LOGIN"Dia ... dia benar-benar kabur. Hais .... Seandainya dari awal kami tahu dia begitu pengecut, kami pasti sudah melawan lebih cepat. Dengan begitu, Pemabuk Suci dan Boneka Suci nggak perlu mati."Bagaimanapun, kekuatan Sodam memang jauh lebih tinggi. Terlebih lagi setelah menyerap esensi darah dan jiwa Boneka Suci serta Arak Suci, kekuatannya meningkat pesat.Begitu dia memutuskan untuk melarikan diri, tentu saja Tombak Suci dan yang lainnya tidak mungkin mampu mengejarnya."Kalau punya kekuatan tapi nggak berani melawan, jangan salahkan siapa pun atas kejadian ini. Kalian hanya bisa menyalahkan diri kalian sendiri."Sebenarnya Tirta bisa berubah menjadi rajawali dan mengejarnya. Namun, jika dia pergi dan tiga orang suci masih berada di sini, dia merasa tidak tenang.Setelah berpikir sejenak, dia hanya bisa menyaksikan Sodam pergi dengan rasa tak berdaya. Di dalam hati, dia mulai memikirkan metode apa yang harus dia gunakan lain kali agar bisa membunuh Sodam dalam satu serangan.Kalau t
"Lebih baik bergabung denganku untuk membunuhnya. Setidaknya aku masih akan membiarkan kalian tetap hidup."Tirta melihat ketiga orang suci itu mulai goyah. Sambil mengeluarkan sebatang tanaman spiritual berusia 8.000 tahun dan langsung mengunyahnya, dia segera mencoba membujuk mereka.Kalaupun tidak berhasil, setidaknya dia berharap bisa membuat mereka mundur karena ketakutan."Apa yang dikatakan bocah ini memang benar. Kita nggak bisa terus salah langkah. Jangan sampai semuanya terlambat!""Bocah, gimana kami bisa percaya semua ucapanmu itu benar?""Gimana kalau setelah semuanya selesai, kamu malah mengkhianati kami? Apa yang bisa kami lakukan saat itu?"Ketiga orang suci saling memandang. Dalam sekejap, mereka melihat keraguan yang sama di mata satu sama lain.Namun, mereka juga sangat mewaspadai Tirta. Bagaimanapun, saat ini mereka masih berada di pihak yang berlawanan dengan Tirta.Sementara kekuatan yang diperlihatkan Tirta sudah bukan lagi sesuatu yang mampu mereka bertiga hadap
"Nggak .... Tuan Tirta, cepat lepaskan kami! Biar kami membantumu!""Suamiku, lepaskan kami!""Tirta ... jangan pedulikan kami lagi! Cepat kabur! Keselamatanmu sendiri lebih penting!"Kertas emas yang berubah menjadi lonceng raksasa itu menancap kokoh di tanah.Di satu sisi, benda itu menjamin keselamatan para gadis, tetapi di sisi lain hal itu juga menjadi kelemahan yang memaksa Tirta untuk bertahan.Saat ini, Tirta seorang diri sudah mengerahkan seluruh kemampuannya hanya untuk menahan serangan empat orang suci dunia awani.Karena itu, dia sama sekali tidak sanggup menghadapi serangan diam-diam dari Sodam.Tak peduli bagaimana para gadis memohon dengan putus asa, Tirta tetap tidak mundur. Dia juga tidak berniat melepaskan mereka agar ikut bertarung.Sret! Tungku kecil itu berputar bagai bor, merobek ruang kosong. Ke mana pun tungku itu melintas, segala sesuatu langsung lenyap menjadi ketiadaan.Kekuatan serangan itu cukup untuk menghancurkan tubuh fisik seorang kultivator tingkat sem
"Kalian berempat jangan sekali-kali meremehkannya!"Dari belakang, penglihatan Sodam kini sudah jauh melampaui orang biasa. Dia bahkan mampu melihat lintasan rajawali jelmaan Tirta.Hanya saja, dengan tubuh yang dimilikinya sekarang, dia sama sekali tidak mampu mengeluarkan kekuatan sejati roh ganas itu. Meski ingin menghentikan, semuanya sudah terlambat.Melihat Boneka Suci tewas mengenaskan, dia segera berteriak memperingatkan empat orang lainnya.Pada saat yang sama, dia mengulurkan tangan. Mayat Boneka Suci langsung tersedot ke tangannya. Kemudian, dia mengisap habis sisa esensi energi dan darah di dalam tubuh Boneka Suci.Bum! Tubuh Boneka Suci langsung mengering. Tubuhnya tampak seperti mumi yang telah mati selama ribuan tahun.Sementara itu, kabut hitam yang menyelimuti tubuh Sodam menjadi makin pekat. Auranya kembali meningkat beberapa tingkat.Melihat keadaan itu, hati Tirta kembali menegang. Tanpa ragu, dia segera mengubah sasaran serangannya dan langsung menerjang ke arah So
