Share

Bab 1847

Auteur: Hazel
Melihat situasi ini, ekspresi Linda tampak khawatir. Dia hendak mencari anggota pasukan khusus Negara Raigorou, lalu menyuruh mereka mengaku kalah supaya tidak perlu mengikuti pertandingan.

Namun, sudah terlambat. Hal ini karena 5 anggota pasukan khusus Negara Raigorou sudah naik ke platform setelah pembawa acara selesai bicara.

Linda bergumam, "Bagaimana ini? Apa mereka akan terluka parah atau mati dihajar orang Negara Martim? Sekarang terjadi konflik internal di Negara Raigorou, cuma mereka ya
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (1)
goodnovel comment avatar
hans
***** Lanjut
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Latest chapter

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3020

    Embusan napas Tirta membuat wanita berjubah hitam menyadari dia dipermainkan. Dia mendengus dan berujar, "Beraninya kamu menakutiku!"Dengusan wanita berjubah hitam bagaikan petir yang bergemuruh di benak Tirta. Kemudian, wanita berjubah hitam mengulurkan kedua tangannya secara bersamaan dan hendak menusuk pusat energi Tirta tanpa ragu sedikit pun.Tirta mengerang. Rasa sakit yang menusuk menyebar dari pusat energi ke sekujur tubuh Tirta.Sejak tubuh Tirta diperkuat Genta, dia jarang merasakan sakit yang luar biasa seperti ini. Tirta ingat sebelumnya Genta menggunakan tubuh Tirta untuk bertarung dengan Leluhur Darah. Genta membuat Tirta terluka parah untuk menghukumnya.Namun, sekarang Tirta bukan hanya merasa kesakitan. Dia bahkan akan kehilangan nyawanya.Dalam situasi ini, Tirta tahu dia pasti mati. Dia berteriak untuk meluapkan rasa tidak rela, "Ah ... aku kutuk semua leluhur wanitamu!"Wanita berjubah hitam tidak keberatan dikutuk Tirta. Dia menanggapi, "Tenang saja. Aku akan biar

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3019

    "Jadi, kamu ingin menguasai peluang ini?" tanya Tirta. Sebelum menyelesaikan ucapannya, dia langsung mengeluarkan Pedang Terbang dan memelesat ke langit.Tirta merasa wanita ini sangat berbahaya. Jika dia bertindak gegabah, kemungkinan dia hidup sangat kecil.Pria sejati harus pintar membaca situasi. Orang yang bijak tahu kapan harus mundur dan kapan harus bertindak. Jadi, Tirta tidak merasa kabur adalah tindakan yang memalukan.Hanya saja, meski wanita berjubah hitam berdiri di tempat, Tirta yang mengerahkan seluruh tenaganya tetap tidak bisa meninggalkan tempat ini. Dia terjebak.Perasaan yang aneh ini membuat Tirta tidak nyaman. Dia mengomel di dalam hati, 'Pasti tempat ini sudah dipasang formasi. Sepertinya wanita ini anggota Sekte Formasi Surgawi. Apa hari ini aku akan mati di sini? Nggak bisa ....''Oh, aku ada ide,' batin Tirta yang tiba-tiba kepikiran ide. Mungkin dia bisa bebas.Namun, wanita berjubah hitam yang berada di darat menekukkan jarinya sebelum Tirta sempat menjalank

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3018

    Tentu saja sosok itu adalah wanita berjubah hitam. Sebenarnya saat Tirta dan Nova sampai di rumah leluhur Keluarga Hemanta yang terbengkalai, dia sudah menemukan mereka berdua dan diam-diam mengawasi mereka.Pada malam hari, wanita berjubah hitam melihat Tirta diam-diam keluar dari kota. Jadi, dia mengikuti Tirta.Sosok wanita itu bak udara yang nyaris tidak terlihat. Dia sudah mencapai tingkat penebas dewa, apalagi dia juga dibantu formasi. Kalaupun sekarang Genta bangun, dia juga tidak akan menemukan keberadaan wanita berjubah hitam.Wanita berjubah hitam terus mengikuti Tirta keluar dari kota secara diam-diam. Setelah melewati banyak jalan kecil yang berkelok-kelok, dia melihat Tirta masuk ke sebuah desa. Namun, wanita itu tetap tidak menunjukkan wujud aslinya.Wanita berjubah hitam bergumam dengan tatapan muram, "Apa mungkin jiwa klan naga asli dan Mutiara Naga yang mengandung kekuatan murni ada di tangan pemuda itu? Kata guru, sepertinya jiwa wanita klan naga asli juga terluka par

