Share

Bab 23

Author: Hazel
"Argh!" teriak pria itu. Perawakan pria itu lumayan tinggi dan tegap, tapi tak disangka dia langsung terbang begitu ditendang Tirta. Apalagi semua ini terjadi di hadapan Nabila, sehingga membuatnya semakin merasa malu.

Pria itu langsung memakinya, "Beraninya kamu memukulku? Apa kamu tahu siapa aku ini?"

"Aku nggak tahu siapa kamu, tapi aku ini ayahmu! Akan kuhabisi kamu, anak sialan!" Tirta duduk di atas tubuh pria itu dan langsung menghajarnya habis-habisan. Hanya dalam sekejap, pria itu telah
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (68)
goodnovel comment avatar
Abdul Nasir
bagaimana rasa ditindas
goodnovel comment avatar
Engkhos Vhina
riweh caranya, bikin pusing
goodnovel comment avatar
Irpan Rohadi
gimana caranya kembali ke bab yang sudah baca,ini balik lagi ke bab awal
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3400

    "Sekte Bulan Berdarah ... benar-benar keji ....""Sial! Dua tanah suci sama-sama diperdaya oleh Sekte Bulan Berdarah!""Licik! Benar-benar licik!""Sekte Bulan Berdarah, lebih baik kalian segera menyerahkan penawar racunnya! Kalau nggak, setelah perbuatan kalian terbongkar, seluruh dunia awani akan bersatu menyerang kalian!"Mendengar perkataan Stefan, baik orang-orang Istana Samara maupun Sekte Formasi Surgawi dipenuhi amarah. Dada mereka terasa hampir meledak karena terlalu murka.Banyak tetua bahkan terkejut dan geram. Mereka saling memandang ke arah orang-orang di sekitar, berusaha mencari mata-mata Sekte Bulan Berdarah yang telah disusupkan ke tengah-tengah mereka."Hahahaha! Kalian menyebut wilayah kalian sebagai tanah suci, tapi demi keuntungan besar, bukankah kalian juga saling membunuh?""Tujuan kalian jelas sama dengan Sekte Bulan Berdarah. Hanya caranya saja yang berbeda.""Semua ini adalah akibat ulah kalian sendiri. Jadi, atas dasar apa kalian masih berani menyalahkan Sekt

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3399

    Mereka semua mengenakan pakaian hitam. Aura jahat dan niat membunuh terpancar dari tubuh mereka."Salam kepada Ketua Muda!""Salam kepada Ketua Muda!"Teriakan mereka mengguncang langit. Sekitar 3.000 anggota Sekte Bulan Berdarah berlutut dengan satu kaki sambil memberi hormat kepada Stefan.Di antara 3.000 orang itu, ada 30 Panglima Iblis tingkat semi pencapaian agung dan 300 kultivator tingkat penebas dewa tahap puncak, sedangkan sisanya berada di sekitar tingkat pemurnian dewa.Walaupun kekuatan seperti itu belum bisa disebut mengesankan, pada saat ini jumlah mereka sudah cukup untuk menentukan hidup dan mati semua orang!Itu karena, pada saat Stefan muncul, efek Bubuk Pemakan Jiwa telah mencapai puncaknya.Di pihak Istana Samara, para tetua sudah tak mampu lagi mengendalikan Cermin Matahari Agung. Sedangkan di pihak Sekte Formasi Surgawi, tidak ada lagi yang mampu mempertahankan Formasi Mematikan Tingkat Tinggi.Semua orang telah kehilangan kemampuan bertarung. Mereka hanya bisa te

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3398

    Pada saat racun mematikan itu memasuki tubuh mereka, baik para tetua Istana Samara maupun para monster tua dari Sekte Formasi Surgawi sama sekali tidak menyadarinya.Sebab, Bubuk Pemakan Jiwa merupakan salah satu dari tiga racun paling mematikan di Sekte Bulan Berdarah.Tanpa suara, tanpa warna, tanpa bau. Keistimewaannya yang paling mengerikan adalah racun itu dapat melumpuhkan jiwa spiritual korban, jadi pada awalnya mereka tidak akan menyadari telah diracuni.Saat mereka mulai merasakan ada yang tidak beres, racun sudah menyebar hebat ke seluruh tubuh. Kondisi mereka pun sudah tidak bisa diselamatkan lagi."Gawat .... Aku ... kenapa aku nggak bisa lagi mengendalikan peredaran energi spiritual?"Sekitar sepuluh menit kemudian, di pihak Istana Samara, nenek tua yang memegang tongkat berkepala naga menjadi orang pertama yang menyadari ada sesuatu yang tidak normal.Dia mendapati dirinya tiba-tiba sulit berkonsentrasi, seolah bisa pingsan kapan saja. Kelopak matanya pun terasa berat."K

