Share

Bab 745

Penulis: Hazel
Namun, Ayu dan Melati pasti akan merasa malu. Dengan demikian, kesenangannya juga pasti akan berkurang.

"Oke, coba kamu lihat saja dulu ...," ucap Ayu sambil menganggukkan kepalanya.

"Oke, Bi, kalian tunggu aku sebentar."

Tirta membuka pintu kayu dengan perlahan. Saat berjalan ke hadapan ranjang Arum dan mengamatinya sekilas, Tirta melihat bahwa kedua mata Arum masih terpejam. Anehnya, wajahnya tampak merona dan napasnya juga tidak teratur. Detak jantungnya yang berpacu kencang juga terdengar je
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
hans
***** lanjut
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3497

    "Gimana bisa ada Istana Raja Binatang juga di sini?" Selvi mengernyit, benar-benar tidak mengerti.Yang paling aneh adalah, para siluman dari Pegunungan Belantara berjarak setidaknya berjarak puluhan juta kilometer dari tempat ini. Meski siluman di sana sangat kuat, mereka tidak pernah keluar dari wilayahnya.Lantas, siapa yang sengaja datang ke wilayah utara yang begitu jauh ini untuk membangun sebuah Istana Raja Binatang?Namun, satu-satunya hal yang bisa dipastikan adalah Istana Raja Binatang di tempat ini jelas tidak sebesar yang ada di Pegunungan Belantara. Toh luas wilayahnya hanya sekitar 5 kilometer persegi. Selain itu, tidak ada satu pun siluman yang berjaga di sini."Seharusnya jawabannya ada di dalam." Tirta sendiri tidak terlalu memahami hal ini. Dia juga penasaran dan ingin mengungkap misteri itu.Kriet! Pintu aula yang beratnya setidaknya 50 ribu kilogram itu begitu kokoh. Bahkan Tirta harus mengerahkan cukup banyak tenaga untuk mendorongnya hingga terbuka.Di dalam, dere

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3496

    "Biar kucoba. Mungkin kristal ini bisa dihancurkan untuk membangunkan Jade."Tirta menahan tekanan yang sangat besar sambil perlahan maju. Kemudian, dia mengerahkan jurus Guncangan Seluruh Langit. Meskipun kekuatannya berkurang hampir setengahnya karena tekanan di dalam jurang, serangan itu tetap tidak bisa diremehkan.Buzz! Namun, yang tidak disangka Tirta, cahaya pedang yang dahsyat itu bahkan belum sempat mendekati kristal es, sudah diuraikan secara tak kasatmata oleh cahaya yang tampak lembut itu. Sama sekali tidak muncul gelombang sedikit pun."Seaneh ini?" Tirta tidak percaya dan kembali mengerahkan seluruh kekuatannya. Semua jurus dahsyat yang dikuasainya dikerahkan sekaligus.Seketika, di dalam jurang terdengar auman harimau dan naga. Bayangan pedang dan kilatan cahaya senjata pun muncul, bahkan energi spiritual yang dahsyat mengamuk ke segala arah.Sayangnya, semua serangan itu tetap tidak membuahkan hasil. Cahaya lembut dari kristal es dengan mudah menguraikannya, seperti sal

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3495

    Keadaan Selvi masih sedikit lebih baik. Jangkauan yang bisa dia cakup masih sekitar 5 kilometer."Kalau memang begitu, berarti lawan kita terlalu kuat. Begitu kuat sampai-sampai bisa memblokir kesadaran spiritualku." Ekspresi Selvi berubah menjadi sangat serius."Lanjutkan saja. Mungkin setelah sampai di dasar, kita akan tahu jawabannya." Tirta menghela napas berat.Sekarang mereka tidak bisa menemukan Jade. Hanya mengandalkan dugaan juga tidak mungkin bisa memastikan apa yang sebenarnya terjadi. Tidak ada pilihan lain, Tirta dan yang lainnya hanya bisa terus turun.Bagaimanapun juga, tempat ini tidak seperti Tebing Maut yang begitu dalam hingga hampir menembus seluruh dunia awani.Dua jam lagi berlalu. Di depan mereka sudah terlihat seberkas cahaya terang, serta sebuah bangunan istana besar yang tampak samar-samar.Mereka hanya berjarak sekitar 5 kilometer dari dasar jurang. Sebentar lagi mereka akan sampai."Tirta, Senior Selvi ... sepertinya batas kemampuanku hanya sampai di sini. T

