Share

Bab 466

Author: Hazel
Ponsel dikembalikan kepada Irene. Tirta mengembuskan napas dengan tidak berdaya. "Hais ... ini bukan salah kalian. Masalahnya terletak pada Bella. Kak Irene, beri tahu Bella aku akan pergi, tapi semoga dia nggak menyesali keputusannya ini."

Bella masih ingin menanyakan sesuatu, tetapi Tirta sudah mengakhiri panggilan. Bella seketika mengernyit. Jelas sekali, Tirta sedang mengancamnya.

Jika sampai Tirta marah dan tidak mengidentifikasi batu mentah dengan baik, takutnya akan terjadi masalah besar.
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Hans Silalahi
***** seru ceritanya Lanjut
goodnovel comment avatar
budi f
kok sulit di bukak
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2752

    Sebelum Pedang Terbang membunuhnya, Tirta sudah maju terlebih dahulu. Bam! Tinjuan Tirta langsung menghancurkan satu Pedang Terbang.Krak! Kemudian, Tirta yang memancarkan niat membunuh intens menangkap satu Pedang Terbang lagi dan menghancurkannya dengan tangannya.Setelah itu, Tirta berputar di udara dan menendang satu Pedang Terbang lagi hingga retak. Dia membuka mulutnya, lalu mengeluarkan energi pedang yang terbentuk dari energi ungu. Energi pedang itu memelesat dan mematahkan tiga Pedang Terbang.Empat Pedang Terbang menusuk Tirta, tetapi Tirta sama sekali tidak terluka. Sebaliknya, ujung Pedang Terbang yang tidak tajam mulai berasap."Serang!" seru Tirta. Dia menangkap dua Pedang Terbang dengan cepat, lalu melemparnya kembali ke arah Razin. Pedang itu melaju dengan cepat bak anak panah yang dilepaskan dari busurnya.Razin makin antusias. Dia tahu Pedang Terbang yang terbentuk dari Kayu Arwah Gelap tidak berefek pada Tirta. Setelah menghindari dua Pedang Terbang yang dilempar Tir

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2751

    Neoma merasa bingung.Ekspresi Kamala tampak panik. Dia segera menggeleng dan menyahut, "Aku .... Nggak apa-apa, Canggah. Aku cuma tanya. Canggah nggak usah anggap serius."Neoma melihat Tirta sekilas. Wajahnya sedikit memerah. Dia bercanda, "Kamala, jawab aku dengan jujur. Jangan-jangan kamu ingin menjadi kekasih pemuda itu karena melihat dia tampan dan perkasa?"Neoma memang sudah meninggalkan hal duniawi, tetapi hatinya goyah saat melihat Tirta.Wajah Kamala merah padam dan mulutnya terbuka. Dia tidak tahu bagaimana caranya menanggapi perkataan Neoma.Neoma mengalihkan topik pembicaraan. Dia menepuk bahu Kamala sambil tertawa dan menasihati, "Kamala, kalian bukan berasal dari dunia yang sama. Selain itu, hari ini dia pasti mati. Kamu nggak usah berharap padanya lagi."Kamala langsung menyangkal, "Canggah, aku nggak berpikiran seperti itu. Jangan bercanda ...."Melihat reaksi Kamala, Neoma tidak berkomentar lagi. Dia kembali memperhatikan pertarungan Tirta dengan Razin.Kala ini, Raz

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2750

    Neoma dan Kamala fokus memperhatikan medan perang. Kamala mengkhawatirkan keselamatan Tirta, sedangkan Neoma ingin melihat seberapa besar peningkatan kemampuan Tirta dengan bantuan kertas emas.Jika situasi memungkinkan, Neoma ingin mengambil keuntungan dari pertarungan Tirta dan Razin.Sementara itu, Razin sudah mengerahkan kekuatan spiritual di seluruh tubuhnya untuk bertarung mati-matian dengan Tirta.Razin memang bergerak lebih lambat dari Tirta, tetapi kemampuan Razin jauh lebih hebat darinya. Jadi, posisi Razin lebih unggul.Razin melayangkan serangan telapak tangannya sehingga ruang kehampaan bergetar. Serangannya ini seperti bisa menghancurkan gunung kecil. Ini adalah salah satu Teknik Menekan Gunung Sekte Zeru, Pukulan Penghancur Gunung.Whoosh! Tirta tidak menganggap remeh serangan Razin. Dia memasukkan energi ungu di Pedang Terbang, lalu langsung menebasnya.Razin merasakan dirinya terancam bahaya. Dia berkelebat dan berputar ke belakang Tirta.Tirta menebas pedangnya lagi.

