Share

Bab 871

Author: Hazel
Ayu mengingatkan dengan suara lemah tapi tegas, "Satu jam saja ya. Setelah itu apa pun kondisimu, kamu nggak boleh ganggu kami lagi!"

Tirta membalas, "Hehehe. Tenang saja, Bibi. Apa pun kondisiku, aku pasti akan bikin kalian puas kok!"

Dengan sekali gerakan, Tirta memelesat masuk ke dalam kamar mandi dan menutup pintu kayu itu rapat-rapat. Bagaimanapun, malam ini dia masih punya janji dengan Susanti. Namun sebelumnya, dia memutuskan untuk bersenang-senang bersama Ayu dan Melati dulu.

....

Tirta
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (3)
goodnovel comment avatar
hans
***** kapan hamilnya bro wanita" yg ditiduri tirta? apa mmg wanitanya di kasih obat biar gk hamil ? ... lanjut
goodnovel comment avatar
Heri Mayasadana
mau nanya sama author, Tirta kan selalu ngeuweu bibi ayu & kak melati, tapi mereka gak pada hamil ya?... terlebih lagi Tirta juga banyak coblos cewek lain gak hamil juga...
goodnovel comment avatar
Semar Mendem
mantap jiwa author
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2790

    Batu spiritual tingkat menengah mengandung kekuatan spiritual yang jauh lebih banyak daripada batu spiritual tingkat rendah.Satu batu spiritual tingkat menengah setara dengan seratus batu spiritual tingkat rendah. Tirta memanfaatkan waktu yang langka ini untuk menyerap belasan batu spiritual tingkat menengah sekaligus.Kekuatan spiritual yang sangat melimpah bagaikan embun di musim semi. Jadi, sangat efektif untuk memulihkan luka. Bahkan Tirta menyempatkan diri untuk menyambung tulangnya yang patah.Sementara itu, Gundala yang unggul menyerang Usman hingga mundur di langit. Dia juga mengeluarkan Pagoda Iblis yang digunakannya untuk melawan Tirta sebelumnya dan artefak lain yang belum digunakan.Di udara, bayangan hantu berputar-putar, arwah gentayangan meraung, dan puluhan ribu tengkorak berkerumun bak awan hitam yang tebal. Semuanya mengepung Usman dari segala arah. Situasinya sangat mengerikan.Bam! Usman buru-buru mengerahkan energi pelindung untuk menghancurkan semua tengkorak yan

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2789

    Tadi Tirta tiba-tiba kepikiran dia tidak mungkin bisa menang melawan mereka secara langsung. Namun, pemurni energi dari dunia itu sangat serakah dan mudah curiga. Mungkin dia bisa mencoba untuk menghasut mereka berdua.Melihat Usman percaya, Tirta makin semangat berakting. Dia mencibir dan berseru, "Kamu kelihatan panik, itu berarti omonganku benar! Kamu pasti merasa bersalah! Memangnya anggota sekte kalian nggak pernah melakukan hal yang nggak bermoral?"Tirta menambahkan, "Apa kamu pantas menjamin dengan bicara seperti itu? Cuma orang bodoh yang percaya!""Kamu ...," ucap Gundala. Dia tidak bisa membantah ucapan Tirta.Saat Gundala sudah memikirkan alasan untuk menjelaskan, Tirta malah menggeleng dan menghela napas. Dia berkata kepada Usman, "Pak Usman, biasanya orang yang hampir mati selalu bicara jujur. Aku memang membunuh murid sektemu, tapi sekarang aku hampir mati.""Bagiku, semua dendam nggak ada artinya lagi. Aku cuma kasihan melihatmu diperalat seniormu. Itulah sebabnya aku m

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2788

    Gundala menimpali, "Ternyata perkiraanku benar. Usman, kamu tahan dia. Aku mau cari kesempatan untuk melancarkan serangan mematikan!"Tiba-tiba, Gundala mengerahkan teknik rahasia untuk bersembunyi di udara.Tirta yang mengandalkan pengalaman sebelumnya memang bisa merasakan keberadaan Gundala, tetapi dia kewalahan karena Usman terus melancarkan serangan untuk membantu seniornya.Tirta dihajar sampai memuntahkan darah berkali-kali. Beberapa tulangnya juga patah.Melihat kondisi Tirta, Usman sangat senang. Dia tertawa dan berucap, "Kak Gundala, pemuda ini hampir mati!"Tirta memang sudah mengingat teknik untuk membuka gerbang ketiga. Namun, sekarang dia tidak sempat mengerahkannya.Selain itu, Teknik Rahasia Delapan Gerbang membutuhkan energi darah yang sangat kuat. Sekarang Tirta terus memuntahkan darah. Sudah cukup bagus jika dia bisa mempertahankan dua gerbang pertama tetap terbuka. Mana mungkin Tirta punya esensi darah yang cukup untuk membuka gerbang ketiga?Tirta hanya bisa terus

