แชร์

Bab 870

ผู้เขียน: Hazel
Mendengar suara Tirta yang tidak sabar, Ayu merasa kesal sekaligus lucu. Dia membalas, "Dasar bocah nakal, kenapa sih pikiranmu selalu tentang hal itu? Hari ini, Bibi lagi nggak enak badan. Jadi, jangan harap ya. Lain kali saja."

"Lain kali kapan? Nggak bisa, harus malam ini. Aku sudah dua hari nggak sentuh Bibi, rasanya nggak tahan lagi!" seru Tirta. Dia segera mengaktifkan mata tembus pandangnya.

Melihat dua tubuh indah yang bersinar putih bersih di balik pintu kamar mandi, Tirta hampir tidak
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (1)
goodnovel comment avatar
hans
***** asiiikkk lanjut
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2790

    Batu spiritual tingkat menengah mengandung kekuatan spiritual yang jauh lebih banyak daripada batu spiritual tingkat rendah.Satu batu spiritual tingkat menengah setara dengan seratus batu spiritual tingkat rendah. Tirta memanfaatkan waktu yang langka ini untuk menyerap belasan batu spiritual tingkat menengah sekaligus.Kekuatan spiritual yang sangat melimpah bagaikan embun di musim semi. Jadi, sangat efektif untuk memulihkan luka. Bahkan Tirta menyempatkan diri untuk menyambung tulangnya yang patah.Sementara itu, Gundala yang unggul menyerang Usman hingga mundur di langit. Dia juga mengeluarkan Pagoda Iblis yang digunakannya untuk melawan Tirta sebelumnya dan artefak lain yang belum digunakan.Di udara, bayangan hantu berputar-putar, arwah gentayangan meraung, dan puluhan ribu tengkorak berkerumun bak awan hitam yang tebal. Semuanya mengepung Usman dari segala arah. Situasinya sangat mengerikan.Bam! Usman buru-buru mengerahkan energi pelindung untuk menghancurkan semua tengkorak yan

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2789

    Tadi Tirta tiba-tiba kepikiran dia tidak mungkin bisa menang melawan mereka secara langsung. Namun, pemurni energi dari dunia itu sangat serakah dan mudah curiga. Mungkin dia bisa mencoba untuk menghasut mereka berdua.Melihat Usman percaya, Tirta makin semangat berakting. Dia mencibir dan berseru, "Kamu kelihatan panik, itu berarti omonganku benar! Kamu pasti merasa bersalah! Memangnya anggota sekte kalian nggak pernah melakukan hal yang nggak bermoral?"Tirta menambahkan, "Apa kamu pantas menjamin dengan bicara seperti itu? Cuma orang bodoh yang percaya!""Kamu ...," ucap Gundala. Dia tidak bisa membantah ucapan Tirta.Saat Gundala sudah memikirkan alasan untuk menjelaskan, Tirta malah menggeleng dan menghela napas. Dia berkata kepada Usman, "Pak Usman, biasanya orang yang hampir mati selalu bicara jujur. Aku memang membunuh murid sektemu, tapi sekarang aku hampir mati.""Bagiku, semua dendam nggak ada artinya lagi. Aku cuma kasihan melihatmu diperalat seniormu. Itulah sebabnya aku m

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2788

    Gundala menimpali, "Ternyata perkiraanku benar. Usman, kamu tahan dia. Aku mau cari kesempatan untuk melancarkan serangan mematikan!"Tiba-tiba, Gundala mengerahkan teknik rahasia untuk bersembunyi di udara.Tirta yang mengandalkan pengalaman sebelumnya memang bisa merasakan keberadaan Gundala, tetapi dia kewalahan karena Usman terus melancarkan serangan untuk membantu seniornya.Tirta dihajar sampai memuntahkan darah berkali-kali. Beberapa tulangnya juga patah.Melihat kondisi Tirta, Usman sangat senang. Dia tertawa dan berucap, "Kak Gundala, pemuda ini hampir mati!"Tirta memang sudah mengingat teknik untuk membuka gerbang ketiga. Namun, sekarang dia tidak sempat mengerahkannya.Selain itu, Teknik Rahasia Delapan Gerbang membutuhkan energi darah yang sangat kuat. Sekarang Tirta terus memuntahkan darah. Sudah cukup bagus jika dia bisa mempertahankan dua gerbang pertama tetap terbuka. Mana mungkin Tirta punya esensi darah yang cukup untuk membuka gerbang ketiga?Tirta hanya bisa terus