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3397

    Tubuh mereka mulai terhuyung-huyung, nyaris tak mampu berdiri tegak."Kita harus bertahan! Setidaknya bertahan sampai Tetua Suryana berhasil mengaktifkan Formasi Pelindung Gunung! Nggak seorang pun boleh mundur!"Tetua Pengajar Teknik yang bertubuh gemuk itu melangkah maju dengan susah payah, berusaha menanggung tekanan lebih banyak demi semua orang.Sst! Sst! Di bawah benturan dua kekuatan yang begitu dahsyat, kulitnya memerah, bahkan darah mulai menyembur dari pori-porinya.Hanya dalam beberapa saat, seluruh tubuhnya telah berlumuran darah, seolah dirinya baru saja diangkat dari dalam bak pewarna."Sayang sekali, kabar kepergian penguasa istana bocor. Seandainya kita bisa bertahan beberapa hari lagi .... Kalau kedua artefak itu digabungkan, sekalipun Ditto dan dua monster tua itu turun tangan, perlawanan mereka akan sia-sia ...."Dua nenek tua itu bahkan membakar seluruh esensi darah mereka. Mereka rela mempertaruhkan nyawa hanya demi mempertahankan Cermin Matahari Agung tetap aktif!

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3396

    Itu adalah cahaya yang mampu menerangi segalanya, menghancurkan segalanya, dan memusnahkan segalanya.Cahaya itu memancarkan kekuatan yang luar biasa. Baik benda berwujud maupun tak berwujud, semuanya sanggup dilenyapkan, bagaikan salju yang disiram air mendidih.Benar-benar di luar nalar.Dalam sekejap, Formasi Mematikan Tingkat Tinggi yang dikerahkan bersama oleh para tetua Istana Samara langsung tertutup oleh cahaya yang menyilaukan itu."Aaaah ...!""Tetua, selamatkan kami .... Kami belum ingin mati!"Puff! Puff! Puff! Begitu cahaya itu menyentuh sebagian murid Sekte Formasi Surgawi, tubuh mereka langsung meledak menjadi kabut darah, sementara jiwa mereka sirna sepenuhnya.Hanya dengan satu artefak yang masih menyimpan sebagian kekuatan saja, formasi dahsyat seperti itu sudah berhasil ditekan.Kekuatan leluhur pendiri Istana Samara benar-benar mengerikan hingga berada di luar imajinasi. Tak heran jika dia dikenal sebagai wanita terkuat di dunia awani."Ini baru satu artefak penyera

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3395

    Pada saat itu, semua murid Istana Samara dan bahkan para murid dari Sekte Formasi Surgawi pun merasakan tekanan mengerikan yang seolah-olah membawa kiamat bagi seluruh dunia. Di bawah tekanan itu, mereka merasa betapa kecil dan tak berartinya diri mereka. Bahkan beberapa tetua Istana Samara yang belum pernah menyaksikan pemandangan seperti ini pun ekspresinya berubah."Jadi ... ini warisan sejati Sekte Formasi Surgawi?""Huh. Memang luar biasa. Tapi, Istana Samara sudah kuasai dunia awani selama bertahun-tahun.""Kami bukan hanya sekte yang punya nama besar saja.""Semuanya, keluarkan artefak leluhur generasi pertama."Swing!Dua nenek tua itu berkelebat, lalu langsung berdiri di depan para tetua dan murid. Dalam pertarungan melawan dua monster tua Sekte Formasi Surgawi, mereka memang tidak mendapatkan keuntungan. Namun, lawan mereka juga tidak mampu mengalahkan mereka. Kini, melihat pihak lawan menggunakan kartu truf, mereka memimpin pertahanan."Baik, Tetua Senior," jawab Tetua Penga

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 637

    Saking gusarnya, Agus ingin sekali membeli obat kuat!Agus tiba-tiba teringat pada ucapan Betari. Dia menepuk pahanya dan berkata, "Oh ya, untung saja kamu ingatin aku. Kalau Tirta bisa buat Pil Kecantikan yang khasiatnya begitu luar biasa, dia pasti bisa buat obat kuat yang meningkatkan stamina! Aku

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 695

    Setelah menyadari kesalahan mereka, Dipo dan yang lainnya segera berlutut di depan Tirta dan memohon ampun. Salah satu dari mereka berujar, "Tirta, kami salah. Tolong maafkan kami ...."Namun, Tirta hanya menanggapi dengan dingin, "Sudah terlambat untuk minta maaf sekarang. Aku memang orang biasa, ta

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 675

    Ketika melihat Saba tidak keberatan, Tirta meneruskan, "Ini Pak Saba, ini Nona Shinta."Naura sontak terbelalak kaget. Dia bertanya dengan tidak percaya, "Apa? Ini Pak Saba, pahlawan pendiri negara? Astaga! A ... aku nggak nyangka punya kehormatan bertemu Pak Saba di sini! Aku telepon ayahku suruh di

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 708

    Belasan menit kemudian, Tirta melakukan akupunktur untuk Agus."Tirta, kamu hebat sekali! Semua dokter di rumah sakit nggak bisa dibandingkan denganmu!" Agus seketika tidak merasakan sakit lagi. Dia menggerakkan tubuhnya. Tubuhnya dipenuhi energi seperti biasa."Hehe. Hasilnya nggak secepat itu. Kamu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status