Burung Penembus Langit adalah senjata terkuat Boneka Suci untuk membunuh musuh di udara.Alasannya sederhana. Kecepatannya luar biasa, daya tembusnya sangat kuat, dan jumlahnya sangat banyak.Selain itu, setiap burung digerakkan oleh puluhan batu spiritual kualitas terbaik di dalam tubuhnya, lalu diperkuat lagi dengan pola formasi. Jumlahnya mencapai lebih dari 3.000 ekor.Kalau dibiarkan begitu saja, lawan pasti akan terluka.Namun, jika diserang secara langsung, Burung Penembus Langit akan langsung meledakkan diri dengan kekuatan yang sangat dahsyat. Siapa pun akan kewalahan menghadapinya.Tirta tidak mengetahui rahasia di baliknya. Melihat kawanan Burung Penembus Langit berputar seperti awan hitam pekat yang menyapu ke arahnya, dia segera mengayunkan satu tebasan energi pedang yang menjulang ke langit.Bum! Bum! Bum!Akibatnya, beberapa ratus Burung Penembus Langit yang berada di barisan depan langsung meledak secara bersamaan.Awan jamur berwarna jingga bercampur hitam keabu-abuan
"Huff ...."Pada saat yang sama, Selvi yang sedang memejamkan mata tampaknya juga merasakan perubahan yang terjadi di luar.Napasnya mulai memburu, dadanya naik turun dengan jelas. Namun, dia benar-benar tidak bisa mengalihkan konsentrasinya. Setelah sempat terkejut sesaat, dia memaksa dirinya untuk kembali tenang.....Swiing! Pada saat yang sama, kecepatan Tirta melampaui batas. Dia menerjang ke tengah medan pertempuran hingga meninggalkan bayangan-bayangan setelah dirinya di udara.Terdengar dua suara benturan berturut-turut. Tang! Tang!"Ah! Tombakku!" Tombak Suci terkejut. Tombak andalannya yang telah ditempa berkali-kali itu tiba-tiba menjadi lebih pendek. Ujung tombaknya langsung tertebas putus."Bocah ini ... kekuatannya luar biasa!"Trisula Suci memiliki tenaga yang luar biasa besar. Sekali ayunan trisulanya turun, kekuatannya begitu dahsyat hingga gunung pun bisa terbelah dua.Namun, saat trisulanya dipukul oleh Pedang Penumpas Dewa milik Tirta, dia hanya merasakan telapak ta
Melihat Tirta mengeluarkan Pedang Terbang, tetua pertama dan kedua tidak ragu sedikit pun. Masing-masing dari mereka berdiri di depan dan belakang Tirta. Yang satu mengeluarkan cermin kristal, yang satu lagi mengeluarkan labu air putih seukuran telapak tangan.Whoosh! Tetua kedua mencabut penutup la
Perhatian ketua sekte dan tetua lain teralih ke suara di atas langit. Mereka berkomentar."Sudah jelas itu bara api. Masih masuk akal kalau dianggap meteor, mana mungkin ada dua orang?""Kalau ada orang, bukannya mereka akan mati terbakar hidup-hidup?""Iya. Aku sudah hidup begitu lama, tapi nggak p
Tirta mengernyit saat melihat para murid tidak pergi, bahkan mereka memandanginya dengan geram.Tiba-tiba, Amaris maju dan menegur, "Kak Elisa dan Tuan Tirta sudah mengakuinya, kenapa kalian belum pergi? Apa semua murid Sekte Mujarab kurang kerjaan?"Mendengar suara Amaris, beberapa murid kembali me
Sanika dan Zahra yang juga terpental keluar dari tungku ditangkap oleh tangan besar salju itu. Luvia membawa kedua tetua itu ke hadapannya. Begitu mendarat di tanah, mereka berdua mengeluh kepada Luvia."Bu Luvia ... akhirnya kalian datang!""Hu hu .... Aku nggak mau hidup lagi!"Namun, Luvia menunj







