เข้าสู่ระบบAnjing hitam merasa sangat malu. Bagaimanapun, dia menggigit Tirta hingga terluka dalam waktu singkat. Anjing hitam bertanya, "Kalau begitu ... aku salah paham padamu?"Tirta bertanya balik, "Tentu saja! Kamu kira aku benar-benar begitu kejam?"Anjing hitam menunduk dan menyahut dengan canggung, "Oke, aku minta maaf padamu. Sepertinya wawasanku kurang luas."Nova bertanya, "Tirta, jadi ... bagaimana caranya mengerahkan teknik rahasia yang kamu bilang?"Tirta menjawab, "Nggak usah buru-buru. Kita baru bisa mengerahkan teknik rahasia ini dengan baik waktu menemukan tubuh anak tanpa jiwa. Sekarang biarkan jiwa Hasana dirawat kertas emas dulu."Begitu Tirta melontarkan ucapannya, tiba-tiba terdengar suara menggelegar seperti ada kereta perang menggilas langit. Suara itu membuat jiwa orang bergetar.Hantaman yang kuat menyebar dengan cepat dari istana. Segala sesuatu yang berwujud hancur lebur terkena hantaman itu. Benar-benar mengerikan!Whoosh! Mutiara seukuran bulan kecil yang memancarka
Tirta menarik napas dalam-dalam, lalu berkata, "Keputusasaan itu duka yang paling dalam. Anjing sialan, nggak usah bujuk dia lagi. Kalian semua minggir."Tirta menarik anjing hitam ke samping. Setelah itu, dia melancarkan serangan energi pedang dan hendak menebas leher Hasana.Hasana tampak sangat tenang saat menghadapi kematian yang sudah dekat. Dia memandangi Tirta sambil tersenyum. Hasana memang tidak bicara, tetapi siapa pun tahu dia sangat berterima kasih pada Tirta.Srak! Kepala Hasana langsung dipenggal oleh cahaya pedang. Dia merasakan dunia berputar dan semuanya mulai tampak tidak jelas. Pandangannya perlahan menjadi gelap, dia seperti jatuh ke jurang yang dalam.Hasana bergumam terakhir kali, "Ternyata, ini rasanya mati ... benar-benar aneh ...."Nada bicara Hasana tentu menunjukkan dia merasa tidak rela, tetapi sekarang semuanya sudah berakhir.Sebenarnya sekarang Tirta tidak mengerahkan teknik rahasia. Kemampuannya hanya mencapai tingkat pembentukan jiwa tahap kedelapan.De
Kata-kata yang singkat itu seperti sangat berat sampai-sampai Tirta kesulitan melontarkannya.Ngung! Cahaya pedang yang terpancar di ujung jari Tirta terus berkedip. Pancaran cahaya yang menyilaukan membuat wajah Hasana terlihat makin pucat.Mendengar ucapan Tirta, Hasana tersenyum lega. Dia membalas sebelum memejamkan matanya, "Terima kasih, Dik ...."Tatapan Tirta terlihat tegas, lalu dia mengangkat tangannya dan hendak melancarkan serangan energi pedang untuk membunuh Hasana.Tiba-tiba, anjing hitam bergegas menghampiri Hasana dan melindunginya. Dia menunjukkan taringnya kepada Tirta, padahal biasanya dia jarang bersikap seperti ini.Anjing hitam menggonggong dan menegur, "Eh ... Tirta, nasib wanita ini begitu tragis. Tapi, kamu malah tega membunuhnya? Apa kamu masih punya hati nurani?"Sebelumnya anjing hitam sangat membenci orang seperti Hasana. Sekarang dia malah sangat menghargainya.Kemudian, Nova maju dan memohon kepada Tirta, "Tirta, tindakanmu memang kejam. Kakak ini sangat
"Aku nggak mau kabur lagi," kata Hasana seraya menggeleng. Air matanya mengalir, dia mulai bercerita dengan senyuman tersungging di wajahnya, "Bertahun-tahun yang lalu, sepertinya aku masih berusia 18 tahun. Aku ini putri pedagang di dunia fana. Aku menguasai berbagai bidang seni dan sangat beretika.""Banyak pria di kota menyukaiku. Waktu itu, aku sangat sombong. Nggak ada satu pria pun yang bisa membuatku jatuh hati. Suatu hari, aku kebetulan berkenalan dengan seorang pria yang sangat elegan," lanjut Hasana.Hasana meneruskan ceritanya, "Pria itu berbeda dengan yang lain. Dia punya ambisi sendiri dan juga seorang pemurni energi. Lama-kelamaan, aku pun berhubungan intim dengannya. Aku mengabaikan larangan keluargaku untuk meninggalkan kampung halamanku dan mengikutinya berkelana ke tempat yang jauh.""Tapi, aku nggak menyangka ternyata dia membawaku ke gua sekte. Setiap hari, banyak pria datang untuk meniduriku. Dari pria tua sampai pemuda. Aku berusaha mati-matian untuk meminta kekas
