Share

Bab 2753

Author: Hazel
Kamala juga tertawa sambil menutup mulutnya. Suara mereka berdua tidak keras, tetapi Razin tetap mendengarnya.

Wajah Razin merah padam. Amarahnya memuncak. Dia menjerit, "Argh! Bocah sialan, hari ini aku pasti akan mencincangmu!"

Razin melempar terumbu di tangannya, lalu langsung masuk ke dalam air. Byur! Sekarang kekuatan spiritual Razin masih tersisa 70 persen. Dia sudah tidak sabar ingin membunuh Tirta, jadi dia mengerahkan seluruh kekuatannya.

Kekuatan Razin tetap sangat mengerikan biarpun d
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3408

    Bum! Bum! Bum!Pusaka-pusaka yang memenuhi langit, bersama gelombang energi dahsyat yang tak ada habisnya, menghantam ke arah Tirta tanpa henti.Bahkan orang-orang Istana Samara terlambat untuk menghentikannya. Tirta telah sepenuhnya ditelan oleh berbagai macam serangan itu."Datanglah. Bagus, memang itu yang kuinginkan."Bencana yang menimpa Istana Samara ini pasti terjadi karena dirinya. Tanpa suara, amarah dan kebencian telah lama memenuhi dada Tirta.Dia juga dipenuhi rasa bersalah. Walaupun tidak mengatakannya, keinginan untuk membunuh semua musuh di hadapannya sudah tak bisa lagi dibendung.Ilmu 18 Transformasi Jangkrik Emas dan Teknik Rahasia Delapan Gerbang dikerahkan secara bersamaan. Kekuatan tempur Tirta seketika melonjak ke tingkat yang sangat mengerikan.Aura dahsyat memancar dari tubuhnya, bagaikan iblis purba yang baru saja bangkit.Bum! Dengan satu pukulan sederhana tetapi brutal, dia melepaskan tebasan pedang sepanjang ribuan meter!Teknik itu adalah jurus yang dia pel

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3407

    "Bahkan aku pun nggak berani sembarangan menyentuhnya.""Kali ini, meski perempuan siluman itu nggak mati, dia pasti akan menderita luka berat akibat terbakar." Pria tua yang mengendalikan naga api itu akhirnya memperlihatkan ekspresi lega."Hehe. Nggak kusangka, pada akhirnya kemampuanmu masih sedikit lebih unggul dariku." Pria tua yang sebelumnya ikut merasa lega, tetapi karena serangannya sendiri tidak berhasil, dia juga tidak bisa menyembunyikan sedikit rasa kecewa dan frustrasinya."Dua orang bodoh yang terlalu percaya diri! Tetua Danu, kita pergi!" Di kejauhan, Stefan melihat Selvi yang entah sejak kapan telah muncul diam-diam di belakang kedua pria tua itu, bahkan sedang menguap dengan santai.Rasa takut di dalam hatinya akhirnya tak dapat lagi dibendung. Dia segera mengeluarkan sebuah pusaka, bersiap melintasi kehampaan bersama Danu untuk melarikan diri.Adapun nasib para anggota Sekte Bulan Berdarah yang masih berada di medan perang, mana mungkin dia peduli?"Mau ke mana kali

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3406

    Hanya akan melumpuhkan kalian dengan penuh belas kasihan? Mendengar perkataan itu, kedua monster tua itu benar-benar merasa terhina sekaligus dipermalukan.Selama 8.000 tahun, mereka terus berusaha hingga mencapai kedudukan yang sangat terhormat di Sekte Formasi Surgawi.Di seluruh dunia awani, mereka termasuk tokoh yang berdiri di puncak. Ini adalah pertama kalinya ada orang yang memandang mereka seperti kura-kura dalam tempayan, bahkan berbicara dengan nada sehina itu."Aku sudah hidup begitu lama. Siapa pun kamu, aku nggak akan membiarkanmu menghina kami seperti ini!""Kalau kita berdua bergabung, belum tentu kita nggak mampu melawannya!" Lelaki tua di sebelah kiri berteriak dengan lantang. Dia menjadi yang pertama mengeluarkan jurus andalan terkuatnya, lalu menyerang Selvi.Duar! Tak terhitung tulang formasi bermunculan. Jumlahnya begitu padat, bagaikan pola ilahi dari zaman kuno.Tulang-tulang formasi itu memanfaatkan kekuatan langit dan bumi, mengumpulkan tekanan langit yang luar

