Mag-log inTirta terkejut mendengar ucapan Nova. Dia berkomentar, "Apa? Formasi perlindungan sekte ini bisa membunuh kultivator tingkat pemurnian dewa kalau dikerahkan dengan kekuatan penuh?"Padahal status kultivator tingkat pemurnian dewa sangat tinggi di sepuluh sekte super besar dunia awani. Status mereka adalah tetua agung.Lavanya yang berstatus sebagai pemimpin sembilan gunung suci juga baru mencapai tingkat pemurnian dewa. Padahal Sekte Formasi Surgawi merupakan bagian dari tiga tempat suci terbesar.Namun, Sekte Hala hanya sekte kecil yang tidak terkenal. Kenapa formasi perlindungan sekte mereka begitu hebat? Siapa yang memasang formasi sehebat ini untuk melindungi sekte kecil begini?Wajah Nova memucat. Dia menjelaskan, "Benaran, aku juga mendengarnya dari guruku. Formasi sekte ini dipasang oleh orang yang menyokong penguasa agung itu, makanya formasi sekte ini begitu hebat. Selain Sekte Hala, dua sekte lain yang dibangun penguasa agung juga dilindungi formasi seperti ini."Nova menamba
Danendra merasakan dirinya hampir mati. Dia menangis saking takutnya, bahkan sampai kencing di celana.Danendra berteriak, "Jangan ... kamu nggak boleh membunuhku! Ayahku itu pemimpin Sekte Hala dan dia itu kultivator tingkat pembentukan dewa yang hebat! Dia punya kartu takdirku!""Begitu kamu membunuhku, ayahku pasti langsung tahu. Dia akan keluar dari pengasingan, lalu membunuhmu untuk membantuku balas dendam! Nggak ada untungnya bagimu kalau kamu membunuhku," lanjut Danendra.Danendra menyarankan, "Begini saja, kamu lepaskan aku. Aku jamin nggak akan mencari masalah denganmu lagi. Kumohon, aku benar-benar nggak ingin mati .... Aku juga nggak ingin inti jiwaku dilenyapkan!"Tirta tertawa sinis dan menanggapi, "Memangnya kultivator tingkat pembentukan dewa sangat hebat? Bagiku, kultivator tingkat pembentukan dewa nggak ada apa-apanya. Kamu yang membawa anggotamu untuk mencari masalah denganku dan menghina kekasihku, jadi hari ini kamu harus mati. Siapa pun nggak bisa menyelamatkanmu."
Srak! Kertas emas yang dikeluarkan Tirta menebas kepala salah satu murid dengan mudah, begitu pula inti jiwanya.Buk! Satu murid Sekte Hala jatuh ke tanah lagi. Semua ini hanya terjadi dalam sekejap.Biasanya orang-orang ini menganggap diri mereka murid elite Sekte Hala. Namun, sekarang mereka sama sekali tidak ada apa-apanya di hadapan Tirta. Padahal Tirta belum mengerahkan Teknik Rahasia Delapan Gerbang."Kenapa ... bisa begini ...," gumam empat orang yang tersisa dengan ekspresi terbengong-bengong. Mereka baru pertama kali menghadapi musuh seperti Tirta yang membunuh dengan begitu tegas.Kemampuan mereka memang tidak bisa menandingi Tirta. Apalagi sekarang mereka ketakutan. Jadi, formasi pedang yang mereka kerahkan makin kacau. Sebagian besar kekuatan formasi tidak bisa dikerahkan.Bahkan mereka mulai berniat mundur dan hendak kabur. Namun, Tirta tidak berencana melepaskan mereka semua.Tubuh Tirta berkelebat. Dia menghindari energi pedang dengan gesit sambil mengendalikan kertas em
Enam murid Sekte Hala yang juga sudah mencapai tingkat pembentukan jiwa tahap keenam berdiri di belakang Danendra. Mereka semua memegang Pedang Terbang. Pedang-pedang itu memancarkan cahaya dingin yang menyilaukan.Mereka melepaskan kesadaran spiritual. Setelah merasakan kultivasi Tirta, mereka tertawa sinis.Salah satu murid berkomentar, "Ternyata pemuda ini baru mencapai tingkat inti emas tahap kedua. Tuan Muda, masa sebelumnya kamu dikalahkan pemuda ini? Kamu yakin nggak bercanda dengan kami?"Danendra mendengus dan menanggapi, "Pemuda ini memang kelihatannya cuma mencapai tingkat inti emas tahap kedua, tapi kemampuannya setara dengan tingkat pembentukan jiwa tahap ketujuh. Kalau nggak percaya, kalian maju dulu untuk menguji kemampuannya."Kali ini, Danendra memang sudah membuat persiapan. Namun, dia pernah dikalahkan Tirta. Jadi, dia tidak berani bertindak gegabah. Danendra memanggil banyak murid untuk membantunya.Danendra berniat menguras tenaga Tirta. Kalau perlu, nantinya dia a
