LOGINSelain itu, yang terpenting adalah "Tirta" sama sekali tidak terluka. Situasi ini belum pernah terjadi sebelumnya, benar-benar tidak masuk akal! Sekalipun melihatnya secara langsung, tetap saja sulit dipercaya.Padahal kekuatan surgawi bisa melenyapkan kultivator tingkat pembentukan dewa dengan mudah dan membuat kultivator tingkat pemurnian dewa terluka parah. Siapa sangka, "Tirta" bisa menghadapi kekuatan itu dengan tenang."Tirta" tertawa santai dan menceletuk, "Petir surgawi seperti ini nggak bisa melukaiku, malah bisa membangkitkan darah naga di dalam tubuh Tirta dan menutrisinya.""Tirta" langsung memurnikan petir surgawi ungu menjadi anak panah. Dia mengubah ujian surgawi menjadi teknik serangan dan memadankannya dengan Busur Matahari.Szzt! Szzt! Busur Matahari memang mengandung kekuatan matahari yang dahsyat. Kultivator tingkat pencapaian agung pernah menembak matahari hingga meledak dengan busur itu.Kala ini, Busur Matahari memancarkan kekuatan yang sangat dahsyat setelah dip
Para tetua itu tidak ingin kultivasi mereka yang dilatih dengan susah payah selama bertahun-tahun hancur dalam sekejap. Jadi, mereka terpaksa meminta ampun.Di bagian paling depan, Sirius dibantu kerangka inti formasi. Itulah sebabnya kecepatannya paling tinggi. Dia sama sekali tidak berbalik.Whoosh! "Tirta" malah menanggapi ucapan tetua dengan menarik tali Busur Matahari. Dengan kemampuan "Tirta" sekarang, cahaya panah yang dibentuknya bisa menembak mati para tetua tingkat pembentukan dewa dengan mudah.Bam! Terdengar suara yang menggelegar. Ternyata seorang tetua tingkat pembentukan dewa tahap menengah dari Sekte Penguasa Akhirat hampir ditembak. Dia langsung menarik junior di sampingnya, lalu melemparnya untuk mempertahankan nyawanya.Melihat junior itu mati, dua tetua Sekte Penguasa Akhirat yang lain kaget. Mereka berkomentar."Kak, kenapa kamu berbuat seperti ini ....""Dia ... itu junior yang mendampingi kita setiap hari."Tetua tingkat pembentukan dewa tahap menengah itu menden
Di langit, Sirius melihat semua yang terjadi. Setelah berasumsi sendiri, dia memutuskan untuk buru-buru meninggalkan tempat ini.Selain itu, Sirius juga bersyukur sebelumnya dia sudah memperkirakan bahaya yang mengintai. Jadi, dia tidak bertindak gegabah dan ikut para tetua itu mendarat.Kala ini, "Tirta" sudah melenyapkan delapan tetua tingkat pembentukan dewa. Empat tetua digunakan untuk menutrisi tubuh Tirta, sedangkan empat tetua yang lain dimurnikan "Tirta"."Tirta" mendengus, lalu berkata, "Kalian kira kalian bisa datang dan pergi sesuka hati? Kalian anggap tempat ini kebun bunga di belakang rumah kalian? Lagi pula, kalian sudah datang. Lebih baik kalian tetap di sini saja!"Genta memang hampir memasuki tingkat pemurnian dewa. Sekarang dia sudah membangkitkan ujian surgawi. Awan gelap berkumpul dan petir surgawi ungu bergejolak. Situasinya sangat mengerikan!Di bagian bawah, tampak petir setebal pilar di tengah lapisan awan. Semua petir itu mengandung kekuatan yang destruktif sam
Pada saat yang sama, para tetua tingkat pembentukan dewa yang sedang fokus mencari keberadaan Tirta di daerah pegunungan tiba-tiba menghentikan langkah mereka saat empat tetua Sekte Zeru dibunuh. Mereka berdiskusi dengan alis berkerut."Kak, apa tadi kamu mendengar suara? Sepertinya itu suara empat tetua Sekte Zeru ....""Iya. Sepertinya mereka bilang bisa menemukan Busur Matahari dengan mudah.""Jangan-jangan mereka sudah menemukan orang itu?"Sebelumnya mereka tidak menemukan Tirta dengan menggunakan kesadaran spiritual. Jadi, kali ini mereka mencarinya secara langsung.Sekarang mereka hendak melepaskan kesadaran spiritual. Tiba-tiba, mereka melihat kejadian tak terduga. Di bagian timur belakang gunung, wanita jelek itu memegang Busur Matahari dan membunuh empat tetua tingkat pembentukan dewa Sekte Suci Utara dengan mudah.Semuanya terjadi dalam sekejap. Para tetua tingkat pembentukan dewa itu bahkan belum sempat merespons, tetapi tubuh mereka sudah hancur lebur dihantam Busur Mataha
