Masuk"Sekte Bulan Berdarah ... benar-benar keji ....""Sial! Dua tanah suci sama-sama diperdaya oleh Sekte Bulan Berdarah!""Licik! Benar-benar licik!""Sekte Bulan Berdarah, lebih baik kalian segera menyerahkan penawar racunnya! Kalau nggak, setelah perbuatan kalian terbongkar, seluruh dunia awani akan bersatu menyerang kalian!"Mendengar perkataan Stefan, baik orang-orang Istana Samara maupun Sekte Formasi Surgawi dipenuhi amarah. Dada mereka terasa hampir meledak karena terlalu murka.Banyak tetua bahkan terkejut dan geram. Mereka saling memandang ke arah orang-orang di sekitar, berusaha mencari mata-mata Sekte Bulan Berdarah yang telah disusupkan ke tengah-tengah mereka."Hahahaha! Kalian menyebut wilayah kalian sebagai tanah suci, tapi demi keuntungan besar, bukankah kalian juga saling membunuh?""Tujuan kalian jelas sama dengan Sekte Bulan Berdarah. Hanya caranya saja yang berbeda.""Semua ini adalah akibat ulah kalian sendiri. Jadi, atas dasar apa kalian masih berani menyalahkan Sekt
Mereka semua mengenakan pakaian hitam. Aura jahat dan niat membunuh terpancar dari tubuh mereka."Salam kepada Ketua Muda!""Salam kepada Ketua Muda!"Teriakan mereka mengguncang langit. Sekitar 3.000 anggota Sekte Bulan Berdarah berlutut dengan satu kaki sambil memberi hormat kepada Stefan.Di antara 3.000 orang itu, ada 30 Panglima Iblis tingkat semi pencapaian agung dan 300 kultivator tingkat penebas dewa tahap puncak, sedangkan sisanya berada di sekitar tingkat pemurnian dewa.Walaupun kekuatan seperti itu belum bisa disebut mengesankan, pada saat ini jumlah mereka sudah cukup untuk menentukan hidup dan mati semua orang!Itu karena, pada saat Stefan muncul, efek Bubuk Pemakan Jiwa telah mencapai puncaknya.Di pihak Istana Samara, para tetua sudah tak mampu lagi mengendalikan Cermin Matahari Agung. Sedangkan di pihak Sekte Formasi Surgawi, tidak ada lagi yang mampu mempertahankan Formasi Mematikan Tingkat Tinggi.Semua orang telah kehilangan kemampuan bertarung. Mereka hanya bisa te
Pada saat racun mematikan itu memasuki tubuh mereka, baik para tetua Istana Samara maupun para monster tua dari Sekte Formasi Surgawi sama sekali tidak menyadarinya.Sebab, Bubuk Pemakan Jiwa merupakan salah satu dari tiga racun paling mematikan di Sekte Bulan Berdarah.Tanpa suara, tanpa warna, tanpa bau. Keistimewaannya yang paling mengerikan adalah racun itu dapat melumpuhkan jiwa spiritual korban, jadi pada awalnya mereka tidak akan menyadari telah diracuni.Saat mereka mulai merasakan ada yang tidak beres, racun sudah menyebar hebat ke seluruh tubuh. Kondisi mereka pun sudah tidak bisa diselamatkan lagi."Gawat .... Aku ... kenapa aku nggak bisa lagi mengendalikan peredaran energi spiritual?"Sekitar sepuluh menit kemudian, di pihak Istana Samara, nenek tua yang memegang tongkat berkepala naga menjadi orang pertama yang menyadari ada sesuatu yang tidak normal.Dia mendapati dirinya tiba-tiba sulit berkonsentrasi, seolah bisa pingsan kapan saja. Kelopak matanya pun terasa berat."K
Tubuh mereka mulai terhuyung-huyung, nyaris tak mampu berdiri tegak."Kita harus bertahan! Setidaknya bertahan sampai Tetua Suryana berhasil mengaktifkan Formasi Pelindung Gunung! Nggak seorang pun boleh mundur!"Tetua Pengajar Teknik yang bertubuh gemuk itu melangkah maju dengan susah payah, berusaha menanggung tekanan lebih banyak demi semua orang.Sst! Sst! Di bawah benturan dua kekuatan yang begitu dahsyat, kulitnya memerah, bahkan darah mulai menyembur dari pori-porinya.Hanya dalam beberapa saat, seluruh tubuhnya telah berlumuran darah, seolah dirinya baru saja diangkat dari dalam bak pewarna."Sayang sekali, kabar kepergian penguasa istana bocor. Seandainya kita bisa bertahan beberapa hari lagi .... Kalau kedua artefak itu digabungkan, sekalipun Ditto dan dua monster tua itu turun tangan, perlawanan mereka akan sia-sia ...."Dua nenek tua itu bahkan membakar seluruh esensi darah mereka. Mereka rela mempertaruhkan nyawa hanya demi mempertahankan Cermin Matahari Agung tetap aktif!
