya sudah memutih, tetapi kulitnya masih sangat mulus.Telapak tangan pria tua yang mulus menangkap anak panah, lalu mematahkannya.Hati Tirta bergetar. Dia bertanya, "Apa? Pria tua ini cuma klona, tapi bisa mematahkan anak panah yang bisa membunuh kultivator tingkat pemurnian dewa? Seberapa mengerikan kekuatannya yang sebenarnya?"Anjing hitam menciut dan giginya bergemeletuk. Dia berucap, "Aku merasakan aura yang membuatku nggak tenang. Tirta, lebih baik kita kabur saja. Biar kita nggak mati di sini.""Kabur?" tanya Tirta sembari mengernyit.Pria tua bergumam, "Ternyata formasi sudah dirusak. Pantas saja ...."Pria tua mengamati lingkungan di sekitar, lalu tatapannya tertuju pada Tirta dan anjing hitam. Dia mengibaskan lengan bajunya sambil berkata, "Apa pecundang seperti kalian masih bisa kabur setelah aku muncul? Dia ini memang anak haram yang memalukan, tapi pecundang seperti kalian juga
Mendengar hal itu, Lukman mengira dirinya salah dengar. Mengapa Tirta bisa membunuh seseorang di depan mata kepala kepolisian tanpa ditahan? Siapa sebenarnya bocah ini? Apa dia benar-benar sehebat itu?"Pak Mauri, kamu ini polisi yang adil dan baik. Kenapa kamu malah nggak mengambil tindakan apa pun
Kangga juga mengira Tirta hanya bicara omong kosong. Tirta pasti hanya menipu mereka supaya pengujian dilakukan ulang. Namun, Riza tidak mungkin menyetujuinya."Begini saja, aku telepon seseorang dulu. Kamu tunggu sebentar." Tanpa memberi Riza kesempatan untuk berbicara, Tirta sudah menghubungi nomor
Saba tentu tahu alasan mereka terkejut. Setelah melakukan akupunktur dan minum obat buatan Tirta, Saba merasa sekujur tubuhnya sangat segar. Langkahnya juga terasa ringan. Dia tidak terlihat seperti pria tua 100 tahun lagi. Dia dipenuhi energi seperti anak muda."Hehe. Kenapa? Aku nggak mirip dengan
Ketika Tirta membawa sekelompok orang itu ke rumah barunya, Joshua, Toby, dan Hendrik berkumpul di sebuah ruang privat restoran kelas atas.Mereka sedang membahas strategi untuk memberi pelajaran kepada Mauri dan Tirta. Setengah hari telah berlalu. Bawahan yang mereka utus mendapat beberapa kabar men