Salah satu tetua tertawa dan menimpali, "Kita sudah mencari di mana-mana dengan susah payah, ternyata sekarang kita malah menemukan Busur Matahari dengan mudah!"Melihat situasi ini, para tetua Sekte Zeru tampak antusias. Semangat mereka menggebu-gebu. Mereka merasa senang karena menemukan Busur Matahari dan mentertawakan Tirta tidak tahu diri.Demi mencari Busur Matahari, mereka sudah mengerahkan dua kultivator tingkat pembentukan dewa tahap menengah dan dua tingkat pembentukan dewa tahap awal.Tidak ada kekuatan spiritual di dalam tubuh wanita jelek ini. Sudah jelas dia adalah orang biasa. Jadi, para tetua tidak perlu khawatir.Kalaupun wanita jelek ini adalah kultivator tingkat pembentukan dewa tahap menengah, para tetua juga tidak takut. Asalkan wanita ini tidak bersembunyi dan muncul secara terang-terangan, para tetua bisa bekerja sama untuk membunuhnya dan merebut Busur Matahari kembali.Mereka hanya menginginkan Busur Matahari, jadi mereka tidak peduli tentang pemilik bulu. Bahk
Area yang tidak dicari hanya sekitar lima kilometer, tetapi 20 lebih tetua yang bekerja sama bisa mencakup area dalam radius 100 kilometer.Tetua Sekte Zeru masih bersikeras mengikuti Tirta. Di tengah perjalanan, Tirta berkentut untuk menunjukkan ketidakpuasannya. Kentutnya benar-benar bau! Dia ingin membalas sekelompok pria tua ini.Krek! Seorang tetua tingkat pembentukan dewa langsung maju dan mencekik Tirta. Dia marah-marah, "Wanita jelek, kamu bisa bawa kami cari orang itu atau nggak? Beraninya kamu kentut! Argh! Aku sudah nggak tahan ingin membunuhmu!"Tetua itu murka karena mencium kentut Tirta, jadi energinya terlepas hingga menghancurkan gunung dan bebatuan di sekeliling. Tumbuhan-tumbuhan juga patah.Tetua lain tidak bicara, tetapi ekspresi mereka sangat muram. Sudah jelas, sekarang mereka juga sangat kesal.'Sialan! Tapi, akhirnya sekarang mereka sudah berpencar,' omel Tirta di dalam hati.Tirta tetap menunjukkan ekspresi sabar saat menghadapi para tetua itu. Namun, dia berbi
Chandra dan lainnya telah menyaksikan kekuatan Tirta yang luar biasa. Saat ini, mereka jelas tidak menganggap bahwa Tirta sedang membual."Pak Tirta memang murah hati. Kami sangat mengagumimu. Pantas saja Pak Saba sampai bersumpah saudara denganmu.""Benar, benar. Pak Tirta masih muda, tapi kebesara
Setelah itu, Genta tidak bersuara lagi. Sementara itu, Tirta merasa bersalah saat melihat Ayu dan Bella yang ketakutan.Tirta berkata, "Bibi, Bu Bella, tadi aku bukan sengaja mau sakiti kalian. Tadi aku ...."Meskipun Tirta tidak bermaksud menyakiti Bella dan Ayu, dia hampir saja terlambat menghenti
"Ah ... jangan, Tirta, cepat lepaskan aku! Kita baru saja bertemu, aku masih punya banyak pertanyaan untukmu!"Nabila berkata tidak, tetapi sebenarnya sejak melihat Tirta ... tubuhnya sudah panas dan tak tertahankan!"Nggak masalah, sama sekali nggak mengganggu. Tanyakan saja, aku akan dengar. Aku j
Kaki Diego gemetaran saking kagetnya. Setelah tersadar, dia mengepalkan tangannya dengan erat dan berteriak kepada sopir, "Kamu buta, ya? Apa kamu bisa menyetir? Kamu nggak lihat ada orang di depan?"Namun, sopir itu mengabaikan Diego. Dia malah berkata kepada pria dan wanita muda di kursi belakang