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2787

    Krak! Kemudian, Tirta mengerahkan tenaga dan cambuk patah yang melilit tubuhnya terpental. Artefak yang dimurnikan Usman dengan susah payah selama bertahun-tahun langsung hancur.Usman sakit hati, tetapi dia berteriak dengan ekspresi bengis, "Ah ... Cambuk Roh itu kumurnikan dengan susah payah! Hari ini, aku harus membunuhmu!"Usman memang memiliki artefak yang hampir mirip dengan Cambuk Roh. Hanya saja, dia paling suka dengan artefak ini. Jadi, wajar saja jika dia sakit hati melihat Cambuk Roh hancur.Pada saat yang sama, Usman juga menyadari kertas emas di tangan Tirta tidak biasa. Ternyata kertas emas itu bisa menghancurkan artefak yang dia murnikan selama ratusan tahun.Ekspresi Gundala menjadi serius. Dia berujar, "Usman, kelihatannya pemuda ini nggak sederhana. Sebaiknya kita berdua bertindak sama-sama biar nggak timbul masalah lain!""Oke!" sahut Usman. Dia juga tidak berani bersikap sombong.Gundala berseru, "Serang!"Gundala mengerahkan artefak andalannya terlebih dahulu, yait

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2786

    Bam! Tirta melayangkan tinjunya, lalu terdengar auman harimau, raungan macan tutul, dan suara petir. Semua suara itu sangat mengerikan.Hanya kultivator yang sudah mencapai tingkat pembentukan jiwa tahap pertama punya kekuatan seperti ini. Gerakannya memancarkan kekuatan yang bisa menghancurkan ruang kehampaan.Angin kencang menderu. Melihat ruang kehampaan di depan hancur karena tinjuan Tirta, ekspresi Usman menjadi muram.Usman berucap, "Apa? Kenapa kemampuan pemuda ini bisa meningkat pesat dalam waktu singkat? Jangan-jangan dia menggunakan teknik rahasia yang bisa membakar esensi darah?"Tadi Usman tidak mengerahkan seluruh tenaganya untuk melancarkan serangan telapak tangan. Sekarang sudah terlambat jika dia menambah tenaga.Tang! Tinju Tirta dan telapak tangan Usman beradu. Sepotong energi pelindung di tubuh Usman dihancurkan.Tubuh Usman mundur puluhan meter. Meskipun tidak jauh, hal ini sudah membuktikan kemampuan Tirta sekarang setara dengan Usman.Gundala melihat semua kejadia

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2785

    Tang! Tirta sudah mendekat. Kertas emas mendekat terlebih dahulu sebelum tinjuan Tirta. Namun, semua serangan Tirta terpental saat menghantam energi pelindung Gundala.Kertas emas bukan tidak bisa menghancurkan energi pelindung Gundala, melainkan kemampuan Tirta belum cukup hebat. Biarpun begitu, muncul retakan kecil pada energi pelindung Gundala.Usman tidak tahu hal ini. Dia tertawa dan berkomentar saat melihat pertarungan mereka, "Kak Gundala, kamu nggak usah takut kitab itu rusak. Langsung bunuh pemuda ini saja."Usman melanjutkan, "Setelah mendapatkan 'Kitab Adikara' dan memahaminya, kita bisa meninggalkan Sekte Asura. Membangun sekte sendiri atau mencapai keabadian juga nggak sulit."Asalkan bisa mendapatkan "Kitab Adikara", Usman merasa sepadan sekalipun harus kehilangan murid-murid yang tidak berguna itu. Itulah sebabnya dia tidak merasa sedih sedikit pun. Keserakahan menguasai hatinya."Haha, apa yang kamu bilang benar!" balas Gundala yang menahan keraguannya. Dia berpura-pura

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 38

    "Aku bilang aku memberimu harga 600 ribu karena kasihan padamu yang sudah nggak punya orang tua. Kalau bukan karena itu, aku nggak mungkin mau membeli bahan obatmu. Kalaupun dikasih gratis, aku juga nggak mau!" timpal Malvin dengan lantang.Ketika minum-minum bersama Agus kemarin, Malvin mendengar ba

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 152

    "Bocah ini sama saja dengan Agatha, orang kampungan! Bahkan wali kota saja nggak pernah lihat, apalagi menyelamatkannya? Itu palsu, telepon itu pasti bukan dari putri wali kota! Pak Agung jangan buang-buang waktu. Aku bayar 20 miliar, cepat habisi bocah ini!""Ini ...." Agung juga merasa Tirta tidak

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 53

    Tirta yang menemani Ayu dan Melati tidur tidak berani melakukan apa pun. Dia membuka matanya lebar-lebar karena ingin melihat apakah benar-benar ada hantu yang mengganggu atau tidak. Setelah menunggu sekitar 1 jam lebih, Tirta tidak melihat apa-apa.Saat ini sudah dini hari. Tirta diam-diam melirik M

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 92

    Plak! Terdengar tamparan yang nyaring. Hanya saja, bukan Utari yang menampar Tirta, melainkan Tirta yang menampar Utari. Wanita itu sampai mundur beberapa langkah dan terduduk di lantai."Be ... beraninya kamu menamparku!" Utari menatap Tirta sambil memegang pipinya dengan tidak percaya.Plak! Tirta m

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status