Share

Bab 1794

Author: Hazel
Tirta memeluk Bella dan menciumnya, lalu menyahut seraya tersenyum, "Sudah ditemukan. Aku mau bawa kamu temui dia. Selain itu, ayahku juga datang. Mereka lagi tunggu kita di vila Kak Saba."

Bella juga ikut merasa senang. Dia menarik Tirta keluar dari vila dan berseru, "Baguslah! Tirta, ayo kita cepat pergi ke sana! Jangan sampai Paman dan Bibi menunggu terlalu lama."

Begitu berjalan sampai depan pintu, Tirta tiba-tiba teringat sesuatu. Ekspresinya berubah drastis. Dia bergumam, "Eh, ada yang ane
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
hans
***** Lanjut
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2834

    Tirta berucap, "Tapi, gunung nggak mungkin meninggi. Jadi, gunung ini bermasalah ...."Tirta mulai waswas, tetapi dia tidak merasakan energi yang berbahaya. Tirta menambahkan, "Kita coba terbang lagi. Aku mau lihat seberapa tinggi gunung ini."Tirta dan lainnya lanjut terbang selama hampir satu jam. Gunung-gunung lain tidak terlihat lagi. Mereka bisa melihat hampir seluruh wilayah dunia misterius.Udara juga menjadi dingin dan kadar oksigen menjadi rendah. Lapisan awan menjadi tipis. Saat mendongak, mereka memang masih tidak bisa melihat puncak Gunung Dewi. Namun, mereka melihat cahaya yang berkedip seperti kerikil besar.Tirta berujar, "Sialan, bahkan kita sudah melihat bintang. Tapi, kita masih belum sampai di puncak gunung? Sebenarnya apa yang terjadi? Apa aku berhalusinasi?"Tirta sudah mengalami banyak hal. Namun, sekarang dia juga tercengang melihat kondisi Gunung Dewi.Tirta hendak bertanya kepada Genta, tiba-tiba suara Althea terdengar dari belakang. "Sayang, jangan panik. Coba

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2833

    Gorgon memberi hormat dan berucap kepada semua orang, "Semuanya sudah siap, mohon kalian semua bekerja sama dengan kami untuk mencari kultivator tingkat pembentukan dewa itu dan menangkapnya. Begitu mendapatkan teknik kultivasinya, kami pasti akan membaginya dengan kalian. Kami pasti akan berusaha keras."Para tetua tingkat pembentukan jiwa memang tahu jelas Gorgon hanya bicara omong kosong, tetapi sekarang mereka terpaksa harus mengikutinya.Dalam sekejap, banyak tetua tingkat pembentukan jiwa terbang keluar dari Organisasi Publikasi. Cahaya terang terpancar dari tubuh mereka. Kultivator tingkat inti emas mengikuti di belakang dan kultivator tingkat pembentukan fondasi juga terpaksa ikut.Tim dengan jumlah anggota yang sangat besar itu melakukan pencarian di dunia misterius. Mereka tidak akan menyerah sampai menemukan kultivator tingkat pembentukan dewa itu.....Sementara itu, Tirta sudah tahu rencana Gorgon dan lainnya. Namun, sekarang dia belum menyadari pergerakan mereka.Kala ini

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2832

    Orang kerdil hitam itu berteriak, "Lancang, aku ini klona Penguasa Tulang Putih dari dunia darah. Beraninya kamu mentertawakanku! Cari mati!"Teriakannya seperti gabungan dari suara hantu yang banyak. Ada suara pria, wanita, orang tua, dan anak muda.Tidak terlihat bagaimana caranya orang kerdil itu bertindak. Bam! Tubuh tetua tingkat pembentukan jiwa yang bicara tadi langsung meledak. Dagingnya beterbangan.Para tetua tingkat pembentukan jiwa yang lain buru-buru menyingkir saking takutnya. Mereka berseru."Siapa yang bertindak? Tubuh tetua tingkat pembentukan jiwa tahap kelima meledak dalam sekejap! Kekuatannya benar-benar mengerikan!""Orang kerdil itu menyebut dirinya klona Penguasa Tulang Putih dari dunia darah? Jangan-jangan rumor yang beredar memang benar? Sekte Penguasa Akhirat menandatangani perjanjian dengan kultivator dari dunia luar!"Hanya Gorgon, Modeus, dan Magani tetap bergeming.Setelah tubuhnya meledak, inti jiwa tetua itu berteriak panik, "Ah ... tubuhku!"Tetua itu b