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2749

    Saat Razin sedang merasa senang, tiba-tiba terdengar suara yang sangat pelan. Dia mendongak dan melihat ternyata simbol elemen api dari lima elemen utama di Pagoda Pemurni Jiwa dihancurkan.Razin melepaskan kesadaran spiritual untuk memeriksa situasinya. Dia bergumam dengan ekspresi terkejut, "Eh? Bocah ini aneh sekali. Dia bisa mengerahkan kekuatan spiritual di dalam Pagoda Pemurni Jiwa dan menghancurkan simbol lima elemen utama."Razin menambahkan, "Ini ... nggak mungkin! Dia pasti berkultivasi teknik di kertas emas itu!"Padahal Pagoda Pemurni Jiwa milik Razin sudah membunuh banyak kultivator tingkat inti emas tahap ketiga, keempat, dan keenam. Hanya Tirta yang masih baik-baik saja setelah diisap ke dalam Pagoda Pemurni Jiwa, bahkan dia juga menghancurkan simbol.Ketika Razin bergumam, tiga simbol pada Pagoda Pemurni Jiwa dihancurkan oleh Tirta lagi. Sekarang hanya tersisa elemen petir yang masih berusaha bertahan.Razin sudah tidak sabar ingin membunuh Tirta, lalu merebut kertas em

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2748

    Namun, Tirta tetap tidak panik. Dia sedang memikirkan cara untuk menghadapi mereka.Sementara itu, Kamala yang berada di samping Tirta tidak merasakan apa pun. Sebenarnya Kamala ingin membantu Tirta membujuk Neoma. Namun, dia tidak berani bicara saat melihat Razin dan Neoma mengamuk.Melihat Tirta tidak bisa bergerak, Razin langsung mengeluarkan sebuah artefak yang merupakan pagoda kecil perunggu. Artefak ini bisa memurnikan inti emas kultivator dan mencabut jiwanya.Razin berbicara dengan geram, "Neoma, sekarang kamu sudah bisa menyelamatkan piutmu. Aku mau siksa bocah ini, menghancurkan inti emasnya, dan melenyapkan jiwanya. Kalau nggak, aku nggak bisa melampiaskan kebencianku!""Oke," sahut Neoma. Dia terbang ke depan dan hendak membawa Kamala ke sisinya.Razin juga sudah mengeluarkan pagoda kecil perunggu dan memasukkan kekuatan spiritual melimpah ke dalamnya. Pagoda yang melayang di atas Tirta terus membesar dan mengeluarkan daya isap yang kuat untuk mengisap Tirta.Kamala melirik

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2747

    Kamala bertanya, "Mereka ada di mana? Kenapa aku nggak melihat mereka? Selain itu, sebenarnya berapa umurmu? Aku belum pernah lihat kultivator tingkat inti emas semuda kamu. Jangan-jangan kamu itu pria tua yang hidup kembali dengan merebut tubuh orang lain?"Tirta tetap memandang ke depan dan membalas dengan datar, "Kamu terlalu cerewet."Kamala mengomel di dalam hati, 'Huh, tadi dia bilang mau melecehkanku. Sekarang dia malah sok cuek. Aku benar-benar nggak memahami pemikiran orang ini.'Tiba-tiba, terdengar bentakan seseorang dari kejauhan. Orangnya belum terlihat, tetapi suaranya sudah terdengar. Sepertinya orang itu mengamuk. "Bocah nggak tahu diri, cepat lepaskan muridku dan siap-siap untuk mati!"Kata-kata terakhir orang itu terus bergema hingga membuat awan di sekitar buyar.Mata Kamala berbinar-binar. Dia berseru, "Ah, itu suara guruku!"Kemudian, terdengar suara wanita paruh baya yang dingin. "Kamala, penjahat itu nggak menyakitimu, 'kan? Jangan panik, aku akan segera menyelam

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status