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2787

    Krak! Kemudian, Tirta mengerahkan tenaga dan cambuk patah yang melilit tubuhnya terpental. Artefak yang dimurnikan Usman dengan susah payah selama bertahun-tahun langsung hancur.Usman sakit hati, tetapi dia berteriak dengan ekspresi bengis, "Ah ... Cambuk Roh itu kumurnikan dengan susah payah! Hari ini, aku harus membunuhmu!"Usman memang memiliki artefak yang hampir mirip dengan Cambuk Roh. Hanya saja, dia paling suka dengan artefak ini. Jadi, wajar saja jika dia sakit hati melihat Cambuk Roh hancur.Pada saat yang sama, Usman juga menyadari kertas emas di tangan Tirta tidak biasa. Ternyata kertas emas itu bisa menghancurkan artefak yang dia murnikan selama ratusan tahun.Ekspresi Gundala menjadi serius. Dia berujar, "Usman, kelihatannya pemuda ini nggak sederhana. Sebaiknya kita berdua bertindak sama-sama biar nggak timbul masalah lain!""Oke!" sahut Usman. Dia juga tidak berani bersikap sombong.Gundala berseru, "Serang!"Gundala mengerahkan artefak andalannya terlebih dahulu, yait

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2786

    Bam! Tirta melayangkan tinjunya, lalu terdengar auman harimau, raungan macan tutul, dan suara petir. Semua suara itu sangat mengerikan.Hanya kultivator yang sudah mencapai tingkat pembentukan jiwa tahap pertama punya kekuatan seperti ini. Gerakannya memancarkan kekuatan yang bisa menghancurkan ruang kehampaan.Angin kencang menderu. Melihat ruang kehampaan di depan hancur karena tinjuan Tirta, ekspresi Usman menjadi muram.Usman berucap, "Apa? Kenapa kemampuan pemuda ini bisa meningkat pesat dalam waktu singkat? Jangan-jangan dia menggunakan teknik rahasia yang bisa membakar esensi darah?"Tadi Usman tidak mengerahkan seluruh tenaganya untuk melancarkan serangan telapak tangan. Sekarang sudah terlambat jika dia menambah tenaga.Tang! Tinju Tirta dan telapak tangan Usman beradu. Sepotong energi pelindung di tubuh Usman dihancurkan.Tubuh Usman mundur puluhan meter. Meskipun tidak jauh, hal ini sudah membuktikan kemampuan Tirta sekarang setara dengan Usman.Gundala melihat semua kejadia

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2785

    Tang! Tirta sudah mendekat. Kertas emas mendekat terlebih dahulu sebelum tinjuan Tirta. Namun, semua serangan Tirta terpental saat menghantam energi pelindung Gundala.Kertas emas bukan tidak bisa menghancurkan energi pelindung Gundala, melainkan kemampuan Tirta belum cukup hebat. Biarpun begitu, muncul retakan kecil pada energi pelindung Gundala.Usman tidak tahu hal ini. Dia tertawa dan berkomentar saat melihat pertarungan mereka, "Kak Gundala, kamu nggak usah takut kitab itu rusak. Langsung bunuh pemuda ini saja."Usman melanjutkan, "Setelah mendapatkan 'Kitab Adikara' dan memahaminya, kita bisa meninggalkan Sekte Asura. Membangun sekte sendiri atau mencapai keabadian juga nggak sulit."Asalkan bisa mendapatkan "Kitab Adikara", Usman merasa sepadan sekalipun harus kehilangan murid-murid yang tidak berguna itu. Itulah sebabnya dia tidak merasa sedih sedikit pun. Keserakahan menguasai hatinya."Haha, apa yang kamu bilang benar!" balas Gundala yang menahan keraguannya. Dia berpura-pura

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 20

    "Kak Melati, sampai jumpa!" Hati Tirta merasa sangat senang. Dia mencium tangannya yang agak basah itu dan isi pikirannya menjadi linglung."Wangi sekali ...." Melati bahkan kesulitan untuk berjalan! Tirta telah bertekad dalam hati, apa pun yang terjadi malam ini, dia akan meniduri Melati!"Bibi, aku

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 50

    "Tirta, kamu ini benar-benar hebat! Kakak cinta banget sama kamu!"....Setelah berjalan sejam lebih, mereka akhirnya telah kembali ke desa. Saat itu, langit juga sudah mulai gelap. Melati membereskan pakaiannya dan bersiap-siap untuk tinggal di rumah Tirta. Oleh karena itu, dia menyuruh Tirta untuk p

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 153

    "Pak Agung, kamu tenang dulu. Orang itu belum tentu Pak Saad yang asli ...." Baskoro sama sekali tidak bisa melawan saat dipukul Agung. Namun, dia masih tetap berharap. Sampai sekarang, dia masih belum percaya bahwa Tirta bisa kenal dengan orang hebat seperti Saad."Sialan, Pak Saad sudah telepon lan

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 142

    "Ini keren sekali. Seseorang yang tak dikenal menghajar Presdir Farmasi Santika!" Sebagian besar orang mengeluarkan ponsel untuk merekam kejadian ini, lalu mengunggahnya di internet. Ini akan menjadi berita besar!"Cepat panggil direktur rumah sakit. Beri tahu dia Pak Baskoro dipukul orang sampai sek

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status