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3494

    "Gadis kecil ini gampang sekali dibohongi. Jangan-jangan otaknya memang agak bermasalah?" Melihat hal itu, Selvi bergumam pelan."Ehem, mungkin dulu kepalanya pernah terjepit pintu. Sudahlah, jangan bahas itu. Kita juga cepat turun." Tirta merasa geli.Saat itu juga, mereka bertiga merapat dan melompat ke dalam jurang.Suasana hening. Selain suara angin yang terdengar akibat mereka meluncur turun dengan cepat, tidak ada suara sedikit pun. Sejauh mata memandang, semuanya gelap gulita. Mereka hanya bisa mengandalkan kesadaran spiritual untuk mengamati keadaan di bawah jurang.Jurang ini tidak seperti Tebing Maut yang memanjang dan sempit, seolah terbelah oleh sebilah pedang. Sebaliknya, bentuknya lebih menyerupai lingkaran yang tidak terlalu beraturan, seperti sebuah tinju yang dihantamkan sekuat tenaga oleh dewa raksasa dalam legenda kuno hingga membentuknya.Sementara itu, seiring mereka terus turun semakin dalam, Tirta jelas bisa merasakan bahwa jangkauan kesadaran spiritualnya terus

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3493

    Setelah berjalan 100 meter lebih, sebuah gerbang batu raksasa tiba-tiba muncul di hadapan mereka. Di kedua sisi gerbang batu itu terdapat dua lampu minyak yang telah menyala tanpa pernah padam selama bertahun-tahun. Apinya berkobar perlahan, memancarkan cahaya redup.Sebelum mereka menyentuh gerbang batu, tampak riak keemasan pucat terus menyebar, seolah hendak mendorong mereka semua menjauh.Bisa dibayangkan, jika mereka mendekat lagi, formasi di tempat ini pasti akan menyerang mereka tanpa ampun."Jurang itu ada di balik gerbang batu ini. Dulu kami ber-18 bekerja sama untuk menutupi Gunung Batu serta seluruh titik buta yang mengelilingi jurang dengan formasi. Bahkan seekor lalat pun nggak akan bisa terbang keluar.""Dengan kata lain, tanpa kehadiran satu orang saja dari 18 Orang Suci dunia awani, gerbang batu ini nggak akan bisa dibuka.""Tapi keadaan sekarang sudah berbeda. Seharusnya aku bisa membukanya dengan mudah seorang diri.""Kalian jangan mendekat dulu. Biar aku coba lihat s

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3492

    "Wah, hebat sekali. Sekarang kamu makin berani padaku ya! Dasar bajingan! Aku akan mengulitimu hidup-hidup!"Selvi sempat tertegun. Dia sama sekali tidak menyangka Tirta akan berani bersikap seperti itu. Sesaat kemudian, amarahnya langsung membara. Dia mengangkat kaki jenjangnya dan melayangkan serangan mematikan tepat ke selangkangan Tirta!"Selvi, jangan marah! Aku cuma bercanda. Sudah, sudah! Kita pergi menjelajahi harta rahasia bawah tanah bersama saja! Lebih penting urusan utama!" Tirta buru-buru menghindar sambil berteriak."Aku tetap harus menghajarmu dulu!" Selvi merasa sangat geram.Setelah berhasil mengejar Tirta, Selvi menghajarnya habis-habisan. Sejam kemudian, Selvi kembali ke atas tembok kota dengan tenang, sementara Tirta turun dengan langkah pincang. Wajahnya juga sudah babak belur."Tirta ... kamu nggak apa-apa?" Priya buru-buru maju dengan ekspresi khawatir."Cuma luka kecil. Nggak perlu dibesar-besarkan." Tirta menyeringai dan berkata dengan sok hebat. Sayangnya, den

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1212

    "Gila .... Wanita ini kelihatannya cantik, tapi kejam banget!""Aku bahkan bisa mendengar suara sesuatu pecah tadi. Untung tadi aku nggak coba mendekatinya!""Cuma kejam nggak cukup. Yang dia pukul itu Doddy.""Ayahnya punya saham di semua toko emas lantai ini. Dia kaya dan punya pengaruh besar!""A

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 576

    Begitu Tirta melangkah masuk, Mauri, Saad, dan Susanti pun mengikuti. Situasi mendadak ini membuat para penari di ruang privat buru-buru memakai pakaian mereka, lalu berdiri di samping tanpa berani bergerak. Sekalipun Saad dan lainnya tidak bersuara, mereka bisa menebak identitas pendatang ini."Kali

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 698

    Pada akhirnya, suasana di kantor polisi menjadi sunyi senyap. Dari ibu kota provinsi, yang tersisa hanya Amal yang tidak sadarkan diri dan Budi yang mengikuti di belakang Tirta tanpa mengatakan apa pun sejak tadi.Lutfi menyuruh pengawalnya untuk mengangkat Amal ke tumpukan sampah yang tidak jauh dar

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 203

    "Nggak apa-apa, Kak. Tenang saja!" ujar Tirta lagi sambil menepuk pundaknya saat melihat Arum terkejut."Ya ... aku akan tenang!" Tiba-tiba, muncul sebuah pemikiran dalam benak Arum! Tirta yang mengocok kartu ini dengan menggunakan tangannya! Meski Arum sendiri tidak mengerti bagaimana caranya, dia t

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status