Itu adalah cahaya yang mampu menerangi segalanya, menghancurkan segalanya, dan memusnahkan segalanya.Cahaya itu memancarkan kekuatan yang luar biasa. Baik benda berwujud maupun tak berwujud, semuanya sanggup dilenyapkan, bagaikan salju yang disiram air mendidih.Benar-benar di luar nalar.Dalam sekejap, Formasi Mematikan Tingkat Tinggi yang dikerahkan bersama oleh para tetua Istana Samara langsung tertutup oleh cahaya yang menyilaukan itu."Aaaah ...!""Tetua, selamatkan kami .... Kami belum ingin mati!"Puff! Puff! Puff! Begitu cahaya itu menyentuh sebagian murid Sekte Formasi Surgawi, tubuh mereka langsung meledak menjadi kabut darah, sementara jiwa mereka sirna sepenuhnya.Hanya dengan satu artefak yang masih menyimpan sebagian kekuatan saja, formasi dahsyat seperti itu sudah berhasil ditekan.Kekuatan leluhur pendiri Istana Samara benar-benar mengerikan hingga berada di luar imajinasi. Tak heran jika dia dikenal sebagai wanita terkuat di dunia awani."Ini baru satu artefak penyera
Pada saat itu, semua murid Istana Samara dan bahkan para murid dari Sekte Formasi Surgawi pun merasakan tekanan mengerikan yang seolah-olah membawa kiamat bagi seluruh dunia. Di bawah tekanan itu, mereka merasa betapa kecil dan tak berartinya diri mereka. Bahkan beberapa tetua Istana Samara yang belum pernah menyaksikan pemandangan seperti ini pun ekspresinya berubah."Jadi ... ini warisan sejati Sekte Formasi Surgawi?""Huh. Memang luar biasa. Tapi, Istana Samara sudah kuasai dunia awani selama bertahun-tahun.""Kami bukan hanya sekte yang punya nama besar saja.""Semuanya, keluarkan artefak leluhur generasi pertama."Swing!Dua nenek tua itu berkelebat, lalu langsung berdiri di depan para tetua dan murid. Dalam pertarungan melawan dua monster tua Sekte Formasi Surgawi, mereka memang tidak mendapatkan keuntungan. Namun, lawan mereka juga tidak mampu mengalahkan mereka. Kini, melihat pihak lawan menggunakan kartu truf, mereka memimpin pertahanan."Baik, Tetua Senior," jawab Tetua Penga
Aiko cantik dan seksi. Daripada ditiduri orang lain, lebih baik ditiduri Tirta. Jadi, Tirta sontak merangkul pinggang Aiko dan meremas bokongnya, sebagai bukti bahwa Aiko adalah miliknya mulai sekarang."Um ... Tirta, kamu ini nakal sekali. Orang tuaku ada di sini lho .... Cepat lepaskan tanganmu. Ka
Tirta dan Irene kembali berkeliling di sekitar pusat perbelanjaan. Mereka memilih beberapa hadiah untuk Naura. Tirta juga memilihkan beberapa aksesori indah untuk Irene.Setelah menerima hadiah, Irene baru merasa puas. Dia tidak lagi mengomel karena Tirta yang "tidak setia"."Kak Irene, temani aku ke
Suasana hati Shinta awalnya sangat baik. Dia mengira dirinya bisa mendapat Pil Kecantikan setelah bertemu Tirta. Dia ingin melihat sehebat apa khasiat pil itu.Siapa sangka, sebelum dirinya melangkah masuk, dia mendengar Darian hendak menangkap Tirta. Seketika, ekspresinya menjadi masam."Dik. Apa yan
Sekitar satu jam kemudian, Tirta tiba di klinik. Namun, dia sedikit heran karena tidak melihat mobil polisi Susanti.Apa Susanti tahu dirinya tidak berada di tempat, jadi wanita itu pergi menyelidiki ke rumah sakit kota sendiri? Sambil membawa pertanyaan di hatinya, Tirta berjalan masuk ke klinik."Bi