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3017

    Tirta tertawa dan menanggapi, "Kalau memang seperti yang kamu bilang, bukannya itu berarti semua orang sakti di dunia ini kura-kura?"Nova tersentuh melihat interaksi Tirta dan Nivia. Dia berujar, "Sayang, kemampuanku nggak sehebat kamu. Waktu momennya tepat, kamu yang ajar dia saja."Tirta menyahut, "Nggak masalah."Tiba-tiba, terdengar bentakan sekelompok tentara dari dekat sana."Berhenti! Jangan bergerak! Aku mau tanya kalian, apa kalian melihat dua orang ini?""Kalian nggak lihat?""Aku peringatkan kalian, jangan berbohong! Mereka itu penjahat yang membunuh tentara. Langsung laporkan kepada kami kalau kalian melihat mereka! Paham?"Para tentara itu menerobos rumah banyak penduduk secara paksa. Tentu saja mereka sampai di sini karena mencari pelaku itu.Begitu melihat para tentara, Nivia segera menarik Tirta dan Nova masuk ke halaman rumah yang terbengkalai. Dia berucap, "Ah .... Ayo, kita sembunyi sekarang. Kalau nggak, kita pasti terancam bahaya!"Mereka bersembunyi di rerumputan

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3016

    Gadis itu bertanya dengan ekspresi bingung, "Kalian ... siapa? Kenapa kalian masuk ke rumah leluhurku?"Mendengar pertanyaan gadis itu, mata Tirta berbinar-binar. Dia bertanya balik, "Apa? Kamu bilang ini rumah leluhurmu?"Nova juga sangat emosional. Jangan-jangan orang yang Tirta selamatkan adalah keturunan Nayara?Nova menjelaskan, "Dik, kami nggak berniat jahat. Kami diminta seorang senior untuk mencari keturunannya. Margamu apa? Kenapa rumah ini nggak terawat?"Gadis itu menyahut, "Um ... ayahku melarangku bicara dengan orang asing. Tapi, kulihat kalian sangat memedulikan masalah ini. Aku ceritakan pada kalian."Gadis itu mengamati sekeliling, lalu berbisik, "Margaku Hemanta dan namaku Nivia. Sekitar 760 tahun yang lalu, leluhurku itu pedagang yang paling kaya di Kota Safir. Mereka menguasai hampir seluruh industri di kota ini. Tapi ... kesuksesan mereka nggak berlangsung lama.""Bukan hal yang bagus kalau orang biasa terlalu kaya. Kekayaan keluarga kami diincar wali kota waktu itu

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3015

    Melihat wanita berjubah hitam tiba-tiba menghilang, wakil jenderal makin emosional. Dia mengayunkan tangannya dan memerintah, "Haha, master ini hebat sekali. Teman-teman, bisa dibilang ini berkah di balik musibah. Buka mata kalian lebar-lebar dan kalian harus fokus.""Kalau kita berhasil menyanjung master ini, kesempatan kita untuk sukses sudah datang! Kenapa kalian masih diam saja? Cepat kerahkan lebih banyak bawahan! Sebagian jaga pintu gerbang kota, sebagian ikuti aku untuk melakukan pemeriksaan di setiap rumah," lanjut wakil jenderal.Wakil jenderal menambahkan, "Oh iya. Kita juga harus interogasi semua penduduk kota. Pasti ada yang melihat orang yang dicari master itu!""Oke, Pak!" sahut belasan tentara. Mereka tertawa, lalu mengerahkan kekuatan spiritual di dalam tubuh mereka dan berlari ke dalam kota dengan cepat. Para tentara itu mengabari rekan mereka.....Dengan kondisi Tirta sekarang, dia tidak bisa melepaskan kesadaran spiritual. Jadi, dia tidak tahu semua yang terjadi di

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 593

    Setelah itu, dia mengalihkan pembicaraan terhadap Susanti, "Oh ya, Bu Susanti. Bisa diskusikan satu hal denganmu?""Ada apa? Katakan saja," jawab Susanti dengan ragu-ragu."Aku sering nggak berada di rumah. Boleh nggak kamu atur beberapa bawahan untuk sering berpatroli di Desa Persik, supaya Bibi dan

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 572

    "Dipo? Siapa itu? Dia yang culik Agatha?" tanya Tirta."Ini ... meski masih belum bisa dipastikan, kemungkinannya sangat besar." Setelah berhenti sejenak, Mauri melihat informasi yang didapatkannya dan memberi penjelasan pada Tirta."Dipo adalah keturunan langsung dari keluarga kaya di ibu kota provin

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 678

    "Aku sudah pikirin cara untuk memberi Mauri pelajaran. Tenang saja, Pak Joshua. Tunggu kabar baikku saja." Amal terkekeh-kekeh. Kemudian, dia langsung membawa bawahannya ke kantor polisi.Pada saat yang sama, Joshua mendapat pesan dari Budi. "Haha. Pak Budi bakal tiba 30 menit lagi. Suruh orang cari

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 648

    "Ya, Pak Bima. Bukannya dia muridmu? Kenapa kamu malah bilang gurumu?" Para pemuda yang mengikuti Aaris pun bertanya dengan kebingungan, apalagi saat melihat Bima marah besar."Tirta memang guruku! Berani sekali kalian ingin mematahkan kakinya di hadapanku! Keterlaluan!" Bima mendengus dan melayangka

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status