Tirta juga bersandiwara. Dia tersenyum lebar sehingga menunjukkan giginya yang putih. Tirta akan kehilangan seratus lebih teknik rahasia untuk pasangan itu jika langsung membunuh Hasana, benar-benar disayangkan.Hasana diam-diam merasa lega, tetapi dia tetap tidak menurunkan kewaspadaannya. Dia bertanya dengan tatapan kesal, "Apa kamu sama sekali nggak tertarik padaku?"Tirta melihat Nova yang berdiri di dekat sana dan menyahut, "Aku sudah ada yang punya. Aku nggak ingin mengecewakan istriku."Selesai bicara, Tirta mengeluarkan sepotong baju untuk menutupi tubuh Hasana.Tubuh Hasana gemetaran dan dia tersenyum canggung. Hasana menimpali dengan ekspresi iri, "Ternyata begitu. Sayang sekali .... Ya sudah, aku tuliskan seratus lebih teknik rahasia untuk pasangan sekarang."Kemudian, Hasana mengeluarkan alat tulis dan mulai menulis satu per satu teknik itu. Tulisan Hasana sangat kecil dan rapi, tidak seperti karakternya yang liar. Tulisan di kertas itu seperti ditulis putri bangsawan yang
Anjing hitam menambahkan, "Selain itu, kamu jangan berpikiran untuk kabur atau melakukan hal lain. Kalau nggak, aku bisa menghabisimu dengan mudah."Tentu saja, kalimat terakhir ini ditujukan kepada Hasana.Hasana langsung tertawa dan menanggapi, "Nggak mungkin. Tadi aku sudah bersumpah pada senior muda ini. Tentu saja aku nggak berani macam-macam. Kamu nggak usah khawatir."Hasana memang tidak pernah bertarung dengan anjing hitam, tetapi dia melihat dengan kesadaran spiritual anjing hitam merusak formasi di tempat ini. Padahal formasi itu dipasang oleh tetua agung dari tiga tempat suci terbesar.Selain itu, sebelumnya anjing hitam mengeluarkan kabut beracun dari mulutnya. Bahkan penguasa agung juga tumbang terkena racun itu. Padahal kemampuan penguasa agung jauh lebih hebat daripada Hasana.Dua hal ini membuat Hasana takut kepada anjing hitam. Jadi, dia tidak berani bertindak.Anjing hitam mendengus, lalu berbicara dengan sombong, "Untung kamu tahu diri. Kalau nggak, aku punya banyak
Sementara itu, Tirta dan lainnya yang menaiki pesawat tempur sampai di kapal tempur yang berjaga di perbatasan Negara Yumai dalam waktu dua jam lebih.Kala ini, para kekasih Tirta belum tidur. Mereka yang bosan memancing ikan di geladak. Pasukan Negara Darsia fokus berjaga di sekeliling.Begitu kelu
Tirta mencubit pipi Linda, lalu tertawa gembira dan menanggapi, "Justru itu yang kuharapkan. Yang penting kamu nggak lupa memuaskanku setelah pulang ke Negara Darsia. Kita langsung berangkat saja."Jawaban Tirta yang tegas juga membuat Linda sangat senang. Linda membatin, 'Guru juga setuju aku memua
Melihat Tirta sama sekali tidak mengerjap, Marila menghampiri Tirta dengan pelan dan bertanya sambil tersenyum, "Pak Tirta, bagaimana? Cantik nggak?"Tirta langsung menyahut seraya mengangguk, "Tentu saja cantik."Shinta yang gesit buru-buru mendekati Tirta dan bertanya, "Kak Tirta, bagaimana dengan
Agha dan Behzad merasa mereka sudah cukup beruntung Tirta tidak memarahi mereka. Siapa sangka, Tirta malah memberi mereka barang yang begitu berharga. Alhasil, tentara angkatan laut di samping sangat iri sampai memelotot.Tirta menegur, "Pria jantan nggak banyak omong! Cepat terima.""Oke, kami teri







