LOGINTak lama kemudian, elang hitam raksasa itu makin menjauh dan menghilang di langit.Melihat mereka bertiga pergi, Nova baru merasa lega. Tang! Saat Nova tidak fokus, Pedang Galaksi dihantam oleh Tirta lagi hingga terpental.Nova membatin, 'Padahal penjahat ini sudah kehilangan akal sehat, tapi dia masih begitu hebat. Penjahat ini benar-benar nggak sederhana! Sebenarnya dia siapa? Kenapa aku nggak pernah mendengar tentang orang ini di kumpulan generasi muda wilayah lembah selatan?'Apa daya, Nova hanya bisa mengerahkan Teknik Mengejar Bintang untuk kabur ke hutan lebat. Dia berencana memanfaatkan kondisi geografis untuk mengulur waktu Tirta.Saat ini, efek anggrek ular giok sudah berkembang sampai batas maksimal. Tubuh Tirta sangat panas hingga terasa seperti hampir meledak.Melihat Nova kabur ke hutan lebat, Tirta menyimpan Busur Matahari dan berteriak. Dia langsung mengejar Nova tanpa ragu.Nova memang sudah mengerahkan teknik andalan sektenya, Teknik Mengejar Bintang. Kecepatannya san
Bisa dibilang teknik pedang mereka sangat hebat. Kerja sama mereka membuat musuh tidak bisa menghindar. Bahkan mereka bisa melawan kultivator tingkat pembentukan jiwa tahap keenam.Cahaya pedang di sebelah kiri membentuk garis lurus untuk mengadang Tirta. Cahaya pedang di sebelah kanan berubah menjadi sembilan cahaya untuk membuat Tirta tidak bisa mundur.Sementara itu, Valeria melompat ke udara dan mengayunkan cambuknya. Dia mengadang Tirta di bagian atas. Valeria berseru, "Cambuk Lima Petir!"Tirta membatin, 'Aku juga akan mengalami luka ringan kalau ingin terbebas dari kepungan mereka.'Nova yang sudah mencapai tingkat pembentukan jiwa tahap ketujuh tidak bertindak, melainkan hanya berjaga di samping. Dia mengangguk sesudah melihat serangan tiga juniornya. Sudah jelas dia setuju dengan tindakan mereka."Panas sekali ... jangan halangi aku!" ujar Tirta. Dia segera mengeluarkan Busur Matahari dari Giok Penyimpanan.Bum! Bum! Bum! Terdengar tiga suara teredam. Kepala Valeria dan dua wa
Melihat Tirta menerjangnya dengan wajah merah padam dan linglung, ekspresi wanita bergaun hijau berubah. Sebelum wanita itu sempat bereaksi, wanita cantik bergaun merah dari tiga wanita tingkat pembentukan jiwa tahap kelima di belakang bertindak terlebih dahulu.Wanita bergaun merah mendengus dan membentak, "Beraninya kultivator rendahan tingkat inti emas memetik obat spiritual sekte kita! Orang ini sudah melakukan kesalahan yang fatal, tapi masih berani menodai wanita suci sekte kita! Benar-benar cari mati!"Wanita bergaun merah menegaskan, "Kak Nova, kamu nggak usah turun tangan. Serahkan penjahat nggak tahu malu ini padaku!"Wanita bergaun merah memegang cambuk sepanjang tiga meter, lalu mengayunkannya dengan kuat. Plak! Terdengar suara yang menggelegar.Ujung cambuk langsung memanjang seperti hidup. Cambuk itu hampir melilit leher Tirta.Tirta mendengus. Meskipun agak linglung, dia masih bisa menghadapi bahaya mengikuti instingnya. Tirta berkelebat dan menghindari cambuk itu dengan
Anjing hitam menggeleng dengan ekspresi sinis. Dia berseru sebelum menerjang segerombolan lebah nirwana, "Kamu benar-benar penakut! Lihat kehebatanku!"Tak lama kemudian, terdengar jeritan anjing hitam. "Aduh, sakit sekali! Tolong! Lebah-lebah ini pembunuh anjing!"Hidung dan pipi kiri anjing hitam bengkak. Tampangnya terlihat sangat lucu. Dia kabur bersama Tirta sambil menjerit. Mereka kehilangan arah dikejar segerombolan lebah nirwana.Lebah nirwana yang seukuran kepala manusia mengepakkan sayap mereka dan mengeluarkan suara berdengung. Ribuan lebah yang padat itu terlihat sangat mengerikan.Tentu saja mereka tidak sempat mencari wanita yang ditemukan anjing hitam untuk menanyakan lokasi di sini.Tirta menegur, "Anjing sialan, sudah kubilang madu itu nggak boleh diambil. Tapi, kamu masih bandel. Sekarang kamu terluka, 'kan?"Tirta membawa anjing hitam dengan menaiki Pedang Terbang. Akhirnya, mereka baru terlepas dari kejaran segerombolan lebah setelah belasan menit.Namun, lengan Tir
