Share

Bab 891

Author: Hazel
Tirta menambahkan, "Lain kali kalau ada waktu, aku bantu bikin ukurannya lebih besar dari apel, tapi tetap lebih kecil dari melon. Prosesnya bertahap, jadi nggak bikin orang curiga."

"Benar! Untuk sekarang, dibuat sebesar apel juga nggak masalah. Lain kali masih banyak kesempatan untuk bikin jadi sebesar melon!" balas Shinta.

Shinta terlihat sangat antusias. Dia terus mengangguk dan mendesak Tirta agar bergegas, "Kak Tirta, ayo kita jalan cepat sedikit. Aku sudah nggak sabar untuk merasakan sens
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (5)
goodnovel comment avatar
hans
***** asiikkkk Lanjut
goodnovel comment avatar
Ricky Sulltoni Daulay
lanjuttttttttt
goodnovel comment avatar
nandang muhlis
iya update per harinya dikit...
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2798

    Vikrama tersadar dari keterkejutan terlebih dahulu.Vikrama menunjuk Tirta yang jatuh seraya berkata, "Nggak apa-apa. Kalian lihat, pemuda itu nggak mampu bertahan lagi. Dia nggak mungkin bisa melukai kita. Kita juga nggak perlu repot-repot bertindak lagi karena dia sudah membunuh Gundala."Tatapan Vikrama tetap tertuju pada Zelia dan Cakra. Sekarang mereka berdua adalah musuh Vikrama setelah musuh lain tumbang.Tirta tidak bisa mempertahankan tekniknya lagi setelah mengerahkan kekuatan terakhir untuk membunuh Gundala. Saat terjatuh, dia bergumam, "Sialan, sakit sekali .... Tapi, akhirnya aku bisa bantu Pak Aldari dan lainnya balas dendam ...."Efek samping dari esensi darah yang terkuras dan reaksi hebat dari luka di tubuhnya membuat Tirta kehilangan kesadaran. Kertas emas juga terbang kembali ke dalam tubuh Tirta.Melihat kondisi Tirta, Cakra makin antusias. Dia berseru, "Ternyata pemuda itu baru mencapai tingkat inti emas! Haha, bagus! Aku nggak menyangka pemuda itu punya dua barang

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2797

    Gundala memperhatikan perubahan situasinya. Dia terkejut dan juga marah. Gundala membatin, 'Gawat, tiga orang ini bilang mereka berkultivasi dengan jalan yang benar. Tapi, tindakan mereka lebih kejam daripada Sekte Asura. Takutnya hari ini aku nggak bisa kabur kalau diincar mereka!'Serangan Gundala pada Tirta melambat. Dia memilih untuk menyimpan kekuatan dan berseru, "Teman-teman, pemuda ini membunuh juniorku dan murid dari sekteku. Aku punya dendam kesumat dengannya. Aku harap kalian mendukungku dan berpura-pura nggak melihat kejadian ini."Gundala menambahkan, "Kalau kalian lepaskan aku, ke depannya aku pasti nggak akan melupakan kebaikan kalian. Aku juga akan membalas kebaikan kalian berkali-kali lipat."Zelia terkejut sejenak, lalu tersenyum dan membalas, "Aku nggak menyangka pemuda tampan ini punya dendam denganmu. Pak Gundala balas dendam saja. Kami nggak akan ikut campur."Cakra mengelus janggutnya sambil menimpali, "Benar. Pak Gundala bertarung dengan pemuda itu saja. Kami ba

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2796

    "Sebenarnya apa yang terjadi di depan? Apa Tirta bertarung dengan orang lain?" tanya Elisa.Kesadaran spiritual Elisa dan lainnya tidak bisa menjangkau tempat yang terlalu jauh, jadi mereka tidak bisa tahu situasinya. Mereka bertiga merasa khawatir.Elisa dan lainnya berharap mereka memiliki sayap sehingga bisa langsung terbang ke sisi Tirta untuk memeriksa situasinya.Berbeda dengan Elisa dan lainnya yang khawatir, dua orang pria tua dan seorang wanita tua dari tiga arah lainnya buru-buru datang karena penasaran.Selain itu, kesadaran spiritual mereka bisa menjangkau jarak lima kilometer. Mereka bisa tahu apa yang terjadi di depan dengan mudah.Pria tua yang datang dari arah barat bergumam dengan ekspresi terkejut, "Bukannya itu Tetua Gundala dari Sekte Asura? Kenapa dia sendirian? Tetua Usman menghilang."Pria tua itu melanjutkan, "Kabarnya, dia baru mencapai tingkat pembentukan jiwa tahap ketiga. Dia itu sosok yang paling menonjol di Sekte Asura. Tapi, sekarang dia sudah mencapai ti