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3405

    "Huh!"Melihat reaksi Sekte Formasi Surgawi yang dianggap lamban itu, tentu saja Stefan merasa tidak puas.Namun, raut wajahnya sedikit membaik. Karena dengan bergabungnya Sekte Formasi Surgawi, peluang untuk memusnahkan Istana Samara masih sangat besar."Huh, formasi sampah macam apa ini? Sama sekali nggak ada artinya!"Wush! Tak disangka, tepat ketika Formasi Mematikan Tingkat Tinggi baru saja terbentuk, dari gerbang yang masih belum tertutup itu, sesosok wanita memelesat ke luar.Tak seorang pun mampu mengikuti kecepatannya. Dengan hanya satu pukulan ringan, formasi yang dibangun bersama oleh para tetua itu langsung hancur berkeping-keping.Perlu diketahui, bahkan ketika para tetua Istana Samara bergabung mengaktifkan Cermin Matahari Agung, mereka tetap tidak mampu menghancurkan formasi itu. Namun, gadis itu justru melakukannya dengan sangat mudah.Tentu saja, jumlah tetua yang membentuk formasi kali ini memang tujuh-delapan orang lebih sedikit dibanding sebelumnya. Ditambah lagi, t

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3404

    "Baik!" Lebih dari 20 Panglima Iblis yang tersisa menjawab serempak.Masing-masing memimpin ratusan anggota Sekte Bulan Berdarah. Dari segala penjuru, mereka mengepung Tirta dan yang lainnya, beserta seluruh orang Istana Samara.Bagaikan awan hitam yang menutup langit hingga tak menyisakan celah, mereka membentuk formasi pembantaian yang mematikan.Dilihat dari keadaan saat ini, hanya Tirta dan beberapa orang di pihaknya yang masih memiliki kemampuan bertarung. Mustahil bagi mereka untuk membalikkan keadaan. Paling-paling mereka hanya bisa menunda hasil akhirnya untuk sementara.Ting! Ting! Ting! Namun, tepat ketika para anggota Sekte Bulan Berdarah menyerbu bagai air bah, siap menenggelamkan, melahap, dan memusnahkan segala sesuatu, tiba-tiba dari gerbang di langit muncul seorang lelaki tua berwajah ramah dengan sebuah labu kuning tergantung di pinggangnya.Dia melayang turun dan mendarat di tengah orang-orang Istana Samara yang kehilangan kemampuan bergerak."Ternyata racun Bubuk Pem

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3403

    "Semua ini gara-gara bocah sialan bernama Tirta itu! Kalau saja Ketua nggak membawa salah satu artefak peninggalan leluhur pendiri untuk pergi mencarinya, mana mungkin kita berakhir seperti ini!""Ah, benar sekali! Sejak bocah itu bergabung dengan Istana Samara, dia terus membawa bencana bagi kita!""Sekarang ketika sekte kita sudah di ambang kehancuran, bocah itu masih juga nggak kelihatan! Padahal masih ada orang-orang di sekte yang membanggakan dia sebagai orang nomor satu di dunia awani!""Nomor satu apanya! Dia adalah pendosa terbesar sepanjang sejarah Istana Samara! Kalau punya kesempatan, aku akan memakan dagingnya hidup-hidup dan menghancurkan tulang-tulangnya!"Menjelang detik-detik kematian, banyak tetua Istana Samara yang selama ini diam-diam memendam kebencian akhirnya meluapkannya dengan penuh amarah dan ketidakrelaan.Dalam keadaan seperti sekarang, mereka tahu tidak akan ada keajaiban. Situasi mereka sudah benar-benar tanpa harapan. Namun, entah mengapa di hati Suryana y

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1412

    Melihat sikap Idris dan Rasmi, Tirta yang merasa tidak berdaya berkata, "Bukan masalah penting. Pak Idris, Bu Rasmi, kalian nggak usah begitu tegang. Hari ini aku berencana kembali ke Provinsi Dohe, jadi aku mau berpamitan dengan kalian."Tirta melanjutkan, "Semalam Bu Selina sudah kembali. Aku piki

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1448

    Tirta sudah cukup membuat Nabila tidak tahan. Apalagi sekarang ditambah dengan bantuan Agatha dan Susanti. Nabila yang belum pernah merasakan kenikmatan seperti ini sebelumnya kehilangan kendali. Pikiran Nabila melayang.Nabila memeluk Tirta sambil tidak berhenti menggeleng dan berteriak, "Jangan ..

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1429

    Irene berujar, "Aku ... aku juga bisa kok. Meskipun sebenarnya aku nggak pernah terpikir buat benar-benar bersama Tirta. Bagaimanapun, aku dan dia sudah punya ikatan perasaan sejak dulu. Aku juga berharap dia bisa cepat pulih. Hanya saja, orangnya banyak banget. Aku takut ... takut nanti aku ...."I

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1413

    "Nggak. Paman, aku cuma merasa malu nggak antar Pak Tirta. Nggak apa-apa. Lagi pula, sebentar lagi Pak Tirta akan pergi ke ibu kota," sahut Marila.Tiba-tiba, Marila merasa tidak ada gunanya dia tetap tinggal di Provinsi Naru. Jadi, dia berniat kembali ke ibu kota. Marila melanjutkan, "Paman, aku ra

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status