Namun, akhirnya satu gigi taring harimau itu copot setelah dipukul Tirta. Harimau itu segera kabur, tetapi dia berhasil selamat.Tirta menebak harimau itu pasti sudah punya kecerdasan seperti manusia. Kalau tidak, dia tidak mungkin langsung kabur.Selain itu, ada beberapa ikan mas raksasa yang mempunyai kumis dan sisiknya seukuran telapak tangan manusia melompat keluar saat Tirta menyeberangi sungai. Beberapa ikan mas itu hendak melahap Tirta.Awalnya Tirta tidak menganggapnya serius. Dia langsung menyerang mereka.Namun, Tirta hanya berhasil membuat ikan-ikan itu kabur. Mereka sama sekali tidak terluka parah. Setidaknya ketangguhan fisik ikan-ikan itu setara dengan kultivator tingkat pembentukan jiwa.Ketika melewati padang bunga raksasa, bunga-bunga yang bermekaran terlihat seperti lonceng besar. Bahkan bunga-bunga itu hendak melahap Tirta.Akhirnya, baju Tirta robek. Akan tetapi, dia tidak terluka. Tirta meninggalkan padang bunga yang bisa melahap manusia itu.Setelah memasuki area
"Oke, sekarang kita sudah bisa berangkat," kata Tirta. Dia melihat Ayu dan lainnya dengan perasaan tidak rela, lalu menggigit jari tangannya hingga berdarah. Tirta memasukkan darah dan kekuatan spiritual ke bintang dunia awani."Darahku sangat berharga. Nggak boleh disia-siakan!" ujar anjing hitam. Dia meniru gerakan Tirta, lalu memasukkan kakinya ke dalam mulut agar darahnya tidak mengalir keluar.Peta bintang mulai berubah. Bintang dunia awani menjadi makin terang. Namun, cahaya yang terpancar tidak menyilaukan. Hanya seperti cahaya bulan.Cahaya terpisah dari peta, lalu menyelubungi Tirta dan anjing hitam. Kemudian, ruang hampa bergejolak. Peta bintang berkedip, sedangkan Tirta dan anjing hitam merasakan pandangan mereka menjadi gelap.Saat melihat cahaya lagi, mereka sudah sampai di daerah pegunungan yang indah. Tampak tumbuhan yang sangat besar di tempat ini. Pohon paling pendek juga setinggi ratusan meter dan bisa dipeluk tiga orang.Satu rumput liar bahkan setinggi manusia. Sulu
Dokumen yang diberikannya adalah dokumen resmi. Namun, Riza menghamburkan uang untuk mengeluarkan dokumen palsu ini. Jika tidak, orang-orang pasti bisa mendeteksi kepalsuannya.Sesuai harapan, setelah para pekerja memungut dokumen itu, mereka berkumpul untuk melihat. Namun, tidak ada tanda-tanda bahw
"Aku awalnya ingin memberi mereka pelajaran setelah pesta ulang tahun kakekku lewat. Tapi, karena mereka berani datang kemari, mana mungkin aku mengampuni mereka begitu saja!"Ternyata, Aaris adalah cucu Tabir. Aaris menggertakkan gigi barunya sambil menatap Tirta dan Nabila dengan penuh kebencian."Y
Anak buah Lukman yang setia dan patuh, tidak ragu-ragu sedikit pun saat mendengar perintah dari bos mereka. Dalam sekejap, salah satu dari mereka telah maju dan hendak mendorong Agus ke samping."Paman, sebaiknya Paman, Nabila, dan Bibi masuk ke kamar untuk berlindung dulu. Nanti akan kupanggil kalia
Bima segera berkata kepada Tirta dengan lirih, "Guru, maafkan kecerobohanku. Kalau terjadi masalah, biar aku yang tanggung. Kamu bawa Bu Nabila pergi saja."Ketika melihat Bima cemas seperti ini, Tirta menggeleng dan menyahut dengan sungguh-sungguh, "Kamu muridku. Masalah ini disebabkan olehku. Kalau