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2795

    Kedua telapak tangan Gundala bergerak secepat kilat hingga meninggalkan sisa bayangan di udara. Tirta melayangkan serangan tinju dengan jurus Pedang Ilusi dan berusaha bertahan, tetapi dia tidak bisa melancarkan serangan lagi.Jika kondisi ini terus berlanjut, Tirta pasti tidak bisa bertahan lebih dari tiga menit. Tiba-tiba, Tirta merasakan tanda-tanda Teknik Rahasia Delapan Gerbang berhenti beroperasi.Tirta membatin, 'Gawat! Kalau terus begini, takutnya aku nggak bisa bertahan terlalu lama!'Tirta tahu jelas alasannya. Hal ini karena tujuan awal teknik ini diciptakan adalah meningkatkan kekuatan secara paksa dan membunuh lawan yang jauh lebih kuat secepatnya.Kalau melewati batas waktu, teknik ini akan berhenti beroperasi agar tidak meninggalkan gejala sisa yang parah untuk penggunanya. Sebenarnya Tirta sudah cukup kuat bisa bertahan sampai sekarang.Kultivator biasa yang baru mencapai tingkat inti emas tahap pertama pasti kesulitan bertahan lebih dari satu menit jika kekuatannya dit

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2794

    Gundala tertawa setelah mendengar ucapan Tirta. Dia membalas, "Kamu mau melenyapkan inti jiwaku? Kamu masih begitu sombong, padahal sudah hampir mati. Benar-benar nggak tahu diri!"Angin serangan telapak tangan Gundala menderu dan kekuatannya sangat dahsyat. Serangan Gundala menyerang kepala Tirta dalam sekejap. Gundala sangat yakin serangannya ini pasti akan membuat Tirta mati tragis."Pria tua, lihat baik-baik!" ujar Tirta. Tatapannya menjadi dingin dan dia berusaha keras untuk mengerahkan Mantra Evolusi Semesta. Kecepatannya tiba-tiba meningkat pesat.Tirta hampir tidak bisa menghindari serangan Gundala. Kemudian, dia mengeluarkan kertas emas untuk menebas inti jiwa di belakang kepala Gundala.Whoosh! Cahaya menerangi langit malam bagaikan serangan kilat emas."Aku memang menunggu kemunculan barang itu!" seru Gundala. Dia menyadari kertas emas ini adalah barang berharga yang bisa mengatasi teknik rahasia Sekte Asura.Gundala yang serakah langsung mengulurkan tangannya untuk mengerah

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2793

    Tirta mengomentari, "Wah, kekuatan yang ditunjukkan pemurni energi tingkat pembentukan jiwa tahap keempat benar-benar nggak bisa dibandingkan dengan kekuatan pemurni energi tingkat pembentukan jiwa tahap ketiga."Selain itu, Tirta mengerjap ketika memandangi inti jiwa Gundala. Sepertinya dia sedang merencanakan sesuatu.Sekarang perhatian Gundala teralih ke Tirta. Dia berkata dengan sinis, "Hei, sekarang sudah saatnya aku membunuhmu! Aku ulangi terakhir kali, serahkan 'Kitab Adikara'. Aku akan membiarkanmu mati tanpa merasa tersiksa!"Gundala melanjutkan, "Kamu nggak punya inti jiwa, cuma inti jiwa palsu yang ditingkatkan dengan mengandalkan teknik rahasia. Sekalipun sangat menakjubkan, juga nggak ada apa-apanya! Aku cuma perlu melancarkan satu serangan untuk membunuhmu!"Gundala tidak merasakan ada yang aneh. Dia mengira inti jiwa Usman hancur karena serangan telapak tangannya. Itulah sebabnya Gundala makin sombong.Tirta membalas, "Dasar tua bangka, bisa-bisanya kamu lebih sombong da

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 360

    "Dia? Memangnya bocah tengik sepertinya pantas menilai batu? Ini benar-benar lelucon besar!" ejek Putro dengan tatapan menghina."Aku nggak peduli apa alasanmu membawa bocah ini. Kalaupun kamu membawanya ke sini adalah untuk memijat kakiku, aku juga nggak peduli. Tapi, kalau dia nggak berlutut minta

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 419

    Agatha berkata dengan malu-malu, "Menyebalkan sekali. Aku lagi nyetir nih. Setidaknya cari tempat yang sesuai dulu."Sebelumnya, Agatha selalu membantu Tirta memenuhi kebutuhan batinnya di mobil. Hal ini membuat Agatha merasa akrab dengan suasana di mobil. Bermesraan dengan Tirta di dalam mobil tamp

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 368

    "Kalau kalian kalah, suruh wanita murahan itu melepaskan semua pakaiannya dan berlari dalam keadaan telanjang bulat. Dia nggak boleh pakai apa pun. Selain itu, dia harus berteriak mengatakan dirinya adalah wanita murahan. Gimana? Berani nggak?" tantang Tirta.Usul Tirta ini membuat Aina naik pitam. D

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 300

    Tirta membalas, "Jangan bawel. Aku nggak butuh arahan darimu."Dengan satu gerakan, Tirta merobek baju yang diterimanya menjadi dua bagian dan mulai membalut luka Alicia.Dalam hati, pria itu membatin, 'Kedua wanita ini benar-benar bodoh. Mereka baru saja dikhianati oleh Alicia, tapi sekarang malah kh

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status