Tirta mengenali pemilik suara itu. Dia adalah putra pemimpin sekte, Danendra. Tirta berucap seraya mengusap dagunya, "Nggak disangka, orang itu bangun begitu cepat. Dia buru-buru datang untuk membalas dendam padaku."Nova mengingatkan dengan alis berkerut, "Kamu jangan keluar. Danendra sangat licik. Dia sudah dikalahkan olehmu sekali. Kalau dia datang mencarimu lagi, dia pasti sudah membuat persiapan."Tentu saja Nova membenci Tirta yang merenggut kesuciannya, tetapi sekarang sepertinya Tirta memang bisa mengubah takdirnya.Sebaliknya, Danendra sering diam-diam mempermainkan murid wanita di sekte. Selama ini, Nova sangat membenci Danendra. Jadi, Nova baru membujuk Tirta.Selain Danendra, terdengar suara beberapa orang yang sinis di luar gua. Jika didengarkan dengan saksama, sebagian besar dari mereka merasa cemburu dan marah."Kenapa? Wanita suci dari sekte kita yang baru bangun langsung bermesraan dengan bajingan mesum?""Cih, wanita suci apanya! Jelas-jelas dia itu wanita murahan yan
Tirta meneruskan, "Kalaupun aku nggak muncul, setengah bulan lagi kamu juga akan dinodai penguasa agung berengsek itu. Penguasa agung itu pasti nggak sebaik aku. Setidaknya aku akan memperlakukanmu dengan tulus dan bertanggung jawab menjagamu selamanya.""Bajingan mesum, menurutku kamu nggak ada bedanya dengan penguasa agung itu!" balas Nova yang sangat marah. Dia mengeluarkan Pedang Terbang lagi dari Cincin Penyimpanan dan menebas lengan Tirta."Hais, maaf!" ujar Tirta dengan perasaan tidak berdaya. Dia tahu Nova tidak akan mendengar ucapannya jika dia tidak menaklukkannya.Tirta langsung berkelebat dan berdiri di belakang Nova. Dia memasukkan kekuatan spiritual dengan jari tangannya untuk menyegel pusat energi dan meridian Nova, jadi Nova tidak bisa mengerahkan kekuatan spiritual."Bajingan mesum, apa ... yang kamu lakukan padaku?" tanya Nova. Dia baru pertama kali melihat teknik untuk menyegel energi seperti ini.Seketika tubuh Nova lemas seolah-olah tenaganya terkuras. Klang! Pedan
Dua ekor anjing berjalan di depan. Tentu saja Lilian dan lainnya bisa melihat mereka bermesraan.Namun, Lilian dan lainnya berterima kasih pada anjing hitam yang sudah menyelamatkan mereka. Ditambah lagi, mereka merasa kedua anjing itu hanya hewan peliharaan. Kurang cocok jika mereka menilai menurut
Menghadapi teguran Sagara, para pejabat tidak merasa malu sedikit pun. Bahkan, mereka berteriak kepada Sagara dengan sikap tegas. Para pejabat ini sudah bertekad untuk mengkhianati Sagara."Sagara, kamu sudah kehilangan kekuasaanmu! Sekarang kamu nggak bisa memerintah atau mengendalikan siapa pun."
Setelah tahu keseriusan masalahnya, Affan bergidik. Dia menyeka keringatnya dan berucap, "Kalau begitu ... aku langsung bawa bawahan untuk menangkap ketiga wanita itu. Kalau kami nggak bisa menangkap mereka dalam waktu lima menit, aku rela bunuh diri dengan menyobek perutku. Aku rela mati demi meneb
Sementara itu, Tirta tidak mengetahui semua ini. Dia tidak menaiki Pedang Terbang agar bisa diam-diam mendekati rumah presiden Negara Yumai. Tirta membawa anjing hitam berlari ke sana.Namun, yang membuat Tirta pusing adalah saat mereka mencapai sepertiga perjalanan dan sampai di jalanan yang padat,







