LOGINBegitu keluar dari gerbang sekte, di bawah pimpinan Tahir, rombongan itu langsung melarikan diri dari tempat itu dengan kecepatan tertinggi.Barulah setelah meninggalkan Istana Samara sejauh kurang lebih 500 kilometer, mereka berhenti. Tidak ada pilihan lain, mereka khawatir jika bergerak terlalu lambat atau berhenti terlalu dekat, mereka akan dipaksa tinggal di Istana Samara selamanya."Seharusnya mereka nggak akan ngejar sampai ke sini. Ayo kita bentuk formasi di tempat ini," perintah Tahir setelah menenangkan pikirannya."Baik ...." Para murid itu masih diliputi ketakutan dan menjawab dengan suara gemetar.Padahal formasi besar itu seharusnya bisa dibangun hanya dalam waktu singkat, tetapi karena rasa takut yang berlebihan, mereka justru menghabiskan hampir 30 menit untuk menyelesaikannya.Setelah kembali ke Sekte Formasi Surgawi, Tahir menyuruh semua orang beristirahat, sedangkan dirinya sendiri pergi menemui pemimpin sekte.Tahir menuju aula leluhur untuk melaporkan seluruh kejadi
Saat merasakan tekanan yang begitu besar, rombongan yang dipimpin Tahir merasa makin gelisah. Beberapa dari mereka yang penakut bahkan sudah mulai berkeringat dingin."Apa sih maksud Ketua Istana Samara ini? Mengerahkan begitu banyak orang, apa ini untuk menakuti kita?" tanya seorang murid Sekte Formasi Surgawi pada Tahir melalui transmisi suara dengan takut sekaligus marah dan bahkan berhenti berjalan."Ketua Afifah, aku boleh tanya, apa maksud dari semua ini?" tanya Tahir yang memberanikan dirinya."Tahir, di antara Istana Samara dan Sekte Formasi Surgawi, kamu rasa siapa yang lebih kuat dan siapa yang lebih lemah?" tanya Afifah."Masing-masing punya keunggulannya sendiri. Dengan status dan kedudukanku, aku nggak berani sembarangan menilai," jawab Tahir.Afifah berkata, "Kamu memang sangat berhati-hati. Cara bicaramu benar-benar nggak tinggalkan celah. Aku dengar ada seorang murid di dalam sekteku yang sebelumnya berasal dari sektemu. Tapi sekarang, dia sudah bergabung dengan Istana
"Kakak-kakak semuanya, orang-orang dari Istana Samara ini terlalu sombong dan nggak tahu sopan santun. Menurutku, lebih baik kita kembali dan laporkan semuanya pada Ketua Sekte. Kita kirim orang lagi untuk beri mereka pelajaran dan hancurkan kesombongan Istana Samara," usul para murid Aula Penegak Hukum yang merasa sangat kesal karena sudah dihina dua kali."Ini bukan masalah kecil, kita nggak bisa putuskan ini sendiri. Jangan bicara sembarangan, kita bicarakan lagi setelah kembali," kata Tahir, seorang pria paruh baya yang memakai kain biru sederhana dan merupakan salah satu dari sembilan murid itu. Semua orang menjadikannya sebagai pemimpin karena dia adalah murid tertua dan yang paling dibanggakan Ganesh.Pada saat yang bersamaan, Tahir juga merupakan salah satu putra haramnya Ganesh. Selain itu, kultivasinya adalah yang tertinggi di antara mereka semua karena dia telah mencapai tingkat penebas dewa tahap akhir. Begitu berhasil mencapai tingkat semi pencapaian agung, dia akan mengis
Tirta menjelaskan panjang lebar dengan sangat sabar, "Tapi, bagi para kultivator yang lemah, tempat itu terlalu kejam. Seseorang bisa tiba-tiba kehilangan nyawa di tangan kultivator yang lebih kuat hanya karena sebuah masalah atau kesempatan tanpa alasan yang jelas. Kalian harus tahu, dunia kultivasi bukan tempat yang menjunjung kesetaraan dan perlindungan hukum.""Hukum alam paling primitif berlaku di sana, yang kuat bertahan dan yang lemah tersingkir. Selain itu, di dunia awani juga ada kultivator jalur iblis yang khusus memburu wanita cantik seperti kalian. Mereka akan menangkap kalian, lalu menyiksa kalian. Bahkan mati pun belum tentu jadi akhir dari penderitaan. Belum lagi ada banyak wilayah yang dihuni oleh monster buas yang sangat kuat.""Kalau bertemu mereka, kemungkinan besar nggak akan selamat. Bahkan dengan kultivasiku saat ini, aku juga nggak bisa menjelajahi seluruh dunia awani dengan bebas. Bagaimana aku bisa lindungi kalian? Aku juga terus cari cara untuk mempercepat pen