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2831

    Bagian depan Cermin Kegelapan bergejolak setelah menyerap darah puluhan mayat. Kabut hitam yang menyelimutinya menjadi makin tebal, seolah-olah sesuatu yang mengerikan hendak keluar dari cermin.Sebagian besar tetua tingkat pembentukan jiwa di tempat memandangi cermin itu dengan perasaan gelisah. Para tetua itu merasakan kematian sangat dekat dengan mereka.Salah satu tetua membatin, 'Cuma sedikit energi yang terpancar, tapi begitu mengerikan. Sebenarnya apa yang ada di dalam cermin? Apa rencana Sekte Penguasa Akhirat?'Bahkan banyak tetua tingkat pembentukan jiwa berniat kabur. Termasuk tetua dari sekte super besar. Hanya Magani dari Sekte Zeru yang tetap terlihat tenang.Modeus yang berasal dari Sekte Penguasa Akhirat juga sama sekali tidak takut. Dia melayang di udara sambil tersenyum. Modeus bergumam dengan perasaan antusias, "Setelah Kak Gorgon membunuh semua orang ini, kemungkinan besar dia sudah bisa memanggil senior itu."Jeritan histeris terdengar dari bawah, seperti neraka."

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2830

    Murid utama Sekte Ambara yang sudah mencapai tingkat inti emas tahap kedua terpaksa menjelaskan, "Tetua Gorgon, Tetua Magani, sebelumnya dua tetua dari sekte kami pergi untuk membunuh penjahat yang melenyapkan anggota sekte bawahan kami. Tapi ... mereka nggak kembali lagi.""Sampai sekarang, nggak ada kabar dari mereka. Aku rasa kemungkinan besar dua tetua itu sudah dibunuh. Hanya saja, kartu takdir mereka ada di dunia awani. Jadi, kami nggak bisa memeriksanya," lanjut murid itu.Terdengar suara sekelompok tetua dari sekte super besar yang berdiskusi di udara."Ha? Ternyata ada masalah begitu?""Kultivasi dua tetua itu nggak rendah, tapi mereka juga dibunuh. Sepertinya mereka bertemu dengan kultivator tingkat pembentukan dewa itu!""Mereka cuma berdua. Tentu saja mereka mati kalau bertemu orang itu.""Kalau nggak, dua tetua pasti datang untuk bekerja sama dengan kita."Para tetua tingkat pembentukan jiwa yang mengandalkan sekte super besar hanya mendengar percakapan mereka. Semuanya ke

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2829

    Para murid ini dianggap tidak berguna karena kemampuan mereka lemah. Itulah sebabnya mereka tidak meninggalkan gunung.Sebenarnya mereka bisa hidup. Hanya saja, mereka juga mengincar Elisa dan lainnya yang cantik. Mereka memprovokasi Tirta.Tirta yang mengamuk meminta Elisa dan lainnya untuk mengasah kemampuan dengan membunuh para murid itu.Setelah mendengar ucapan Elisa, Tirta menyahut sembari mengangguk, "Oke."Tirta membakar semua mayat di tanah, lalu memimpin jalan. Kabut makin tebal saat mereka makin dekat dengan puncak gunung.Di puncak gunung memang terdapat formasi. Sayangnya, formasi itu sudah dirusak sekelompok orang yang baru dibunuh tadi.Sebuah gua dibangun di tengah formasi, tetapi tidak ada jejak orang tinggal di gua ini. Semua batu spiritual dan teknik yang ditinggalkan di dalam gua juga sudah dirampas.Hanya saja, Tirta sudah mengambilnya kembali. Dalam beberapa waktu ini, dia tidak lupa merampas harta pemurni energi yang dibunuhnya.Alhasil, batu spiritual dan artefa

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 908

    "Ayah, kamu baik sekali sama aku. Tenang saja. Nanti kalau aku sukses, aku pasti rawat kamu sampai akhir hayatmu!" Ketika mendengar Samudra menyetujuinya, Ammar langsung mengeluarkan rokok dan memberikannya kepada Samudra.Tentunya, semua ini hanya omong kosong. Ammar tidak punya keahlian apa pun da

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 980

    Ayu membalas, "Oke. Melati dan Arum juga mau ikut. Kita bawa Nia. Kita pergi berlima."Tirta menimpali dengan ekspresi terkejut, "Ha? Bibi, kita cuma beli sayur. Untuk apa semuanya pergi? Kalau kita semua pergi, Kak Agatha istirahat sendirian di klinik."Tirta menambahkan, "Selain itu, ada banyak ua

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 862

    Setelah berpikir sejenak, Melati membalas, "Aku juga nggak tahu di mana Bu Yanti tinggal .... Di gunung ini nggak ada sinyal. Gimana kalau nanti setelah kita turun gunung, aku telepon Arum? Dia pasti tahu di mana Bu Yanti tinggal.""Ya sudah, kita langsung turun gunung sekarang saja. Jangan pikirkan

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 910

    "Ah! Sial! Jangan pukul aku! Pukul ayahku! Ah!" Ammar sama sekali tidak bisa melawan. Tamparan terus datang dari kanan dan kiri. Beberapa giginya telah copot."Ammar, tahan sedikit! Satu gigi senilai 100 juta! Kalau semuanya, berarti kamu bisa dapat uang miliaran!""Kamu bisa kasih mahar dan beli mo

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status