"Kakak-kakak, dari penampilan kalian, sepertinya usia kalian sedikit lebih tua daripada kami. Karena kita sama-sama wanitanya Tirta, jangan marah ya kalau kami panggil kalian Kakak," kata Marila sambil tersenyum dan berjalan mendekat."Bukan hanya lebih tua sedikit, tapi kami lebih tua dua sampai tiga ribu tahun penuh. Hanya saja penampilan kami terlihat muda, tapi kalian juga nggak perlu sungkan. Mau bilang apa, bilang saja langsung," jawab Yumika sambil tersenyum."Benar. Selain Tirta, aku cukup menyukai kalian semua," kata Irena yang juga menganggukkan kepala."Ya ampun, lebih tua dua sampai tiga ribu tahun? Nggak terlihat sama sekali, kalian benar-benar jago merawat diri," kata Marila dengan sangat terkejut.Devika juga merasa sulit memercayai hal itu dan bertanya, "Kakak-kakak, kami boleh tahu tingkat kultivasi kalian? Kalian bahkan bisa pertahankan wajah awet muda, ini benar-benar buat kami iri. Dan dunia tempat kalian berasal seperti apa? Kami benar-benar penasaran.""Kalau soal
Saat tiba dengan tergesa-gesa sambil membawa tiga ekor harimau, Nabila dan rombongannya malah tidak melihat pemandangan seperti yang diceritakan Devika. Ekspresi mereka langsung berubah menjadi merasa terkejut dan canggung."Auu ...."Ketiga harimau itu memang sudah lama tidak bertemu dengan Tirta. Namun, setelah mengenalinya, mereka segera menghampiri dengan sangat akrab. Seperti saat mereka masih kecil, mereka menggesek kepala mereka ke kaki Tirta."Aku hanya bercanda. Jangan-jangan Devika benar-benar percaya dan sengaja pergi beri tahu kalian?" kata Tirta sambil tersenyum dan mengusap ketiga harimau raksasa yang bahkan lebih besar darinya. Dia sudah menduga situasi ini akan terjadi."Huh. Kalau begitu, berarti kamu sengaja permainkan kami? Anakku sudah hampir lahir, kamu masih tega menggodaku seperti ini. Kamu ini benar-benar keterlaluan," kata Nabila dengan tatapan yang secara alami tertuju pada Yumika dan Irena. Sambil menopang perut besarnya, dia berjalan mendekat dengan ekspresi
Waktu 2 hari berlalu. Selama 2 hari ini, hanya Marila dan Shinta yang mendatangi vila Tirta sekali. Devika sama sekali tidak muncul.Untuk waktu yang tersisa, Tirta menemani Shazana dan lainnya jalan-jalan di ibu kota pada siang hari. Malam harinya, Tirta terus memberikan esens kepada Bella.Kerja k
Jairus dan lainnya tertegun sejenak sebelum bicara."Apa? Mana boleh begitu? Pelatih, kami tetap mau bayar.""Harga jimat ini 20 miliar per lembar dan berguna untuk melindungi nyawa seseorang."Tirta menegaskan, "Pokoknya kalian nggak usah bayar. Jangan berdebat denganku lagi. Kalau nggak, aku mau m
Melihat ekspresi Tirta yang serius, Shazana yang penasaran bertanya, "Ada apa?""Nanti aku baru bilang," sahut Tirta. Tentu saja dia ingin mengatakan rencananya pergi ke dunia misterius untuk membereskan Sekte Kristala.Namun, Tirta tidak bisa mengatakannya secara langsung. Kalau tidak, Shazana dan
"Baguslah kalau begitu," balas Tirta. Dia baru tenang setelah mendengar ucapan Genta.Setelah sampai di dekat Desa Persik, Tirta menyuruh pilot mencari tempat aman untuk mendarat. Dia sendiri pergi ke Desa Persik dengan mengerahkan Teknik Menghilang.Tirta berbuat seperti karena tidak ingin semua wa







